
Liburan telah usai, kini mereka sudah kembali beraktifitas seperti biasanya. Elmira dan Mirda pun sudah mulai tinggal di asrama. Sweta turut mereka bawa, sebab kini hak asuh sepenuhnya sudah ditangan Elmira dan juga Mirda.
"Sayang, baju Sweta pakaikan yang mana?" teriak Mirda.
"Yaa ampun, Baba! Itu kan Bubu udah siapin diatas kasur! Masa masih nanya sih," kesal Elmira membuat sang suami tersenyum.
"Makin kamu ngomel-ngomel makin cantik," gumam Mirda ketika memperhatikan sang istri yang tengah memasak.
Menjahili istrinya, kini sudah menjadi hobby baru Mirda. Jika diluar dia akan tampak dingin dan disegani, berbeda dengan jika sedang berada dirumah. Mirda akan bergelayut manja pada sang istri dan menghilangkan sikap dinginnya. Sebab Elmira selalu mengatakan "Jangan dingin-dingin, Bang! Nanti aku flu,"
Hari ini, Elmira dan juga Mirda akan mengikuti acara pertemuan rutin Persit sekaligus perkenalan Elmira dengan anggota yang lainnya.
"MashaAllah, istri Abang cantik banget," ucap Mirda ketika melihat Elmira mengenakan seragam Persitnya.
"Gombal aja terus, Bang! Kapan berangkatnya ini, nanti kesiangan," ucap Elmira mencebik.
"Yaudah yuk berangkat!" ajak Mirda sambil menggandeng istrinya dan tangan lainnya menggendong Sweta.
Elmira pikir, hidup dilingkungan Militer tak akan memiliki tetangga yang nyinyir. Pada kenyataannya tetap saja, bedanya hanya dari cara mereka bersikap.
"Hm, jadi bahan gosipan ibu-ibu lagi," batin Elmira ketika melihat mereka berbisik.
"Semangat Bubu, jangan dengerin gosip murahan tentang kita," bisik Mirda.
"Semangat dong! Bubu gak peduli lagi apa yang dikatakan mereka, karena percuma memberikan klarifikasi. Orang yang gak suka sama kita tetep aja akan seperti itu," ucap Elmira sambil tersenyum.
"Ini baru istri Baba tersayang," ucap Mirda sambil mengecup pucuk kepala Elmira.
Dengan langkah tegap, Elmira masuk kedalam ruangan dan duduk dibangku yang telah disediakan tentu saja dengan senyuman ramah yang mengembang diwajahnya. Tak lama kemudian, acara pun dimulai denga sambutan dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi semuanya. Alhamdulillah pagi ini, kita bisa berkumpul disini untuk menyambut keluarga baru kita semua. Persit mempunyai peran yang sangat berarti dalam kehidupan keluarga Prajurit. Tugas dan peran ganda sebagai anggota Persit sudah tidak dapat ditawar lagi. Baik sebagai istri, ibu bagi anak-anak, ibu bagi anggota juga sebagai anggota masyarakat di lingkungan kita. Semuanya itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan rasa tanggung jawab, tulus dan ikhlas. Maka dari itu, saya menganggap jika semua anggota baru ini sudah siap menerima segala tanggung jawab yang akan mereka terima dilingkungan Persit Kartika Chandra Kirana," ucap Ibu Farida Wijayanti sang Bu Danyon.
Setelah sambutan dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, kini tibalah giliran Elmira untuk memperkenalkan dirinya didepan semua anggota.
"Assalamu'alaikum, Mohon ijin untuk memperkenalkan diri kepada Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, ijin kepada Ibu Wakil Persit Kartika Chandra Kirana juga. Perkenalkan nama saya Elmira Ayudia Syafa, usia saya 26 tahun. Saya istri dari Lettu Radiansyah Mirda, dengan NRP 89010221 yang kini menjabat sebagai Komandan Kompi C. Profesi saya adalah seorang dokter, tapi saat ini saya sedang tidak terikat dengan instansi manapun. InshaAllah saya akan membantu di Klinik Batalyon untuk sementara waktu. Saya mohon ijin bimbingan kepada semuanya, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam berkata. Terimakasih, wassalamu'alaikum," ucap Elmira lalu turun dari podium.
Acara berlanjut dengan pemberian seragam Persit dan juga Kartu Tanda Anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Ibu Danyon memanggil Elmira untuk berbincang-bincang.
__ADS_1
"Ijin bu Danki, boleh saya bertanya sesuatu? Mungkin ini menyangkut hal pribadi," ucap Bu Danyon pada Elmira.
"Ijin Bu Danyon, saya akan menjawab setiap pertanyaan ibu," jawab Elmira sopan.
"Ini mengenai putri kalian, saya mendengar desas-desus yang kurang mengenakan dihati. Maka dari itu, saya ingin meluruskan saja. Kita ini hidup dilingkungan Militer, saya harap semua anggota disini dapat menjaga sikap," ucap Bu Danyon membuat beberapa dari mereka menunduk malu.
"Mohon ijin. Begini Bu, InshaAllah saya menikah dengan suami saya masih dalam keadaan suci. Saya kira hal itu tidak perlu saya ungkapkan, sebab yang tau hanyalah saya dan suami saya. Sweta itu anak asuh kami, dia seorang anak yatim piatu. Sebelum saya menikah dengan Lettu Mirda, saya sudah mengadopsinya selama satu tahun. Kami juga sudah melapor pada Kesatuan, sebelum membawa Sweta tinggal bersama kami. Saya sebenarnya tidak ingin memberikan klarifikasi, sebab yang tak menyukai kita akan terus mencari keburukan kita," ucap Elmira dengan panjang lebar.
Ibu Danyon tersenyum mendengarkan penjelasan Elmira, bagaimanapun Elmira adalah seorang anak yang dibesarkan dilingkungan Militer.
"Ijin Bu Danki, apa benar Bu Danki menikah dengan Danki karena perjodohan?" tanya salah satu perempuan bernama Betrysda.
"Saya dan suami tidak dijodohkan, kebetulan saja kami bertemu ketika suami masih menjadi ajudan Ayah saya," ucap Elmira sambil tersenyum.
"Apakah ibu tidak merasa canggung pertama kali masuk kedalam lingkungan Militer?" tanya Bu Danyon.
"Ijin bu, saya dibesarkan dilingkungan Militer tapi tetap saja ketika datang kesini dengan status berbeda membuat saya canggung," jawab Elmira.
Acara pertemuan pun selesai, kini Elmira mendapatkan seorang teman baru bernama Betrysda yang ternyata seorang dokter anak dan Sonia yang merupakan seorang Designer.
"Sa tak menyangka jika bisa bertemu dengan rekan sejawat sa disini," ucap Betrysda.
"Sa dinas di RSIA Harapan Bunda, kalo dia yang pendiam ini adalah kawan sa sejak pertama kali sa datang kemari. Kalo kau butuh pakaian bisa minta dia buatkan," ucap Betrysda membuat Sonia mencebik kesal.
"Jangan diambil hati ya, Bu Danki. Betrys kalo ngomong suka ceplas ceplos begitu," ucap Sonia.
Elmira tersenyum bahagia ketika berbincang dengan mereka berdua. Tanpa memperdulikan kedua orang dibelakangnya yang sedang membicarakannya.
"Jangan diambil hati, mereka memang begitu sedari dulu," ucap Sonia.
"Saya gak apa-apa, Bunda saya selalu bilang jika kita harus menjaga sikap. Bagaimanapun sikap buruk kita bisa mempengaruhi jabatan suami, dan saya tidak mau mengecewakan suami saya yang sudah berjuang hingga saat ini," ucap Elmira tersenyum.
"Sa sangat bangga bisa kenal kau, hari ini kita orang berteman baik ya!" ucap Betrysda.
"Ya! Kita teman baik dan rekan yang baik," ucap Sonia dan Elmira mengangguk.
Mirda sangat merasa lega, sebab sang istri dengan mudah bisa berbaur dengan yang lain. Meskipun rasa khawatir tetap ada, sebab gadis yang dulu mencintai Mirda kini telah menikah dengan salah satu anggotanya. Mirda takut jika Elmira mendapat perlakuan yang kurang baik. Tapi dia yakin, jika istrinya itu bisa melewati semuanya.
__ADS_1
Sweta merentangkan tangannya ketika melihat sang Ibu.
"Anak Bubu, soleha ya! Gak nangis kan?" tanya Elmira pada Sweta.
"Nggak dong! Anak Baba sama Bubu kan soleha, anteng banget makan kue tadi. Sampe kawan nya gak dikasih," ucap Mirda tersenyum seraya mengelus kepala Sweta.
"Sweta anak baik, kalo punya makanan harus bagi-bagi ya!" ucap Elmira mencolek hidung sang anak. Seolah mengerti, Sweta tersenyum senang.
"Gimana? Lancar tadi?" tanya Mirda.
"Alhamdulillah, Bang! Aku punya dua temen baru, namanya Betrysda sama Sonia. Tapi aku gak tau mereka itu siapa dan jabatannya apa, hehehe," Elmira tersenyum kaku.
Mirda menoel hidung sang istri karena gemas, lalu membawanya duduk dikursi.
"Panggil Ibu kalo kalian sedang ada di lingkungan asrama, Betrysda itu istri dari Kapten Jeki Mauru Komandan Kompi A. Kalo Sonia itu istri dari Letda Agam, Komandan Pleton I dibawah naungan Kompi C. Abang bangga sama kamu, sayang," ucap Mirda.
"Waah berarti Bu Betrys itu diatas aku ya, Bang? Kalo Sonia masuk anggota kita, ya? Bimbing aku ya, Bang! Takutnya aku melakukan kesalahan," ujar Elmira.
"Pasti sayang, kewajiban Abang adalah membimbingmu. Kita makan dulu, ya. Setelah itu kita pulang," sahut Mirda dan diangguki oleh Elmira.
Kemesraan keduanya membuat beberapa orang merasa iri, mereka berdua memang tampak sangat serasi. Tapi ada satu orang yang mengumpat dalam hati.
"Lihat saja! Aku akan jadikan hidup kalian bagai dineraka," ucapnya dalam hati.
* * * * *
MOHON MAAF YAA SELALU TELAT UP ππ
OTHOR SIBUK BANGET DAN BADAN MULAI DROP HUHU π
Jangan kecewa yaaa. π₯Ίππ
Semoga suka dengan ceritanya...
Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite π₯°ππ₯°
Dukung Author terus ya!
__ADS_1
Salam Rindu, Author β€