My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 50


__ADS_3

Kupuja puja dirimu , ku terpesona pribadimu


Kau yang kudamba selalu , kini menjadi kekasihku


Begini rasanya bahagia , ku landa asmara


Sering ku dengar kata mereka , jangan terlalu terbuai cinta .


Tapi aku tiada berdaya , kala cinta menghampiri jiwa


Moga'tuk selamanya , rasa ini tercipta


oh indahnya


Cinta datang dengan tiba tiba , saat kita berpandangan mata , ada rasa yang tak dapat kukendalikan


Rasanya ingin s'lalu bersama , rasa rindu selalu menjelma ,rasanya tak sanggup lagi ku berpisah


...****************...


"Apa sudah bisa kita mulai meetingnya pak Abraham ."tanya Ardy yang sudah tidak sabar .


" Oh boleh , silahkan ."jawab pak Abraham


Perusahaan Ardy mendapatkan giliran pertama untuk presentasi.mutiara menjelaskan langkah langkah awalnya .Dan di teruskan oleh Ardy kelanjutannya yang lebih jelas dan detailnya .tentang letak ruangan dan kelengkapan dalam nya serta habisnya biaya yang di butuhkan semuanya .


Pak Abraham terlihat mengangguk angguk mendengar penjelasan mutiara dan Ardy .Selanjutnya giliran para teman dan lawan bisnis Ardy yang berprestasi .sesuai dengan apa yang di lakukan oleh Ardy .


Pak Abraham terlihat mempertimbangkan , presentase dari para pembisnis yang datang .Ardy merasa deg degkan , menunggu keputusan dari pak Abraham .


"setelah saya pertimbangkan , dari penjelasan dan meeting tadi saya putuskan untuk bergabung dan kerja sama dengan perusahaan pak Ardy ." ucap pak Abraham tanpa basa basi .


Ardy dan mutiara saling pandang dan tersenyum tipis dalam hati keduanya mengucapkan alkhamdulillah , bersyukur ia dapatkan tender besar ini . Setelah makan bersama sama dengan semua anggota meeting . Lawan dan teman bisnis Ardypun berpamitan . Mereka pergi dengan hati kecewa tapi itulah bisnis . Ada menang dan kalah , sudah hal biasa dalam dunia bisnis .


Ardy risih melihat Pak Abraham yang terus melirik pada mutiara . Ardypun berbisik pada mutiara untuk berbisik untuk segera siap siap untuk pergi .


"Kalau begitu terimakasih pak Abraham , selamat dan terimakasih atas kerjasama kita . Kami berdua mohon pamit dulu ."ucap Ardy


"Kenapa buru buru , sekali ."ucap pak Abraham .

__ADS_1


"maaf lain kali kita sambung ngobrol lagi . Kita masih ada pekerjaan yang lain , jadi kami harus pergi dulu."jawab Ardy sopan , sebenarnya di dalam hati sudah terasa panas ingin memuntahkan amarahnya .


"Oh sayang sekali . Padahal saya masih ingin berbincang bincang banyak sama kalian ."ucap Pak Abraham .


"ya , kapan kapan kita masih bisa bertemu lagi pak ."ucap Ardy yang tak ingin menunda nunda kepulangan nya .


"Baiklah kalau begitu , terimakasih semoga sukses kerja sama kita ."ucap pak Abraham menjabat tangan Ardy . Yang langsung berjalan mendahului mutiara dengan langkah cepat . Mutiara sampai tak dapat mengimbangi langkah Ardy .


"Bapak bisa tidak jalan pelan dikit ." protes mutiara saat mereka telah berada di dalam mobil .


"Kenapa harus pelan ."jawab Ardy ketus .mutiara menatap Ardy heran .


"Ada apa dengan orang ini .menang tender bukan nya senang malah judes sekali ."batin mutiara .


"Ya saya kan ngak bisa ngimbangi langkah bapak , bapak tidak lihat aku pakai rok span , sepatu tinggi ." jawab mutiara .


"bukan karena kamu ingin lama lama ,menatap pak Abraham ."tuduh Ardy .mutiara mengerutkan alisnya .


"Menatap pak Abraham , apa maksud Pak Ardy ."tanya mutiara bingung .Ardy baru sadar dirinya tak bisa mengontrol emosi dan rasa cemburu di hatinya karena perbuatan pak Abraham yang terus memandangi mutiara .Ardy mengusap wajahnya dengan kasar .


" ya ampun Ardy . Kok bisa bisa nya kamu memperlihatkan kalau kamu cemburu pada sekretarismu sendiri , tidak , Tiara tidak boleh tau kalau aku menyukai dia .ya Alloh inikah yang di namakan kala cinta menghampiri jiwa ."gumam Ardy dalam hati .


"Niat lain ? , niat lain apa pak ."tanya Mutiara tegang .


"Apa kamu tidak sadar ."tanya Ardy sambil menatap mutiara , dengan wajah kesal .mutiara menggelengkan kepala , karena ia benar benar tidak tau maksud Ardy .


" ya sudah lupakan , yuk kita kembali ke kantor ."ajak Ardy .


"iya pak ."jawab mutiara .


Ardy melajukan mobilnya dengan santai menuju ke kantaor , tiba tiba mutiara ingat kepada indah , yang minta untuk suaminya di bebaskan .


"pak Ardy , kenapa kita tidak pergi menjenguk mantan sekretaris bapak di penjara ."tanya mutiara dengan hati hati .


"untuk apa ."tanya Ardy .


"Untuk melihat keadaan nya saja . Tadi istrinya , bukannya memohon mohon pada pak Ardy untuk membebaskan suaminya . Mungkin suaminya di penjara tidak sehat."jawab mutiara .


"jangan sok tau kamu . Karena mereka berdua perusahaan saya bangkrut . Dan kamu menyuruh saya menjenguknya . Yang benar saja ."ucap Ardy sambil melotot .

__ADS_1


Mitiara diam tak berani bicara lagi .dari pada melihat Ardy semakin melotot dan marah .


"Nanti kamu pulang pakai taxsi lagi , jangan suruh orang lain untuk menjemputmu ."ucap Ardy tiba tiba .


"orang lain , maksud pak Ardy Dimas ."tanya mutiara .


"Tidak usah membantah ."ucap Ardy .


Lagi lagi mutiara hanya bisa diam . Ia tak lagi membantah ucapan Ardy . Walaupun sebenarnya dalam hati merasa jengkel .


"Kalau begini caranya , bagaimana aku bisa ketemu dengan Dimas . Dan aku kapan bisa jadian dengan Dimas ."gumam hati mutiara kesal .


Ardy melihat mutiara membuang wajahnya ke arah jendela . Untuk menyembunyikan raut kesalnya pada Ardy . Tapi sepertinya percuma Ardy sudah melihatnya .


"kamu keberatan , saya melarang mu agar tidak di antar jemput oleh Dimas ."tanya Ardy .


"emm ti tidak . saya biasa saja , mau ke pulang pergi kantor naik apa saja . Tidak masalah yang penting selamat sampai tujuan ."jawab mutiara sambil tersenyum semanis mungkin pada Ardy .


"senyum mu terpaksa ."cebik Ardy .


Mutiara menarik kembali ujung bibirnya seperti posisi semula . menyesal sudah berpura pura tersenyum di depan Ardy .


Cciiitt......


Ardy tiba tiba mengerim mendadak . Karena tiba tiba indah berlari ke tengah jalan menghadang mobilnya .


"Aou pak Ardy ."teriak mutiara yang pelipisnya terantuk dosbut .


"lihat indah , Apa dia sudah bisan hidup ."ucap Ardy yang langsung keluar dari dalam mobil dan di ikuti oleh mutiara yang masih shock . Ia melihat wajah Ardy menahan amarah , ia juga tak ingin Ardy melakukan hal hal yangvtidak di inginkan pada indah .


"Kamu mau mati ."tanya Ardy kesal .


"Saya mohon pak , bebaskan suami saya . Saya tidak tau mau kemana lagi kalau mas anton tidak di bebaskan ." ucap indah dengan wajah mengiba .


"Tidak akan semudah itu .kamu pikir apa yang di lakukan oleh anton tidak merugikan banyak orang ." teriak Ardy di depan muka Indah .


Ardy terlihat sangat marah , mutiara menarik lengan Ardy dan berdiri di samping . Mutiara berdiri di antara mereka . Mutiara takut Ardy berbuat kasar pada Indah .


"Iya saya tau , saya minta maaf . Tolong bebaskan suami saya , saya sedang hamil ."ucap Indah .

__ADS_1


__ADS_2