My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 138


__ADS_3

"Iya Dim , aku percaya kok sama kamu , kau masih tetap sahabat baik aku yang dulu , Dimas yang ku kenal dulu .c jawab Tiara , ia menarik nafas lega , Dimas telah kembali seperti Dimas yang dulu .


TOK....TOK..TOK


"Tiara , sayang kamu sudah siap Nak ." panggil Bu andini dari luar pintu .yang membuat Dimas terkejut dan langsung berdiri seketika , dari tempat duduknya .


"Aku pulang sekarang ." bisik Dimas dan buru buru langsung melompat keluar dari kamar Tiara lewat jendela lagi .


"Dim ." panggil Tiara yang juga mengecilkan suaranya .Tiara meraih laci mejanya dan meraih sesuatu untuk di berikan ke pada Dimas .


"Undangan pertunangan dan pernikahan Aku ." ucap Tiara .


Dimas menerima surat undangan itu dengan tangan bergetar .ia masih tidak percaya akan menerima surat undangan dari seseorang yang pernah ia impikan untuk hidup bersamanya menjadi pendamping hidupnya . Dimas tersenyum berusaha menepis semua rasa sakit itu secepatnya , ia bahagia melihat namanya terukir indah di surat undangan itu , itu sudah cukup membuatnya benar benar bahagia . Setidaknya , Tiara masih ingat untuk menulis namanya di kartu undangan itu , walau ia terlambat memberikan nya . Dan ternyata hari ini juga undangan itu sampai ke tangan nya ."batin Dimas .


"Terimakasih ." ucap Dimas dan langsung pergi meninggalkan kamar Tiara .


Tiara segera menyembunyikan bunga dari Dimas dan pergi membukakan pintu untuk ibunya .


"Ibu , Tiara sudah siap nih ." ucap Tiara menampak kan diri nya dan tersenyum pada ibunya


"Kamu cantik sekali sayang , Ibu tidak pernah membayangkan kamu akan di dandani secantik ini di hari istimewa kamu , dan hari ini ibu bisa melihat kamu secantik ini , bagai seorang ratu di hari bahagiamu ini . Ibu benar benar sangat bahagia ." ucap bu andini dengan mata yang berbinar .


"Ih mama bisa aja bikin Tiara besar kepala., jadi berat nih ." ucap Tiara merona karena malu .


"Tapi yang ibu katakan benar , kamu cantik sekali ." ucap bu andini dengan cepat sambil duduk di kursi yang sempat di duduki Dimas tadi .


"Itu bunga mawar dari siapa ." tanya bu andini membuat Darah Tiara seakan membeku .


"Itu ...dari Dimas bu ." jawab Tiara yang tidak berani berbohong pada ibunya .

__ADS_1


" kenapa dia ke sini , dia tidak macam macam lagi ke kamu kan .." tanya bu andini dengan perasaan kesal dan khawatir .


"Tidak bu , tidak ada , Dimas datang hanya ingin mengucapkan selamat sama Tiara , ibu jangan marah dengan Dimas ya ,ibu ." ucap Tiara sedikit memohon pada ibunya .


CKamu suruh ibu agar tidak marah sama dia , bagaimana mungkin ibu tidak marah dengan apa yang telah dia lakukan kepada kita . Dia hampir saja melenyapkan nyawa ibu juga nyawa kamu , hanya untuk menuruti egonya sendiri." ucap bu andini dengan ketus .


"Ibu , ibu jangan jadi pendendam seperti itu . Tiara mohon , maafkan Dimas , Dimas laki laki yang baik ,Dulu dia yang selalu menolong kita ."ucap Tiara memohon belas kasihan ibunya .


"Sudah kamu tidak perlu pikirkan dia , sekarang sudah waktunya kita berangkat ke gedung .acara akan segera di mulai ." ucap bu andini meraih lengan Tiara dan menuntun nya keluar .


Tiara berjalan dengan hati hati , dan tersenyum pada para tetangganya yang menantinya di luar , ingin melihat penampilan cantik Tiara di hari pertunangan nya .


"Cantik banget ."


"Iya cantik banget ." suara suara bisik bisik dari para tetangga yang takjub dengan penampilan Tiara yang cantik di hari pertunangan nya .mereka saling berbisik satu sama lain .


Tiara masuk kedalam mobil dengan bantuan para MUA yang akan tetap menjaga kerapian penampilan Tiara hingga turun dari mobil nanti .


Mobil segera meluncur keluar dari halaman rumah Tiara menuju ke gedung yang telah di hias dengan megah .


Tak banyak undangan yang datang selain karyawan kantor Ardy dan para tetangga Tiara dan kerabat dekat dari Ardy .


Ardy telah datang lebih dulu dan duduk dengan gagah di kursi dekat dengan mamanya . Sambil menunggu kedatangan Tiara .


Tiara yang juga telah sampai di gedung mewah itu . Berjalan dengan pelan memasuki gedung .Ardy tau kalau Tiara sudah datang ia segera berdiri ingin melihat wanita yang sebentar lagi resmi di persuntingnya .


Ardy berdiri tampak gagah dengan balutan tuxedo warna hitam dan siap menanti Tiara untuk segera sampai di hadapan nya .


Tiara berjalan dengan pelan di gandeng oleh dua orang bridesmaid yang berjalan sambil tersenyum ke arah Ardy .

__ADS_1


Ardy mengulurkan tangan nya yang di sambut oleh Tiara dengan senyuman bahagia . Mereka berdua telah berdiri berdampingan di depan para tamu undangan .untuk melakukan tukar cincin .


Di luar gedung Dimas duduk dwngan santai nya ,di dalam mobilnya di tepian jalan .ia mengamati acara yang sedang berlangsung .Ia ingin memastikan semuanya baik baik saja . Ia berharap pertunangan Tiara dan pak Ardy berjalan dengan lancar .


Nagita yang datang ingin menggagalkan pertunangan Ardy dan Tiara juga datang dandan seperti tamu undangan .


"Maaf apa mbak punya undangan nya ." tanya pengawal yang berdiri di depan pintu gerbang untuk menyambut tamu undangan .


"Ini ." Nagita menyodorkan kartu undangan kopian dengan senyum manisnya .


"Ini undangan palsu mbak . Aman kan perempuan ini ." teriak pengawal pada satpam yang juga sedang berjaga di sana sambil memegang lengan Nagita . satpam segera datang untuk membantu menangkap Nagita .


"Apa apaan sih kalian ,"pekik Nagita .


"jangan main main dengan saya !, saya itu undangan nya Ardy . Jangan kurang ajar dengan saya ." bentak Nagita dengan cepat ia hentak kan tangan satpam itu dari lengan nya . Ia tidak sudi di pegang oleh satpam jaga di sana .


" Cepat pergi dari sini sebelum kami bertindak lebih kasar ." usir salah satu satpam di sana dengan tegas .


Dimas yang mendengar keributan segera mendekat ingin melihat apa yang telah terjadi .


"Ngapain kamu di sini ." ucap Dimas dengan wajah marah .


" Kamu yang ngapain di sini , saya datang karena di undang oleh mamanya Ardy ." ucap Nagita dengan percaya diri .


" Lebih baik kamu pergi saja dari sini , dari pada kamu masuk penjara karena ngelakuin hal gila di sini ." jawab Dimas sambil tertawa mengejek Nagita .


"Apa kamu bilang ?, kamu ngusir aku , kamu ngak sadar . Yang seharusnya pergi dari sini itu kamu . Ngapain kamu di sini . Sudah pak , usir manusia itu , dia di sini pasti mata matai calon pengantin .untuk membuat keributan ." Nagita berusaha mengibuli pengawal di sana .


"Apa ?, maaf banget ya Bu nagita yang terhormat , mantan dari pak Ardy ,saya di sini punya kartu undangan nya ." ucap Dimas sambil menunjuk kan kartu undangan nya di depan mata Nagita .

__ADS_1


__ADS_2