My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 38


__ADS_3

Lama ku memendam rasa di dada


Mengagumi indahmu wahai jelita


Tak dapat lagi kuucap kata


Bisuku diam terpesona


Dan andai suatu hari , kau jadi milikku


Tak akan kulepas dirimu , oh kasih


Dan bila waktu mengizinkanku untuk menunggu


Dirimu


Kurasa kut'lah jatuh cinta


Pada pandangan yang pertama


Sulit bagiku untuk bisa


Berhenti mengangumi dirinya


Seiring dengan berjalannya waktu


Akhirnya kita berdua bertemu


Oh , diriku tersipu malu


melihat dirimu yang bersikap lucu


...****************...


Mutiara melangkah keluar meninggalkan butik , dengan jalan yang sangat berhati hati karena sepatu tingginya , sehingga ia harus bisa mengimbangi langkah kakinya agar tidak jatuh .


Ardy membayar harga baju dan riasan mutiara yang lumayan mahal , tapi Ardy tidak menjadikan itu masalah . Ia baru saja mendapatkan keuntungan dari keberhasilan proyeknya yang juga dari hasil kerja keras dan bantuan Mutiara .


Apa lagi harga baju di butik itu tidak membuatnya kaget , dulu Ardy juga sering mengajak Nagita belanja ke butik itu lebih dari yang di habiskan mutiara hari ini . Setelah selesai membayar Ardy segera keluar menemui Mutiara .

__ADS_1


"Ayo kita pergi ." ajak Ardy pada mutiara yang berdiri di samping pintu butik . Ardy segera membukakan pintu taxsi untuk mutiara lagi . Ardy benar benar memperlakukan Mutiara seperti seorang putri setelah Mutiara masuk , Ardypun ikut masuk dan duduk di samping Mutiara .


"Memang nya kita mau kemana pak , kenapa saya harus dandan seperti ini ."Mutiara memberanikan diri untuk bertanya .


" Kita pergi makan dulu , sebelum kamu pulang tidak apa apa kan, hitung hitung kita merayakan keberhasilan perusahaan kita ."Tanya Ardy .


"Ya tidak apa apa sih pak , cuman aneh saja , saya sudah dandan begini cantik . Tapi sayangnya saya belum mandi sore lo ."jawab Mutiara polos . Membuat tawa Ardy pecah ,juga sopir taxsi yang tak berani mengeluarkan suaranya .


"kamu juga punya selera humor juga ya . Hahaha ..kita cuma sebentar kok , saya sengaja tidak ajak kamu keluar terlalu malam , kamu kan harus jagain ibumu . Kasihan kan kalau harus di tinggal sendirian malam malam ."ucap Ardy .


Mutiara tersenyum , mendengar ucapan Ardy yang mengkhawatirkan ibunya .


"Aku sering pergi malam malam denga Dimas , tapi Dimas tidak pernah menghawatirkan ibu . Tapi Pak Ardy yang belum begitu akrab dengan ibu , kenapa begitu perhatian dan menghawatirkanya . Astaqfirulloh kenapa aku jadi membandingkan mereka berdua ."gumam Mutiara dalam hati .


"oh begitu ya ."jawab Mutiara . Sambil manggut manggut .


"Tapi sebelum kita pergi ke tempat makan , kita mampir dudlu ko shworoom dulu boleh ."tanya Ardy pada mutiara .


"Tentu boleh , saya mah terserah bapak saja ."jawab Mutiara .


"pak antar kita ke shworoom mobil dulu ya ."ucap Ardy pada sopir taxsi .


"Baik mas ."jawab sang sopir .


"iya , kamu sendiri juga tau kan , semua mobil saya , saya jual untuk menyelesaikan proyek kita . Dan saya lebih memilih mempertahankan perusahaan dari pada barang barang berharga lain nya . Jadi sekarang saya sudah tidak punya mobil lagi ."ucap Ardy .


"ya benar , proyek kita dah berhasil ,dan perusahaan ada sedikit untung . Bapak memang harus punya mobil lagi , walaupun tidak mewah . Yang penting bisa memudahkan pekerjaan bapak ."ucap Mutiara , Ardy tersenyum menanggapi ucapan mutiara .


Merekapun telah sampai di shworoom mobil .sesampainya di dalam shworoom Ardy meminta mutiara untuk memilihkan juga mengytarakan pendapatnya .


"kamu lihat menurut kamu mana yang baik ."tanya Ardy pada mutiara .


"Maaf pak , saya tidak paham tentang mobil . Jadi bapak saja yang pilih . Kan bapak yang mau pakai ."ucap Mutiara .


" iya sih , tapi menurut kamu warna apa yang baik buat saya ." tanya Ardy . Ardy tersenyum saat Mutiara memakai ekor matanya untuk menatap Ardy sambil menunduk


Akhirnya Ardy memilih mobil yang sederhana , seperti usul mutiara,. Setelah selesai membayar . Mutiaralah orang pertama yang menaiki mobil baru Ardy .mereka berdua segera menuju ke tempat makan .


Ardy dan mutiara mencari tempat yang pas dan nyaman untuk mereka berdua makan . Ardy dan mutiara segera memesan makanan .

__ADS_1


"Tiara ."panggil Ardy memulai pembicaraan .


"iya pak ." jawab mutiara .


"Terimakasih ya , sudah mau jadi sekretaris saya selama ini ."ucap pak Ardy.


"Kenapa bapak harus berterimakasih ,? Seharusnya saya yang berterimakasih kepada bapak . Karna pak Ardy telah memberi kepercayaan kepada saya selama lima bulan ini ."ucap mutiara .


"iya , kamu sangat banyak membantu saya , tapi..."Ardy tidak melanjutkan ucapan nya .


"Tapi apa ," tanya mutiara dengan hati deg deg kan . Mutiara sangat takut kalau kalau Ardy akan memecat nya . Mutiara tau , dirinya hanya lulusan SMK , tidak punya ijazah sarjana .


"Tapi saya tidak bisa cari sekretaris lain . Berarti kamu harus tetap jadi sekretaris saya ,dan....saya mau penampilan kamu setiap hari seperti ini . Selalu memakai pakaian wanita dan sedikit riasan di wajah kamu , supaya kamu lebih percaya diri , untuk memperkenalkan diri kamu sebagai sekretaris saya ,kepada rekan rekan kerja saya ." ucap Ardy .


Mutiara sangat bersyukur dengan keputusan Ardy , yang sangat menguntungkan dirinya . Karena sampai saat ini , dia masih tidak percaya kalau dirinya bisa menjadi seorang sekretaris seorang Ceo , seperti Ardy .


" makasih banyak pak Ardy , atas kesempatan nya , saya akan mencoba belajar lebih giat lagi . Untuk perusahaan ."ucap mutiara ,tersenyum pada pak Ardy . Dan melanjutkan memasuk kan sepotong buah ke dalam mulutnya , dengan pelan pula ia menguyahnya .


Ardy terus memperhatikan mutiara , sebenarnya sudah ada cinta di hati Ardy . Tapi dia segan untuk mengungkapkanya , karena mutiara adalah sekretaris pribadinya . Dia tidak mau mencampur adukkan antara pekerjaan dan asmara .


"Tapi .... Saya punya satu syarat untuk kamu , kalau mau terus menjadi sekretaris saya ."ucap Ardy kembali .


" syarat , syarat apa pak ."tanya mutiara sedikit penasaran .dan menghentikan aktifitas makan nya . Dan fokus terhadap ucapan Ardy .


" selama kamu bekerja dengan saya , tidak boleh pacaran ."ucap Ardy .


Sebenarnya itu hanya akal akalan Ardy saja , Agar mutiara tidak di miliki oleh siapa siapa . Dan mereka bisa tetap bersama dan bekerja dengan tenang . Karena syarat itu tidak berlaku pada sekretaris lamanya .


"Aduh kok berat sekali persyaratan nya ."gumam mutiara lirih sambil mengaruk tengkuknya .


"sebentar lagi Dimas selesai kuliah , aku percaya Dimas pasti mengutarakan isi hatnya . "gumam mutiara dalam hati . Mutiara sudah sangat siap menerima cinta Dimas .


meskipun mutiara belum tau isi hati Dimas yang sebenarnya . Tapi mutiara terus berharap ia dan Dimas bisa punya perasaan yang sama .


Memiliki rasa yang sama , yang kelak akan menjadi suatu cerita ,untuk hidup mereka berdua .


"kamu keberatan ." selidik Ardy yang membuat mutiara kaget , dan membuyarkan lamunan mutiara .


"tidak juga , tapi agak berat , hehehe ."jawab mutiara .

__ADS_1


Ahhh malam ini author susah tidur jadi uap 3 bab . Jangan lupa like dan komen nya ya .


Terimakasih .


__ADS_2