My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 86


__ADS_3

Mungkin ini memang jalan takdirku , mengagumi tanpa di cintai


Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia , dalam hidupmu


Telah lama ku pendam perasaan itu , menunggu hatimu menyambut diriku


Tak mengapa bagiku cintamu pun adalah bahagia untuk ku


Ku ingin kau tau diriku di sini menanti dirimu , meski ku tunggu hingga ujung waktuku


Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya


Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja


Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya


Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja


...----------------...


"Sebentar saja bu ."mohon Ardy .


"Tiara sudah tidur , sepertinya dia kelelahan menangis terus dari tadi ." bohong bu andini , swbenarnya ia kasihan dengan Ardy tapi ia lebih kasihan lagi pada anak nya .


Terpaksa Ardy harus menelan kekecewaan tidak bisa bertemu dengan pujaan hatinya . Akhirnya Ardy pamit juga pada bu andini untuk pulang ke rumah .


"kalau begitu Ardy pamit bu , katakan pada Tiara kalau saya ada datang ." ucap Ardy sambil mencium tangan bu andini .


Sementara Nagita tidak mengikuti kemana Ardy pergi . Tapi dia memilih peegi menemui mamanya Ardy , dia berpikir mama Ardy adalah kunci kesuksesan nya .

__ADS_1


"tante hiks ..hiks ..," Nagita langsung mengeluarkan air mata buaya saat melihat mama khanza membukakan pintu rumah .Nagita memeluk erat mama khanza .


"Ada apa sayang , kamu bertengkar lagi dengan Ardy ."tanya mama khanza .sambil mengelus bahu.Nagita .


"Ardy telah berpaling dari Nagita tante hiks ...hiks ..


"Berpaling dari kamu , kok bisa ." tanya mama khanza melepas pelukan Nagita dan membawanya masuk ke dalam rumah dan dusuk di.sofa ruang tamu .


"Ardy terjerat oleh godakan sekretarisnya ,yang kecentilan itu tante ." ucap Nagita sambil pura pura mengusap ingus dan air matanya .


"sekretaris Ardy ." mama khanza mengerutkan alisnya .


"Iya tante , tante harus bantu Nagita , suruh Ardy untuk memecat sekretarisnya itu ." pinta Nagita


"Iya sayang , kamu tenang saja , tante pasti bantuin kamu kok ." jawab mama khanza .


...----------------...


Tak lama kemudian Ardy telah sampai di rumah . Ia langsung dapat semprot dari mamanya .


"Mama dengar kamu berpaling dari Nagita dan lebih memilih sekretaris kamu itu , dari oada tetap bersama Nagita . Apa kamu tidak bisa melihat , perempuan yang baik dan perempuan yang tidak baik untuk dirimu sendiri . Pokoknya mama tidak mau tau . Kamu harus segera pecat sekretaris kamu itu . Dan cepat menikahlah dengan Nagita ." berondong mama khanza tanpa memberi waktu Ardy untuk bicara .


" Ma ,mama harus tau . Tiara itu perempuan yang baik , Dia rela menemani Ardy tanpa harus di gaji , saat perusahaan Ardy sedang terpuruk . Siapa Nagita oke dia pacar Ardy , tapi dimana dia saat Ardy butuh dukungan , Dia pergi tanpa kabar , dan kembali saat Ardy telah jaya lagi . Jadi ma saya mohon jangan atur atur lagi hidup Ardy ." ucap Ardy .


"tapi itu karena Nagita tidak tau , setelah kepergian dia , perusahaan kamu ada masalah . Pokok nya mama tidak mau tau , kamu harus menikah dengan Nagita , mama tidak mau kamu semakin bertindak tidak waras , memacari sekretaris kamu yang tidak ada apa apanya di banding dengan Nagita ." ucap mama khanza .


Ardy diam tidak mau lagi menjawab ucapan mamanya . Karena itu dah kebiasaan Ardy tidak pernah menjawab ucapan wanita yang telah melahirkanya ke dunia ini . Tapi hati dan pikiran nya masih tetap fokus pada Tiara , karena hari ini ia masih gagal menemui Tiara .


...----------------...

__ADS_1


Sementara di rumah Dimas , Dimas sedang bernegosiasi dengan mamanya .


" ma , ijinkan Tiara kerja di kantor mama ya ." pinta Dimas . Setelah mereka sampai di rumah .


"Tidak bisa begitu Dim , mama juga harus menjaga peraturan kerja di kantor mama , hanya lulusan universitas terbaik , yang bisa masuk kerja di kantor mama ." ucap bu denada .


"Tapi ma , Tiara itu pinter walau bukan lulusan universitas . Buktinya dia di terima jadi sekretaris pak Ardy . Dan dia menangani masalah perusahaan dengan cekatan , Dimas yakin Tiara juga bisa kerja di perusahaan kita ."bela Dimas .


" Tidak Dim , Tiara di terima jadi sekretaris oleh pak Ardy itu karena pak Ardy menyukai Tiara , jadi sekali mama bilang tidak , tetap tidak ." ucap bu denada .


" ma Pak Ardy itu sudah punya pacar dan pacar dia bukan Tiara . Ma apasih salah Tiara , Apa hanya karena dia orang miskin , itu juga bukan pilihan Tiara , siapa sih ma yang mau jadi orang miskin . Kenapa mama begitu benci dan tidak suka dengan Tiara ." tanya Dimas , penuh dengan kekecewaan


"kamu , kamu yang rela jadi orang miskin demi mengemis cinta perempuan itu . Dimas kamu mau taruh di mana muka mama , kalau dia . benar benar pacaran dengan nya . Lebih baik kamu putuskan persahabatan kamu dengan perempuan kampungan itu ." ucap bu denada beranjak pergi meninggalkan Dimas .


"kenapa ma ." pekik Dimas , terpaksa bu denada menghentikan langkahnya .


"kenapa , kalau Tiara miskin . Walaupun miskin Tiara tidak pernah mengemis , tidak pernah menggantungkan nasibnya pada belas kasihan orang lain . Tiara perempuan pekerja keras , dia tidak akan mengeruk harta mama , jadi mama tidak usah takut , kalau Dimas berhubungan dengan Tiara ,dia sama seperti Dimas ma , hanya punya ibu , dia anak yang berbakti ma ." jelas Dimas dengan suara keras .


"Mama tidak pernah mengatakan dia akan mengeruk harta mama , mama bilang putuskan hubungan pertemanan kamu dengan dia , jangan pernah bermimpi untuk bisa bersamanya , mereka bukan bagian dari kita ." jawab bu denada dengan suara sedikit keras . Urat lehernya pun ikut menonjol karena emosinya , untuk menegaskan kepada Dimas agar mengurungkan niatnya untuk tetap bersama Tiara .


"Ma , waktu itu mama sendiri yang puji puji Tiara di depan Dimas . Kalau Tiara itu wanita yang menarik , tapi kenapa sekarang mama melarang Dimas dekat dekat denga Tiara ." protes Dimas yang tidak habis pikir dengan sikap mamanya .


"Sekali mama tidak , maka selamanya tetap tidak ."jawab bu denada dan kali ini benar benar pergi meninggalkan Dimas yang kecewa dengan keputusan mamanya .


Dimas masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu kamarnya dengan keras . Kurang puas ia angkat vas bunga dan ia banting lagi ke lantai . Untuk melampiaskan rasa kesalnya atas keputusan mamanya .


Hancurnya vas bunga yang berserak kan di lantai mengambarkan betapa hancurnya hati Dimas saat itu .


Semalaman Mutiara menonaktipkan ponselnya , ia ingin tenang tanpa dapat gangguan dari dua laki laki yang telah membuat hidupnya berantakan .

__ADS_1


__ADS_2