
Putri terus membawa Dimas menuju tepian sugai , tapi terus gagal karena derasnya arus sungai .
"ayo putri kamu pasti bisa ." batin putri yang terus berenang sekuat tenaga untuk sampai ke tepi sungai .
Tapi derasnya aliran sungai membuat tubuhnya putri berkali kali selalu gagal mencapai tepian sugai . Putri sudah lelah , ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya dan Dimas . Putri memeluk tubuh Dimas dengan erat . Dan membiarkan tubuh mereka di bawa oleh arus sungai ke hulu .
Brug ...Brug..
Badan Putri dan Dimas menabrak bongkahan batu dan menahan badan mereka berdua . Dengan sisa sisa tenaga putri berusaha menarik badan Dimas ubtuk naik ke atas bongkahan batu itu .
"Mas Dimas bangun , mas ."putri menepuk nepuk pipi Dimas tidak ada respon atau bergerakan pada Dimas . Putri memberi vcr ia tekan tekan dada Dimas , Dimas juga masih belum merespon .
" Maafkan aku mas , terpaksa aku melakukan ini ." ucap putri sambil memencet hidung Dimas , dan membuka mulut Dimas , Dengan ragu putri mencoba memberi nafas buatan untuk Dimas lewat mulutnya . Di pernafasan ke tiga Dimas terbatuk batuk .
Uhuk ....uhuk...
Dimas terbatuk batuk dan mengeluarkan banyak air dari mulutnya .
"Alkhamdulillah mas , kamu sudah sadarkan diri ." ucsp putri bahagia dan ikut merebahkan diri di samping Dimas . Ia juga merasakan lelah sama seperti Dimas .
Dari kejauhan terdengar suara banyak orang yang sedang mencari Dimas dan putri .
"itu , mereka ada di sana ."ucap warga yang telah ikut menyusuri sungai mencari Dimas dan putri .
Mereka segera membantu Dimas dan putri ke pinggiran sungai , tak lama kemudian mereka langsung di larikan ke rumah sakit . Dimas masih tergolek lemah di ranjang rumah sakit , dia belum bisa di ajak bicara .
Banyak wartawan yang ingin meliput kejadian yang di alami Dimas dan putri . Hingga berita kalau Dimas melakukan percobakan bunuh diri sampai ke telinga Tiara .
__ADS_1
Ardy juga melihat kabar itu segera menghubungi Tiara .
"Hallo sayang , kamu sudah tau kabar tentang Dimas ." tanya Ardy .
"Sudah ,mas . Apa boleh aku pergi menjenguk nya ." tanya Tiara .
"Boleh , tapi nanti sama mas ya , apa ibu juga mau ikut ." tanya Ardy .
"Belum tanya ke ibu mas . Sepertinya ibu masih kecewa dengan Dimas mas . Saat melihat berita tentang Dimas , aku lihat ibu tidak bicara apa apa , ibu langsung pergi keluar begitu saja ." jelas tiara .
"ya sudah berarti kita pergi berdua saja . Mungkin ibu butuh waktu untuk menerima semua ini ." ucap Ardy .
"ya mas , kalau begitu aku siap siap dulu mas ," ucap Tiara .
Tak lama kemudian Ardy sudah sampai di rumah Tiara . Mereka segera pergi ke rumah sakit di mana Dimas di rawat .
"Dimas anak ku . Uhuk uhuk ."
Tiara dan Ardy menyingkir saat mendengar suara bu denada yang datang sambil menangis . Memberi tempat kepada wanita yang berumur 50an tahun itu untuk mendekati ranjang Dimas .
"Tiara turut prihatin atas bencana yang menimpa Dimas, tante ." ucapan Tiara membuyarkan tangis bu denada . Kedatangan nya hanya fokus pada Dimas tidak fokus dengan orang lain yang ada di ruangan itu .
"Tiara ," bu denada berdiri dan mendekati Tiara . Dan meraih kedua tangan Tiara dan menggenggam nya dengan erat .
"Tante minta maaf ya , dulu tante telah kasar dan menghina mu juga , tante sekarang sadar , tante salah , tante egois , tante selalu melarang Dimas dekat dekat dengan mu , karena kamu....tidak sederajat dengan kami . Maaf kan tante , kemarin tante marahi Dimas , tante selalu mengatur hidup dia , melarang dia melakukan apa yang dia suka tapi tante tidak suka . Sehingga Dimas memilih jalan ini . Sekarang tante menyesal hiks ..hiks .." ucap bu denada kepada Tiara sambil terisak .
"Sudah tante ,tante yang sabar , semua sudah berlalu . Sekarang kita berdo'a saja semoga Dimas cepat pulih seperti sedia kala ." ucap Tiara memberi semangat kepada bu denada . Tidak lupa Tiara juga mengelus pundak bu denada untuk menenangkan nya .
__ADS_1
"Kalau begitu kami pamit dulu tante ." ucap Tiara
"Apa kamu tidak mau menemani Dimas di sini ."ucap bu denada penuh dengan harap . Tiara menatap Ardy yang tidak memberi respon apa apa , tapi ia tau kalau Ardy pasti akan cemburu . ia harus menjaga hati laki laki itu , cukup hati Dimas yang tersakiti . Jangan sampai ada hati laki laki lain yang tersakiti lagi karena dirinya .
"Maaf tante , bukan Tiara tidak mau temani Dimas , tapi ibu sendirian di rumah , ibu juga sedang tidak enak badan , jadi Tiara harus segera pulang temani ibu ." ucap Tiara dengan memaksakan diri untuk tersenyum .
"Baik lah kalau begitu , terimakasih sudah mau menjenguk Dimas .kalian hati hati di jalan ." ucap bu denada membalas senyum Tiara .
"Yuk pulang ," ajak Tiara kepada Ardy , mereka berdua bergandengan tangan menyusuri koridor rumah sakit .
"kenapa Tidak menunggu sampai Dimas sadar ." tanya Ardy kepada Tiara .
"Aku tidak ingin dia terlalu berharap banyak dariku , karena melihat aku berada di rumah sakit itu . Aku ingin dia belajar mengikhlaskan takdir ini ." ucap Tiara dengan tatapan kosong ke depan .
Ardy meraih tubuh Tiara ke dalam pelukan nya ." Terimakasih kamu telah memilih aku untuk menjadi kekasih mu ." ucap Ardy sambil mencium puncak kepala Tiara .
Tiara tersenyum Ia meraih tangan Ardy dan menggenggam nya dengan erat ." Aku seharusnya yang berterimakasih , karena mas Ardy telah membuat ku bahagia ." ucap Tiara
Keduanya saling melempar senyum , dan berjalan menuju ke mobil . Sampai di dalam mobil Ardy bilang ." Mas ada sesuatu untuk mu ." .ucap Ardy
"Apa itu ." tanya Tiara yang melihat Ardy mengambil sesuatu dari dalam saku nya .
"Mas ingin menghalalkan mu secepatnya . Maukah kamu menikah denganku , menjadi istriku , ibu dari anak anak ku ." ucap Ardy sambil membuka kotak kecil berisi cincin berwarna merah delima .
Tiara menutup mulutnya tidak percaya , matanya berkaca kaca menatap kotak cincin di hadapan nya . Ia tak bisa bicara apa apa , suaranya seperti tercekat di kerongkongan nya saking bahagia nya . Hanya anggukan yang ia berikan sebagai jawaban dari lamaran Ardy . Membuat ardy tersenyum bahagia .
Ardy segera mengambil cincin itu dan ia sematkan di jari manis Tiara . Tiara memandang cincin yang telah melingkar dijari manisnya dengan bahagia .
__ADS_1
Ardy mencium kening Tiara menyadarkan Tiara dari lamunan nya ."