
Proses pemakaman Zayn sudah selesai, kini seluruh keluarganya sedang berada dirumah duka. Zayn meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 4,5 tahun bernama Faza. Saat keluarga masih dalam keadaan berduka, Aditya yang menangani kasus Zahra membawa kabar jika Zahra mencoba melakukan tindakan bunuh diri. Setelah dia mengetahui jika Zayn sudah tiada karena ulahnya. Mereka sangat shock, namun mereka belum mau untuk menemui Zahra. Aditya mengerti dengan apa yang dirasakan oleh keluarga Zayn.
Sementara itu di Rumah Sakit, Gisya dan Fahri sedang membujuk Husain yang tidak mau pulang bersama Syauqi. Dia sangat ingin menginap dengan Bunda dan Ayahnya.
"No! Ain nda mau puyang! Om Uti adja puyang cana!" kesal Husain.
"Yee dasar gembul! Om Uqi mah emang mau pulang, mau beli es krim sama Ateu Ina. Sama mau beli bumble bee yang besaaaaarrr bangett!" ucap Syauqi memanasi Husain.
Husain terlihat seperti memikirkan sesuatu, dan akhirnya dia menyetujui untuk pulang.
"Bang, gak mau tau pokoknya transfer! Anak situ kan doyan jajan." kesal Syauqi.
"Eh tunggu dulu! Yang janjiin es krim sama mainan siapa?" tanya Gisya.
"Yaa Uqilah! Biar anaknya diem gak rewel." jawab Syauqi santai.
"Yaudah jajaninlah, jadi Om pelit amat sih! Noh si amat aja kaga pelit." ledek Gisya.
"Hadeuh! Untung kakak kandung, kalo bukan udah dikarungin dehhh!" ucap Syauqi sambil menepuk jidatnya.
Sementara di Jogja, Cyra sama sekali tidak mau lepas dari Zaydan. Dia terus menempel pada Zaydan, apalagi setelah mengetahui jika Zaydan adalah Papanya.
"Cyra, sini sama Mama, Nak. Itu Om nya mau pulang." bujuk Febri pada Cyra.
"Papa, Ma. Butan Om!" kesal Cyra membuat Febri memutar bola matanya malas.
"Iya Papa, udahh sini sama Mama. Biasanya juga Cyra gak rewel gini." kesal Febri.
Mata Cyra sudah mulai berkaca-kaca, dia semakin mengeratkan pelukannya pada Zaydan.
"Jangan nangis anak cantik Papa, Cyra mau ikut Papa?" tanya Zaydan.
"Eh, mau kemana Mas? Cyra disini aja, dia biasa main sama pegawai aku kok. Jangan dibiasain gitu Cyra, Mama gak suka ya." ucap Febri.
"Dia kangen sama Mas, anaknya aja kangen. Kenapa Mama nya enggak ya?" goda Zaydan yang membuat pipi Febri memerah karena malu.
Disisi lain, Bayu mengepalkan tangannya. Dia sungguh tidak terima jika Cyra memanggil oranglain dengan sebutan Papa. Hal yang selalu dilarang oleh Febri. Perlahan Bayu menghampiri mereka, dia bahkan membawa mainan untuk Cyra.
"Hallo anak gadis Daddy!" sapa Bayu, namun Cyra tidak bergeming.
"Ituu Cyra disapa, kok gak di jawab sayang?" tanya Zaydan dan Cyra hanya menggeleng.
"Saya Bayu Putra Purnomo, teman dekatnya Febri." ucap Bayu memperkenalkan diri.
"Oh iya, saya Zaydan Faturachman. Papa Cyra," jawab Zaydan dengan santai.
Bayu menatap Febri untuk mencari sebuah kebenaran, akhirnya Febri menemukan alasan untuk menjauh dari Bayu. Karena dia tidak ingin berurusan dengan kedua orangtuanya.
"Maaf, Mas Bayu. Dia memang Papanya Cyra, dia yang mengadzani dan memberi nama pada Cyra. Kebetulan namanya sama dengan nama Papa kandung Cyra." ucap Febri.
"Kalian sudah menikah lalu berpisah? Begitu?" tanya Bayu yang merasa heran.
"Ya, tapi kami belum berpisah dan tidak akan berpisah." jawab Zaydan.
__ADS_1
Tanpa sepatah katapun, Bayu pergi dari sana dengan membawa luka hati. Febri menghela nafasnya, hidupnya sungguh sangat rumit. Sore hari, Zaydan harus kembali ke Asrama. Namun sayangnya Cyra tidak mau melepaskan Zaydan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk membawa Cyra ke Asramanya.
"Anak siapa itu, Bang?" tanya Hagum salah satu anggota Pletonnya.
"Ini anak saya, namanya Ferandiza Chayra Shanum Faturachman." ucap Zaydan.
"Seriusan Bang? Kok kami gak tau." heran Hagum pada atasan barunya itu.
"Saya dan Ibunya dulu hampir menikah, tapi karena satu dan lain hal dia pergi membawa anak ini. Tapi akhirnya kami dipertemukan kembali di Jogja." jelas Zaydan.
"Wah Jogja I'm in Love dong Bang!" ledek Hagum.
Di Bandung, Gisya dan Fahri sedang duduk berdua menonton TV di ruang rawat inap mereka. Sedangkan Quera sudah tertidur lelap, Fahri terus memeluk istrinya itu.
"Ayah kangen banget sama Bunda." bisik Fahri ditelinga istrinya itu.
"Ish! Lagi sakit juga masih genit aja nih, Ayah!" ucap Gisya salah tingkah.
Perlahan tapi pasti, Fahri mendekatkan wajahnya. Dia mencium Gisya dengan penuh kerinduan, kelamaan ciuman itu menjadi ciuman panas.
Ceklek!
Syauqi membuka pintu, dan dia kembali disuguhi oleh pemandangan yang memuakkan.
"Asik dapet gelas nih, tiga kali mergokin orang ciuman!" celetuk Syauqi.
"Kebiasaan kalo masuk gak ketok pintu!" kesal Fahri sambil melemparkan buah jeruk.
"Idih, Abang tuh sama Teh Caca! Ciuman dimana aja, gimana coba kalo suster yang liat! Auto viral kalian." kesal Syauqi.
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, toko Febri sudah akan tutup. Tapi putri kesayangannya itu belum juga muncul. Lima menit kemudian, Zaydan datang membawa mobil kantornya. Dia berencana untuk mengajak Febri dan Cyra untuk makan malam. Memang bukan sesuatu yang mewah, tapi Febri sangat tersipu dengan sikap Zaydan.
Mereka memutuskan untuk makan malam disebuah angkringan yang menampilkan live musik para penyanyi Band indie Jogja.
"Mau pesen apa yank?" tanya Zaydan pada Febri.
"Apaan sih Mas, panggilannya udah kaya anak ABG aja!" jawab Febri tersipu.
"Yaudah deh, Mama mau makan apa?" tanya Zaydan kembali.
"Apa aja boleh, Mas. Aku ikutin pesenan Mas aja." ucap Febri.
Cyra sangat aktif berceloteh, malam itu memang malam yang special bagi keduanya. Banyak yang memuji mereka sebagai contoh keluarga yang bahagia. Sambil menunggu makanan datang, Zaydan maju kedepan bersama Cyra.
"Selamat malam semuanya, mohon maaf saya mengganggu waktunya sebentar. Saya disini ingin menyanyikan sebuah lagu bersama putri saya Cyra. Lagu ini kami persembahkan untuk Mama Febri yang paling kami sayangi." ucap Zaydan.
Jika ada yang bilang ku lupa kau.. Jangan kau dengar..
Jika ada yang bilang ku tak setia.. Jangan kau dengar..
Banyak cinta yang datang mendekat.. Ku menolak..
Semua itu karena ku cinta kau..
__ADS_1
Jika ada yang bilang ku tak baik.. Jangan kau dengar..
Jika ada yang bilang ku berubah.. Jangan kau dengar..
Banyak cinta yang datang mendekat.. Ku menolak..
Semua itu karena ku cinta kau.. Kau..
Saat kau ingat aku, ku ingat kau..
Saat kau rindu, aku juga rasa..
Ku tahu, kau selalu ingin denganku..
Kulakukan yang terbaik, yang bisa kulakukan..
Tuhan yang tahu ku cinta kau..
"Mama Febri, kami mencintai dan menyayangimu. Tetaplah menjadi Mama yang kuat dan tegar, karena seorang istri prajurit haruslah kuat. Mas mencintaimu selalu."
Suara tepuk tangan meriah terdengar disana, benteng pertahanan yang Febri buat mulai runtuh. Hatinya mulai luluh lantah dengan sikap Zaydan yang 180 derajat berbeda. Kini Zaydan lebih ekspresif dalam mengungkapkan perasaannya.
Cyra berlari menghampiri Mamanya, mereka makan malam dengan penuh kehangatan.
"Minggu depan, Mas akan mengambil cuti. Mas akan mengurusi pengajuan pernikahan kita. Sebelum itu kita akan pulang ke Bandung. Mama Rini sakit karena memikirkan kehidupan kamu, begitupun sahabat-sahabatmu. Dan Mas gak terima penolakan, mau tidak mau kamu harus mau." tegas Zaydan.
"Apa Mas sudah yakin kalo perasaan itu cinta? Lalu bagaimana dengan Ana?" tanya Febri.
Zaydan mulai menghela nafasnya, dia mulai menceritakan apa yang dia rasakan.
"Setelah kamu pergi meninggalkan Mas, hidup ini terasa hampa. Mas seperti orang yang tidak tau arah tujuan. Mas selalu mengingat kamu dan Cyra, sampai akhirnya Mbak Fatimah meminta Bang Gilang untuk mengajukan surat tugas untukku ke Pusat. Ternyata Mas dipindahkan ke Jogja. Mas baru mengerti perkataan Mbak Fatimah sebelum Mas berangkat." ucap Zaydan.
"Memang apa yang Mbak Fatimah katakan?" tanya Febri yang penasaran.
"Kamu akan mendapatkan ikan besar disana, Squad Persit tak akan salah. Itu yang diucapkan Mbak Fatimah." ucap Zaydan menjelaskan.
Febri mengerinyitkan dahinya tanda tak mengerti.
"Siapkan dirimu dan Cyra minggu depan. Mas sudah siapkan semuanya." tegas Zaydan.
"Baik Mas, jangan kecewakan aku lagi ya." lirih Febri.
Zaydan memeluk erat Febri dan Cyra lalu mencium kening keduanya.
"Papa akan selalu menjaga Mama dan Cyra."
* * * * *
Hayoh team #ZaydanFebriSquad manaaa niihhh??
Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰
Dukung Author terus ya!
__ADS_1
Salam Rindu, Author ❤