My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 137


__ADS_3

"Dia pasti sedang berbahagia ." gumam Dimas yang masih dapat di dengar oleh mamanya .


"Dia siapa ." tanya bu denada sambil ikut mengintip ponsel Dimas ," Oh Tiara ." lanjut bu denada ,yang di angguki oleh Dimas .


"Mama sakut pada nya , Dengar kamu dapat musibah , Dia juga datang sama pak Ardy . Dia benar benar gadis yang baik . Tiada dendam sedikitpun dengan mama . Dia malah membesarkan hati mama agar bersabar ." ucap bu denada sedih .


"Mama serius . Berarti dia tidak marah dengan Dimas ." ucap Dimas bahagia .


"Marah ,marah kenapa , dia sepertinya mengkhawatirkan kamu ." ucap Bu denada .


"Lalu kenapa dia tidak mengirimkan undangan pertunangan kepada kita ." tanya Dimas kepada mamanya . Mamanya hanya geleng kepala Dimas merasa kerdil kalau dirinya merasa benar benar tak ada artinya buat Tiara .


...****************...


Ardy dan Tiara sedang pergi ke gedung tempat pertunangan mereka besok .


"Sepertinya , semua sudah siap tinggal menunggu hari H - nya besok ." ucap Ardy pada Tiara yang sedang memantau persiapan pertunangan nya dengan Tiara .


"Iya mas , semoga semua berjalan dengan lancar ya ." ucap Tiara pada Ardy .


"Amin , kalau begitu kita pulang sekarang , kamu harus istirahat biar besok kamu kelihatan lebih segar besok pas acaranya ." ucap Ardy .


"Iya mas , mas Ardy juga harus istirahat jangan banyak pikiran ." ucap Tiara .


"Iya , paling mas cuma mikirin kamu , itu saja , "ucap Ardy sambil tersenyum nakal .


"Gombal ."ledek Tiara sambil mencubit pinggang Ardy .


"Aku lagi ngebayangin ,gimana nanti kalau kita sudah nikah , kamu pasti akan masakin aku tiap pagi kan . Mas sangat suka dengan masakan kamu . Kamu mau kan masakin mas tiap hari ." bujuk Ardy pada Tiara sambil memegang kedua tangan nya .


"Pasti dong , pasti aku akan masakin mas Ardy tiapa pagi ." ucap Tiara sambil terseyum .

__ADS_1


"Iya kalau tidak bangun telat , karena semalam bergadang dengan mas ya ." ejek Ardy dan langsung menjauhkan badan nya dari Tiara agar tidak jadi sasaran cubitan dari Tiara


"Ih mas jahil banget sih ." ucap Tiara ikut mengejar Ardy dan berhasil mencubit pinggang Ardy , tapi Tiara tetap wajahnya merah merona , karena malu dengan ucapan Ardy .


"Ciee , ada yang malu malu ni , mau jadi pengantin baru ." ejek Ardy lagi yang membuat Tiara ingin mendaratkan cubitan nya kembali . Tapi Ardy berhasil menangkap tangan Tiara dan meraih tubuh tiara ke dalam pelukan nya . Ardy memeluk Tiara dari belakang .


"I LOVE YOU HONEY ." bisik Ardy pelan di telinga Tiara membuat Tiara meriding karena geli .


"I LOVE YOU TO ." ucap Tiara dengan cepat ,agar Ardy tidak melakukan itu lagi .


"Cepat banget jawabnya , udah kayak di kejar maling , ngak ada romantis romantis nya ." ledek Ardy .


"Geli ." ucap Tiara terkekeh dan menjauhkan kepalanya dari Ardy .Karena Ardy masih tetap bicara di samping telinga Tiara .


"Huuff ." Ardy sengaja menghembuskan nafasnya di telinga tiara . Membuat Tiara mengeliat dengan cepat karena geli .


"Jahil banget sih mas Ardy ,sudah ah .Lepasin Katanya mau pulang istirahat . Tapi bercanda terus dari tadi ." jawab Tiara memperingati Ardy .


"Ya mau gimana lagi , mas maunya ingin terus dekat dengan mu sayang ." ucap Ardy dengan sedikit merenggangkan pelukan nya di tubuh Tiara .


"Sayang , kamu beneran tidak berniat untuk mengundang Dimas ." tanya Ardy setelah mereka berdua sudah duduk di dalam mobil .


"Sebaiknya tidak usah sayang , Aku takut ibu tidak nyaman dengan kehadiran Dimas ." jawab Tiara dengan menghela nafas berat .


...----------------...


Hari pertunangan Ardy dan Tiara telah tiba . Tiara sedang di rias oleh MUA sewaan Ardy . Tiara telah di dandani sangat anggun dan natural . Dengan kebaya berwarna biru muda sesuai dengan warna favorit Tiara .


"Mbak saya pamit ke kamar mandi dulu ya ." ucap sang MUA kepada Tiara setelah selesai memoles wajah Tiara senatural mungkin .


"Iya mbak silahkan ." ucap Tiara yang masih menatap dirinya di cermin . Ia memperhatikan hasil Riasan MUA yang sesuai dengan permintakan nya .

__ADS_1


"ceklek ." Tiarabmenoleh ke arah suara , jendela kamarnya tiba tiba terbuka .


"Dim ." ucap Tiara yang langsung berdiri dan hendak melangkah dan mendekati Dimas yang masih berdiri di luar jendela.


"Sudah kamu di sana saja , biar aku yang masuk ke dalam ." ucap Dimas dan dengan cepat ia berusaha memanjat jendela kamar Tiara . Ia tak ingin dandanan Tiara rusak karena berjalan menghampirinya .


"Tapi kenapa kamu lewat jendela ." tanya Tiara sedikit panik .


Tak ada jawaban dari mulut Dimas , karena dimas berusaha untuk melompat dari jendela untuk masuk ke dalam kamar Tiara . Dan berhasil .


" kenapa kamu harus lewat jendela , kamu bukan buronan yang harus ngumpet ngumpet . Masih ada pintu yang bisa kamu lewati ." ucap Tiara dengan cepat .


Dimas menatap Tiara dengan senyum penuh kekaguman , membuat Tiara semakin bingung .


" kamu sangat cantik , aku bangga pernah berteman lama denganmu ." ucap Dimas sambil menyandarkan bahunya di tepi dinding , ia melipat kedua tangan nya di dada sambil tersenyum.


"makasih ." jawab tiara dengan suara serak . ia sedikit gemetar dengan sikap Dimas yang ia rasa aneh .


"Hahaha , kamu takut sama aku ." ucap Dimas yang berjalan mendekati tiara . Dimas mengabil buket bunga dari belakang yang terlihat acak acakan karena ia masukan ke dalam jas bagian belang .


"Kenapa tidak ada undangan untuk ku ." ucap Dimas sambil menyerahkan buket bunga pada Tiara . Tiarapun mengambil bunga itu .


"Aku kan tidak bisa masuk lewat pintu , karena kamu tidak kirim surat undangan untuk ku. Karena aku tidak punya undangan nya , jadi aku milih mengendap endap , masuk lewat pintu belakang , biar aku tidak ketahuan oleh pengawalmu , kalau aku ke sini ." ucap Dimas lagi ."lanjut Dimas lagi sambil tersenyum .


"Ya ampun Dim , aku benar benar minta maaf , bukan aku tidak mau memberi mu kartu undangan , tapi ..."Tiara menghentikan ucapan nya , berat ia ingin katakan semua ini .


"Tapi kenapa ,? Apa pak Ardy masih marah dengan ku ya ." tebak Dimas .


"Bukan , bukan mas Ardy . Tapi ibu , ibu masih kecewa atas tindakan mu . Aku minta maaf atas sikap ibu ." ucap Tiara tidak enak hati .


Dimas menarik nafas dalam dalam duduk di kursi kosong di depan Tiara , sambil menekuk wajahnya .

__ADS_1


" Aku minta maaf atas tindakan konyol dan kekanak kanak kan aku ," lirih Dimas sambil menghapus wajahnya yang masih di tekuk.


"Aku ke sini tidak akan menganggu acara ini , aku datang hanya ingin melihat sahabat aku , yang sebentar lagi akan menjadi istri orang lain . Aku ikut berbahagia ." ucap Dimas dengan bersungguh sungguh .


__ADS_2