My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 30


__ADS_3

Semuanya telah kuberi


Dengan kesungguhan hati


Untukmu hanya untukmu


Tak perlu kau tanya lagi


Siapa pemilik hati ini


Kau tau pasti dirimu


Tolong lihat aku


Dan Jawab pertanyaanku


Mau di bawa kemana hubungan kita


Jika kau terus menunda nunda


Dan tak pernah nyatakan cinta


Mau di bawa kemana hubungan kita


ku tak akan terus jalani


Tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku


...****************...


Ardy meraih ponselnya dan ingin menghubungi Nagita . Ia merasa butuh Nagita sebagai penguat hatinya , yang selalu menghiburnya selama ini dalam suka dan duka . Tapi lagi lagi ponsel Nagita tidak aktif , Ardy mengerang kesal , ia lupa kalau.ada mutiara di samping nya .


"Par Ardy baik baik saja ."tanya Mutiara dengan ketakutan melihat kemarahan di wajah Ardy .


"Ya , saya baik baik saja ."ucap Ardy acuh . Mutiara pun diam tak berani bertanya lagi . Ia memilih diam tidak ingin mencampuri urusan Bosnya . Karena mutiara masih ingin tetap bekerja di sana , dengan aman .


"Nagita tidak dapat di hubungi , ponselnya tidak aktif ."tiba tiba Ardy bicara tanpa Mutiara pinta bercerita .Mutiara menatap wajah Ardy .


"Bu Nagita , kok bisa , bukan nya kemarin masih ketemu dengan beliau ."ucap mutiara .Ardy menggeleng dengan lemah .


"Tapi Bu Nagitanya tidak apa apakan ."tanya Mutiara membuat Ardy malah penasaran .


"Maksud kamu ."tanya Ardy.

__ADS_1


"Ya siapa tau Bu Nagita sakit atau di jahatin orang ,"ucap mutiara asal nyeplos .


"Kamu benar benar quein tebak tebakan ."cebik Ardy dan menyuruh mutiara membereskan semua berkas berkasnya dan mengantar ke ruangan nya .


"Baik pak ."jawab mutiara yang bertindak cepat dan menuju ruangan Ardy yang di ikuti oleh Ardy dari belakang .Ardy melangkah kan kakinya tanpa semangat sama sekali .sampai di ruangan nya Ardy segera membaringkan tubuhnya di sofa .


"Kalau begitu saya pamit keluar dulu pak ." pamit Mutiara setelah menyimpan berkas berkas di atas meja Ardy .


"ehh tunggu dulu ."teriak Ardy dengan cepat .


"iya ada apa Pak ."tanya mutiara .


"Apa kamu bisa pijat ."tanya Ardy .


"pijat ." tanya mutiara dengan wajah binggung .


"iya kepala Saya rasa begitu berat , saya ingin di pijat untuk merilekskan kepala aku ."ucap Ardy .


"Maaf pak , kalau pijat bapak saya tidak bisa . Takut orang lain berpikiran yang tidak tidak , kalau saya pijat kepala bapak .biar saya cari orang yang bisa bantu bapak , seorang laki laki " ucap mutiara .


"kan biasa kamu juga pulang pergi dengan Dimas , mesra . Gantian saya minta tolong pijit saja kamu ngak mau ," cibir Ardy .


"Yah , kenapa bawa bawa Dimas pak ."tanya mutiara .


"Maaf , saya tidak bermaksud apa apa , kepalaku memang sakit , saya banyak pikiran akhir akhir ini ."jawab Ardy.


"tidak apa apa kalau begitu , saya akan cari karyawan laki laki buat pijit kepala bapak .bapak tunggu dulu di sini ."ucap mutiara segera pergi tanpa mendengar ucapan Ardy .


"ini orang ya , sifat nya aneh sekali , selalu menuruti keinginan sendiri , aku kan mau nya dia yang pijit ."guman Ardy dalam hati sambil meremas rambutnya .


Sementara di luar mutiara sedang woro woro cari siapa laki laki yang bisa memijit .


"Di sini siapa ya yang bisa pijit , khusus buat lelaki ."tanya mutiara . Seluruh karyawan laki laki Ardy yang ia temui .


"Untuk siapa mbak , saya bisa ." jawab laki laki yang baru datang .


"Benar kamu bisa , ya udah ayo cepat ikut saya ke ruangan kerja pak Ardy . Pak Ardy lagi butuh meringankan beban di kepalanya . Jadi dia butuh pijatan ."ucap mutiara .


Karyawan itupun langsung pergi menuju ke ruan kerja Ardy sesuai perintah mutiara .


"bapak perlu di pijit ."tanya karyawan laki laki yang melihat Ardy terbaring di sofa , ruanga kerjanya .


"Iya terimakasih kamu sudah mau datang ." ucap Ardy .

__ADS_1


"Maaf bisa saya mulai pak ."tanya karyawan dengan sopan yang akan memegang kepala Bos . Ia tidak bisa sembrono dan tidak sopan , sehingga ia minta ijin dulu .


"Silahkan , saya tetap baring saja ya keoala saya berat sekali ."ucap Ardy .


"silahkan pak tidak apa apa , "ucap karyawan nya setelah ambil kursi untuk dirinya duduk agar nyaman memijit keoala Ardy . Lelaki itu mulai memijitnya hingga Ardy sedikit masuk ke ambang mimpi . Pijitan yang di berikan karyawan nya sangat nyaman sekali membuat dirinya rilek .


Hingga suara pintu di buka yang mengagetkan Ardy .mutiara masuk ke dalam ruangan nya ,dan juga ikut kaget melihat Ardy tertidur di sofa .ia ingin keluar lagi karena merasa menganggu mereka .


" Oh ya ampun pak Ardy sedang tertidur , ya ampun maaf pak , saya pikir bapak sudah selesai pijit ."ucap mutiara .


"Tidak apa apa , saya dah merasa sedikit enakkan setelah di pijit . Oya ada apa kamu masuk ruangan saya ."tanya Ardy .ia tau mutiara pasti ada sesuatu yang ingin dia sampaikan .


"Begini pak setelah saya pelajari kembali hasil rapat tadi , menurut saya ada beberapa hal yang kurang cocok .jadi saya ada beberapa usul kepada bapak . Mungkin bisa jadi mutivasi atau ide untuk bapak ."ucap mutiara,


"Coba katakan , saya akan dengarkan ."ucap Ardy .mutiara menjelaskan semua idenya kepada Ardy .Ardy manggut manggut mencerna semua usul mutiara .


"sepertinya bagus juga usulmu .,"ucap Ardy .


"bagaimana menurutmu ." tanya Ardy pada karyawan laki laki nya yang masih di sampingnya, yang juga ikut mendengarkan usul mutiara .


"ide yang bagus pak , sangat cemerlang menurut saya ."ucap karyawan itu .


"Baiklah nanti sampai rumah akan saya cocok kan lagi , sesuai dengan data data dan kemampuan kita tidak , semoga ini bisa membawa perusahaan kita semakin membaik .," jawab Ardy kemudian .


"Amin ."jawab mereka bersamaan .


Jam pulang kerja sudah tiba .tapi Dimas memberi tau kalau tidak bisa menjemputnya .Mutiara berdiri di depan kamtor di tepian jalan untuk mencari angkot .


"Kamu mau pulang ."tanya Ardy yang telah berdiri di belakang Mutiara .mutiara tersentak kanget .


"eh iiya pak ."jawab mutiara gugup sambil mengelus dadanya . Karena terkejut .


"Kalau begitu pulang bareng saya saja , taxsi pesanan ku bentar lagi datang ."ucap Ardy .


"tapi pak ."mutiara belum selesai bicara taxsi pesanan Ardy telah terparkir di deoan nya .Ardy pergi membuka kan pintu taxsi untuk mutiara .mutiara melihat Ardy yang telah mempersilahkan dirinya masuk pun , tidak enak untuk menolak nya .


Mereka berdua telah masuk ke dalam taxsi , Ardy duduk di samping Mutiara .


"Pak , antar ke rumah saya dulu ya , baru antar sekretaris saya pulang ke rumahnya ." ucap Ardy .


"Siap pak ."jawab sang sopir .


Tak beberapa lama taxsi meluncur tiba tiba ..

__ADS_1


Ccciiittttt......


__ADS_2