My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 54


__ADS_3

Bu andini salut kepada Ardy yang perduli dengan Putrinya . Dan mau antar hingga ke rumah , dengan telaten pula ia payungi mutiara .


"sekali lagi terimakasih Nak ."ucap bu andini .


"Sama sama bu ,"ucap Ardy .


"kalau begitu saya pamit pulang dulu buk ," pamit Ardy sambil menjabat dan mencium tangan bu andini .


"Iya nak hati hati di jalan ya ,"ucap bu andini mengelus punggung tangan Ardy .


"Jaketnya biar saya cuci dulu pak ."ucap mutiara dengan lirih .


Ardy hanya tersenyum sambil mengangguk . Tak lama kemudian Ardy pergi meninggalkan teras rumah mutiara dengan payungnya .


Bu andini segera membawa mutiara ke dalam rumah , dan memasak air buat mutiara mandi nanti .


"kamu kenapa sampai bisa kehujanan seperti ini Nak ."tanya bu andini kepada mutiara .sambil membantu mutiara menaruh baju basah nya ke dalam ember .


Mutiara tak menjawab hanya menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan secara berjalan .


"Aku mandi dulu bu ."ucap mutiara .


Bu andini juga hanya mengangguk . Ia tau putrinya belum siap untuk bercerita sekarang . Mutiara berjalan melenggang menuju kamar mandi . Berlahan lahan ia menguyur badan nya dengan air hangat .


Bayangan kebersamaan Dimas dan perempuan lain ,kembali muncul di benaknya . Membuat air matanya mengalir kembali .


"Bodoh.... bodoh.... bodoh kenapa aku harus punya perasaan yang bodoh seperti ini. Kenapa aku harus mencintai laki laki , yang jelas jelas hanya menganggapku sebagai seorang teman saja " ucap mutiara sambil memukul bak mandinya dengan kepalan tangan nya .


"Tiara , kamu harus bangkit kembali . Kamu tidak boleh baper lagi , dengan kebaik kan dan perhatian yang di berikan oleh Dimas . Kalian berdua hanya teman baik , sudah cukup kamu menangis ." ucap sisi hati mutiara yang lain .


mutiara menghapus air matanya hingga kering dan melanjutkan kembali mandinya . Hingga selesai ,ia keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah di gulung dengan handuk kecil .


Bu andini masih setia menunggu mutiara di depan pintu kamar mandi . Dan langsung bicara pada mutiara.


"cepat pakai bajumu dan keluar makan malam dulu , kamu belum makan kan . Ibu sudah masakin buat kamu ."ucap bu andini .

__ADS_1


"iya bu ."jawab mutiara . Seperti perintah ibunya mutiara selesai berpakaian dan mengeringkan rambutnya , ia segera keluar kamar dan menemui ibunya di meja maksn .


"ibu masak lagi ."tanya mutiara yang melihat makanan nya bukan masakan nya pagi tadi .


"iya , masakan mu tadi pagi sudah basi . Ibu lupa manasi karena cemas menunggumu tak pulang pulang . Ibu takut kamu kenapa napa ."ucap bu andini .


"maafin Tiara bu , sudah buat ibu cemas ." sesal.mutiara .


"iya tidak apa apa . Tapi apa yang telah terjadi . Kenapa kamu pulang terlambat ,dan dalam keadaan seperti ini ."tanya bu andini .


"sebenarnya .....Tiara tadi ke kampus Dimas ."ucap mutiara .


"lalu ."tanya bu andini penasaran .


" Ini salah Tiara juga bu . Tiara terlalu berharap terhadap Dimas . Tiara juga diam diam telah mencintai Dimas . Padahal Dimas memperlakukan Tiara sama seperti dia memperlakukan perempuan lain . Dia baik pada semua perempuan ."ucap mutiara .


"Maksudmu ."tanya bu andini tidak mengerti .


"Tiara melihat Dimas suap suapan dengan perempuan lain ." ucap mutiara sambil menarik nafas berat , menahan semua rasa kecewa di hatinya .


" iya bu ." ucap mutiara dengan senyum yang di paksakan .


"tapi kamu tidak boleh membenci Dimas , mau bagaimana pun Dimas telah banyak membantu kita . Dia juga tidak pernah menyakitimu kan ."ucap bu andini .


"iya bu Tiara tau . Dimas tidak pernah menyakiti Tiara . Hanya Tiara yang terlalu banyak berharap , berlebihan sama perasaan tiara sendiri ." ucap mutiara .


"ya sudah kamu teruskan dulu makan kamu . Ibu mau sholat dulu ."ucap bu andini .


"iya bu ."jawab mutiara .bu andini segera pergi menuju belakang meninggalkan mutiara seorang diri di ruang makan .Bu andini pergi ambil air wudhu .


Dalam hati kecil bu andini . Dari dulu ia berharap Dimas akan jadian dengan mutiara . Karena hanya Dimas yang baik pada mutiara selama ini . Orang satu satunya , yang ia percaya dapat menjaga mutiara .Tapi apa daya Dimas tidak memilih mutiara,. Ia juga tidak memaksa dimas untuk mencintai anaknya ."


"semoga kamu dapat suami yang bisa menjagamu kelak lahir batin . Melebihi kebaikan dan ketulusan dimas ."gumam bu andini .yang berdiri di samping pintu sambil menatap mutiara yang masih makan .


...----------------...

__ADS_1


Pagi telah tiba setelah sholat subuh Ardy menghubungi mutiara . Mutiara yang masih sembunyi di balik selimutpun mengerutu pagi pagi dah ada yang telepon .tanpa melihat siapa yang menelpon , tiara langsung menempelkan ponselnya di telinga .


"Hallo , .siapa ."tanya mutiara .


" bagaimana keadaan kamu , apa sudah membaik ."tanya Ardy.


"pak Ardy ." pekik mutiara langsung bangun dan duduk , sambil menyibak selimutnya hingga jatuh ke lantai .


" iya ini saya , saya hanya ingin memastikan . Apa kamu baik baik saja , kamu kan semalam main hujan hujanan ." ledek Ardy .


Mutiara mengusap tengkuknya , mendengar ledekan dari Ardy . Tumben tumbennya pagi pagi Ardy sudah mengajak dirinya bercanda .


" hehe , saya baik baik saja kok pak ."jawab mutiara sambil cegegesan .


"Apa kamu akan ke kantor hari ini ...kamu jangan salah paham . Saya tidak punya maksud apa apa . Saya hanya ingin memastikan kamu sakit atau tidak . kalau kamu mauke kantor , saya harus pastikan kamu harus selamat sampai kantor ." ucap Ardy panjang lebar .


"Iya pak , saya baik baik baik saja kok .dan hari ini saya juga akan ke kantor ."ucap mutiara .


"Biar saya jemput ya ."ucap Ardy .


"Apa tidak akan merepotkan bapak ."tanya mutiara .


"Tidak , kalau begitu saya siap siap dulu . Maaf menganggu kamu pagi pagi ." ucap Ardy .


"iya pak ,tidak apa apa ."jawab mutiara dan menyimpan lagi ponselnya di atas meja .


Ardy meletak kan ponselnya di atas meja .ia menatap wajahnya di cermin , tiba tiba ia tersenyum . Ia menemukan bayangan wajah mutiara semalam yang di guyur hujan . Mutiara terlihat cantik sangat cantik .


"Ah kenapa aku jadi keingat terus sama dia . Ah sudah lah aku pergi siapkan berkas berkas dulu terus kerja ."gumam Ardy pada diri sendiri .


Ardy segera membuka laptopnya untuk memeriksa pekerjaan nya sambil menunggu mamanya selesai masak . Semenjak Ardy bangkrut mama khanza lebih banyak di rumah , menunggu kepulangan putranya memberinya pelukan dukungan dan kasih sayang .


" sayang , Ardy sarapan sudah masak Nak . Cepat sarapan dulu mumpung masih hangat . "ucap mama khanza .


"iya ma ,Ardy datang ." Ardy segera bangkit dari duduknya setelah menutup laptopnya . Ia berjalan menuju meja makan sederhana .mama khanza mengambilkan nasi untuk Ardy .

__ADS_1


__ADS_2