
Mutiara menarik nafasnya dalam dalam , dan menatap Dimas sebentar .
"Dia tanya pada ku , dari mana kamu dapat uang sewa mobil , buat antar jemput aku ."..
"ccttts......" Dimas mengerem mobilnya mendadak mendengar ucapan mutiara , padahal tadi ia menyetir mobil dengan santai . Untung jalanan sepi , belakang tidak ada kendaraan yang lain . Mutiara memegangi dadanya , dia mengalami shock jantung .
"Hati hati Dimas , kamu ingin aku mati , kamu tidak kasihan pada ibuku sebatang kara ." pekik mutiara yang masih di kuasai emosi karena bu dwi .
"Iya maaf maaf . Aku tidak sengaja menginjak rem . "ucap Dimas dengan gugup .
"kamu tersinggung atau terkejut dengan ucapan aku tadi . ? Sama , aku juga terkejut dapat pertanyaan itu dari bu dwi . Memangnya kamu dapat uang dari mana ." mutiara akhirnya terpaksa tanya juga asal usul uang Dimas . Sambil menatap ke arah Dimas dengan serius .
Dimas merasakan bulir bulir keringat mulai keluar di keningnya . Dimas menghapusnya pelan agar tidak memancing kecurigaan pada mutiara , bila dirinya sedang gugup .
"jawab dong , kamu dapat uang dari mana ."tanya mutiara mendesak Dimas agar menjawabnya . Ia juga ingin tau jawaban Dari Dimas .
Dimas menarik nafas dan menghembuskan pelan ia tak ingin mutiara semakin bete dan tertekan . Dimas merangkai kata kata yang tidak akan menyinggung perasaan mutiara . Dan cukup sekali ini mutiara bertanya .
"Bilangin ke tetangga kamu .jadi orang tidak usah kepo .urusi hidup aku . Kalau ingin tau dari mana mana aku dapat uang , suruh dia ngikuti aku tiap hari . Kemana aku pergi , aku dah dewasa . Aku dah bisa ngatur hidup aku sendiri ." Dimas menatap mutiara yang diam menatap lurus ke depan .
__ADS_1
"kamu jangan banyak pikiran . Aku punya bisnis kecil kecilan dengan teman aku yang punya mobil ini . Dan mobil ini aku ngak sewa , aku cuma pinjam , Aku cukup butuh modal ganti bensin aja . Kalau soal bensin aku masih bisa beli , karena aku ada pemasukan dari bisnis itu . Sehingga aku juga berani keluar dari kantor pak Ardy ."ucap Dimas panjang lebar menjelaskan pada mutiara .
Mutiara mengangguk tanda paham dengan cerita dimas . Dimas juga bisa bernafas lega . Walau hidup nya penuh dengan kebohongan . Bohong pada mamanya demi mutiara . Bohong pada mutiara agar bisa tetap bersama .
"oh jadi selama ini kamu punya bisnis . Bisnis apa kenapa tidak pernah cerita padaku ." tanya mutiara . Nafas yang telah Dimas buang dengan lega kini ia tarik kembali .Dimas jadi mati kutu .
"Mati aku , Aku harus jawab apa ,tidak mungkin kan aku bilang ke Tiara kalau aku , anak seorang pembisnis yang ternama . Dan dapat uang dari warisan . Tidak , tidak mungkin . Selama ini aku selalu bohong padanya , agar tetap bersama dengan nya ."gumam Dimas dalam hati , yang tidak tau harus beri jawaban apa .
"oh aku punya ide yang cemerlang ." gumam Dimas lagi . Iya mengunakan anak cabang perusahaan mamanya .
"begini , aku dan teman teman ngumpulin uang hasil kerja keras kita selama ini , terus kita investasikan ke sebuah perusahaan .perusahaan pembuatan makanan ringan . Kita tidak perlu kerja . Kita cukup terima hasilnya saja ."ucap Dimas . Bila mutiara ingin lihat buktinya , Dimas tak perlu capek capek cari alasan . Cukup ajak mutiara pergi ke perusahaan mamanya . Yang akan ia pimpin setelah lulus kuliah nanti .
" wah kalian hebat ya . Punya ide cemerlang , masih muda sudah bisa meniti karer untuk masa depan . Kehidupan yang akan datang .Aku do'skan semoga sukses selalu ."ucap mutiara sambil mengangkat tangan nya beri Dimas semangat dan dorongan . Dimaspun ikut tertawa dengan lega .
" Iya sih , jujur saja . Sejak dengar ucapan bu dwi, yang bilang aku pilih pilih teman dan manfaati orang . Terus terang hatiku kesal ." gerutu mutiara .
"Ya sudah , sekarang ngak usah kesal kesal lagi . Kan Aku dah jelasin semuanya ke kamu , darimana aku mendapatkan uang . Yang selama ini aku tutup tutupi dari kamu . Ya karena aku belum yakin usahaku sama teman teman aku bisa sukses . Karena baru mulai ikut investasi kamu pasti tau kan , banyak investasi bodong . Nanti terlanjur koar koar kepada orang lain ternyata zonk kan malu ."jelas Dimas agar mutiara tetap tenang , dan percaya padanya . Sambil tersenyum cengegesan .
"Orang lain . Aku juga masih di anggap orang lain ."batin mutiara yang serasa menelan pil pahit . Mendengar ucapan Dimas .
__ADS_1
"ternyata aku tidak hanya sebatas sahabat baik , tapi masih sebatas orang lain .padahal persahabatan ini sudah hampir 6 tahun .selama bersahabat sama dia , aku tidak pernah tutup tutupi apa yang ada pada diriku . Apa yang aku lakukan seperti menggali kubur sendiri . Aku yang manfaatin orang , atau orang lain yang manfaatin aku . Tanpa sepengetahuan aku , di luar sana Dimas mempunyai kehidupan yang lain . Ya Alloh salahkah persahabatan ini . Kalau salah tolong kirim seseorang untuk menyelamatkan hamba ."batin mutiara menangis .
Tak terasa mobil Dimas telah sampai di depan perusahaan Ardy .
"kamu kerjanya yang semangat ya ." ucap Dimas saat mutiara akan turun dari mobilnya . Mutiara terpaksa tersenyum .
"Kamu juga ya ."ucap Mutiara yang di angguki dan di acungi jempol oleh mutiara . Mutiara segera turun dan melambaikantangan pada Dimas .
Mutiara belum melangkahkan kakinya Dimas telah melajukan mobilnya dengan buru buru . Dia ingin segera menukar kan mobil teman nya dengan mobil mewahnya . Dimas takut mama vidio coll dan menanyakan tentang mobil , akan panjang masalahnya .
Sementara Ardy datang ke kantor lebih awal , ia menatap ke arah luar lewat jendelanya . Ia melihat wajah mendung mutiara dan sikap Dimas yang melajukan mobilnya dengan buru buru . Ardy sengaja tidak menutup pintu ruangan nya .agar tau kedatangan mutiara .
" Tiara ."panggil Ardy saat melihat mutiara lewat dengan wajah yang lesu . Seperti yang ia lihat saat dia turun dari mobil Dimas .
" Iya ada apa pak Ardy ."jawab mutiara dengan cepat , dan berdiri di depan pintu Ardy .
"Bisa tolong , buatkan saya kopi susu ."ucap Ardy yang sebenarnya hanya ingin mendengar kan suara mutiara .
"Bisa pak , tunggu sebentar , saya buatkan sekarang juga ."ucap mutiara . Ia pergi menaruh tasnya dulu dan segera menuju pantry dengan cepat .
__ADS_1
Mutiara menuang kopi bubuk ke dalam cangkir dan sedikit susu bubuk sesuai dengan takaran yang di inginkan oleh Ardy .
"Aduhhh ." pekik mutiara saat menuang air panas ke cangkir , tak sengaja mengenai ujung jarinya hingga meninggalkan bekas memerah , walau tidak parah . Mutiara segera menguyur dengan air dingin . Dan mengaduk kopi susu untuk Ardy .