
Ardy dengan cepat mengeledah pesan masuk di ponsel Nagita . banyak nomor nomor ponsel yang memanggil Nagita dengan sebutan sayang ,honey , baby . Ardy melihat poto profil akun akun itu semua mayoritas foto OM OM semua .
Mata Ardy melotot lebar melihat pesan dari Dimas . Ardy segera membuka pesan itu .
"Aku sedang berada di kampung arungan blok D , dengan wanita yang sangat aku cintai , dan sebentar lagi akan menjadi milik ku selama lamanya ." tulis Dimas dengan emotekon love love.
"Bagai mana dengan dirimu , apa kamu dah bisa ambil hati Ardy mu lagi . Jangan bilang aku tak memberimu kesempatan kembali dengan Ardy ."
Ardy segera mencatat alamat Tiara berada .Ardy tidak memperdulikan sms yang di tulis Dimas lain nya .
Ardy kembali mensecroll kembali pesan pesan milik Nagita , dan lagi lagi Ardy terbelalak menemukan pesan dari Rani . Ternyata benar selama ini Rani menjadi mata mata Nagita selama ini .
Puas menemukan apa yang ia cari Ardy segera mengembalikan ponsel Nagita ke dalam tasnya dan kembali membuka kunci pintu ruangan nya , agar Nagita kembali nanti bisa langsung masuk dan curiga .
Sementara Nagita geram dengan kang ujang yang menghalang halangi nya untuk masuk ke mobil Ardy untuk mencari sesuatu . Kang ujang lakukan itu juga karena pesan dari Ardy , agar memperlambat Nagita untuk kembali ke ruangan nya .
"Eh tua bangka , cepat minggir dan berikan kunci mobilnya padaku , aku ingin cari sesuatu yang di tinggalkan Ardy di dalam mobil ." teriak Nagita .
"Loh ibu mau cari apa sih . Kan ibu tidak pernah naiki mobil ini ." tanya kang ujang yang enggan memberikan kunci mobil Ardy kepada Nagita .
Nagita langsung merampas kunci mobil dengan kasar dan mendorong kang ujang ke samping .
"eh ibu , ibu mau ngapain , nanti saya di marahi sama pak Ardy lo buk ." teriak kang ujang . Yang membuat Nagita naik pitam .
"Biarin , kamu di pecat sekalian , karena kamu tidak punya sopan santun sama pacar Bos kamu ." ketus Nagita dengan amarah .
"Bunga , ini bunga untuk aku ." tanya Nagita yang menemukan buket bunga di jok belakang mobil Ardy .Nagita mengambil bunga itu dan langsung lari kembali masuk ke dalam kantor Ardy .
Nagita sudah tidak sabar ingin menemui Ardy lagi . yang ia rasa Ardy begitu romantis kepada dirinya .
"Sayang , jadi kamu siapain bunga untuk aku ." tanya Nagita yang terkagum kagum dengan bunga pemberian Ardy . Dia tau harga bunga itu sangat fantastis.
__ADS_1
"Iya kamu suka ." jawab Ardy yang duduk di sofa ruang tengah sambil memangku laptop nya , dan mengerjakan pekerjaan nya .
"Suka banget sayang." ucap Nagita dan pergi ke meja kerja Ardy mengambil ponselnya . Ia berselfi dengan bunga pemberian Ardy untuk ia abadikan dan ia unggah di sosmed nya .
"Besok kita jalan jalan kamu mau ." tanya Ardy , membuat Nagita bagai kejatuhan kebahagiaan bertubi tubi untuknya .
"Mau sayang , mau banget ." ucap Nagita dengan cepat . Membuat Ardy terswnyum muak pada Nagita .
...----------------...
Dimas terbangun dengan wajah segarnya , sudah dua hari mereka tinggal di rumah itu , tempat yang tidak di kenal sama sekali oleh Tiara dan ibunya .
"Tiara mana tante ." tanya Dimas pada bu andini yang baru membereskan bungkus makanan untuk sarapan nya dengan Tiara .
"Tiara sepertinya , ada di halaman depan tadi ." jawab bu andini sambil menatap Dimas .
Dimas segera menyusul Tiara ke halaman depan . Ia sudah tidak sabar ingin melihat gadis pujaan hatinya , saat bangun tidur .
Tiara menatap kosong ke tempat sekeliling nya . Hanya ada pepohonan yang menjulang tinggi dan rerumputan yang tertata rapi , rumah yang ia tempati juga tiada punya tetangga sama sekali . Untuk pergi menyusuri jalanan yang di depan matanya saja , Tiara merasa kerdil bila ingat , dengan ancaman ancaman para preman preman itu .
"Tiara ." panggil Dimas .
"Mas Ardy ." pekik Tiara langsung memeluk tubuh Dimas dengan erat . Membuat hati Dimas hancur seketika .ternyata nama Ardy telah terpatri di dalam pikiran dan hati Tiara .
"Mas Ardy ,Tiara takut di sini . Tiara mau pulang ." lirih Tiara yang masih memeluk tubuh Dimas dengan erat .
Dimas merasakan hawa panas dari tubuh Tiara . Dimas meletak kan tangan nya di kening Tiara .
"panas , Tiara kamu sakit , "tanya Dimas dengan panik ,ternyata Tiara sudah pingsan dalam dekapan nya . Dimas segera membopong Tiara masuk ke dalam rumah .
"Tiara , kamu kenapa nak ."tanya bu andini cemas melihat Tiara lemas dalam gendongan Dimas .
__ADS_1
"Sepertinya tiara sakit tante ." ucap Dimas dan membaringkan tubuh Tiara di tempat tidurnya .
"Bagai mana ini , kemana kita harus beli obat ." tanya bu andini panik .
"Tante tidak usah khawatir , Dimas akan panggil dokter kemari ." ucap Dimas .
"Tapi nak ,bagaimana dengan preman preman itu ." tanya Bu andini .
"Tante tidak usah takut , aku akan bicara dengan mereka baik baik . Kita selalu menuruti ucapan mereka ,mereka pasti juga mau menolong kita .tante tenang di sini dulu jaga Tiara ya , biar aku pergi temui preman preman itu." ucap Dimas sambil menyambar kunci mobilnya dan pergi meninggalkan bu andini dan Tiara .
"Dimas keluar dulu tante ." ucap Dimas yang akan pergi menjemput dokter yang tugas di kampung itu
Tak lama kemudian Dimas telah kembali dengan membawa dokter untuk Tiara . Dokter itu langsung memeriksa keadaan Tiara .
"Bagaimana dok ." tanya Dimas .
"Tidak apa apa , hanya demam biasa , mungkin dia capek atau banyak pikiran . Ini saya kasih obat penurun panas , sebentar lagi juga sembuh ." ucap dokter
"Terimakasih banyak Dok ." ucap bu andini .
"Sama sama bu , kalau begitu saya permisi dulu ." ucap sang dokter .
"Mari dok , saya antar kembali ." ucap Dimas .
"Tante saya antar pak dokter pulang dulu ." ucap Dimas yang di angguki oleh Bu andini .
Dimas mengantar dokter sampai ke rumahnya . Tanpa sengaja di rumah Dokter Dimas bertemu dengan putri yang menyapanya .
"Loh , mas Dim kamu kok di sini." tanya putri yang berpenampilan seperti anak kuliahan . Jas almamater yang dia kenakan dari sebuah universitas terkenal di kota kelahiran nya . Membuat Dimas menautkan kedua alisnya .
"Aku sedang ada urusan di sini ."ucap Dimas cuek . Dan pergi meninggalkan rumah dokter .
__ADS_1
Dimas menghentikan mobilnya . Ia turun dan berjalan ke atas jembatan yang air sungainya sangat jernih .Dimas menatap.air sungai itu
"Tiara , apakah aku sudah tidak berarti di mata kamu . Tidak ada kah sedikitpun cinta di hatimu untuk ku , Tiara ." ucap Dimas sambil mengusap.rambut di kepala dengan kasar dan mata yang sudah berembun .