
"Maaf bu Nagita , saya tidak punya maksud apa apa , tadi pak Ardy di tengah jalan di keroyok orang , jadi kita bisa berangkat bersama ." ucap mutiara sedikit takut sambil melirik Ardy , di mana Ardy malah tersenyum padanya . Menambah lari jantung mutiara bertambah kencang . Karena Ardy luka ingin menyelamatkan dirinya . Tapi dirinya juga tidak berani jujur pada Nagita .
"Apa ? Ardy di keroyok orang di tengah jalan . Ya ampun sayang . Kamu tidak apa apa ." Nagita terkejut sambil mendorong mutiara untuk memisahkannya dari Ardy . Tapi usaha Nagita sia sia karena Ardy semakin erat merangkul bahu mutiara .
"Sayang , siapa yang melakukan ini , kenapa kamu sampai babak belur seperti ini ."ucap Nagita sambil memegang luka di wajah Ardy juga pelipis nya , tapi Ardy tak bereaksi apa apa ." mutiara semakin menunduk kan wajahnya di depan Nagita .
Kurang ajarnya lagi .Ardy terang terangan meraih dagu mutiara membuat mutiara melotot seketika . Menatapnya dengan tajam memberi isyarat pada Ardy agar tidak melakukan hal gila di depan Nagita pacarnya sendiri .
"Kamu tidak perlu menunduk hormat kepada dia . Yang perlu kamu hormati di kantor ini cuma saya dan dirimu sendiri .bukan orang lain , mengerti ." ucap Ardy dengan tegas masih dalam posisi yang sama jari masih di dagu mutiara .
Jangan tanya bagaimana degup jantung mutiara , yang bisa merasakan setiap hembusan nafas Ardy yang menerpa wajah cantiknya . Wajah mereka begitu dekat , hanya , hanya dua inci di depan wajah mutiara . Wajah mutiara sudah berubah merah merona , karena di perlakukan seperti itu oleh Ardy.
Ardy tersenyum melihat mutiara seperti kehabisan kata kata .seketika kaku diam di tempat .
"Ahh kenapa wajahmu jadi bersemu begini . Seperti tomat , ahh mengemaskan sekali sekretaris cupuku ini , ehh mantan cupu , sekarang bidadari cantik ." batin Ardy terkekeh sendiri melihat wajah shock mutiara .
"Apa apa'an kalian ini , Ardy ! Lepaskan ."teriak Nagita yang hendak menyerang mutiara . Tapi tangan Ardy segera meraih mutiara kedalam dadanya , agar tidak dapat di sentuh oleh Nagita . membuat posisi mereka seperti berpelukan .
"menjauh kamu dari Tiara ." bentak Ardy ,membuat Nagita meradang dan cemburu .
"Lebih baik bapak lepaskan saya ,biar saya bisa pergi ke ruang kerja saya ."ucap mutiara pada Ardy . Ia tidak ingin melanjutkan keributan bersama Nagita .
"Sini sayang , biar aku yang papah kamu masuk ke dalam ."ucap Nagita dengan mendorong tubuh mutiara dengan kasar . Agar menjauh dari tubuh Ardy .
__ADS_1
"Jangan kasar dengan dia ."bentak Ardy membuat hati Nagita meringis sakit . Telah di bentak Ardy dua kali demi membela wanita lain.
"Saya tidak apa apa pak , saya masuk dulu ." pamit mutiara dengan cepat pergi meninggalkan mereka berdua .
Nagita segera memapah Ardy masuk ke dalam ruangan kerja Ardy .
"kamu sendirian dulu di sini , ya sayang , aku keluar sebentar ."ucap Nagita segera pergi tanpa menunggu jawaban dari Ardy . Ardy tak bereaksi Ardy malah bersyukur ulat bulu itu , akhirnya pergi dari ruangan nya .
Ardy berdiri pergi mengambil kotak P3k dan membawanya pergi dan masuk ke ruangan kerja Mutiara .
"Obati saya sebentar ." ucap Ardy sambil melepas jasnya dan berbaring di sofa kecil ruangan mutiara .
"Tapi , bukankah tadi ada bu Nagita , dia tau nanti bagaimana ." tanya Mutiara yang terkejut dengan kedatangan Ardy ke ruangan nya .
Mutiara mendekati Ardy dan jongkok di samping Ardy . Mutiara menuang alkohol di kapas dan mulai membersihkan luka di wajah dan pelipis Ardi .dengan pelan dan lembut .
"isttt ." desis Ardy sesekali saat lukanya terkena alkohol . Kadang tangan Ardy menahan tangan mutiara .
"Kalau mau sembuh sabar tahan sebentar . Lihat wajah bapak sudah seoerti kue talam ubi unggu ." ucap mutiara .
"Siapa yang bikin saya begini ,kamu masih berani meledek saya ." ucap Ardy sambil menarik tangan mutiara .
Rani.yang sedang lewat menghentikan langkahnya dan mengintip apa yang terjadi di dalam ruangan Mutiara . Melihat posisi mereka berdua , Rani tanpa berpikir langsung menuduh .
__ADS_1
"Kegatelan banget sih , Tiara jadi orang kebangetan ." cibir Rani dan memanggil teman teman nya yang juga sedang lewat .
"ehh sini ." panggil Rani lirih , sambil melambaikan tangan .ia ingin mengompori teman teman mereka .
"Ada apa ." tanya salah satu teman nya .
" Lihat tuh Tiara , dia pasti sedang ngerayu pak.Ardy ."ucap Rani sambil menunjuk ke dalam ruangan Mutiara . Teman mereka mengintip dari celah pintu seperti yang di lakukan Rani tadi.
"Ah ngak mungkinlah Tiara yang merayu pak Ardy . Inikan ruangan kerja Tiara , yang ada pak Ardy yang ngerayu Tiara . Kalau Tiara yang ngerayu pak Ardy , pasti Tiara masuk ke ruangan pak Ardy ." tolak teman Rani .
"Tapi kan pak Ardy sudah punya pacar lo . Pacar pak Ardy itu Bu Nagita . Kalian itu sadar tidak sih ." ucap rani lirih .
"Ah ngak aku dukung Tiara sama pak Ardy , Tiara itu baik orang nya , cantik dan pintar . Bu Nagita ,gimana orangnya kalian tau sendiri kan , Bu Nagita selalu ajari pak Ardy jadi Bos egois , dikit dikit main pecat , padahal kesalahan cuma sepele , numpahin kopi .." jawab teman Rani . Yang di angguki oleh teman nya yang lain .
"Kayak nya Tiara berbakat jadi pelakor ya . Kalian pernah dengarkan dia ngomong sendiri .kalau sering di tuduh oleh orang orang jadi pelakor . Ya memang jangan jangan dia benar , pelakor . Tapi dia nya aja yang bilang sama kita kalau di tuduh ," ungkit Rani membongkar masa lalu mutiara .
"Ya ingat , tapi ya sudahlah tidak mau ikut campur urusan CEO perusahaan . Kalian tau sendirikan akibatnya kalau sampai ketahuan oleh pak Ardy , kita ngomongin mereka di belakang .yang ada kita bisa di tendang dari perusahaan ini ." teman rani yang lain .bergidik kalau ingat itu terjadi pada dirinya .
" Benar , lagian pak Ardy sendiri yang terang terangan bilang cinta sama tiara , bahkan pak Ardy terang terangan minta sama Tiara agar mau jadi istrinya , di depan kita semua . Itu artinya pak Ardy benar benar mencintai Tiara ." ucap teman yang lain nya .
" Iya , lagian pas pak Ardy susah , perusahaan mau bangkrut , Bu Nagita kemana . Seharusnya kalau bu Nagita benar benar cinta sama pak Ardy . Bu Nagita tidak boleh tinggalin pak Ardy begitu saja , di saat pak Ardy kesusahan ." tambah teman yang lain nya .
"Iya , aku malah berpikir Bu Nagita itu cuma mengincar harta pak Ardy saja . Iya ngak sih ." tanya teman yang lain nya .
__ADS_1
"Nah iya tu , aku sependapat dengan mu . Awal awal aku juga tidak respeck Tiara dekat dekat dengan pak Ardy . Tapi setelah di lihat lihat , sebenarnya bukan Tiara yang ngejar pak Ardy , tapi pak Ardy yang mengejar Tiara ." Rani bukan bisa ngompori teman teman nya tapi malah teman teman nya yang bikin dirinya kebakaran jengot .