My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 209


__ADS_3

Tok...Tok...Tok


Ardy yang fokus dengan laptopnya mendengar ketukan pintu segera bangki dan membuka pintu kamarnya . Di depan pintunya telah berdiri pembantunya .


"Ada apa bi ." tanya Ardy .


"Sudah jam 3 Pak , Tadi ibu pesan kalau jam 3 suruh di bangunin ." ucap pembantunya . Ardy segera melihat jam di tangan nya .


CAh iya sudah jam 3 , bentar lagi mau ke pantai . Baik lah bi ,siapkan semua kebutuhan yang akan di bawa ke pantai dan suruh semua nya siap siap . Beri tau Ibu dan nyonya ya ." ucap Ardy .


"Baik pak ." jawab pembantunya dan pamit dari hadapan Ardy .Ardy segera menutup pintunya dan pergi ke tempat tidur .


Ardy selalu lupa waktu di saat sedang bekerja sehingga di masa muda dia punya keluhan dengan lambungnya ,dan dia sering mengunsumsi obat maag .semenjak menikah dengan Tiara , Tiara sangat menjaga dan mengatur pola makan Ardy .


"Sayang , bangun sudah jam 3 ."ucap Ardy sambil menepuk nepuk kecil pipi Tiara . Tiara mengeliat kecil dengan mata yang masih tertutup .


"Sayang sudah jam 3 ." ulang Ardy Agar istrinya cepat bangun . Tak lama kemudian mata Tiara terbuka dan langsung duduk .


"udah jam 3 ya mas ." tanya Tiara memastikan .


"hemm ." jawab Ardy .


"Ya sudah ,ayuk kita siap siap ." ucap Tiara sambil.menurun kan kakinya dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi .


"Kita mandi bareng ya sayang . Biar cepat selesai ."ucap Ardy cengegesan yang di ledek oleh Tiara .tapi Tiara tetap mengabulkan permintaan suami nya itu .


Ardy segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya dari dalam .mandi sore terasa hangat dengan sentuhan sentuhan tiap inci dengan penuh cinta dari masing masing pasangan .


Mereka sadar mengunakan waktu mandi nya lebih lama sedikit karena di warnai dengan cinta dan kasih sayang .mereka pun mengakiri ritual mandinya , karena akan segera pergi ke pantai .Ardy membantu Tiara mengeringkan badan nya , begitu juga Tiara membantu Ardy mengeringkan badan nya .


" Mas kita pakai baju ini saja ya . Aku mau lihat Nisa dulu . Sudah di dandani belum sama pengasuhnya ." ucap Tiara yang telah memakai bajunya , sedangkan Ardy masih telanjang dada .


"Iya sayang ." jawab Ardy .

__ADS_1


Tiara segera melangkah ke kamar putrinya . Pelan pelan ia membuka pintu kamar itu .


"Wah putri Bunda ... Ternyata udah cantik ." ucap Tiara yang melihat Nisa sudah rapi .pengasuh Nisa tersenyum sambil menyisir rambut bayi mungil itu ,yang sebenarnya rambutnya tidak seberapa .


"sudah sus , Nisa biar sama saya , sus pergi siap siap dulu biar kita bisa cepat pergi ." ucap Tiara pada pengasuh Nisa .


"Baik Bu ." ucap pengasuh Nisa yang berumur di bawah Tiara .


Tiara segera membawa Nisa masuk ke kamar ibunya . Ia ingin melihat apa kah ibunya sudah siap atau belum .


Tok ..tok..tok


"Ibu , apa ibu sudah siap ." tanya Tiara sambil mengetuk pintu kamar ibu nya .


"Sudah nak , bentar lagi ibu mau keluar ." jawab bu andini yang tak lama kemudian membuka pintu kamarnya .


"Wah sayang lihat eyang cantik tidak ." ucap tiara pada putrinya .Kelucuan Nisa membuat keduanya tertawa karena Nisa tertawa sambil tepuk tangan .


"ya sudah ibu ke ruang tamu dulu , biar aku lihat mama dulu ." ucap Tiara . Yang di angguki oleh ibunya .Tiara melangkah pergi menuju kamar mama mertuanya .


"Ma , apa mama sudah siap ." tanya tiara sambil mengetuk pintu kamar mertuanya .


"Sudah sayang , bentar lagi mama akan keluar ." jawab mama khanza dari dalam kamarnya .


Tiara telah memastikan semuanya , sudah siap . Kini Tiara melangkah pergi ke dapur sekarang ingin memastikan para pembantunya apa sudah siap semua .


"Bibi apa semua sudah siap." tanya Tiara pada pembantunya yang masih sibuk di dapur memasukan peralatan makan ke dalam kotak an .


"Sudah Bu . Tinggal ngantar ini saja ke dalam mobil ." jawab pembantu Tiara .


"Baiklah kalau sudah bibi juga segera siap siap ya saya mu panggil bapak dulu ." ucap Tiara dan pergi melangkah masuk ke kamarnya kembali . Ia ingin memastikan suaminya sudah siap belum .ternyata Ardy juga sudah siap membuat Tiara bisa nafas lega . Biasanya bayi besarnya itu terlalu lelet dalam mengurus diri sendiri .


"Ehh ada permata dari mutiara Ayah yang cantik ." ucap Ardy sambil meraih Nisa dari gendongan Tiara .

__ADS_1


"Manis sekali ucapannya " ucap Tiara sambil mencium pipi Ardy .


"Kita berangkat sekarang mas , semua sudah siap." ajak Tiara .


"Iya sayang ." ucap Ardy sambil mengelitik Nisa dengan menciumi perut Nisa . Tawa renyah Nisa kedengaran sampai.ke.ruang tengah .


"Bi sudah masuk semua barang barang yang kita butuhkan ." tanya Tiara pada pembantunya .


"Sudah Bu ." ucap pembantunya .


"ya sudah kita berangkat sekarang .suruh semua naik ke mobil bi ." Tiara memberi komando .


Ardy duduk satu mobil dengan keluarganya . Para pembantu dengan mobil yang satunya lagi .semua pembantu rumah Ardy ikut jalan jalan ke pantai kecuali pak satpam . Karena harus menjaga rumah .Ardy tidak bisa membawa pak satpam ia hanya memberi uang saku lebih pada satpam rumahnya .


Keluarga Ardy telah sampai di pantai .mereka mencari tempat yang rindang dan nyaman swrta aman juga jauh dari keramaian pengunjung yang lain nya .


Mereka mengelar tikar untuk duduk berkumpul rame rame .


"Sayang sini kita selfi dulu ." panggil Ardy yang selesai berfoto dengan Nisa pakai bantuan tongsis di tangannya . Di belakang Ardy ada pohon kelapa yang melengkung ke arah pantai .Tiara berlari kecil mendwkati anak dan suaminya .


Mereka mengambil beberapa foto untuk di abadikan sebagai momen kebersamaan mereka bersama keluarga , juga pembantu pembantunya .


Mereka menghabiskan waktu bermain hampir dua jam lamanya, di pantai . Ardy memperkenalkan hawa dingin air laut pada Nisa . hingga perut mereka terasa keroncongan .


"Ayuk sini kita makan dulu , aku sudah lapar sekali ." ucap Ardy yang membawa Nisa meninggalkan Air laut . Dan meraih handuk kering yang di berikan oleh pengasuh Nisa .


"Ayuk sini ." ucap Tiara , dan menghidangkan makanan yang di bawanya di bantu oleh pembantu pembantunya untuk di hidangkan di atas tikar . Yang sudah mereka gelar di atas pasir putih .


"Mana susu anak Ayah . Anak Ayah yang cantik juga haus kan ." ucap Ardy sambil mengelitik Nisa . pengasuh Nisa mendengar ucapan Ardy dengan cekatan segera menyeduh susu untuk Nisa .


"Sini Pak biar Non Nisa saya yang kasih minum ." ucap pengasuh Nisa .


"Tidak usah , biar saya yang kasih minum Nisa . Kamu makan saja dengan yang lain ." ucap Ardy sambil mengambil botol susu Nisa dari pengasuhnya .

__ADS_1


Melihat keseriusan dan perhatian Ardy pada putrinya .Tiara mengambil alih sendok makan Ardy dan menyuapi suaminya itu .


__ADS_2