My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 150


__ADS_3

"Sepertinya sudah ada yang mau jadian ." ucap Tiara yang datang bersama Ardy karena ajakan bu andini untuk menemui Dimas .


Dimas dan putri sama sama menoleh ternyata di belakangnya telah berdiri banyak orang entah kapan mereka datang dan berdiri di sana .


Bu denada tersenyum dengan setetes air mata bahagia , karena putranya dah mau melupakan masa lalunya dan kembali membuka lembaran baru dengan wanita lain .


Dimas dan putri merasa malu dan ingin segera melepaskan genggaman mereka tapi di tahan oleh Ardy dan Tiara.


"Jangan di lepas ." ucap Ardy yang melihat keduanya akan melepaskan genggaman mereka . Ardy menyatukan kedua tangan mereka kembali .


"Dan ini hadiah dari aku ." ucap Tiara meletak kan buket bunga pernikahan mereka ke dalam genggaman tangan Dimas dan Putri . Dimas mengeratkan genggaman nya ke tangan putri bersama bunga pengantin dari Tiara .


"Nah begitu kan enak di lihat , Tapi jangan lama lama takut nanti hilang lagi ." ucap Ardy yang dapat cubitan dari Tiara .


"jangan takut pak Ardy , saya akan belajar dari kejadian kemarin , dan saya pastikan anda akan segera dapatkan surat undangan ." ucap Dimas .


"Alkhamdulillah ." jawab mereka bersama ikut meradakan ke bahagiaan mereka berdua .


Dimas dan putri juga bahagia tapi menahan malu di wajahnya.


Acara telah selesai semua tamu undangan juga sudah pada pulang semua . Tiara telah masuk ke kamar nya yang ia tempati bersama ibunya . Tiara duduk dengan ekspresi yang tegang dan sambil memainkan jari jemarinya .


"Loh sayang , kamu kok ada di sini . Kan seharusnya kamu di kamar nya suami kamu , kamu kan sudah sah jadi istrinya Nak Ardy ." ucap bu andini yang melihat putrinya masih ada di kamarnya ,sedangkan putrinya itu dah sah jadi istri seseorang .


"ngak apa apa bu aku di sini dulu paling paling mas Ardy juga masih sibuk dengan tamu tamunya juga kerabat kerabatnya di luar ." jawab Tiara beralasan , sebenarnya dia takut untuk ke kamar Ardy .


Bu andini hanya tersenyum mendengar jawaban dari putrinya . Bu andini bisa melihat putrinya itu sebenarnya sedang gugup untuk memasuki kamar suaminya . Karna setau bu andini kamar Ardy telah di rias dengan sangat mewah untuk menyambut pasangan pengantin .

__ADS_1


" ibu keluar dulu ya ." ucap Bu andini yang telah menganti bajunya dengan baju santainya . Dan pergi setelah merapikan bajunya


"iya bu ." jawab Tiara dan bernafas lega . Karena ibunya tidak memaksanya untuk pergi ke kamar Ardy .


Mama khanza yang melihat bu andini baru keluar dari kamar segera mendekati bu andini .


" mbak yu , apa Tiara sudah masuk ke dalam kamar Ardy . "tanya mama khanza .penuh dengan semangat karena ia sudah lama ingin segera cepat cepat punya menantu dan cucu .


Bu andini mendesah dan geleng kepala ," Tiara masih di kamar aku , sepertinya dia sangat gugup ." ucap bu Andini tersenyum penuh dengan makna . Mama khanza yang mendengar jawaban dari bu andini juga ikut tersenyum . Dia mengerti dengan kegugupan yang di rasakan oleh Tiara .


" Pengantin baru ya , masih malu malu ." ucap mama khanza sedikit terkekeh . Mereka berdua sama sama kembali mengenang masa mudanya mereka masing masing . Saat menjadi pengantin baru juga tidak jauh dari apa yang di rasakan Tiara saat ini . Mereka juga mengalami rasa gugup untuk bertemu dengan suami mereka .


"Kalau begitu , biar saya dan Ardy yang akan menjemput Tiara di kamar , sekarang mbak yu masuk ke kamar saja temani Tiara saja ."ucap mama khanza yang di angguki oleh Bu andini . Dan mereka berdua mulai beraksi .


Mama khanza segera menemui Ardy di kamarnya , Ardy terkejut melihat kedatangan mamanya .


"Ada apa ma ." tanya Ardy yang masih lengkap pakai baju pengantin .


"Ngak semangat banget . Kamu ini bagaimana sih , ini malam pertama kalian lo kok belum siap siap ." ucap mama khanza membuat muka Ardy merah merona .


"memang ada apa ma ,"tanya Ardy pada mamanya .


" Yuk ikut mama sekarang ." ucap mama khanza sambil menarik tangan Ardy untuk menemui Tiara .


" Mau kemana ma ,"tanya Ardy dengan mengikuti langkah mamanya .


"Kamu harus menjemput Tiara di kamar ibu nya . Apa kamu mau malam ini tidur sendiri an ." tanya mama khanza yang membuat Ardy tertawa hanya dengan mendengarnya saja .

__ADS_1


"Jadi Tiara ada di kamar ibunya , saya kira dia masih sibuk di luar atau di dapur ." ucap Ardy .


"memang siapa yang akan menyuruh pengantin lakukan pekerjaan itu , kamu jadi lelaki ngak peka banget , Tiara kan malu mau masuk ke kamar kamu sendirian ." ucap mama khanza .


Ardy lagi lagi tertawa mendengar ucapan mamanya . Perasaan yang jadi pengantin itu dirinya , tapi malah mamanya yang khawatir Ardy harus tidur dengan Tiara . Dan mereka telah sampai di depan pintu kamar bu andini .


TOK.....TOK....TOK


Mama khanza mengetuk pintu kamar bu andini .


"Coba kamu lihat sayang , siapa yang datang di luar ." ucap bu andini yang sebenarnya dah tau siapa yang datang. Tiara segera bangkit dan pergi membuka pintu .


"ma...mama , mas Ardy ." panggil Tiara . Detak jantung Tiara tidak teratur melihat laki laki yang berdiri di hadapan nya sekarang . Laki laki yang sudah sah menjadi suaminya tadi siang .entah perasaan nya saja atau memang begitu adanya , Ardy kelihatan begitu tampan di matanya , setelah sah menjadi suaminya .


"Eh Jeng khanza , Nak Ardy ada apa ." tanya bu andini yang pura pura hanya ingin mencairkan suasana .


Mama khanza mencubit lengan Ardy untuk memberi isyarat pada Ardy . Agar Ardy sendiri yang bicara dengan bu andini .


"eh...begini bu , ee ..anu ..itu ." Ardy jadi ngebleng otaknya . Iya mengaruk kepalanya yang tiba tiba terasa gatal .


"Kenapa jadi anu ..itu . Cepat katakan " bisik mama khanza sambil menyenggol lengan Ardy .


"Iya ma sabar dulu , Ardy lagi cari kata kata yang pas ."jawab Ardy lirih tapi masih bisa di dengar oleh Ardy dan Tiara .


Bu andini hanya bisa tersenyum sambil.menunduk . Sedang kan Tiara bingung melihat tingkah anak dan ibu yang ada di depan nya itu .


"Ahh kamu kelamaan mikir ." cebik Mama khanza pada Ardy .

__ADS_1


"Begini bu Andini ,Ardy mau minta izin sama bu andini . Kalau mulai malam ini Tiara akan tidur di kamar Ardy ." ucap mama khanza . Yang sukses membuat wajah kedua pengantin itu berubah merah merona .


"Oh tentu saja Jeng , saya akan izinkan . Kan Nak Ardy mulai hari ini juga sudah sah jadi suami putri saya . Dan ini juga sudah kewajiban putri saya untuk menjalankan kewajiban nya kepada sang suami . Dari urusan dapur , kasur dan sumur ." jawab bu andini yang balas tawa tanpa suara oleh mama khanza .


__ADS_2