My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 160


__ADS_3

Tiara ikut berbaring di samping Ardy menghadap ke suaminya .


"Mas ." panggil Tiara .sambil meraih lengan Ardy .


"Sudah larut malam ,cepat tidur , kamu besok juga akan mulai masuk kuliah ." sahut Ardy sambil melepaskan tangan Tiara yang masih mendekap tangan nya , Ardy memiringkan badan nya sambil mematikan lampu tidur di meja sebelah tempat tidurnya .


Hati Tiara serasa teriris dengan perubahan sikap Ardy . Yang kini tidur membelakanginya .


...****************...


Keesokan harinya Tiara bangun lebih cepat , agar bisa masak buat sarapan dan bekal untuk suaminya swbelum ia berangkat kuliah .


Tiara masak untuk sarapan suaminya nasi goreng kesukaan nya , dan untuk bekal makan siang di kantor juga sama . Masakan ke sukaan suaminya , setelah semua bekal untuk Ardy telah ia masuk kan ke dalam rantang bekal milik Ardy . Tiara swgera kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya , yang masih tertidur dengan lelap .


"Sayang sudah pagi bangun yuk ,"ucap Tiara dengan lembut dan mengelus pipi Ardy dengan lembut .Ardy meraih tangan Tiara dan menciumnya dengan lembut , dan mata masih tertutup .


"Ayo bangun sudah pagi . Bukan nya mas mau ke kantor ." ucap Tiara .


" eemhh , sudah pagi ya sayang ." ucap Ardy seakan semalam Tiada terjadi sesuatu .setelah bangun tidur pikiran nya terasa segar kembali , dan masalah semalam juga lupa begitu saja .


"Iya sayang , cepat bangun dan terus mandi ya , biar aku siapkan baju mas untuk ke kantor ." ucap Tiara yang tak mau mengungkit keanehan sifat suaminya semalam .


"iya sayang ." jawab Ardy yang duduk di tepi tempat tidur untuk mengumpulkan nyawanya .Tiara mengambil handuk dan dia sampirkan di leher suaminya .


"Air hangat sudah aku siapkan , cepat mandi ya , aku mau temui bibik , untuk ngasih uang belanja , karena sayur di kulkas sudah habis ." ucap Tiara .


Ardy hanya mengangguk dan segera melangkah masuk ke kamar mandi . Dan Tiara pergi menemui Artnya .

__ADS_1


"Bibik ini uang belanjanya , tolong nanti bibik pergi belanja sesuai yang saya catat ya . Kalau ada sayur an yang masih segar juga beli bik . Juga susu ya ibu dan mama sekalian beli ya ." ucap Tiara . Pada Art yang mengurusi ibu dan mama mertuanya .


"Susunya mungkin tinggal hari ini saja bu ." ucap Artnya .


"ya sudah bibik beli saja , ajak sopir ibu bik biar bisa bantu tolong angkat angkat sayur nanti ." ucap Tiara .


"iya bu , saya kan dah biasa belanja ." jawab artnya .


"ya sudah hati hati ya bik , saya mau siap siap untuk kuliah ." ucap Tiara .


"Iya bu , ibu juga hati hati ." jawab Artnya .


Tiara kembali masuk ke dalam kamarnya .Ardy sudah selesai mandi dan duduk di depan cermin sambil mengeringkan rambut nya .


"Mas , bekal makan mas Ardy untuk nanti siang udah saya siapkan sekalian . Saya takut nanti tidak keburu ." ucap Tiara ingin memastikan hubungan nya dengan Ardy , apa masih seperti semalam . Atau sudah baik baik saja .


"Iya sayangv." jawab Ardy sambil menyisir rambutnya yangbmasih setengah basah . Dengan jawaban Ardy Tiara bisa menyimpulkan kalau hubungan medeka sudah baik baik saja dan sudah kembali normal lagi .


Ardy tersenyum lembut kepada Tiara sambil merapikan anak rambut Tiara yang menutupi wajahnya dengan lembut juga .


Pagi itu Ardy tak memakai sopir ia ingin mengantarkan Tiara sekalian ke kampus .sampai di depan kampus , sebelum Tiara turun dari mobil , Tiara mencium tangan Ardy .


"Tiara masuk ke kampus dulu ya mas , mas hati hati di jalan ." ucap Tiara .


"Iya sayang , nanti kalau udah selesai kuliah kabari Mas , mas akan jemput kamu ." ucap Ardy sambil mengelus kepala Tiara


Setelah turun Tiara tidak segera masuk ia ingin melihat mobil Suaminya pergi , Dan Ardy juga diam tak menjalankan mobilnya menatap Tiara , yang tidak segera masuk ke dalam kampus , Ardy menurun kaca mobilnya .

__ADS_1


"Ada apa lagi sayang ,"tanya Ardy


"Tidak , aku mau melihat mas Ardy berangkat dulu baru masuk ." jawab Tiara .


"Mas juga ingin lihat kamu masuk ke dalam Kampus baru pergi ke kantor ." jawab Ardy .


"Baiklah , kalau begitu Tiara masuk dulu mas , hati hati ." ucap Tiara sambil melambaikan tangan nya ke arah Ardy . Ardypun membalas lambaian tangan Tiara sambil tersenyum .


"Maafkan sikap mas semalam , sayang . Mas sudah bersikap bodoh . Mas tau kamu lakukan semua nya demi kebaikan kita berdua ."ucap Ardy sambil menatap punggung Tiara yang berjalan menuju ke dalam kampus .


Ardy yang sudah bersikap ke kanak kanakan semalam kepada Tiara , mencoba kembali merubah sikapnya seperti biasa , Ardy tidak mau Tiara sedih atas sikapnya .


Ardy segera menjalankan mobilnya menuju ke kantornya . Sesampainya di kantor , Ardy melihat beberapa karyawannya berlalu lalang . Di depan lobi kantornya juga berkerumun banyak para karyawan sedang berbicara satu sama lain .


Ardy tak bersuara dan berjalan melewati mereka karena jalan menuju ke ruangan kerjanya harus melewati gerombolan karyawan itu . Dan karyawan itupun tidak menyadari kehadiran Ardy .mereka saling melemparkan kata kata satu sama lain .


"Iya ngeri tidak , ceritanya itu , masak gara gara suaminya tidak bisa punya anak , sa istri selingkuh dan mengandung anak laki laki lain ." Ardy yang mendengar ucapan karyawan nya segera menghentikan langkahnya .


"Ya motif dari sang Istri kan , bukan karena cinta sama suaminya , tapi dia cinta dengan harta suaminya . Dengan dia punya anak kan harta suaminya otomatis akan jatuh ke tangan nya karena dia punya anak . Eh tidak taunya Dokter menvonis suaminya , kalau suaminya tidak bisa punya anak ."lanjut karyawan yang lain .


"Terus gimana suaminya tetap percaya kalau itu istri hamil anaknya ." tanya teman lain yang penasaran .


"Ya , istrinya menukar hasil tes suaminya dengan tes selingkuhan nya ." jawab karyawan yang tadi .


" ehemm ." Ardy berdehem . Semua karyawan yang melihat kalau di samping mereka adalah Ardy segera kabur membubarkan diri . Mereka tau kalau Ardy tidak suka karyawan nya bergerombol hanya untuk membahas tentang gosip .


Ardy melanjutkan langkahnya menuju ke dalam ruangan nya . Sampai di dalam ruangan nya Ardy menarik nafas dalam dan pelan .

__ADS_1


"Kenapa di saat diriku menghadapi masalah ada dalam situasi seperti ini . Harus mendengar gosipan berita berita buruk seperti ini , dan malah membuat pikiran ku semakin kacau ." ucap Ardy sambil menghapus wajahnya , yang benar benar kacau setelah mendengar gosipan dari karyawan nya tadi .


Penasaran dengan berita tersebut Ardy mencoba membuka internet dan muncullah berita berita yang sedang di bicarakan oleh karyawan nya Ardy .


__ADS_2