My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 161


__ADS_3

Di berita internet yang terupdate hari itu ternyata sahabat , rekan kerja Ardy sendiri . Rekan kerja Ardy itu juga sering datang bermain ke kantir Ardy juga .


Ardy baru paham dan mengangguk anggukan kepala , kenapa berita pagi ini sangat heboh dan tersebar begitu cepat di kantor nya . Karena karyawan nya juga kenal dan sering melihat mereka wira wiri di kantor nya .


Ardy kembali menutup berita internet di laptopnya . Ia melihat rekan keejanya itu telah melayangkan surat gugatan cerai pada istrinya ke pengadilan .


Jam makan siang telah tiba . Ponsel Ardy bergetar tanda pesan masuk dari Tiara " Sayang dah waktunya makan siang jangan lupa makan ya , ini aku juga lagi makan siang . Satu jam lagi aku sudah pulang . 🥰🥰🥰🥰🥰 ." isi pesan dari Tiara .


Ardy tersenyum membaca isi pesan Tiara Ardy juga membalas pesan Tiara . " Iya sayang ini mas juga lagi makan bekal buatan istri aku yang paling cantik , jangan cemburu ya enak lo masakan istriku ." Ardy ingin mengembalikan kekesalan hati istrinya atas sikap nya semalam


"O , iya sayang nanti kalau sudah jam pulang kabari mas ya , nanti mas yang akan jemput, jangan pulang sendiri ."ucap Ardy mengingatkan kembali .


"Siap pak Bos 😘😘😘 ." balas Tiara . Ardy tersenyum bahagia . Akhirnya keduanya sibuk larut dengan kegiatan masing masing hingga jam kuliah Tiara tiba . sesuai pesan Ardy Tiara mengabari suaminya itu untuk di jemput .


"Mas aku sudah selesai kuliahnya ,mas bisa jemput apa tidak . Kalau bisa jemput Tiara tunggu di deoan kampus kalau tidak bisa jemput , tidak apa apa biar aku pulang sendiri naik taxsi atau suruh jemput sopir saja ." isi pesan Tiara satu jam kemudian .


"jangan , jangan mas sendiri yang akan jemput kamu sekarang . Jangan pulang sendiri an ." isi pesan Ardy untuk Tiara.


"Iyabsayang jangan ngebut ngebut ya . Yang penting selamat sampai tujuan ." pesan Tiara .


"Iya sayang ." setelah membalas pesan Tiara ,Ardy segera ambil kontak mobilnya dan pergi keluar ruangan nya segera menuju ke mobilnya untuk menjemput Tiara . Ardy telah membatalkan beberapa pertemuan hari ini hanya untuk mengantar dan menjemput Tiara pergi dan pulang kuliah . Ia ingin ikut terlibat dalam kebahagiaan Tiara yang ingin sekali keliah di hari oertama nya .


Karena bertepatan jam pulang sekolah , perjalan Ardy sedikit mancet karena Ardy tidak bisa ngebut sesuai pesan Tiara , hingga Ardy sampai di kampus sedikit terlambat .


Ardy akhirnya sampai juga di kampus Tiara . Tiara sedang duduk serius di kursi kampus sambil membaca buku seorang diri .


Saat Ardy akan turun dari mobil dan akan mengajak Tiara pulang , tiba tiba ia Ardy melihat dari arah lain berjalan seorang pemuda berjalan mendekati dan menyapa Tiara .

__ADS_1


"Hai , kamu kan yang tadi satu kelas denganku kan ." tanya pemuda itu sambil duduk di samping Tiara .


"eemmh sepertinya iya , karena saya juga belum hafal dengan teman sama sama satu kelas ." ucap Tiara dengan senyum seramah mungkin .


"Kenalkan nama saya Rio Ramdani kamu pasti mutiara senja kan ." tebak pemuda itu .


Ardy yang sudah hampir sampai ke pada Tiara ia memperlambat langkahnya ia tidak ingin menganggu percakapanmereka .


"Kamu kok tau." tanyaTiara sambil tertawa .


"Itu , Di buku kamu ada tulisan nama kamu ." ucap Rio yang ikut tertawa juga .


"Oh jawab Tiara lega , Tiara takut pemuda itu memata matainya . karena ia sudah trauma dengan namanya mata mata .


"Kamu mau pulang sama siapa . Kok sampai sekarang masih di sini ." tanya Rio kembali .


"Oh sudah punya suami to ." ucap Rio dengan expresi yang susah Tiara artikan .


"Ia dia lagi di jalan katanya , mau segera sampai untuk jemput saya ." jawab Tiara tersenyum .


"sayang sekali ." ucap Rio sambil berdiri dan menyaklung jas punggungnya kembali .


"Apa maksudnya ." tanya Tiara pada Rio tidak mengerti .


"Sayang maaf aku terlambat jemput ." ucap Ardy yang tau maksud ucapan Rio , dan ia tak ingin beri Rio waktu untuk banyak bicara dengan Tiara lagi .


"Saya cabut dulu ya ." ucap Rio sambil tersenyum dan segera pergi dari hadapan Tiara , atau meninggalkan mereka berdua . Padahal Rio tau ada Ardy tapi Rio mengacuhkan nya begitu saja .

__ADS_1


Ardy dan Tiara hanya menatap kepergian Rio , walau Ardy tau Rio punya ketertarikan pada Tiara . Tapi Ardy berusaha untuk menepis itu semua , ia percaya Tiara tidak akan bermain api di belakangnya . Karena Tiara sangat mencintai nya dan begitu juga dirinya yang juga sangat mencintai Tiara .


" Mas , sibuk kan sebenarnya ." tanya Tiara , sambil menyangklong tas slempangnya. Dan berdiri menghandap Ardy .


"Bukan sayang , cuman sekarang kan jam anak sekolah pulang , jadi jalanan mancet ." ucap Ardy sambil memungut buku Tiara yang masih tertinggal di kursi .


"Udah yuk mas , kita pulang , sudah capek banget ." ucap Tiara manja di lengan Ardy .


"ya udah yuk ." ucap Ardy sambil mengacak rambut Tiara . Dan menggandeng tangan nya Tiara masuk ke dalam mobil .


"Bagaimana kuliah hari pertamanya ," tanya Ardy . Sambil menyetir mobil .


"Lumayan mas , tapi Tiara sedikit kaku , ya mungkin sudah lama juga ya , tidak jadi siswa y." jawab Tiara ,Ardy mencebik mendengar jawaban Tiara .


"Kamu juga sih yang ngotot kamu mau kuliah , padahal aku sudah suruh kamu diam di rumah , nungguin mas pulang dari kerja , mas juga akan lebih senang ." ejek Ardy .


"Oh ini cerita nya , mas Ardy ngak suka aku kuliah ." ucap Tiara dengan muka masam.


"Bukan tidak suka sayang , Mas cuma kasihan kamu capek capek untuk mikirin pelajaran lagi sayang ,padahal mas sudah terima kamu apa adanya dari dulu ." jawab Ardy .


" Tapi kan ,Aku ngak mau mas di cibir sama rekan kerja kamu , punya istri hanya tamatan SMK , aku kan juga pengen punya gelar tamatan sarjana biar pantas mendampingi kamu , pantas jadi istrimu ," ucap Tiara dengan rengekkan nya .


"Kamu ngomong apa sih sayang , aku yang merasa tidak pantas untuk mu sayang .kamu masih muda dan cantik .lah mas kan sudah tua malah dah lewat umur 30 tahun . Malah mas yang takut kamu berpaling dariku ." tutur Ardy sambil menyetir mobilnya .


"Tenang saja sayang , aku tidak akan sekejam itu .kecuali kalau mas yang mulai duluan kejam pada ku , aku pasti akan bertindak ."jawab Tiara cengegesan .


"Tidak akan pernah sayang , mas sangat mencintaimu ." ucap Ardy sambil mengenggam tangan Tiara dengan erat pakai tangan kirinya . Sementara tangan kanan nya masih fokus mengemudi .

__ADS_1


Tiara tersenyum sambil menyenderkan kepalanya di bahu Ardy , ia benar benar merasa capek saat belajar di banding bekerja jadi sekretarisnya Ardy dulu . Sekolah benar benar menguras pikiran nya .


__ADS_2