My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 210


__ADS_3

"Sini mas biar aku suapi ." ucap Tiara .


"iya sayang , terimakasih ." ucap Ardy menerima suapan dari Tiara .


Para pembantu Tiara merasa terharu melihat keromantisan dan kasih sayang kedua majikan nya itu . Mereka sangat kompak Tiara menyuapi suaminya suaminya memberi susu putrinya .ada yang diam diam mengabadikan momen itu .


"Bapak dan Ibu romantis sekali , membuat kita kangen sama orang rumah ." bisik dari sopir Ardy yang hampir berumur 40 tahun tapi belum juga menikah .sambil melihat ponsel yang baru saja ia pakai mengabadikan momen Tiara dan Ardy .


" memang di rumah ada siapa mang ." tanya Tiara sambil bercanda karena mendengar bisikan sopirnya .


"Ada kucing beranak ." ucap pengasuh Nisa , yang ikut mencandai sang sopir . membuat semua orang yang mendengarnya ikut tertawa .


"ehh nona manis jangan ngadi ngadi ,di rumah masih ada kedua orang tua saya ." ucap sang sopir membela diri .


"Nona manis mau saya pertemukan dengan mereka ." ucap sang sopir membalas candaan pengasuh Nisa , dan membuat pengasuh Nisa menunduk malu .


"Sepertinya ada yang cilok ini ." ucap mama khanza .


"bukan cilok jeng ,cilok kan yang bisa di makan ." ucap bu andini .


"hehehe iya maksud aku cin lok mbak yu . Anak muda bilang Cinta Lokasi ." ucap mama khanza mengoda sopirnya dan pengasuh Nisa .


"Tidak apa apa nak , kalau memang sudah cocok langsung halalin aja , Tiara dan Nak Ardy dulu juga karena cinlok mereka akhirnya menikah ." ucap bu andini .membuat Tiara dan Ardy saling pandang satu sama lain . Lalu sama sama tersenyum menginggat masa masa itu , awal mereka jatuh cinta .


"Cie ...senyum senyum yang ingat masa masa jatuh cinta ya Bu ." goda pembantu Tiara .


"Sudah sudah jangan goda inkita . Mang tolong foto momen kita makan bersama dari sana ya ." ucap Tiara sambil menyerahkan kamera kepada sopirnya .


Sang sopir segera menjalankan tugas dari majikan perempuan nya itu . Mengabadikan momen makan bersama mereka . Sopir tidak mau ketinggalan momen ini . Ia minta tolong pada penjual di samping nya untuk memgambil foto mereka biar dirinya ada di dalam keluarga itu .


Sang sopir mengambil tempat duduk dekat oengasuh Nisa , membuat semuanya tertawa lihat cara pendekatan mereka .Nisa ikut ikutan tertawa dan melambai lambaikan tangan nya , kearah kamera seakan dia tau bahwa hari itu adalah momen bahagia antara mereka sekeluarga .


Usia Nisa sudah menginjak satu tahun Ardy dan Tiara pergi ke supermarket untuk beli bahan bahan yang akan di masak buat ulang tahun Nisa . Nisa berada dalam gendongan Ardy .Tatapan mata Tiara menangkap bayangan putri .

__ADS_1


" hei kalian di sini sedang apa ." tanya Tiara pada putri dan Dimas dengan Ramah .


"Eh mbak Tiara sama mar Ardy , princees juga ikut . Ini mbak mau susu hamil. Mbak sendiri cari apa " ucap Putri membalik kan badan nya menghadap Tiara .


"Oh ini minggu depan ulang tahun Nisa . Beli bahan bahan untuk merayakan ulang tahun Nisa ." ucap Tiara .


"Sayang , kamu bawakan kartu undangan nya untuk mereka , kasihkan saja mumpung kita jumpa di sini ." ucap Ardy mendekat ke pada tiara .Tiba tiba Nisa menunduk dan mengulurkan tangan nya menyentuh perut putri .


"ehh princees suka sekali pegang perut tante .ngak sabar ya bertemu sama adek ." ucap putri sambil mengelus kepala Nisa .


"Pak Ardy masih ingat dengan perbincangan kita dulu ." ucap Dimas senyum mengejek .


"Mana ada Benang merah di sini , anak mu aja belum lahir ." jawab Dimas .


"Kalian bicara apa ." tanya putri dan Tiara bersamaan .


"Tidak ada ." jawab Ardy dan Dimas bersamaan .


"Iya mbak insyaallah kami akan datang ," ucap Putri sambil menerima kartu undangan dari tangan Tiara sambil tersenyum .


"Ya udah kami pamit dulu ya , swjak tadi Nisa rewel saja ." ucap Tiara pada Dimas dan putri .


"Iya silahkan mbak ," ucap Putri , Ardy dan Tiara peegi meninggalkan putri dan Dimas di dalam supermarket .


"yuk sayang , katanya mau beli susu hamil kok malah bengong , lihatin mereka " ucap Dimas pada istrinya . Yang masih diam menatap kepergian Tiara .


"Mbak Tiara tetap tetap cantik ya mas , walau sudah punya anak satu ." ucap Putri . Yang mengagumi kecantikan Tiara .


Dimas tidak merespon ucapan Putri . Ia malah sibuk fokus mencari letak susu hamil yang biasa di beli putri .


"Masss dengar tidak aku ngomong ." tanya putri dengan bete .


"Dengar kok ." jawab Dimas .

__ADS_1


"Terus kenapa tidak di jawab ." tanya putri .


"ya karena itu bukan pertanyaan ."ucap Dimas .


"ihh mas gitu banget ." ucap putri sambil mencubit lengan Dimas .


"auww sakit dek . Kamu ini ya . Cepat cari sususnya dulu , sepertinya letak tatanan nya sudah berubah ."ucap Dimas sambil mengusap lengan nya yang di cubit oleh putri .


putri menatap ke kanan dan kiri baru ia sadar ucapan Suaminya benar .tempat susu hamil yang biasa ia beli telah berubah . Setelah mendapat kan apa yang mereka cari mereka segera pulang ke rumah .


...----------------...


Hari ulang tahun Nisa pun tiba Dimas telah siap siap di ruang tamu sambil menunggu putri ia mengecek pekerjaan nya .


Sementara putri di kamarnya masih memakai kimono mandi . Ia bercermin mematut dirinya dari samping kanan dan kiri . Hingga Dimas masuk ke kamar .


"Dek kok kamu masih pakai kimono . Kamu jadi pergi ke ulang tahun Nisa tidak ." tanya Dimas heran kepada Istrinya yang akhir akhir ini sangat tidak percaya diri .


"aku tidak usah ikut saja ya sayang ." ucap Putri putus asa .


" loh kenapa ." tanya Dimas mengerutkan keningnya .


"Aku tidak pede untuk datang ke sana ." ucap putri kembali menatap dirinya di cermin .


"Ngak 0ede kenapa ." tanya Dimas heran dengan sifat istrinya yang akhir akhir ini sangat ensecure , padahal dulu dia orang yang sangat percaya diri .


"Aku malu sama mbak Tiara ." jawab Putri .


"Malu kenapa ." tanya Dimas lagi .


"Aku malu sama Mbak Tiara , Dia tetap cantik dan langsing walau sudah melahirkan satu anak . Sedang kan aku badan aku tambah melar tidak lagi cantik seperti dulu lagi , juga tidak langsing seperti dulu lagi ."jawab putri . Sambil menatap badan nya dari samping kanan dan samping kiri .


"ya ampun sayang . Di mana mana wanita hamil.pasti badan nya melar , kalau tetap.langsing itu baru aneh . Karena di dalam perut wanita hamil ada baby nya sayang ." ucap Dimas yang memberikan pengertian kepada putri agar tidak terus minder dengan keadaan nya sekarang .

__ADS_1


__ADS_2