
Putri terkejut mendengar suara Dimas ada di dalam kamarnya . Seumur umur dia tidak pernah membawa laki laki masuk ke dalam kamarnya . Karena itu larangan dari kedua orang tuanya . Putri segera berdiri dan mendorong tubuh Dimas untuk segera keluar dari kamarnya .
"mas Dimas , kenapa masuk ke kamar aku , kalau mama tau, habis putri pasti kena marah sama mama ." ucap putri begitu mereka sampai di luar kamar .
"Habisnya kamu masih saja marah sama mas , makanya mas masuk karena khawatir sama kamu ," ucap Dimas sambil memeluk bunga yang masih ia pegang , karena putri belum menerimanya .
"Aku nungguin mas Dim satu jam lebih , mas Dim tidak ada datang . seenaknya mas Dim ngelupain janji kita ." ucap putri yang masih ngambek .
Dimas meraih tangan putri dan membawanya pergi ke ruang tamu dan duduk di sofa untuk ngobrol baik baik .
"Mas minta maaf , sebagai permintakan maaf mas , mas Dim bawakan kamu bunga di terima ya ." pinta Dimas sambil mengulurkan bunga di tangan nya pada putri .tapi putri masih saja ngambek tidak menerima bunga dari Dimas , dan membuang mukanya .
Dimas menarik nafasnya dengan berat . Terpaksa ia harus jujur kepada putri apa yang sebenarnya terjadi .
"Tadi mas ada keperluan mendadak . Tiara ribut dengan suaminya karena Rio , sekarang Tiara keluar dari rumah suaminya tanpa membawa uang sepeserpun ." ucap Dimas dengan berat , sebenarnya ia tak ingin membahas masalah Tiara dengan putri , ia juga tidak enak membahas masalah rumah tangga Tiara kepada Putri .tapi bagaimanapun putri akan jadi bagian dari hidupnya .jadi ia tidak mungkin main rahasia di belakang Putri .
"Oh begitu masalah , sehingga sekarang mas Dimas akan ambil alih tanggung jawab dia ." ucap putri , Dimas tau itu hanya bentuk dari rasa cemburu putri .
"Bukan seperti itu , mas hanya meminjamkan dia uang , kasihan dia sedang mengandung ." ucap Dimas , putri menunduk seketika mendengar penjelasan Dimas . Ada rasa kasihan juga di hati putri .
"sekarang dia tinggal di mana ."tanya putri yang sedikit perduli .
"Tinggal di rumah lamanya ,dia tidak mau ngontrak , karena dia ingin mengirit pengeluaran . Mas tudak ada maksud apa apa , mas hanya peduli sebagai seorang sahabat , kamu percaya kan ."tanya Dimas .
"iya sudah , putri percaya ."ucap putri masih dengan wajah yang cemberut .
__ADS_1
"senyum nya mana ." ucap Dimas sambil mengulurkan bunga pada putri .akhirnya putri tersenyum sambil menerima bunga dari Dimas .
"Nah gitu kan tambah sayang dan semakin cantik . Jangan ngambek ngambek lagi , di hati mas sekarang itu hanya ada kamu . Kalau tak oercaya boleh belah dadaku , kamu akan melihat nama mu terukir indah di singgasana hatiku ." ucap Dimas yang sengaja gombalin Putri agar tertawa
"Gombal ." ucap putri .
"Ngak papa yang di gombalin kan calon istri sendiri ,bukan istri orang lain kan . Sini martabak nya di makan . Sama bibik di bawa ke sini tu . Atau mau mas suapin . Ini manis lo , semanis yang di belikan ." ucap Dimas sambil menyodorkan sepotong martabak ke depan bibir putri .
Dengan malu malu Putri mengigit sedikit martabak yang di sodorkan oleh Dimas dan segera menguyahnya .
"Benar masih manis yang di belikan ." ucap putri . Dimas melihat ke arah putri dan memakan bekas gigitan putri ke dalam mulutnya .
"Aaaa mas ."putri menutup mulutnya .
"Asin mas , mas beli rasa keju bukan coklat kesukaan Putri ." ucap putri .
"Tidak apa apa sayang , apa pun rasanya itu usaha mas dari dasar hatiku ,untuk mendapatkan maaf darimu , juga senyum manismu . Dengan begitu saja hati mas dah bisa meleleh seperti es krim manis legit ." ucap Dimas yang pandai ngegombal selama bersama putri .sehinga dimas sangat mudah untuk mengambil hati putri .
Putri pun tertawa dengar ucapan Dimas . Ia telah melupakan Dimas yang melupakan janji nya . Putri mudah memaafkan Dimas karena tingkah kocak Dimas . Mereka berdua melanjutkan makan martabak berdua di ruang tamu , saling menyuapi sehingga menumbuhkan hubungan yang sangat romantis .
Tiara telah sampai ke rumah setelah belanja bersama dengan Dimas . Angkutan yang Tiara tumpangi menurunkan Tiara sampai di depan rumah , sesuai pesan Dimas sopir angkot itu membantu Tiara menurunkan semua belanjaan Tiara .
Bu andini merasa heran menyaksikan Tiara belanja begitu banyak , timbul pikiran di dalam benak nya , dari mana Tiara mendapat kan uang sebanyak itu .
"terimakasih ya mang , sudah bantu saya turunkan barang barang saya ." ucap Tiara memberikan ongkos dan opah pada sopir angkut .
__ADS_1
"sama sama neng . Lain kali kalau butuh angkot lagi , neng bisa telepon saya , itu nomer telepon nya ada di kaca mobil ." ucap sopir angkot yang telah berusia paruh baya , dengan senyum ramahnya .
" iya makasih mang ." jawab Tiara ,
Bu andini berjalan mendekatinTiara , setelah sopir angkot pergi meninggalkan Tiara . Tiara telah menganti pakaian modisnya , dengan pakaian lusuh tiarabyang dulu .
"Dari mana kamu mendapat kan uang , untuk belanja begitu banyak barang ." tanya Bu andini .
"Bukan dari mas Ardy bu , jadi ibu tenang saja ." jawab Tiara dengan tersenyum .
"Iya bukan dari Ardy , tapi kamu dapat uang dari mana , kamu tidak cari kerjaan aneh anehkan ." tanya bu andini .
"Tidak bu , ibu jangan takut ini uang dari pinjaman Tiara sama Dimas , awalnya Tiara minta pekerjaan pada Dimas . Tapi Dimas tidak mau memperkerjakan aku dalam keadaan hamil , jadi Dimas menyuruh Tiara mengembalikan pelan pelan setelah Tiara melahirkan . Tapi Tiara tetap akan kerjaan yang bisa tiara kerjakan di rumah dan bisa menghasilkan uang ." ucap Tiara menjelaskan pada ibunya .
"Tapi Dimas tidak punya maksud apa apa kan , dengan meminjam kan uang sebanyak itu pada kamu ." tanya bu andini yang masih ada trauma terhadap Dimas .
"Maksud ibu apa ." tanya Tiara yang tidak paham maksud ibunya .
"Ya kan kamu tau sendiri , dulu dia sangat ingin mengejar ngejar kamu , kalau sekarang dia bilang dah busa melupakan kamu sepenuhnya ,ibu belum yakin . Tapi Kalau dia bilang mengikhlaskan mu untuk laki laki lain , ibu bisa yakin ." ucap Bu andini .
"Oh itu , ibu tenang saja . Aku dan Dimas tidak ada hubungan apa apa , dan sebentar lagi Dimas juga sudah akan menikah dengan putri . Jadi ibu jangan cemas ." ucap Tiara sambil mengumpulkan belanjaan nya ke dalam genggaman tangan nya .
bu andini ikut membantu Tiara membawa belanjaan nya ke dalam rumah .
"bu ini nasi untuk ibu . Ibu makan dulu dan istirahat , baru nanti kita lanjutkan beres beres lagi . Tiara juga akan masuk ke kamar istirahat dulu ." ucap Tiara pada ibunya .
__ADS_1