
Nagita ingin membalik kan badan nya . Akan masuk ke dalam mobil , tetapi langkah Nagita terhenti saat mendengar suara mutiara .
" Kapan pak Ardy akan bawa ibu nya bapak pindah ke rumah ini ."tanya Mutiara yang berjalan beriringan dengan Ardy menuju ke mobil .
Nagita mengurungkan niatnya untuk masuk ke mobil ,dan menguping pembicaraan mutiara dan Ardy . Dia sebunyi di balik mobinya .
" Mungkin besok ." ucap Ardy sambil mebukakan pintu mobil untuk Mutiara .
"Oh , jadi rumah ini baru saja di beli . Dan besok tante khanza baru akan pindah ke sini . Tinggal lagi di rumah ini . Ini kesempatan baik aku ." ucap nagita , buru buru masuk ke dalam mobil . Ia takut ketahuan oleh mutiara dan Ardy .
Ardy segera mengendarai mobilnya . Ia juga tidak perduli dengan mobil yang baru saja ia lewati . Nagita baru bisa bernafas dengan lega ,melihat mobil Ardy pergi . Dan Ardy tidak tau kalau selama ini dirinya tidak pernah meninggalkan indonesia .
"Saya antar kamu pulang ya ,"ucap Ardy pada mutiara .
"Untuk apa pak , tidak usah , biar aku pulang sendiri saja . Lagian jam segini masih ada angkutan ."ucap mutiara .
"Saya mau makan di rumah kamu ."ucap Ardy tanpa beban .
"Tidak usah pak , jangan ya . Aku tidak enak sama tetangga saya ."ucap mutiara .dengan wajah sedikit cemberut .
"Loh apa hubungan nya sama tetangga kamu , memang kamu sering minta bahan makanan ke dia ."ucap Ardy tanpa menyaring ucapannya .
" Bukan begitu , maksudnya bukan itu pak . Tapi itu tetangga ,ibu ibu samping rumah saya itu , suka cari masalah sama saya , dulu saya sering berangkat dan pulang kerja naik motor sama Dimas . Semenjak saya bekerja di kantor pak Ardy , dan juga sering di antar jemput pak Ardy pakai mobil , dia nuduh saya pilih pilih teman . Di tambah Dimas jarang ke rumah saya lagi ."ucap mutiara .
"oh begitu , ya sudah jangan di pikirin . Kamu tenang saja , tunggu saya di sini , kamu tidak usah ikut turun ." ucap Ardy dan memarkirkan mobilnya di sebuah kofe muscbak yang jualan kfc dan pizza yang terkenal enak dan lezat .
"Bapak mau ngapain ." tanya mutiara penasaran .
__ADS_1
"kamu di sini saja ,tunggu saya . Nanti kamu juga akan tau ."ucap Arsy dan segera turun dari mobil .Ardy melangkah cepat ke kafe itu sendirian , tanpa mengajak muyiara .
"Pak Ardy mau ngapain sih , aneh banget . Katanya mau makan masakkan aku . Kenapa ke kafe itu , itu kan jualan makanan siap saji , tinggi kalori , mau asam urat dia ." gerutu mutiara dalam hati .
Tak lama kemudian Ardy kembali dengan menenteng dua kresek belanjaan di tangan nya dan langsung masuk ke mobil .
"oh pak Ardy sudah sangat lapar ya , hingga beli makanan ini ."tanya mutiara saat melihat isi belanjaan Ardy .
" Boleh di bilang , belum ."jawab Ardy singkat .
"la ini apa , beli makanan sebanyak ini , mau buat siapa ." tanya mutiara .
"Nanti kamu juga akan tau sendiri . Ok kita pulang yuk ."ucap Ardy kemudian meluncurkan mobilnya menuju ke rumah mutiara .mutiara tidak lanjut bertanya , melihat Ardy malas mengatakan terus terang .
Ardy memarkir mobilnya di dekat teras rumah mutiara . Sambil celinguk kan cari sesuatu .
"Cari rumah tetangga kamu yang julid itu ."ucap Ardy , sambil menenteng plastik kreseknya .
"Ya ampun pak , jadi bapak beli makanan itu buat bu dwi ." ucap Mutiara sambil tepuk jidat .
"Ya iya dong . Biasanya orang yang julid julid itu kalau di kasih makanan yang enak enak pasti cepat diam . Tidak akan nganggu orang lagi ." ucap Ardy sambil menenteng kreseknya tinggi tinggi .
Mutiara menutup wajahnya dengan tangan nya , ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Ardy . yang rela mengeluarkan uang , untuk membeli makanan mahal hanya untuk di berikan pada bu dwi .
"Terserah bapak aja lah ." ucap Mutiara cuek . Dan mau melangkah masuk ke dalam rumah . Tiba tiba Ardy menarik tangan Mutiara dikit keras , hingga mutara berbalik dan jatuh dalam dekapan Ardy .
Mutiara berpegangan erat di sisi kanan kiri jas Ardy . Sementara Ardy menahan pinggang mutiara . Keduanya saling tatap satu sama lain dengan jarak wajah yang begitu dekat , sampai sampai keduanya tidak menyadari kedatangan bu dwi .
__ADS_1
"ehemm .." Ardy dan mutiara terkejut dan saling melepas pegangan satu sama lain , dan saling menjauh mendengar deheman bu dwi .
"ini orang tidak hanya julid , nganggu di waktu yang tidak tepat ." gumam Ardy di dalam hati .
Bu dwi tersenyum sinis kepad mutiara dan Ardy .
"Eh bu dwi ."sapa mutiara dengan gugup . Melihat tatapan sinis bu dwi yang sangat tajam menghujam matanya .
" Apa ini orang yang kamu maksud ."bisik Ardy pelan di telinga mutiara . Dan mutiara mengangguk pelan .
"Hai bu , tetangga nya Tiara ya . Kenalkan saya Ardy , Bosnya Tiara ."ucap Ardy menyapa bu dwi sambil mengulurkan tangan dengan ramah .
Mereka berdua saling berjabat tangan . Tapi tatapan mata bu dwi masih tetap sama , sinis .
" Ganti lagi ya , yang nganterin pulang . Enak ya tiap hari gonta ganti yang antar , kayak ganti baju . Kalau udah lusuh di buang ."cibir bu dwi .
"Aku baru paham , kenapa , mutiara ngotot tidak mau di antar pulang oleh diriku ., karena omongan bu dwi pedas sekali . Seperti bon cabe level 1000 Kalau ada , gila coy ."gumam Ardy dalam hati .
Mutiara menarik nafasnya panjang , untuk menahan emosinya , agar tidak meledak di depan Ardy . Ardy yang melihat reaksi mutiara , ia elus bahu mutiara agar mutiara tenang . Tidak terpancing emosi .
"Ibu dwi ya , rumah ibu di mana ."tanya Ardy dengan ramah .
"untuk apa tanya tanya ." tanya bu dwi cudes .
" Saya dengar Tiara bilang , dia punya tetangga yang baik sekali , suka membantunya , dan menjaga ibunya saat Tiara pergi kerja . Bahkan Tiara juga bilang dia telah menganggap Tiara seperti putrinya sendiri , wah saya senang sekali dengarnya bu . Jarang jarang lo zaman sekarang ada orang yang sebaik dan semulia itu .makanya aku beli banyak makanan lezat untuk oleh oleh , sebagai tanda terimakasih saya karena telah menjaga Tiara dan ibunya ."ucap Ardy sambil mengangkat kresek yang ada di tangan nya .
Bu dwi sedikit mengintip ke kresek , melihat apa yang telah di beli oleh Ardy untuk nya . Bu dwi menelan ludahnya pelan melihat KFC dan pizza di dalam nya .semua adalah makan sultan karena harganya yang mahal . Dan dirinya tak sanggup membelinya .
__ADS_1
" Iya memang saya dah anggap Tiara seperti anak saya sendiri , Saya juga menjaga dia dari laki laki yang tidak jelas asal usulnya ."ucap bu dwi yang berubah jadi ramah dan penuh senyum di wajahnya .