My Only One

My Only One
Percakapan


__ADS_3

🌺


🌺


"Iya Pak, tidak apa-apa. Ara baik-baik saja." Galang menerima panggilan dari nomor Arfan pada sore harinya.


"Baik, jangan khawatir soal itu. Biar saya saja." Dan percakapan pun berakhir.


Dia lantas meletakkan ponsel Amara di atas nakas lalu duduk di pinggir tempat tidur.


"Papamu tidak akan datang hari ini." katanya, kepada Amara.


"Iya, akunya juga udah nggak apa-apa." Perempuan itu menjawab.


"Kita bisa pulang nggak sih? Aku udah bosen di sini." lanjutnya seraya menyandarkan kepalanya pada bantal yang Galang tumpuk di belakangnya.


"Baru juga selesai operasi kemarin?"


"Ya terus nunggu apa lagi?"


"Nunggu kamu pulih lah."


"Pulihinnya di rumah aja."


"Nggak bisa."


"Kenapa?"


"Kalau mau check up nanti kita harus bolak-balik?"


"Ya nggak apa-apa."


Galang menatapnya sebentar.


"Lusa ya? Tanggung ini akhir pekan dan biasanya rumah sakit tidak membiarkan pasien pulang di waktu-waktu seperti ini."


"Terus apa gunanya Kakak punya wewenang kalau perkara pulang aja susah?"


"Nggak ada hubungannya dengan wewenang Neng, tapi meman begitu ketentuannya."


"Aturan besuk aja bisa Kakak rubah, apa lagi ini?"


Galang menghembuskan napas pelan.


"Udah seumpek sumpah!"


Galang berpikir.


"Ayolah Kak, aku mau pulang." Amara merengek sambil bergelayut di lengan suaminya.


Pria itu tak menjawab.


"Atau … Kakak lebih betah di rumah sakit dari pada di rumah ya?" ucap Amara kemudian.


"Tidak juga."


"Hmm … bohong! Buktinya nggak mau pulang?"


"Bukanya sudah aku jelaskan agar kamu mudah kalau mau check up?"


"Bener?"


"Iya."


"Bukan karena biar bisa ketemu Dokter Kirana?" Amara mulai menunjukkan prasangkanya.


"Apa?"

__ADS_1


"Dokter Kirana cantik ya? Makanya pada betah di rumah sakit. Habisnya enak di pandang sih, nggak kayak aku yang mukanya pakai perban gini." Suaranya semakin memelan namun masih bisa Galang dengar dengan jelas.


Apa itu maksudnya? Galang mengerutkan dahi.


Amara kemudian terdiam.


Pria itu tertawa saat dia menyadari sesuatu.


"Kamu cemburu?" katanya, dan Galang mencondongkan tubuhnya kepada Amara.


Perempuan itu tak menjawab.


"Neng? Kamu cemburu?" Galang meraih dagunya dan membuat dia mendongak, kemudian pandangan mereka bertemu.


"Apa nggak boleh kalau aku merasa cemburu? Kakak kan suami aku?" Amara menjawab.


Galang tergelak, dan ini rasanya sangat menggelikan.


"Ya udah, kalau nggak bisa." Amara menyingkirkan tangan pria itu dari dagunya kemudian menurunkan tubuh sehingga posisinya kini berbaring.


Galang masih menahan tawa. Entah mengapa hatinya terasa berbunga-bunga setelah mendengar perkataan perempuan itu soal kecemburuannya. Dan dia merasa senang mendengarnya.


"Yakin mau pulang?" Galang lebih mencondongkan tubuhnya lagi sehingga jarak mereka kini hanya beberapa senti saja.


Amara hanya melirik.


"Di sini kan enak ada perawat yang setiap waktu bisa dipanggil?" ucap Galang setelah beberapa saat.


"Seenak-enaknya juga di rumah sakit. Biarpun fasilitasnya kayak hotel ya tetep aja rumah sakit. Nggak kayak di rumah. Lagian itu perawat kan orang asing semua dan aku nggak kenal. Cuma Kakak aja yang kenal sama Dokter Kirana."


Tawa Galang menyembur mendengar kalimat yang terlontar dari mulut perempuan itu.


"Kenapa sih kamu lucu sekali?" katanya, dan dia mengecup bibir Amara yang sedikit timbul dari sela perban yang terbuka.


"Jangan dekat-dekatlah, aku mau tidur." Amara mendorong dada pria itu agar menjauh.


"Nggak apa-apa, biar cepet sembuh terus bisa pulang."


Galang terkekeh lagi dan dia kembali menundukkan wajahnya.


"Sana ih! Aku mau tidur!" Namun Amara kembali mendorongnya.


"Besok ya?" ucap Galang kemudian.


"Apanya?"


"Pulangnya."


Amara terdiam.


"Kalau sekarang sudah sore."


"Terserah Kakak aja lah." Dan dia menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kamu tidak keluar hari ini?" Satria muncul dari dalam rumah dan mendapati putra keduanya berada di teras belakang rumah mereka.


"Tidak." jawab Daryl yang sejenak mengalihkan pandangan dari layar ponselnya.


"Tumben? Biasanya pergi? Atau paling tidak ke kedainya Ara?" Sang ayah sedikit tertawa, lalu dia duduk di kursi sebelah putranya.


"Hmm … sedang malas Pih." Daryl merentangkan kedua tangannya di udara.


"Apa ada masalah?" Satria berusaha mencari tahu.


"Hum? Tidak, masalah apa?"

__ADS_1


"Entahlah. Sepertinya kamu agak lain  akhir-akhir ini?" Satria menatap wajah putranya.


Lalu Daryl tertawa.


"Papi ini bercanda ya? Aku ini anggota keluarga Nikolai. Masalah apa yang mungkin berani mendekat kepadaku? Rasa-rasanya tidak ada." jawab Daryl yang kembali pada ponselnya.


Dia membuka aplikasi media sosial dan melihat beberapa berita yang sedang viral yang lewat di berandanya. Namun perhatiannya tersita oleh salah satu akun yang sedang live streaming. Yakni akun resmi Amara's Love yang malam itu tampak aktif.


"Masalah itu tidak akan memandang siapa, dari mana dan anggota keluarga siapa kita. Hal itu akan muncul dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Entah itu ringan, sedang, maupun berat. Kita tidak akan luput dari permasalahan hidup. Kamu hanya belum merasakannya saja."


"Really? Haha." Sang anak tertawa.


"Coba saja, nanti kamu akan merasakannya sendiri."


"Yeah right. Lalu apa gunanya aku punya Papi dan Kak Dim jika masalah begitu saja sulit dihilangkan?"


"Akan ada banyak masalah yang bisa kami bantu atasi, tapi akan ada satu masalah yang hanya kamu saja yang bisa hadapi." Satria memperingatkan.


"Dan apakah itu?"


"Hatimu." ucap Satria.


"What?"


"Kamu mungkin sedang merasa tidak baik-baik saja setelah Ara menikah. Kamu mungkin merasakan kehilangan setelah tak bisa mendapatkannya. Dan kamu mungkin saja akan merasa tidak bisa melihat hal lain selain rasa kecewamu. Tapi percayalah, itu hanya sebuah proses. Kamu tidak akan mungkin mendapatkan apa yang tidak seharusnya menjadi milikmu meski sedekat apa kamu dengan dirinya. Tapi sebaliknya, segala hal yang tidak masuk akal akan membuatmu dekat dengan apa yang memang seharusnya kamu miliki, meski jalannya sulit dan terlihat tidak mungkin untuk dilewati." Satria berbicara panjang lebar seolah tengah menceritakan sebuah dongeng pengantar tidur bagi putranya.


"Apa hubungannya dengan Ara Pih?" Daryl tertawa lagi.


"Kamu lebih tahu jawabannya dari pada Papi."


Daryl terdiam.


"Hal lain masih menunggumu untuk kamu temukan Nak, jadi jangan patah semangat." Satria menepuk bahu putranya.


"Papi ngomong apa sih?" Pria itu masih berusaha untuk menutupi kekalutannya yang mati-matian dia sembunyikan setelah merasakan patah hati katena ditinggal menikah oleh cinta pertamanya.


Namun, bukan Nikolai namanya jika sang ayah tidak tahu mengenai apa pun, termasuk perasaannya saat ini. Entah bagaimana bisa dia mengetahui apa yang sedang dialami saat ini karena yang pasti adalah sebagian besar ucapannya benar.


"Adalah manusiawi jika kamu memiliki perasaan kepada seseorang. Baik itu yag masih lajang ataupun sudah bersuami. Tapi masalahnya harus ada yang dikendalikan soal itu agar tidak menimbulkan masalah nantinya. Kamu sudah dewasa bukan? Pasti mengerti apa yang Papi maksud."


Daryl terdiam lagi.


"Baiklah Nak, sudah malam. Rasanya Papi mau istirahat saja. Tidak ke mana-mana tapi Papi merasa lelah." Satria pun bangkit dari kursinya dan melenggang kembali ke dalam rumah meninggalkan putranya yang masih terdiam di tempatnya.


Daryl kemudian kembali pada layar ponselnya yang sedang menayangkan acara live di kedai milik Amara. Di mana seorang gadis tengah bernyanyi untuk mengisi acara rutin di malam minggu.


Nania yang tampak malu-malu dan berusaha keras untuk tetap berada di hadapan pengunjung, menyumbangkan suara khasnya diatas mini stage menyanyikan lagu Rewrite The Stars milik James Arthur.


"Kenapa sih selalu kamu yang muncul?" Daryl bermonolog dengan dahinya yang berkerut.


🌺


🌺


🌺


Bersambung ...


Ada novel baru nih karya Author keren Eka Pradita. Cus mampir karena ceritanya bikin penasaran. Masih di Nt/mt ya.



Satu malam yang kelam di mana ketika Zoya mabuk dia dipertemukan dengan seorang pria kaya raya yang kejam hingga berakhir di atas ranjang. Tanpa sadar kesuciannya hilang. Namun, Zoya menganggapnya sebagai jalan keluar dari masalah yang kini dihadapinya.


Bagaimana jika ternyata cinta satu malam itu sampai membuatnya hamil? Apakah Lucas akan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya? Ikuti kisahnya sampai tamat hanya di One Night Destiny.


Follow Instagram Author : ekapradita_87

__ADS_1


__ADS_2