My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 179


__ADS_3

Bu andini melepas semua perhiasan yang ada di badan Tiara yang harganya ratusan juta . Dan ia letakkan di depan Ardy dengan kasar .


"Ini barang berharga kamu , ini tak seberapa harganya , di banding dengan harga diri kita yang telah kamu injak injak ." ucap bu andini dengan menatap tajam ke arah Ardy .


" mbak yu jangan begini , kita masih bisa bicarakan baik baik , dan jangan gegabah seperti ini ." ucap mama khanza sambil memegang lengan tangan Tiara sebelah kanan . Dan Bu andini memegang lengan tangan kiri Tiara .


"Tidak perlu ,sudah cukup aku mendengar tiap hari hinaan demi hinaan dari Ardy untuk putriku . aku sudah sangat berhutang padanya , sejak kecil dia tak dapat kasih sayang seorang ayah . Setelah dewasa aku juga tidak dapat memberinya suami yang mampu menerimanya apa adanya ."..


"Ibu , mas Ardy hanya salah paham ." potong Tiara.


"Iya salah paham ,baiklah salah paham . Ingat Tiara mungkin kamu dan ibu punya garis hidup yang sama , harus membesarkan anak tanpa suami di samping kita . Tapi anak dalam kandungan mu belum ada roh nya . Roh dia masih di alam roh sana , kejadian hari ini dia juga melihat nya . Kelak dia pasti akan membayar perbuatan ayahnya terhadapmu ..


"Ibu cukup , kita pergi , Tiara putri ibu , Tiara akan besar kan anak Tiara sendiri , seperti ibu membesarkan aku , seperti ibu mendidik aku .kita pergi .." Tiara menarik ibunya pergi , ia tak ingin ibunya terlalu banyak mengucapkan kata kata keramat untuk suaminya .ia berharap masih ada mukjizat untuk Suaminya .


Tiara pergi keluar dari rumah Ardy tanpa membawa apa apa selain baju yang melekat di badannya .


"Cepat pergi kejar mereka Ardy , sebelum kamu menyesal ." ucap mama khanza .


"Tidak usah ma , kalau dia sudah sadar telah melakukan kesalahan , dia pasti akan kembali dengan sendiri ." ucap Ardy dengan entengnya ..


"Terserah kamu , kalau kamu menyesal jangan pernah bilang apa apa kepada mama ." tegas mama khanza pergi dari hadapan Ardy .


Ardy menatap kepergian istri dan ibu mertuanya , yang pergi dengan tergesa gesa keluar dari rumahnya tanpa membawa apa apa , ia juga tidak ingin mencoba untuk menghalanginya .


Ardy masih merasa sakit hati karena memergoki Rio yang sedang merangkul bahu Tiara ,karena rasa cemburunya yang besar . Cemburu buta yang masih tertanam kuat di hati dan pikiran nya .


Vonisan dari dokter tentang dirinya yang tidak subur terulang ulang terngiang di otak dan telinganya . Membuat dirinya mencemburui semua laki laki yang mendekati istrinya . Karena Ardy merasa saat ini dirinya , tak berguna sama sekali untuk tiara . Dan lelaki lain pasti sangat istimewa bagi istrinya .


Ardy membiarkan Tiara pergi tanpa berniat menyusul atau mencari tau kemana Tiara pergi , dan bahkan dia tidak perduli walau Tiara pergi tanpa membawa uang sepeserpun darinya . Hatinya benar benar sedang keras seperti batu karena rasa cemburu buta .


Tiara dan ibunya telah sampai di rumah lamanya mereka . Karena sudah lama tidak di urus rumah nya sudah berdebu dan lapuk .

__ADS_1


"Hati hati sayang , tutup hidung kamu agar tidak terhisap debu debu itu , dan menganggu kandungan kamu ." ucap bu andini pada Tiara .


"Apa ibu yakin kita akan tinggal di sini ." ucap Tiara sambil menatap atap rumahnya yang sudah ada sebagian lapuk . Sehingga banyak sinar matahari yang bebas menerobos bebas ke dalam rumah .


Bu andini berbalik menatap Tiara dengan tatapan yang susah di artikan .


"Kenapa tidak Tiara ? Sejak kecil hingga dewasa kamu besar di rumah ini . Apa setelah kamu menikah dengan laki laki kaya . Apa kamu merasa tidak pantas lagi untuk tingal di rumah ini ." ucap bu andini sedikit tersinggung .


"Bu , bukan begitu , ibu jangan keburu salah paham . Apa tidak sebaiknya kita ngontrak saja dulu . Dan kita pelan pelan perbaiki dulu rumahnya , ini sudah banyak yang lapuk ibu , perlu kita perbaiki dulu . Tiara masih ada sedikit tabungan sebelum Tiara menikah ."ucap Tiara lembut .


"Tidak usah ngontrak , gunakan tabungan kamu untuk kelahiran anak kamu nanti , untuk kita makan sehari hari kita bisa cari masukan dari penghasilan lain sekalian buat kita merehab atap rumah kita ." ucap Bu andini .


"Iya bu ." ucap Tiara dan langsung mengambil sapu untuk bersihkan rumah .


"Biar ibu saja , kamu duduk saja , nanti kamu kecapekan ." ucap bu andini .


"tidak , ibu yang seharusnya duduk , ibu sudah tua jangan capek capek ." ucap Tiara membuat bu andini tersenyum .


Tiara masuk ke dalam kamarnya sendiri .masih tetap rapi seperti terakir kali di tinggalkan , baju bajunya juga masih tertata rapi cuma harus di cuci ulang karena kena debu .


Selesai bersih bersih Tiara pamitan untuk pergi beli makan untuk mereka berfua .


"Ibu , Tiara mau pergi beli makan dulu ya ." ucap Tiara pada ibunya .


" kamu beneran mau beli makanan ." tanya bu andini dengan tatapan menyelidik .


" ya ibu . Memang ibu curiga apa dengan Tiara ." tanya Tiara sambil bercanda karena ia tau arti tatapan mata ibunya .


" jangan pernah kamu minta bantuan sama Ardy . Kita masih bisa hidup tanpa dia ." ucap bu andini dengan tegas .


"Iya ibu , Tiara keluar sebentar ya .*ucap Tiara pamit pada ibunya .

__ADS_1


"Iya , kamu hati hati . Ingat kamu lagi hamil di luar jangan makan macam macam ." pesan bu andini .


Tiara keluar dan segera pergi menuju ke taman . Ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang .


"Bisa kita bertemu ."


"......"


"Aku tunggu di taman ." tiara segera mematikan telepon nya . Tak lama kemudian datang Dimas terengah engah dengan langkah lebarnya .


"Tiara , Apa kamu baik baik saja ." tanya Dimas dengan panik .dan segera duduk di depan Tisra .


" Tidak Dim , aku tidak sedang baik baik saja . Aku butuh bantuan kamu , aku butuh pekerjaan ." ucap Tiara sambil menghela nafas berat .


"Kamu ada masalah dengan Ardy ." tanya Dimas hati hati .


Tiara mengangguk lemah sambil menatap cincin pernikahan nya yang masih melingkar di jari manisnya .


" lalu dia tidak memberimu nafkah sama sekali ." tanya Dimas


Tiara mengeleng lemah ," Ibu yang tidak mau mengambil uang dari mas Ardy sepeserpun ." ucap Tiara .


"Dan kamu serta ibu sekarang tinggal di mana ."tanya Dimas .


" Kita tingal di rumah lama kami ."jawab Tiara .


Dimas menarik nafas dalam sambil memejamkan mata nya . Ia sangat prihatin lihat keadaan Tiara sekarang ,ia kepalan tangan nya .


"Ardy benar benar sangat keterlaluan ." ucap Dimas .


"Tidak Dim ini semua hanya salah paham .Dia masih baik , cuma dia sedang emosi ." sahut Tiara membela Ardy .

__ADS_1


__ADS_2