
Sampai matipun engkau takkan ku lepaskan ,akan ku jaga seumur hidupku .
Beribu puisi yang ku untaikan untukmu , inginku selalu memiliki kamu
Jangan pernah engkau sakiti aku lagi , cobalah untuk lengkapi hidupku
Ku ingin menjaga dirimu , tak akan pernah ku sakiti kamu
Ku mohon temanilah aku , jangan pernah rapuh di sepanjang umurmu
Kehilanganmu sungguh berat bagiku , hampa hidupku terasa tanpa kamu
Genggam tanganku dan jangan lepaskan , karena aku tak sanggup hidup tanpa dirimu
...----------------...
Mutiara menatap mobil mewah Dimas terparkir di halaman rumahnya .
"Masuk ." ucap mutiara kemudian .
Dimas tersenyum bahagia dapat sambutan hangat dari mutiara
"Ibu di mana ."tanya Dimas setelah sampai di dalam rumah .
"Ibu sedang tidak enak badan , sekarang istirahat di kamar . Sebentar aku buatkan teh hangat untukmu ."ucap mutiara dan melangkah pergi ke dapur .
Dimas merasakan kenyamanan yang teramat dalam , ketika bertamu ke rumah mutiara . Rumah mutiara sudah seperti rumah kedua baginya . Dia tidak mau karena pernyataan cintanya kemarin membuat retah hubungan nya dengan mutiara .
Mutiara kembali dengan membawa secangkir teh hangat untuk Dimas .
__ADS_1
"maaf aku hanya punya teh hangat ini untuk kamu ."ucap mutiara sambil meletak kan cangkir teh di meja hadapan Dimas . Karena mutiara sekarang merasa kerdil berada di samping Dimas , setelah mengetahui diapa Dimas yang sesungguhnya .
" Tidak masalah aku suka teh buatan kamu ." jawab Dimas sambil menyesap teh hangat tersebut perlahan lahan .
"Ada apa kamu datang ke sini ." tanya mutiara tanpa menatap wajah Dimas rasanya sangat malas .
"Kamu kenapa ,? Apa aku sudah tidak boleh lagi datang ke rumahmu , untuk menemuimu ." tanya Dimas . Wajah penyesalan tercetak jelas di mukanya .
"Ya , tapi untuk apa kamu datang ke rumah aku yang tak sebanding dengan kehidupan kamu ."ucap mutiara .
"Tiara ,! Panggil Dimas dengan suara lirih .
"Aku tidak pernah memandang orang dari status ekonominya . Aku suka sama kamu apa ada nya .Dengan semua kekurangan kamu ."ucap Dimas .
"kebohongan apa lagi yang masih kamu tutupi dari aku ."tanya mutiara .
"Aku tidak bermaksud membohongimu percayalah ."ucap Dimas .
" Sudah lebih 5 tahun kita berteman . Tapi kamu sanggup menutupi hal sebesar itu , siapa jati diri kamu yang sesungguhnya dari aku . Aku jadi ragu , apa jangan jangan selama i i kamu berteman dengan aku , hanya di penuhi oleh kebohongan yang tidak ada habisnya , lagi dan lagi ." ucap mutiara .
" Aku tau aku salah , aku minta maaf , aku hanya tidak ingin kita saling menjauh ." ucap Dimas .
" ya mungkin itu yang seharus nya terjadi ." jawab mutiara dengan cepat , hingga membuat Dimas kembali bungkam .
" Aku tidak masalah kamu tidak menerima cintaku . Tapi izinkan aku untuk bisa kembali antar jemput kamu kerja .agar aku bisa dekat lagi denganmu ."ucap Dimas .
"Aku masih bisa naik taxsi sendiri ."jawab mutiara ketus . Kebohongan Dimas tentang jati dirinya yang sesungguhnya . Membuat mutiara belum bisa percaya 100% sama Dimas
"Tidak , aku akan terus datang je sini , sampai kamu mau memaafkan aku ,dan kita bisa sama kayak dulu lagi , aku pamit ." ucap Dimas sambil meletak kan setangkai bunga mawar merah di atas meja mutiara , dan berlalu pergi keluar rumah dan memasuki mobilnya untuk pulang ke rumah .
__ADS_1
Mutiara menatap mawar merah tersebut , tidak terasa air matanya menetes membasahi pipi mulusnya . Dengan cepat mutiara segera menghapus air mata itu . Dengan cepat pula mutiara mengambil setangkai mawar yang di tinggalkan Dimas .
"Kenapa kamu mengatakan hal ini , saat aku sudah tau siapa kamu sebenarnya ,tapi bukan dari cerita mulutmu sendiri , dan..aku benci kebohongan Dim , aku benci ." lirih mutiara sambil meremas bunga mawar dari Dimas .kemudian membuangnya ke tong sampah .
Saat mutiara mengetahhi siapa diri Dimas yang sesungguhnya dari pertengkaran Dimas dan ibunya . Hati mutiara benar benar kecewa . Hancur karena ia tidak pernah menyangka Dimas menyembunyikan hal sebesar itu di balik persahabatannya selama 5 tahun .
Mutiara merasa terhina , dengan kebohongan Dimas , yang di simpan rapat bertahun tahun . Kebohongan Dimas teramat sakit di banding dengan hinaan orang orang selama ini .yang telah memfitnah dirinya sebagai pelakor. Karena sejatinya ia tak pernah merebut laki laki orang .
...****************...
Pagi pagi Ardy telah memarkirkan mobil nya di depan rumah Mutiara . Ia dah memutuskan tidak akan membiarkan mutiara berangkat sendiri je kantor naik angkutan ataupun taxsi .dan tidak akan terima penolak kan dari mutiara untuk tidak mau satu mobil dengan nya .
"Ibu Tiara berangkat kerja dulu , ibu tidak usah banyak pikiran , tidak akan terjadi apa apa dengan Tiara , Asal ibu tidak lelah mendo'akan keselamatan Tiara . Ya cuma do'a yang Tiara minta dari ibu . Dan ibu juga harus banyak banyak istirahat pekerjaan rumah biarkan saja .tiara pulang baru tiara kerjakan ya . Tiara tidak mau ibu kenapa napa . Cuma ibu yang Tiara punya ."ucap mutiara sambil mencium kedua pipi ibunya .
"iya sayang , kamu hati hati di jalan ya . Kalau kamu sudah tidak betah kerja di kantor itu , kamu keluar saja .kita masih punya tabungan untuk hidup beberapa bulan ke depan . Sampai kamu menemukan pekerjaan lagi ."ucap bu andini kepada mutiara .
"iya bu , ibu tenang saja , Tiara akan baik baik saja , percayalah ." ucap mutiara sungguh sungguh sambil tersenyum hangat untuk ibunya .
"Aku tidak akan keluar dari kantor itu , selama pak Ardy tidak memecat aku . Aku akan menutup kuping aku , Dari cemoohan yang di lontar kan mereka nanti . Aku harus mengumpulkan uang untuk berobat ibu ." batin mutiara yang masih tersenyum menatap ibu dengan penuh kasih sayang .
"ya sudah pergi sana , cepat berangkat nanti kamu terlambat ." ucap bu andini yang menyadarkan mutiara dari lamunan nya .mutiara segera menyalami dan mencium tangan ibunya sebelum akhirnya berangkat kerja .
Mutiara keluar dari rumah dengan tatapan kosong tanpa melihat kanan dan kiri . Mutiara berhenti di tepi jalanan . Sampai Ardy menjalan kan mobilnya dan berhenti teoat di depan mutiara , mutiarapun belum menyadarinya . Ardy turun dari mobil dan langsung membuka kan pintu untuk mutiara .
"Yuk berangakat ." ucap Ardy yang hanya dapat tatapan malas dari mutiara .
"Berhentilah menjemput aku ." jawab mutiara datar dan menyetop angkutan yang lewat di depan, mutiara pergi begitu saja meninggalkan Ardy dan naik ke dalam angkot .
Ardy tetap mengikuti angkot yang di tumpangi oleh mutiara dari belakang .hingga mereka sampai di kantor .
__ADS_1
Di kantor Ardy telah terparkir mobil Nagita yang menunggu kedatangan Ardy . Yang membuat Ardy meradang pagi pagi .
"kok kalian bisa barengan ." tanya Nagita yang tidak suka melihat mereka bersama . Walau dia tau mereka tidak satu mobil .