
"Terimakasih banyak ya,sudah merepoti kamu ." ucap Tiara sambil menyeruput juice mangga . Yang terasa segar membasahi tenggorokan nya yang sudah kering sejak tadi , kini menjadi segar seketika .
"sama sama ." jawab Rio sambil tersenyum .
"Tadi penampilan kamu di atas panggung , luar biasa keren , kamu memang cocok menjadi seorang MC ." puji Tiara , hanya untuk berbasa basi saja .
Ardy yang sudah selesai dari toilet , celingak celinguk mencari keberadaan Tiara yang tidak ada di tempat di mana ia pergi meninggalkan nya tadi . Tatapan mata Ardy menangkap bayangan Tiara sedang duduk berdua dengan pemuda yang telah membuat hatinya resah kalau ketidak beradaan dirinya , pemuda itu pasti akan mendekati istrinya .
Darah Ardy berdesir mendidih seketika , Ardy cemburu , sangat cemburu tapi ia menahan itu semua .menahan emosinya agar repotasinya tidak jatuh di depan orang orang penting .
Ardy melangkahkan kakinya pelan mendekati Tiara dan Rio .
"hahaha terimakasih , penampilan kamu hari ini juga luar biasa ,cantik bak cinderella ." puji Rio untuk Tiara . Ardy yang mendengar pujian dari laki laki lain untuk istrinya jadi kepanasan . Di tambah respon Tiara yang tertawa mendengar pujian dari laki laki lain membuat Ardy makin muak dengan lakj laki yang berusaha mendekati istrinya itu .
"Dan seorang cinderella hanya pantas bersanding dengan pangeran pujaan nya saja . Bukan kah begitu sayang ." sahut Ardy yang tiba tiba sudah berdiri di antara Tiara dan Rio , sambil membungkuk Ardy meraih jemari lentik Tiara .
"Ah tentu saja sayang , dan pangeran itu adalah kamu ." ucap Tiara yang menyambung pertanyaan Ardy . Agar terlihat romantis seperti di film film favoritnya saat masih kecil dulu .
"Oh ya mas Ardy sudah selesai ke toiletnya ." tanya Tiara dengan nada serius .
" Sudah , oh ya terimakasih sudah sudi menemani istri saya ngobrol di sini . "Ucap Ardy sambil berbalik ke arah Rio
"Juga terimakasih sudah mau mengambilkan minuman segar untuk saya ." ucap Tiara sambil menunjuk kan gelasnya yang tinggal setengah .
__ADS_1
"Sama sama , kalau begitu saya pamit dulu , selamat menikmati acara selanjutnya , dan jangan lupa untuk makan ." ucap Rio sambil tersenyum dan bangkit dari duduknya untuk segera pergi meninggalkan mereka .
Ardy menarik nafas nya dengan lega melihat Rio telah pergi meninggalkan istrinya .Ardy tidak rela melihat istrinya minum minuman pemberian laki laki lain .
"Sudah jangan minum juice banyak banyak dalam keadaan perut kosong . Nanti kamu sakit perut , ayo makan dulu dan ambil minum an yang lain ." ucap Ardy .sambil menjauhkan juice darinya .
Tiara tau kalau Ardy cemburu Rio , tapi ia tak ambil pikir , tapi memang benar apa yang di katakan suaminya benar , minum juice dingin dalam keadaan perut kosong juga tidak baik untuk perut nya .
"Iya mas ." jawab Tiara dengan menurut .
"Ayo kamu mau makan apa biar mas ambilkan ."ucap Ardy pada tiara .
"Tidak usah mas , kita ambil sama sama saja biar kita habisnya sama sama ." sahut Tiara .
"Tidak usah sayang , biar mas yang ambil kamu duduk saja , nanti baju kamu ketumpahan makanan ." ucap Ardy pada Istrinya .padahal itu cuma alasan Ardy yang tidak mau kalah dari Rio yang hanya sebagai teman .sementara dirinya seorang suami masak kalah dengan kemauan istri nya yang ingin ambil makanan sendiri .
"Baiklah , kalau itu maunya mas . Asal tidak merepotkan mas Ardy . aku duduk di sini .c ucap Tiara .
"Tidak repot sayang ,tunggu sebentar mas ambilkan dulu ." Ardy segera pergi mengambilkan makanan untuk istrinya dan kembali lagi dengan piring penuh makanan .
"Ini sayang mau minuman apa ." tanya Ardy kembali
"minum sirup aja sayang ."ucap Tiara sambil menatap minuman yang terhidang di meja .
__ADS_1
"Ok sayang " jawab Ardy dan kembali pergi ambil minuman untuk Tiara . Ia harus kelihatan berguna untuk istrinya .
Setelah mengambil makanan dan minuman untuk dirinya dan istrinya . Mereka berdua segera menyantap makanan mereka dengan tenang tanpa ada gangguan .
"Kamu tadi bicara apa saja dengan Rio ." tanya Ardy sambil menyendok kan nasi ke dalam mulutnya .
"Ngak ada kok , cuma bicara basa basi mas , dan menawarkan aku minuman , sebenarnya udah aku tolak , aku ingin ambil sendiri tapi dia maksa dan kekeh tetap mau ngambilin . Ya sudah aku juga tidak enak menolak nya ." ucap Tiara .
"Oh baguslah , kamu harus hati hati pada orang orang yang baru kita kenal , karena kita tidak tau di yang sebenarnya bagaimana ." peringatan Ardy .
"Iya mas , lain kali aku akan lebih berhati hati lagi ." ucap Tiara sambil tersenyum pada suaminya .
Pesta pertunangan Dimas dan putri telah selesai , Ardy dan Tiarapun kembali ke rumah . Sampai di rumah Tiara tidak tau kalau Suami nya menyimpan rasa cemburu pada dirinya ,yang terus berbicara dan berinteraksi dengan Rio , Selama di pesta . Tiara tidak tau kalau senyuman yang dia berikan pada laki laki lain mampu membuat Ardy cemburu bukan cemburu biasa tapi cemburu buta .
"Mulai besok dan seterusnya mas yang akan mengantar jemput kamu ke kampus ." ucap Ardy saat akan merebahkan tubuhnya ke tempat tidur .
"Apa mas Ardy tidak akan repot dan kecapekan ." ucap Tiara dengan lembut .
"Lalu apa ada yang lebih pantas mengantar mu selain aku . Atau ada lelaki lain yang lebih pantas ." tanya Ardy penuh selidik ke arah Tiara . Sementara Tiara yang akhir akhir ini , perasaan nya sangat sensitif pun ikut emosi .mendengar pertanyaan Ardy .
"Ada , kamu lihat sendiri kan , banyak lelaki yang ingin antar jemput aku selain kamu ." ucap Tiara dengan nada kesal , Dari pengucapan kata 'kamu ' di akhir kalimat . Tiara yang sudah duduk di tempat tidur langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memunggungi Ardy .
Ardy kaget mendengar jawaban pedas dari Tiara .
__ADS_1
Akhir akhir ini perasaan Tiara sangat lah sensitip .kemarin ia menolak baju pilihan dari Ardy karena ia ingat akan tatapan seorang anak kecil di pasar tradisional . Anak kecil itu terus menatap nya . Entah kenapa anak kecil itu menatapnya , Tiara merasa penampilan nya atau baju yang ia pakai jelek .
Tiara pergi ke pasar tradisional karena merasa menginginkan jajanan masa kecilnya , yang hanya ada di pasar tradisional . Tiara seperti orang yang ngidam selalu ingin kan makanan itu . Tapi hal ini ia sembunyikan dari Ardy . Kalau Ardy tau oasti melarangnya dengan alasan makanan di pasar tidak higienis .