My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 174


__ADS_3

Setelah bibik membuatkan teh dan menghidangkan untuk Tiara . Tiara menanyakan keberadaan kedua orang tuanya .


"Mereka berdua , sepertinya ada di ruang belakang bu ." ucap pembantunya .


"Baiklah ,terimakasih bik ." ucap Tiara


"Baiklah sama sama bu . Kalau begitu saya pergi ke toko kue dulu bu ." ucap pembantu Tiara pamitan .


"hati hati di jalan bik .""pesen Tiara .


Setelah menyeruput teh hangatnya , Tiara membawa cangkir tehnya pergi menemui kedua orang tuanya ke ruangan belakang . Ia melihat kedua orang tuanya duduk sambil ngobrol . Bu andini dan mama khanza yang melihat kedatangan Tiara pun menghentikan obrolan nya dan fokus menatap kedatangan Tiara .


Tiara yang masih merasakan pusing di kepalanya . dan badan nya yang masih begitu lemas tiba tiba matanya berkunang kunang dan BRUG....


"Tiara ...." teriak bu andini dan mama khanza bersamaan melihat Tiara jatuh pingsan dan cangkir yang dia bawa juga jatuh pecah berkeping keping .


Bu andini berlari meraih kepala Tiara ia letak kan di pangkuan nya . Mama khanza yang juga ikut jongkok melihat keadaan Tiara pun ikut panik .


" Bibik ,cepat kemari tolong kami ." teriak mama khanza memanggil pembantunya .


Para pembantu pun datang mendengar teriakan majikan tuanya , mereka terkejut melihat Majikan nya telah tergeletak kembali di lantai . Sekarang berada dalam pangkuan ibunya .


"Kenapa kalian bengong saja , cepat bereskan pecahan cangkir itu . Dan kalian tolong bawa Tiara ke kamarnya panggil pak satpam untuk membantu bopong Tiara .." ucap mama khanza yang sangat panik .


"Iya nyonya ." ucap Pembantunya pergi memanggil satpam dan tukang kebun untuk membawa Tiara ke kamarnya .

__ADS_1


"Apa ada yang terluka mbak yu , atau kena pecahan cangkir mungkin ." tanya mama khanza pada bu andini dengan khawatir .


"Tidak ada cuma punggung tangan nya yang tergores sedikit ." ucap bu andini mengangkat tangan putrinya yang sedikit berdarah .


"Baiklah biar aku telepon dokter sebentar ." ucap mama khanza , mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya dan segeta menghubungi dokter keluarganya .


Setelah menelpon dokter , mama khanza menatap pembantunya satu persatu . Di rumahnya ada lima pembantu dengan tugas masing masing . Sekarang ia hanya mendapati empat pembantu .


" Apa yang kalian lakukan . apakah menolong majikan kamu bawa cangkir saja tidak bisa , apa karena itu bukan tugas kalian , kalian bisa kerja tidak ." bentak mama khanza . Bu andini berdiri dan mengelus bahu besan nya agar tenang .


"sudah jeng jangan di perpanjang , tiara tidak apa apa kok , sudah jangan di perpanjang , Tiara hanya tergores saja ." ucap bu andini dengan lembut .


" Aku jadi geram aja lihatnya jeng , mereka banyak di sini , tapi jaga Tiara saja tidak pecus . Lalu apa gunanya mereka ada di sini ."omel mama khanza yang tidak berkesudahan .


" Sudah duduk dulu mungkin sebentar lagi dokter pasti datang , kita harus fokus dulu pada Tiara ." ucap Bu andini mengelus bahu mama khanza . Mama khanza juga luluh oleh ucapan besan nya . Ia kembali duduk di tepi kasur menatap Tiara yang terbaring lemah tak sadarkan diri .


"Bagaimana Dok , keadaan menantu saya .Dia baik baik sajakan dok ." mama khanza khawatir melebihi bu andini . Bu andini sangat tenang dan diam mendengarkan penjelasan Dari Dokter .


" mungkin ini efek dari fase hamil muda bu Tiara , dan satu lagi jangan beri bu Tiara tekanan batin dan pikiran , suruh dia istirahat yang cukup ." keterangan dokter bagai petir di siang hari untuk mama khanza dan bu andini .baru tadi pagi mendengar kesuburan Ardy bermasalah . Siang harinya mendengar kabar kalau Tiara sedang hamil muda .


"Apa dok , anak saya hamil ." ucap bu andini , dengan perasaan terharu . Sudah lama ia mengharapkan seorang cucu yang mungil dan lucu ,hadir dan tumbuh di rahim putrinya . Dan akhirnya Alloh mengabulkan do'a do'a nya , membuatnya meneteskan air mata karena terharu .


"Benar bu , usia kehamilan bu Tiara baru beberapa minggu , jadi bu Tiara harus banyak istirahat dan jangan biarkan dia banyak pikiran .kalau tidak akan berbahaya dengan kandungan nya ." jelas Dokter .


"Saya harus beri tau kabar baik ini kepada Ardy , kalau dia akan menjadi seorang Ayah ." ucap Mama khanza yang mengebu ngebu ,dan segera keluar dari kamar Tiara dengan air mata yang tak dapat ia tahan . Ia sama seperti bu andini .sudah sangat lama menunggu kehadiran cucu .ponsel mama khanza tertinggal di ruangan belakang .

__ADS_1


Wajah bu andini mendadak berubah mendengar nama Ardy di sebut . Ia jadi ragu , apa Ardy akan percaya kalau itu darah dagingnya .Ardy pasti akan semakin menuduh putrinya yang macam macam . Tapi bu andini tetap percaya kalau anak yang di kandung putrinya adalah anak dari Ardy menantunya .


Mama khanza telah menemukan ponselnya dan segera menghubungi Ardy .


"Hallo ma , ada apa ." jawab Ardy dengan suara datar dari panggilan ponsel .


"Ardy Tiara hamil , Tiara hamil nak , kamu akan jadi seorang ayah ." ucap mama khanza mengebu ngebu .beda dengan Ardy badan nya menegang bagai ada bom waktu dalam pernikahan nya .


BOOM....Dan hari itu pula bom waktu itu meledak . Jantung Ardy seperti berhenti berdetak mendengar kabar Tiara hamil .


"Bukan Ardy yang akan segera punya anak ma , tapi Tiara ," sahut Ardy dengan dingin dan datar dari sebrang telepon .


"Maksud kamu apa Ardy ." ucap mama khanza membentak , boleh anak dan menantunya ribut ,tapi bukan berarti harus mengabaikan atau mencampakkan bayi yang tak berdosa yang telah tumbuh di rahim menantunya .


"Ardy kan sudah bilang tadi pagi sama mama . Mama akan lihat sendiri kalau Tiara selingkuh , Dan omongan Ardy terbuktikan sekarang Tiara hamil di saat dokter menvonis kalau kesuburan Ardy sedang terganggu ." ucap Ardy dengan tegas .


mama khanza mendengarkan penjelasan Ardy , ia juga tidak tau harus bicara apa , ia segera mematikan sambungan telepon nya . Ia harus berpikir dengan jernih tentang masalah yang terjadi sekarang .mama khanza terduduk di kursi dengan lutut bergetar .


"Ardy mempunyai masalah dengan kesuburan nya , dan sekarang Tiara sedang hamil . Ardy bilang pernah memergoki Tiara bermesraan dengan laki laki lain ." gumam mama khanza , yang tanpa sadar air matanya membasahi.pipinya kembali .


Sementara Tiara yang mulai mengerjap kan matanya .cahaya lampu yang membuat matanya silau memaksanya untuk tetap membukanya


"kamu sudah sadar nak ." sapa bu andini . Yang masih tetap setia di samping Tiara .


"Iya bu . Memangnya apa yang terjadi dengan Tiara bu ." tanya Tiara .

__ADS_1


"Tadi kamu jatuh pingsan ."jawab bu andini , ia juga belum berani memberi tau kan pada putri semata wayangnya , tentang kehamilan nya .


__ADS_2