My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 101


__ADS_3

Ardy segera berjongkok di depan Nagita dengan cara membelakangi nya .


"Naik ," ucap Ardy sambil menepuk punggungnya sendiri . Satu tangan lagi menumpu di lututnya bersiap untuk menerima beban di atas pungungnya .


"Kamu serius sayang ?," ucap Nagita dengan malau malu karna banyak orang di sekitarnya .


"Tentu saja serius , Saya tidak akan membiarkan orang yang saya cintai duduk sendiri nungguin saya di sini . Kalau ada apa apa denganmu nanti siapa yang akan jagain kamu . saya tidak mau itu terjadi karena kelalaian saya sendiri ."sahut Ardy dengan yakin .


Nagita tersenyum dengar ucapan Ardy .pelan pelan Nagita memeluk punggung Ardy .pelan pelan Ardy berdiri dan mengendong Nagita agar tidak kecapekan . Tak lama kemudian mereka sampai di tempat penjual minuman , pelan pelan Ardy menurunkan Nagita .


"Makasih ya sayang , kamu dah sangat perhatian sama aku ." ucap Nagita sambil mengelus pipi Ardy dengan lembut .


"Sama sama sayang , apa pun akan saya lakukan demi kebahagiaan mu ."ucap Ardy sambil menarik kursi untuk Nagita dan Nagita langsung duduk di kursi itu .


"Kamu mau minum apa , Biar nanti saya pesen ."tanya Ardy pada Nagita .


"Aku mau minum minuman yang terenak di sini .bolehkan ," ucap Nagita manja .


"Tentu saja sayang , kalau kamu minta sekalian tempatnya Saya juga sanggup membelinya demi kamu ." ucap Ardy yang saat itu sedang bucin bucin nya kepada Nagita .


"heeumm makasih ya sayang ." jawab Nagita dengan hati berbunga bunga . Sambil berikan kecupan mesra di pipi Ardy .


"Sama sama sayang , bentar ya saya pesan minumannya dulu , ya ngak lama kok ." ucap Ardy sambil berlalu dan pergi dari hadapan Nagita .

__ADS_1


Tak lama kemudian , Ardy kembali dengan salah satu tangan nya membawa sebuah benda .


"Apa itu sayang ." tanya Nagita penasaran dengan benda yang ada di tangan Ardy . Melihat dari bentuk luarnya kecil seperti kotak , Dan saat itu Nagita sangat berharap Ardy akan memberinya kembali hadiah berupa berlian.


Walau sebenarnya baru minggu kemarin Ardy memberinya sebuah kalung dwngan model keluaran baru .karena jiwa matrenya yang selalu berharap mendapatkan hadiah yang bisa di tukar dengan uang . Jadi tidak salah kalau ia berharap lagi Ardy akan memberinya berlian .


"Ini untuk kamu ." Ardy menunjuk kan isi kotak itu sebuah ukiran kecil yang tidak terlalu besar karena bisa di genggam oleh satu tangan , Orang dewasa .


Nagita menerima ukuran itu .Dengan perasaan kecewa tapi ia tak ingin menampak kan kekecewaan itu di hadapan Ardy . Dia berusaha tersenyum sebisa mungkin agar Ardy tidak kecewa dengan sikapnya .


"Ini ukiran nama kita berdua , itu pertanda , aku ingin selalu bersamamu , di mana ada kamu di situ juga ada aku . Kita tidak akan terpisah kan , atau dapat di pisahkan oleh siapapun ." ucap Ardy sambil memegang tangan Nagita .


Nagita hanya mengiyakan ucapan Ardy , tapi tidak perduli dengan ukiran tersebut .


"jangan sampai Ardy tau , kalau aku lebih suka perhiasan dari pada hadiah rongsokan seoerti itu . Bisa bisa Ardy akan ngecap aku sebagai perempuan matre dan aku di putusin ." batin Nagita . Nagita segera meraih ukiran itu dan mendekapnya di dadanya sambil tersenyum penuh dengan keceriaan .


"Suka ..suka banget , siapa bilang aku tidak suka ." ucap Nagita dengan senyum termanisnya untuk Ardy .


"Semua barang yang terkait dengan mu aku suka sayang . Tidak terkecuali ukiran ini , ini unik sekali , lucu , ngegemasin pokoknya ,nanti aku mau taruh di meja rias aku . Kalau aku lagi rindu sama kamu aku bisa lihat ukiran ini . Ukiran nama kita berdua , pokoknya makasih ya sayang , kamu sudah nyenangin aku ." lanjut Nagita lagi sambil pura pura senyum bahagia .


"Sama sama sayang , kamu simpan yang baik , itu bukti cinta kita berdua . Berjanjilah , kamu akan tetap bersamaku , sampai kapan pun .jangan pernah pergi dari hidupku . Aku rapuh tanpa kamu ."ucap Ardy sambil mengecup tangan Nagita .


"Iya sayang aku janji tidak akan tinggalin kamu , mau kamu susah , atau kamu lagi bahagia , aku tidak akan pernah tinggalin kamu , aku akan selalu ada di sampingmu . Kalau bisa aku akan jadi sekuriti hatimu ." jawaban Nagita membuat Ardy tertawa .

__ADS_1


"Kamu bisa saja sayang , ya sudah di minum dulu , itu minuman nya sudang datang ." sahut Ardy menyuruh Nagita untuk minum , minuman yang sudah ia pesan tadi .


...****************...


Ardy tersenyum getir mengingat kenangan nya bersama Nagita dulu . Karena saking bucin dan cintanya Ardy kepada Nagita setiap saat dan setiap kali bertemu , Ardy selalu minta pada Nagita Agar selalu setia dan tidak akan pernah meninggalkan Ardy , dalam keadaan apapun .tapi janji tinggalah janji , itulah kenyataan yang telah terjadi .


Nagita telah mengingkari ucapan dan janji , dia pergi saat dirinya terpuruk dan masa masa sulitnya , janji mereka dulu sudah tidak berarti lagi . Selama menjalani masa masa sulitnya Tiaralah yang selalu.ada dan setia mendampinginya kemana saja , hingga hatinya terlabuh padanya .


"Kamu masih ingatkan sayang , dan lihatlah aku masih menyimpan nya hingga sekarang ." ucap Nagita membunyarkan lamunan Ardy akan masa lalu mereka .


"Aku ingat , tapi barang itu sudah tidak berguna., sebaik nya kamu buang saja , itu hanya barang rongsokan saja , barang yang tidak ada harganya , lebih baik buang saja dari pada mengotori kamar kamu ."ucapan Ardy benar benar menyentil hati Nagita , kata kata itu pernah ia ucapkan pada Artnya .


"Bagi kamu tidak berharga , tapi bagi aku ini sangat berharga . Ini bukti cinta kamu ke aku , dulu kamu sangat mencintai aku . Kenapa kamu tiba tiba berubah begitu cepat ." ucap Nagita dengan tatapan sendu .


Ardy tidak menjawab pernyataan Nagita . Ia diam menikmati kopi nya .


"Kenapa kamu diam Ardy , apa segitunya tidak berharga aku untuk kamu . Semudah itu kamu membuang aku , semudah itu kamu melupakan aku ." ucap Nagita sambil mengeluarkan air mata palsu .


"Kamu yang membuang aku , bukan aku yang membuang kamu . Kemana kamu saat aku susah , kemana saat aku sangat membutuhkan kamu , tidak ada kan .! ? Jadi jangan pernah membuat pernyataan kalau aku yang membuang kamu .! Kamu sendiri yang pergi. Kamu memang bukan wanita yang setia ." ucap Ardy dengan nada suara meninggi dan penuh penekanan .


Sampai para pengu jung menoleh ke arah Nagita dan Ardy . Nagita merasa malu karena di rendahkan oleh Ardy .


"Kalau bukan orang kaya , tak sudi aku ngemis ngemis begini Ke dia ." batin Nagita .merasa kesal pada Ardy . Tapi ia bersikap santa dan sabar , seolah olah dia memang menyesal karena ia tidak ada saat Ardy susah .

__ADS_1


__ADS_2