My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 129


__ADS_3

"Persetan dengan perasaan ini , Aaaaaaa ." teriak Dimas dengan sekuat kuatnya . Sampai hatinya terasa sedijit lebih baik baru dia akan berhenti .


"Lagi banyak masalah ya mas ." sapaan Putri yang tiba tiba mengejutkan Dimas . Putri yang tiba tiba sudah berada di sampingnya , membuat Dimas terlonjak kaget dari tempatnya berdiri .


"Ka ...kamu seperti hantu saja . Kamu ngapain di sini ." tanya Dimas tidak suka karena ada yang menganggunya .


"Hanya kebetulan saja lewat , saya lihat mobil mas Dim terparkir di sana siapa tau mas Dim , butuh bantuan ." ucap putri .


"Aku tidak butuh bantuan dari siapa pun . Kamu bisa pergi sekarang juga ." jawab Dimas .


putri menatap Dimas ia tau laki laki yang pernah menolongnya ini , dalam keadaan tidak baik baik saja . Ia tidak bisa tinggal diam , meninggalkan seseorang dalam keadaan seperti yang ada di hadapan nya sekarang .


"Mas , ayuk ikut aku ." ucap putri sambil menatap Dimas , Dimas membalas tatapan Putri dengan malas .


" Aku tidak punya banyak waktu ." jawab Dimas datar bernada ketus ,Putri langsung menarik tangan Dimas pergi tinggalkan jembatan itu . Menuruni bukit menuju bawah jembatan .


"Kamu mau bawa aku kemana ." tanya Dimas ketus , saat mereka telah menginjak rumput rumput liar di sekitar sungai .


"Sudah ikut saja ." ucap putri yang masih terus menarik tangan Dimas , sementara Dimas berusaha melepaskan pegangan putri dari tangan nya , karena kuatnya tarikan yang di keluarkan Dimas dan kencangnya peganggan putri , membuat putri ikut ke tarik dan berakhir dalam pelukan Dimas .


Membuat kedua nya saling tatap dan dengan cepat keduanya menjauh , melepaskan diri satu sama lain .


"Kamu gila ya ,ngajak seorang laki laki ke tempat beginian ."tanya Dimas melirik nakal pada putri .


"Tidak , aku tidak gila , aku tau mas Dimas orang baik , jadi tidak mungkin mas lakuin begituan ."ucap putri dengan enteng dan menarik tangan Dimas lagi untuk mendekati sungai .


"Melakukan begituan apa ." tanya Dimas membuat putri menghentikan langkah kakinya dan memikirkan jawaban yang pas untuk pertanyaan Dimas .


Dimas mengerutkan keningnya melihat putri yang diam mematung .Dimas melangkahkan kakinya menuruni sungai dan duduk di sebuah batu besar yang ada di tengah sungai itu . Meninggalkan putri yang masih mematung di tempat .


Putri tersenyum sendiri melihat Dimas menikmati pemandangan di sekitar . Wajahnya telah rileks di banding saat dia masih berada di atas jembatan tadi .


Putri ikut turun ke sungai dan memilih duduk di atas batu samping Dimas . Ia celupkan kakinya di air sungai dan melihat ikan ikan kecil yang berlarian di antara kaki kakinya .

__ADS_1


"Kata warga di sini kalau musim hujan , kita di larang sering sering duduk di sini ." ucap Putri memecah kesunyian ,di antara mereka berdua .


"Kenapa ." tanya Dimas sambil menatap wajah putri .


"Takutnya , tiba tiba air datang dari atas kita tidak bisa segera lari ke atas bukit ." jawab Putri .


"Kamu kuliah ." Dimas mengalihkan pembicaraan pada wanita yang menurut Dimas lumayan cantik .


"Iya ." jawab puyri singkat sambil tersenyum lada Dimas .


"Dari kampung sini ke kota sana pulang pergi ." tanya Dimas yang ingin menuntaskan rasa penasaran nya melihat jas almamater yang di kenakan putri .


"Tidak , aku di sini hanya kkn ." jawab putri sambil tersenyum .


Dimas mengangguk paham , sepertinya gadis itu bukan gadis penduduk asli desa itu .


"Kenapa sendirian ." tanya Dimas lagi .


"Tidak sendirian sih . Ada teman teman juga , mereka sedang barada di rumah pak kepala desa . Kebetulan tadi aku mau ke rumah pak dokter ,ambil obat jadi aku sendirian ." jelas putri .


"Mas Dim ." panggil putri yang sudah duduk kembali di hadapan Dimas .


"hem ." hawab Dimas sambil memandang putri .


"Sini pinjam telapak tangan nya ." ucap putri dengan lembut . Dimas ragu ragu untuk mengulurkan telapak tangan nya ke pada putri .


"Jangan aneh aneh ." Dimas mengingatkan Putri . Yang memegang tangan Dimas agar jari jarinya merapat berbentuk cekung . Tak lama kemudian putri menuangkan sesuatau yang bentuknya licin ke telapak tangan Dimas .


"Apa itu ."Tanya Dimas terkejut karena ada sesuatu yang licin licin bergerak gerak di telapak tangan nya membuatnya terasa geli .Dimas mengintip sebentar ke dalam telapak tangan nya .


"Kecebong hahahha ." teriak Putri sambil tertawa , ia tidak merasa berdosa telah berhasil ngejahili Dimas .


"Gila kamu ." teriak Dimas sambil membuang binatang yang ada di tangan nya , sampai sekarang ia masih merasakan gerakan gesit di telapak tangan nya yang membuat dirinya masih merasa geli . Dimas segera mencuci tangan nya .

__ADS_1


"Loh kok di buang sih mas , itu aku tangkap penuh dengan perjuangan dan cucuran keringat ." protes putri dengan wajah kesal karena Dimas membuang kecebongnya .


"Siapa yang suruh kamu tangkap kecebong , kamu nya saja yang aneh , kenapa harus tangkap kecebong , sedang di sini banyak ikan ikan kecil yang lebih bagus ." ucap Dimas sambil mengelap tangan nya dengan tisue . Yang ia ambil dari kantong celananya , putri tertawa .


"Kecebong lebih imut seperti mas Dimas ." putri tertawa lepas karena bisa mengejek Dimas , tapi Dimas bukan marah malah ikut tersenyum dengan sikap konyol putri


...----------------...


Pagi pagi Ardy sudah siap siap untuk pergi sesuai janjinya pada Nagita kemarin .


"Ma , Ardy mau pergi , mungkin pulang agak malam . " ucap Ardy pada mamanya .


" Memangnya Kamu mau kemana , bagaimana kabar Tiara ."tanya mama khanza dengan wajah cemas .


"Iya ini Ardy juga mau jemput Tiara ma . Mama kalau mau pergi harus sama bodyguard ya , Ardy juga tidak mau terjadi sesuatu sama mama." pesan Ardy .


"Iya sayang , tapi kamu pergi juga di yemani sama bodyguard kan ." tanya mama khanza .


"Iya ma , Ardy berangkat sekarang ya ." pamit Ardy sama mamanya . Ardy segera keluar dari rumah dan memasuki mobilnya . Ardy akan menjemput Nagita di rumahnya seperti permintaan Nagita . Kang ujang segera membawa Ardy menuju ke rumahnya Nagita .


"Kamu sudah siap ." tanya Ardy pada Nagita . Yang telah menunggu Nagita sambil bersandar di mobil .


"Sudah sayang , kamu bawa sopir sama bodyguard . Ngak enak dong kalau kita mau mesra mesraan berdua di dalam mobil ." gerutu Nagita dengan kecewa .


"Tugas mereka mengawal kita , bukan mencampuri apa yang akan kita lakukan ." jawab Ardy santai . Karena memang Ardy tak ingin melakukan hal yang akan melukai hati kekasihnya dengan wanita lain .


"memangnya kita mau kemana sih sayang ." tanya Nagita penasaran.


"Nanti kamu juga tau , yuk masuk , kita jalan sekarang .c Ardy membukakan pintu mobil untuk Nagita , Nagita juga segera masuk ke dalam mobil .


Sepanjang jalan Nagita bergelayut manja di lengan Ardy . Sesekali dia tertawa bahagia bercanda dengan Ardy , hingga tak terasa mobil yang ia tumpangi telah memasuki perkampungan Arungan . Tapi Nagita belum juga menyadarinya .


" kita belok ke arah mana tuan ." tanya kang ujang .

__ADS_1


"Kita masuk ke blok D ya ." jawab Ardy membuyarkan keseriusan Nagita .


__ADS_2