Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
S2 | Pasangan Somplak


__ADS_3

Pernikahan adalah hal paling membahagiakan bagi semua pasangan. Setelah menikah pasti sisi keromantisan yang akan diperlihatkan, tapi semua itu berbeda bagi Afifah dan juga Rian. Mereka masih saja seperti tikus dan kucing.


"Dih, udah jadi bini juga! Ambilin makan kek, apa kek, malah main sama Sweta muluk dari tadi!" kesal Rian pada sang istri.


"Aduh aduh, kok manja amat si! Makan tinggal ngambil, Pi! Repot amat sih, perasaan si amat aja kaga pernah kerepotan," ucap Afifah sambil berdecak kesal.


"Heh maemunah! Dimana-mana tuh ya, namanya udah jadi istri ya layanin suami. Ambilin makannya, kalo bisa mah suapin biar dapet pahala! Inget! Sorga nya istri ada pada suaminya!" ucap Rian penuh kemenangan.


Akhirnya mau tidak mau, Afifah melangkahkan kakinya menuju dapur. Elmira dan Bunda Gisya yang berada disana mengerenyitkan dahinya, ketika melihat Afifah berkomat-kamit.


"Pergilah kau setaaaannn, jangan ganggu!" ucap Elmira sambil memegang kepala Afifah.


"Astaghfirulloh, Ra! Emangnya aku kesurupan apa!" kesal Afifah.


"Abis ngapain daritadi komat kamit? Kaya mulut mbah dukun lagi baca mantra aja!" celetuk Elmira membuat Bunda Gisya tertawa.


"Dengan segelas airputih lalu pasien disembur! Mau disembur kamu?!" kesal Afifah membuat Elmira dan Bunda Gisya sakit perut karena tertawa.


Tanpa menghiraukan Bunda dan Elmira, Afifah membawa sepiring nasi beserta lauk-pauknya untuk sang suami.


"Ciee, yang udah jadi istri! Romantis banget sih, bawain makanan buat suami," goda Elmira membuat Afifah semakin berdecak kesal.


"Manja banget tau! Biasanya juga makan ngambil sendiri, ini malah nyuruh-nyuruh! Pake ngeluarin mantra lagi 'Sorga istri itu ada di ridho suami'," ucap Afifah menirukan ucapan Rian tadi padanya.


"Hahahahahahahaha," Bunda Gisya dan Elmira semakin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Afifah.


Tawa keduanya terdengar hingga ruang keluarga, sontak hal itu membuat para lelaki yang tengah berkumpul merasa keherenan.


"Ngetawain apaan sih itu? Ngeri amat ketawanya! Udah kaya nyai kunkun," celetuk Rian dan mendapat getokan dikepala dari sang Mertua dan juga calon iparnya.


"Sembarangan! Suara mertua kamu itu!" kesal Ayah Fahri.


"Tau tuh! Mana ada nyai kunkun secantik Elmira!" ucap Mirda sambil emosi.


"Wes wes wes, sabar toh bapack-bapack! Beta tak ada maksud berkata seperti itu, beta hanya mengungkapkan apa yang ada dalam kepala beta!" ucap Rian sambil menahan tangan Ayah Fahri dan juga Mirda.


Afifah sudah datang membawa sepiring makanan, dia terheran ketika melihat suaminya memegang tangan kedua laki-laki yang ada disampingnya.


"Mau nyebrang? Romantis banget gandengan!" celetuk Afifah.


"Ihhh amit-amit naudzubillah!" ucap ketiganya sambil melepaskan tangan mereka.


"Tuh suami kamu yang pegang-pegang tangan Ayah! Makanya kasih jatah malem ini biar dia gak belok!" ucap Ayah Fahri bergidik ngeri.


"Yaa Allah! Untung mertua, kalo bukan beuuhhh," ucapan Rian terpotong.


"Mau apa kalo bukan mertua? Berani sama Jenderal?!" tanya Ayah Fahri.


"Ampun jenderal, ampun!" ucap Rian membuat mereka tertawa lepas.


Malas mendengar ocehan keduanya, Ayah Fahri dan juga Mirda memutuskan untuk menyusul kedua wanitanya yang sedang berada didapur.


"Allahuakbar! Ditungguin disana malah asyik makan rambutan disini," kesal Ayah Fahri.


"Males ah! Kuping sakit dengerin tom & jerry!" ucap Bunda Gisya.


"Iya bener Bun, emang dasar pasangan somplak!" celetuk Elmira.


"Jangan banyak-banyak makan rambutannya, Dek. Nanti sakit perut!" ucap Mirda lalu memasukkan rambutan yang berada ditangan Elmira kemulutnya.


"Euhh sama-sama somplaknya ini! Mesra-mesraan depan orangtua!" ucap Ayah Fahri.


Ketika mereka sedang asyik berbincang, terdengar suara tom & jerry yang sedang berdebat. Mereka berempat sangat kompak untuk mendengarkan.


"Suapin dong! Nolak suami dosa!" ucap Rian pada Afifah.

__ADS_1


"Baik suamiku sayang, Aaaaa coba buka mulutnya lebar-lebar!" ucap Afifah dengan nada yang dibuat-buat, padahal dia sangat kesal.


"Pelan-pelan dong! Masih penuh ini!" ucap Rian dengan mulutnya yang penuh.


"Kan biar cepet sayangku!" sahut Afifah sambil tersenyum menahan kesal.


Tawa sudah tak bisa tertahan lagi, mereka menggeleng-gelengkan kepala mendengar kedua pasangan somplak itu. Karena hari sudah malam, Ayah Fahri meminta Mirda untuk menginap dan menemaninya untuk menonton acara bola.


"Abang boleh nginep, tapi jangan begadang kaya Ayah! Besok apel pagi kan?" ucap Elmira mengingatkan sang calon suami.


"Heleh sekali-kali mah gak apa-apa begadang! Jangan ganggu Ayah sama Abang pokoknya!" tegas Ayah Fahri.


"Sakarepmu waelah, kumaha dinya! Awas kalo masuk angin ngeluh ke Bunda! Minta kerokin aja sama si Ronaldo!" ketus Bunda Gisya lalu beranjak ke kamar.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, semua orang sudah masuk kedalam kamarnya masing-masing. Hanya tinggal Ayah Fahri, Husain dan juga Mirda yang sedang menunggu acara bola nya dimulai.


"Jadi rencananya dua bulan lagi kalian nikah?" tanya Ayah Fahri.


"Iya Ayah, saya akan pengajuan minggu depan. InshaAllah akad akan dilaksanakan setelah saya pulang satgas dari Papua, hanya dua bulan, Ayah," jawab Mirda.


"Ayah akan siapkan acara pernikahan kalian, di Gedung Kodiklat TNI AD aja gimana?" tanya Ayah Fahri pada calon menantunya itu.


"Gak di hotel aja, Yah?" sahut Husain ikut memberikan saran.


"Boleh juga, tapi Ayah mah gimana Kakak kamu aja. Takut salah, namanya juga perempuan. Pasti punya pernikahan impiannya sendiri," ucap Ayah Fahri.


"Bener juga ya! Jangan sampai singa betina itu murka," ucap Husain.


"Hush! Mana ada singa betina cantik!" ucap Mirda. "Saya ikut kata Ayah aja, lebih baik ditanyakan dulu pada Elmira,"


"Aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh,"


Suara teriakan Afifah membuat mereka bertiga segera berlari keatas, begitupun juga dengan Elmira, Indira dan Bunda Gisya yang ikut keluar dari kamar.


"Ada apa Ayah?" tanya Bunda Gisya yang panik.


Namun langkah mereka terhenti, ketika mendengar percakapan pengantin baru itu.


"Sakit tau! Pelan-pelan aja!" rengek Afifah.


"Iya ini juga pelan! Kamunya diem dong, biar gak sakit!" ucap Rian.


"Itu kekiri! Bukan kesitu ih! Sakiiiitttt!" rengek Afifah lagi.


"Awwwww! Jangan dijambak dong! Ini jadi gak keliatan lubangnya!" teriak Rian.


"Awas kalo gak pelan-pelan! Awwssshhh!" rengek Afifah disertai *******.


Mereka semua saling menatap, lalu membubarkan diri dengan cepat.


"Dasar penganten gelo! Nganu-nganu aja sampe bikin geger serumah!" gerutu Husain.


"Telingaku tercemar sama pasangan somplak!" gerutu Indira.


"Jangan didenger, jangan didenger, jangan didenger," ucap Mirda sambil menutup telinga sang calon istri.


"Emang sesakit itu ya, Bang?" tanya Elmira dengan polosnya.


Gubraaaaakkk


Ingin rasanya Mirda membawa calon istrinya itu dan mengurungnya dikamar. Sayangnya mereka belum sah.


"Abang gak tau lah, kan Abang juga belom pernah ngerasain! Mau nyoba sekarang?" bisik Mirda ditelinga Elmira.


"Ih Abang mesuuuuummm! Sana sana sana," ucap Elmira lalu berlari masuk kedalam kamarnya sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.

__ADS_1


Mirda terkekeh melihat tingkah sang calon istri, sedangkan Ayah Fahri dan Bunda Gisya menepuk jidat melihat kelakuan anak-anaknya.


"Ayah gak jadi nonton bola deh! Ayah maunya bobok aja dikelonin Bunda," ucap Ayah Fahri.


"Hei wahai orangtua! Jangan ngadi-ngadi ya Anda! Mari kita selesaikan urusan kita yang belum selesai," ucap Husain sambil menarik sang Ayah.


"Buuuuunnnnnn," rengek Ayah Fahri menatap istrinya.


"Salah sendiri mentingin nonton bola! Mending juga giring bola!" ledek Bunda Gisya lalu masuk kedalam kamarnya.


Akhirnya mereka bertiga menonton bola bersama-sama di ruang keluarga.


"Yang sono giring bola, yang sini nonton bola!" gumam Husain sambil memakan cemilan.


Pagi pun telah tiba, usai melaksanakan sholat subuh berjama'ah Mirda berpamitan karena harus melaksanakan apel pagi.


"Abang berangkat dulu ya, sayang!" pamit Mirda pada Elmira.


"Hati-hati ya Bang, kabarin kalo udah gak sibuk," pinta Elmira.


"Kalo Sweta rewel, jangan sungkan buat hubungi Abang ya!" tegas Mirda.


"Iya Abang, yaudah gih sana!" ucap Elmira sambil mendorong tubuh Mirda.


"Sayang liat itu apa?!" tunjuk Mirda ke teras.


Cup 💋


Satu kecupan mendarat dipipi kanan Elmira ketika dia menoleh.


"Dasar nakal!" sahut Elmira sambil mencubit pinggang Mirda.


"Abis kalo minta gak akan dikasih! Yaudah Abang pulang ya, jangan lupa sarapan pagi dan juga jangan lupa tersenyum. Karena senyummu mampu mengalahkan hangatnya mentari pagi," gombal Mirda lalu masuk kedalam mobilnya.


Semua orang sudah duduk manis dimeja makan, menikmati sarapan pagi mereka. Tak lama kemudian turunlah Afifah dan juga Rian, mereka bisa melihat jika Afifah jalan terpincang-pincang.


"Ganas banget kamu, Bang! Udah meresahkan seluruh rumah, sekarang nunjukin banget keganasan dirimu!" celetuk Husain yang sedang makan.


"Ganas mbahmu! Noh pecicilan amat sampe betis ketusuk paku, udah robek bolong lagi!" kesal Rian lalu duduk disamping Afifah.


"Haaaaaa???" ucap mereka bersamaan.


Bunda Gisya menahan tawanya saat mendengar ucapan sang menantu.


"Jadi semalam kalian gak........?" tanya Bunda Gisya sambil menyatukan kedua tangannya.


"Boro-boro Bun! Aku jait kakinya semalem, untung suaminya dokter bedah! Kalo kagak mah repot! Mana teriak-teriak keceng banget, rambut ampe dijambak," kesal Rian.


"Ye ya sorry! Lagian itu paku pake diem disamping meja rias, ngapain coba!" ketus Afifah.


"Heh oneng! Situ yang nempelin tu paku, situ yang ngedumel!" ucap Rian.


"Huft! Kirain semalem kamu kesakitan karena itu Afifah!" celetuk Elmira menghela nafasnya. Pasalnya semalaman dia tidak bisa tidur karena hal itu.


Indira mengetuk-ngetukkan tangannya diatas meja makan.


"Wahai warga-warga yang budiman, tolonglah masih ada anak dibawah usia 21 tahun disini. Udah semalem telinga ini dinodai oleh Kak Afifah, masa hari ini telingaku harus ternodai oleh pembicaraan 21+. Emang dasar, kalian pasangan somplak!" ucap Indira lalu pergi sambil menutup telinganya, karena mereka semua sedang tertawa terbahak-bahak.


* * * * *


Semoga suka dengan ceritanya...


Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰


Dukung Author terus ya!

__ADS_1


Salam Rindu, Author ❤


__ADS_2