
Pernikahan Tiara dan Ardy sudah menginjak usia 5 bulan . Pernikahan mereka sangat bahagia seperti umumnya , bahagia dan romantis .
Hari ini Tiara sudah menyiapkan makan siang untuk suaminya , ia akan pergi ke kantor Ardy sekalian mengurus keperluan di luar , Tiara ingin mempersiapkan diri, meneruskan pendidikan nya untuk kuliah .
"Sayang sudah siap semuanya ," tanya mama khanza pada Tiara .
"Sudah ma , Tiara pergi siap siap dulu ya ma ," ucap Tiara .
"Oh iya , mama juga mau istirahat dulu . Nanti kamu hati hati dijalan , jangan lupa pamit sama ibumu ya ." pesan mama khanza pada menantu kesayangan nya itu .
"Baik ma ," jawab Tiara dan segera masuk ke kamar untuk bersiap siap dan berfandan cantik untuk tampil di depan suaminya .
Ardy menyiapkan Art untuk membantu Tiara berpenampilan cantik , tapi tidak untuk bagian masakan Tiara ingin bebas masak tiap hari untuk suami tercintanya .
"Bagaimana bik sudah selesai . Kalau sudah Tiara pamit dulu ." ucap Tiara pada para Artnya sambil tersenyum .
"Baik nyonya ." ucap para Artnya serempak
Tiara tidak pernah berubah sedikitpun walau sudah menjadi nyonya Ardy . Ia tetap Tiara yang dulu perempuan yang sopan dan ramah juga rendah diri . Hanya penampilan nya saja yang ia rubah menjadi lebih cantik untuk sang suami . Karena dandanan dari Artnya .
Sebelum berangkat ke kantor Ardy Tiara pergi ke kamar ibunya untuk pamitan .
TOK ......TOK.....TOK
"Ibu ." panggil Tiara . Dari luar pintu kamar .
"Iya sayang masuk saja ." balas bu andini dari dalam kamar . Yang terbaring di atas tempat tidur .
" Ibu , apa ibu sakit ." tanya Tiara yang melangkah masuk ke kamar ibunya dan duduk tepi ranjang ibunya .
"Tidak , tidak ibu hanya mengantuk saja dan ingin istirahat ." ucap bu andini , sambil tersenyum hangat pada putrinya dan dia berikan elusan hangat pula di tangan Tiara .
__ADS_1
"Apa kamu mau antar makan siang untuk suamimu ." lanjut Bu andini .
"Iya ibu , tapi kalau ibu tidak sehat tidak jadi pergi , biar Tiara di sini saja temani Ibu . Makan siang mas Ardy biar di antar sama sopir saja ." ucap Tiara .
"Tidak perlu Nak , ibu tidak apa apa , ibu hanya butuh istirahat siang saja , pergilah suamimu pasti sudah menunggu kamu , Ibu di rumah juga tidak sendirian , ada banyak Art di sini ya ." ucap bu andini menenangkan putrinya .
"Ya sudah kalau begitu Tiara pamit dulu ya bu , Assalamu allaikum ." ucap Tiara sambil menjabat dan mencium tangan ibunya .
"Wa alaikumsalam . Hati hati di jalan ," jawab bu andini .
Tiara segera pergi meninggalkan kamar ibunya dan keluar sambil menenteng tas tempat kotak makan untuk Ardy . Ia langsung masuk ke dalam mobil yang sudah siap bersama sopirnya , yang di siapkan oleh Ardy untuk mengantar Tiara kemana saja akan pergi .
Begitu sampai di kantor banyak karyawan yang menyapanya . Mutiara selalu membalas dengan anggukan .Tiara langsung menuju ke ruangan Ardy .
Tok Tok Tok
Tiara mengetuk pintu ruang kerja Ardy .
"Selamat siang pak Bos ganteng , apa saya datang menganggu ," ucap Tiara masuk ke dalam ruangan suaminya , sambil menutup pintu ruangan suaminya .
Begitu mendengar suara Tiara Ardy segera menghentikan aktivitasnya , dan jari jemarinya yang kemah gemulai menari nari di atas keyboard laptopnya .
"Siang juga istriku yang cantik , kok tidak mengabari mas kalau mau datang antar makan siang . Mas pikir kamu masih sibuk ngurusi formulir kuliah ." ucap Ardy yang sangat sumringah menyambut kedatangan istrinya .
"Sengaja , mau buat kejutan ." ucap Tiara sambil duduk di sofa dan mengeluarkan kotak bekal untuk Ardy .
Ardy segera bangkit dan duduk di samping Tiara sambil memeluk tubuh Tiara dari samping , Tiara melempar senyum untuk suaminya .
"Kita makan dulu sayang ," ucap Tiara sambil mengelus tangan Ardy . Dan membuka kotak makan itu dan mulai menyuapi Ardy . Ardy hanya menuruti keinginan Istrinya .
Ardy menyandarkan badan nya ke sandaran sofa sambil menguyah dan menatap wajah cantik istrinya .
__ADS_1
"kamu cantik sekali sayang ." ucap Ardy sambil menguyah dan Tiara tiba tiba melotot padanya .
"makan dulu , nanti baru ngegombal ." ucap Tiara mengejek Ardy .
"Ini mas juga lagi makan . Makan sambil memandangi wajah kamu seolah olah mas mendapatkan dua kelezatan , kamu tau ." ucap Ardy .
Tiara hanya mencebik , karena itu sifat Ardy suka merayunya agar ia tetap nyaman dan betah di sampingnya . Sebenarnya tanpa rayuan dan gombalan saja Tiara sudah sangat nyaman di samping suaminya .
"Kelezatan yang mas dapat itu ,kelezatan mulut dan kelezatan hati ." tebak Tiara .
"Bukan sayang beda sedikit ." jawab Ardy .
"Apa ." tanya Tiara .
"kelezatan mulut dan kelezatan mata , Kamu lihat dari pagi mas hanya lihat layar segi empat dan tumpukan kertas kertas . Yang membuat mata mas ingin berteriak , itu lagi itu lagi , yang aku lihat tiap hari , itu terus . Kapan sih kita bulan madu lagi sayang . Biar bisa lihat Istriku yang cantik ini dua puluh empat jam ,! Gitu katanya sayang ." sahut Ardy yang membuat Tiara ingin tertawa dengar ucapan Ardy .
"Alahh , itu alasan mas Ardy saja yang ingin pergi bulan madu lagi ." jawab Tiara yang membuat Ardy ikut tertawa , dan tiba tiba keduanya hening diam tak ada yang bicara .
"Kita kan sudah pergi bulan madu setelah kita menikah ." ucap Tiara membuka keheningan itu .
"Tapi mas ingin pergi lagi bulan madu berdua dengan mu , tanpa di bayang bayangi oleh pekerjaan ." jawab Ardy sambil memeluk Tiara dan menaruh dagunya di atas bahu Tiara .
"Boleh mas atur saja waktunya , sebelum Tiara mulai masuk kuliah ,kalau bisa ." jawab Tiara sambil menyuapkan nasi ke mulut Ardy .
"Benar sayang , mau . Baiklah mas akan atur jadwalnya . Secepat mungkin ."jawab Ardy dengan hati berbunga bunga .
"Perasaan dari tadi cuma mas saja yang makan , kamu tidak makan sayang ." tanya Ardy .
"hahh , ngak tau kenapa cuma lihat wajah tampan suami aku , aku dah kenyang ." sahut Tiara yang mulai pinter ngegombal seperti Ardy .
Ardy merasa gemes dengan Istrinya yang mulai pinter ngegombal . Dengan cepat Ardy menarik dagu Tiara dan langsung memberi kecupan di bibir istrinya , membuat Tiara terkejut dan melotot , mendapatkan kecupan dengan tiba tiba .
__ADS_1
"Jangan merayuku di kantor . Kamu tidak tau , Hanya memandangmu saja mas rasanya ingin cepat cepat pulang ke rumah . Apa lagi kamu katakan kata kata seperti itu tadi . Pikiran mas sudah melayang ." ucap Ardy menatap wajah istrinya .Ardy menahan sesuatu di dalam dirinya karena Tiara malah mengedip ngedipkan matanya .