
Tiara merasa telah mendapat kan semua itu dari Ardy suaminya .Tidak mudah baginya untuk menduakan suaminya dan tidak akan mudah untuknya membagi cintanya begitu saja dengan laki laki lain , yang bahkan tidak ada apa apanya dibandingkan dengan suaminya sendiri .
"Ketampanan laki laki lain bagi Tiara tidak penting ma . Laki laki yang penting dalam hidupku adalah laki laki yang hanya memikirkan kebaikan dan tanggung jawab , dan dapat di jadikan imam dalam rumah tangga , dunia dan akhirat nya Tiara ." jelas Tiara .
Mama khanza menarik nafas dalam dalam , ia menunduk kan kepalanya dan kembali mengangkat wajahnya dengan tegak menatap keluar jendela .
"Mama tidak tau harus bilang apa , mama juga tidak menuduhmu selingkuh ." jawab mama khanza tanpa menoleh sedikitpun kearah Tiara .
"Tapi mama juga tidak membantah ucapan mas Ardy , bila aku mengandung anak laki laki lain ." ucap Tiara bernada kecewa .
"Ma , jangan kecewakan diri mama sendiri karena sudah meragukan bayi ini bukan anak dari mas Ardy . Dia akan bertumbuh semakin hari semakin besar di dalam kandungan aku . Dan waktu yang sudah berlalu , tidak akan bisa kita putar kembali ." lanjut Tiara dengan lembut . Dan pergi meninggalkan mama mertuanya .ia ingin pergi mencari Ardy .
Mama khanza menarik kembali nafasnya dalam dalam . Ia binggung harus memihak siapa atau percaya kepada siapa . Tapi ia juga membenarkan apa yang di katakan oleh Tiara .
Wanita itu tidak mudah menduakan cinta kalau suaminya telah memberinya tanggung jawab yang sempurna , dalam rumah tangga dan hidupnya . Dan yang ia lihat selama ini rumah tangga Ardy dan Tiara baik baik saja bahkan sangat harmonis sebelum mereka melakukan tes kesuburan . Hingga muncul banyak masalah menghampiri keduanya .
Tiara menemukan Ardy menatap rintik hujan yang jatuh ke dalam kolam kolam ikan , sambil sesekali melemparkan makanan untuk ikan ikan di dalam kolam itu . Membuat ikan ikan itu berebutan dan menimbulkan gejolak air yang membuat rileks jiwa yang sedang lelah .
"Mas kita perlu bicara ." ucap Tiara membuat Ardy menarik nafas panjang dan melepasnya dengan tenang .
" Mengandunglah dan jaga kesehatan mu . Setelah anak itu lahir berikan pada Ayahnya . Dan aku akan masih tetap menerimamu sebagai istriku ." sahut Ardy yang membuat Tiara mematung di tempatnya berdiri .
__ADS_1
"Ini anak kamu mas , demi Alloh ." ucap Tiara sambil mengelus perutnya yang masih rata . Ia sungguh tidak menyangka , anaknya yang tak berdosa harus menerima penolak kan dari papa kandungnya sendiri , sebagai darah dagingnya .
"Berhenti membuat opini , hanya karena aku suamimu . Dan anak yang ada dalam kandunganmu adalah anak dari laki laki yang telah di vonis tidak akan bisa punya keturunan ."bantah Ardy dengan tegas .
" kita hanya mendatangi seorang dokter , dan itu kita cek sebelum kita pergi merilekskan pikiran kita . Bisa jadi selama kita di sana mas Ardy yang tidak banyak kesibukan ,mungkin bisa membuat hormon mas Ardy stabil dan normal kembali . Atau mungkin ini sebuah mukjizat dari Alloh . Atas do'a do'a kita selama ini ." ucap Tiara berusaha membuka mata hati Ardy .
Ardy tidak menjawab ucapan Tiara ,dia hanya mencebik kepada Tiara .
"Baiklah kalau mas Ardy tidak percaya , aku akan buktikan sendiri kepada mas Ardy , kalau ini anaknya mas Ardy . Kalau perlu aku akan lakukan tes DNA kalau anak ini dah lahir ke dunia nanti ."ucap Tiara lalu pergi meninggalkan Ardy .
Ardy tercengang dengan ucapan Tiara , Ia tau selama ini Tiara tidak pernah berbohong , dalam hal apa pun .Tapi keraguan dia masih sangatlah besar , terhadap janin yang di kandung oleh Tiara .
Semenjak ia memergoki Tiara di rangkul oleh laki laki lain , begitu mesra . tentu saja itu bukan hal yang biasa di pikiran Ardy .
" Bu ." panggil Tiara sambil duduk di tepi ranjang ibunya .
"Ibu ingin pulang ke rumah kita yang dulu ." ucap bu andini tanpa menoleh pada tiara . Tiara menarik nafas berat .
" Jangan sekarang bu .Tiara masih ingin mempertahankan rumah tangga Tiara . Ini semua hanya salah paham ." ucap Tiara dengan suara parau nya .
"Kalau ibu merasa berat tinggal di sini karena Tiara , Tiara minta maaf , tapi tolong ibu , berbesar hatilah karena janin dslam kandungan Tiara ini . Ibu pasti tidak inginkan anak ini terpisah jauh dari ayahnya . Rumah tangga Tiara sedang di uji bu , Alloh sedang memberi cobaan ibu , jadi ibu tolong Tiara ." pinta Tiara pada ibunya .
__ADS_1
" kalau kamu memaksa ibu turuti , tapi kalau ibu sudah tidak kuat lagi lihat perlakuan Ardy . Jangan salahkan ibu bila ibu keluar dari rumah ini ." ucap bu andini dengan tegas .
"iya bu , dan waktu itu juga Tiara akan ikut ibu ." jawab Tiara.
...----------------...
Malam itu Tiara tidur seorang diri dalam kamarnya , Sementara Ardy tidur di kamar tamu ingin sebenarnya juga ingin menyusul Ardy untuk mengambil hati Ardy . Tapi ternyata Ardy telah mengunci pintunya dari dalam . Membuat Tiara mundur mengurungkan niatnya .
Pagi pagi sekali Tiara bangun untuk memasak sarapan untuk Ardy . Mama khanza melihat dan menghampiri Tiara ke dapur . Yang sedang merajang bawang merah .
Tiara sedikit gugup melihat mama mertuanya nya yang tidak biasa nya ke dapur menghampirinya .pikiran buruk sempat mampir di otak tiara , rasa canggung setelah kejadian kemarin .
"Sebaiknya kamu jangan masak pagi pagi , kalau mau masak , masaklah untuk siang atau malam hari saja , kamu butuh istirahat yang banyak ." ucap mama khanza yang masih sangat perhatian pada Tiara .
"Iya ma , Tiara hanya ingin masak untuk merebut kembali hati mas Ardy . Hanya dengan ini yang bisa Tiara lakukan ."ucap Tiara lembut sambil tersenyum pada mertuanya .
"Kalau kamu sakit , belum tentu dia perduli padamu , jadi lebih baik kamu fokus pada jesehatan kamu . Jangan lakukan hal hal aneh yang bisa melelahkan fisik kamu ." ucap mama khanza yang tau akan sifat putranya .
"Iya ma , mulai besok pagi urusan masak memasak akan Tiara serahkan pada pembantu ." ucap Tiara yang tidak ingin membantah ucapan Mertuanya .
"Hemm ." sahut Mama khanza dan pergi meninggalkan Tiara sendiri lagi di dapur .
__ADS_1
"Apa mama sudah mulai bisa menerima calon cucunya ini ." gumam Tiara dalam hati sambil mengelus perutnya dengan lembut dan penuh kasih sayang .
Ada secercah harapan merasuk ke dalam hati Tiara . Ia sangat berharap itu adalah awal dari hubungan baik nya dengan sang mertua . Tidak mudah sebenarnya untuk menyakinkan orang tua Ardy yang sebenarnya juga memiliki sifat yang sama seperti Ardy .