
Nagita telah pulang ke rumah sendiri .ia sudah kehabisan cara untuk bisa kembali kepada Ardy . Sudah kehabisan cara menyakin kan Ardy agar percaya padanya . Kalau ia tidak sengaja pergi meninggalkan Ardy , saat dia dalam ke susahan . Dia hanya pergi bisnis dan tidak tau menahu tentang kebangkrutan nya .
Nagita jalan mondar mandir kesana kemari di ruang makan .karena sekarang sudah jam nya makan siang . Tapi dia tidak bisa makan siang dengan tenang . Karena pikiran nya terus tertuju kepada Ardy .
"Gimana caranya saya membuktikan kalau aku masih sangat sayang dan cinta pada Ardy ." gumam Nagita bicara pada diri sendiri .
"Aku juga harus singkirkan perempuan itu ..siapa itu namanya .... Itu si cupu itu ..hemm ..Tiara ia Tiara , perempuan kolot seperti namanya . Dan kampungan lagi ."ucap Nagita berbicara sendiri di depan meja makan sambil mengeratkan tangan nya di pingiran meja .
Saat dia membalik kan badan "PIYANG....Art nya datang membawa jus pesanannya dan tak sengaja pula dia menabrak Artnya . Bajunya pun basah ke siram jus . Dirinya yang sudah di kuasai emosi semakin emosi lagi melihat bajunya ketumpahan jus . Gelas dan nampan jatuh berantakan di lantai .
"Punya mata tidak sih bik kalau jalan ." Bentak Nagita dengan nada kesal karena bajunya juga ketumpahan jus jeruk ,hingga lengket di badan nya .
"Maaf , maaf non, saya tidak sengaja ."ucap Art Nagita sambil menunduk .
"Maaf maaf ,kalau kerja yang pecus sedikit . Atau memang bibik sudah tidak betah lagi kerja di sini . Kalau memang sudah tidak betah silahkan keluar bik . jangan buat aku pusing dengan kecerobohan bibik ." usir Nagita dengan suara tinggi .
" Bukan non , bukan begitu . Bibik masih betah kok kerja di sini ." ucap Art Nagita yang sudah berumur setengah baya itu , setengah mengemis agar tidak di pecat oleh Nagita .
" Ngak perlu , Aku sudah tidak butuh bibik lagi . Aku tidak butuh pembantu ceroboh seperti bibik ." ucap Nagita dengan emosi yang sudah memuncak .
"Cepat sekarang bibik beres beres kan pakaian dan barang bibik dan pergi dari sini . Aku sudah muak , muakkk lihat bibik ." ucap Nagita semakin kesetanan seperti orang kesurupan .
__ADS_1
"Jangan non , jangan pecat saya . Kalau memang pekerjaan saya tidak benar , non bisa potong gaji saya saja non . Tapi jangan pecat saya non , saya butuh pekerjaan ini non ." lirih Artnya .
Nagita tidak peduli dengan Artnya yang meminta minta dan mohon sambil berlutut .
"Ngak usah banyak drama dengan saya , ayo ikut saya sekarang juga ."ajak Nagita sambil menarik Artnya agar berdiri , dan menarik Artnya memasuki kamar artnya .
"Beresin semua pakaian pakaian kamu , dan segera pergi dari sini jangan pernah muncul lagi di hadapan saya ." ucap Nagita sambil mendirong Artnya ke arah lemari baju art nya .
Nagita mengeluarkan semua pakaian artnya ke lantai .dan sembarang arah tiba tiba terdengar suara yang jatuh dari meja artnya .pigora foto tapi fokus Nagita bukan di foto itu tapi benda yang di gunakan untuk menyangga foto pigora foto itu .
Nagita mengambil barang itu sambil mengerutkan dahinya .
"bibik dapat benda ini dari mana ." tanya Nagita .sambil memperhatikan kayu ukiran namanya dan nama Ardy . Dan ia tunjukan kepada Artnya .
Nagita baru ingat kalau ia memang pernah menyuruh Artnya , untuk membuang semua barang barang pemberian Ardy . Yang teronggok di kamarnya seperti sampah waktu itu . ia hanya menyimpan barang barang branded saja .
Nagita mengamati kayu ukiran itu dengan lekat .lalu terukir juga sebuah senyuman di bibirnya .penuh makna membuat Artnya merasa ngeri melihatnya , yang tadi marah marah seperti singa , sekarang tersenyum manis seperti orang yang baru menang lontre puluhan M .
Nagita membalikkan badan nya hendak pergi dan mengacuhkan Artnya . Dan barang barang Artnya yang sudah ia hambur hamburkan di lantai kamar Artnya . Sambil membawa barang ukiran yang ada namanya dan nama Ardy .
"Non saya tidak jadi pecat non ." teriak Artnya .
__ADS_1
"Terserah bibik ." jawab Nagita yang langsung keluar tanpa bicara apa apa lagi .membuat pembantunya binggung .
"Terserah saya , apa itu artinya kalau saya tidak keluar dari sini . Maka aku tidak akan di pecat ." gumam Art pada diri sendiri .
Tok Tok Tok pintu kamar art di ketuk lagi dari luar . Art pergi membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang lagi .
"Siapa ,tidak mungkin non Nagita kembali lagi untuk mengusirku kan ." Art Nagita menelan ludahnya dengan berat sebelum membuka pintu .
"Oh pak sopir , bikin aku deg degan , ada apa ." tanya Art yang melihat sopir Nagita yang datang . Karena kebiasaan Nagita menemui Artnya tidak lihat waktu . Entah Artnya mandi ,ganti baju ,Nagita seenaknya saja karena merasa itu rumahnya . Dan tidak ada yang boleh melawan atau mengaturnya .
"Saya tadi dengar non Nagita marah marah sama bibik . Saya kawatir sama bibik , kalau nonNagita berbuat aneh aneh sama bibik ."ucap pak sopir .
"Iya tadi saya tidak sengaja tumpahi jus ke badan nonNagita . Dan ninNagita marah besar menyeret saya ke kamar saya sendiri , usir saya agar pergi tinggalkan tempat ini ." jelas Art.
" Tapi bibik tidak jadi di oecat kan ." tanya sopir penuh harap .
"Tidak tau pak . Ini saja saya juga lagi bingung . setelah non Nagita menemukan ukiran nama non Nagita dan pak Ardy . Dia jadi senyum senyum sendiri , dan pergi keluar behitu saja tanpa perdulikan saya lagi . Saya tanya , saya jadi di pecat tidak ,non Nagita bilang terserah saya . Kan saya jadi bingung karena nasib saya di sini di gantung , seperti ini ."jelas art .
"Sudah tidak usah bingung lagi .ngak usah di masukin ke hati juga . Nyonya kita sedang ada masalah dengan pak Ardy . Dia sedang galau ."ucap pak sopir .
"Loh bukan nya NonNagita dan pak Ardy sudah putus . Karena pak Ardy sudah bangkrut ." tanya Art .
__ADS_1
" Halah bibik , kayak ngak tau majikan kita aja . Majikan kita , tidak maungkin majikan kita pacaran cuma hanya karena ganteng dan baiknya saja . Ya pasti karena uangnya lah , dan sekarang pak Ardy sudah sukses lagi , dan kini majikan kita menyesal . Aku lo yang tiap.hari dengar ocehan dia yang selalu gagal menyakin pak Ardy . Kalau dia masih sayang dan masih cinta sama pak Ardy ." ucap pak sopir sambil berbisik .
Sambil celingak celinguk memantau keadaan .takut kalau tiba tiba Nagita datang dan mendengarkan gibahan nya tentang Nagita .