
"Mas juga manusia biasa sayang , kalau suatu saat permintaanmu mas langgar tolong beri mas satu kesempatan . Karena mas sangat mencintaimu , Mas tidak bisa mengalahkan ego dan cemburu di hati ini kalau mengenai dirimu ." Ardy semakin mengeratkan pelukan nya seakan tak ingin melepaskan nya .
"Aku lebih darimu mas ," ucap Tiara .
"Tidak , kamu adalah wanita yang kuat yang aku punya , Sehingga Alloh sayang dengan cara memberimu coba'an , entah itu nanti yang datang dari ku atau dirimu sendiri ."ucap Ardy .
"Iya sudah lain kali jangan di ulangi lagi ya , tiada kata lelah untuk mas , kalau semua itu untuk kamu , mas tidak ingin terjadi apa apa pada kamu , mas juga tidak mau kamu jauh jauh dari ." ucap Ardy , ucap Ardy sambil mencium tangan istrinya .
"Iya sayang ,aku janji tidak akan mengulanginya lagi ." ucap Tiara sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V . Yang membuat Ardy juga ikut tersenyum .
Mereka melanjutkan candaan romantis nya sambil makan bersama , saling suap dan menyuapi penuh kasih sayang .
Mereka berdua benar benar melepaskan kepenatan dan kesibukan oleh pekerjaan . Sekarang mereka hanya ingin berdua , membangun keharmonisan dan keromantisan antara hubungan mereka . Tak ada seorang pun yang bisa menganggu mereka selain orang tua mereka .
Masa honeymoon mode in Ardy dan Tiarapun telah selesai , satu minggu mereka nikmati di luar negri , sekarang mereka pergi membeli oleh oleh untuk orang tuanya dan para Artnya . Hari itu juga Ardy dan Tiara kembali ke tanah air di jemput oleh sopirnya .
"Maaf ya pak bu , saya mampir apotik dulu , tadi dapat titipan dari Bu andini untuk membeli minyak angin ." ucap sopir keluarga Ardy .
"iya , swkalian belikan saya air putih dingin ya , saya juga sedikit haus ." ucap Ardy sambil memberinya selembar uang ke pada sopir .
"Maaf pak ,ibu sudah memberi saya uang ." ucap sopir .
"kembalikan uang ibu ," ucap Ardy setelah di terima Ardy kembalikan uang itu kepada Tiara agar di kembalikan kepada ibunya .
"Bu Tiara ,butuh sesuatu ." tanya sopir sebelum melangkah pergi .
"Tidak pak terimakasih , saya tidak haus ." ucap Tiara .selama menunggu sopir pergi ke apotik .Ardy dan Tiara tetap ada di dalam mobil ,tak lama kemudian di.depan mobil mereka lewat seorang pengemis dengan pakaian compang camping dan jalan pakai bantuan tongkat .
__ADS_1
Rasa belas kasihan Tiara mulai meronta ia ingin keluar dari mobil tapi di tahan oleh Ardy .
"tunggu sayang , coba kita lihat dulu ." ucap Ardy , pengemis itupun berjalan ke arah samping mobil Ardy . Pengemis itu tidak lagi berdiri di bantu oleh tongkatnya tapi berdiri di atas kaki sendiri dan tongkatnya bersandar di dadanya . Tak lama kemudian pengemis itu mengeluarkan bungkusan tebal dari dalam sakunya .
Lagi lagi Tiara geram melihat itu semua dan ingin keluar dari mobilnya , tapi lagi lagi di halangi oleh Ardy .Ardy memegang erat tangan istrinya yang polos itu .
"Jangan keluar , di sini saja , bahaya sayang ." ucap Ardy dengan suara tegas .mungkin punya firasat kalau mobil di sebelahnya di dalam nya ada orang nya , laki laki itu segera pergi lagi dengan tongkatnya , setelah memasukan kembali bungkusan uang di tangan nya .
"Orang seperti itu tidak bisa di biarkan mas , kita harus tegur , kalau kita biarkan akan ke bablasan . Dia masih sehat masih bisa jalan , badan juga kekar ."ucap Tiara emosi .
"Sayang jangan cari masalah , orang seperti itu ada kastanya , kenapa mas selalu menyuruhmu menjauhi pengemis juga karena ini , yang mas maksud kasta mereka beda adalah .1 , benar benar miskin .2, karena malas kerja .3 , mereka sindikat bawah tanah , sperti kelompok mafia yang menyamar jadi pengemis dalam sindikat jual beli barang haram atau barang terlarang ." ucap Ardy .ia ingin istrinya yang polos ini bisa membuka mata dan hatinya , untuk melihat kenyataan
Tiara melongo menutup mulutnya dengan tangan sebelahnya mendengar kata kata Ardy .
"iya Mas lain kali aku akan hati hati bila ingin bersedekah . Tiara akan cari yang benar benar membutuhkan ." sahut Tiara .Ardy tersenyum mendengar jawaban istrinya .
"Mas tau kamu wanita yang berhati lembut dan baik , suka menolong sesama . Tapi lain kali ketemu lagi seperti tadi jangan di tegur biarkan saja , takutnya mereka punya gerombolan , nanti niat baik jadi buruk dan mencelakai kamu sendiri ." ucap Ardy yang di angguki oleh Tiara .
Perbincangan mereka pun berhenti , saat sopir telah kembali .
"Ini air minumnya pak dan uang kembalian nya ." ucap sang sopir .sambil menyerahkan Botol air dan uang kembalian kepada Ardy .
"Airnya saja mang , kembalian nya buat mamang aja ." ucap Ardy .
"Terimakasih pak ." ucap sang sopir , karena itu sudah jadi kebiasaan Ardy .sopir Ardy segera melajukan mobilnya untuk segera kembali ke rumah .
"Mas , airnya sisain sedikit buat aku ." ucap Tiara .
__ADS_1
"Tadi katanya tidak mau ," ucap Ardy yang telah minum beberapa teguk .
"hehehe kata orang cina bilang , kita makan sesuatu di bagi dua , cinta kita akan selama nya bersama ." ucap Tiara .
"yang bener ." tanya Ardy .
"ucapan ..
"Aminnn ." pak sopir mengaminkan ucapan Tiara . Tiara menujuk pak sopir untuk Ardy .
"siapa tau itu cuma kamu ingin jahilin mas ." ucap Ardy .
"Ngak mas benar ." jawab Tiara .
"Gimana kata katanya ." tanya Ardy .
"memang mas Ardy tau kalau aku bicara pakai bahasa cina .
"Bisa jangan ngremehin suamimu ." ucap Ardy .
"saya tau mas bisa bahasa mandarin tapi aku bisanya bahasa hokien , gini JIRANG JEPUA KAMCING BESUA ( seorang separuh kasih sayang tiada berakhir . )." ucap Tiara .
"hemmm ,apapun ,nanti mas tanya ke googel AKONG ( KAKEK ) ," ucap Ardy. Sambil memberikan botol air ke Tiara tapi Tiara hanya minum seteguk dan di kembalikan lagi pada Ardy .
"Katanya haus kok cuma minum sedikit ."tanya Ardy .
"Dah hilang karena minum tetesan kasih sayang mas Ardy ." jawab Tiara sambil cegegesan .Ardy mengacak rambut Tiara penuh dengan cinta .hingga perjalanan mereka tak terasa telah sampai rumah juga .
__ADS_1
Setelah sampai di rumah Tiara menyerahkan oleh oleh yang buat Art agar di bagi rata . Kepada semua Art nya . Bu andini dan mama khanza juga tidak pilih kasih kepada Artnya .
Tiara dan Ardy telah masuk ke kamarnya . " sayang kapan kamu akan ke rumah sakit lihat hasil tes minggu kemarin ." tanya Ardy sambil melepas kancing bajunya .ia ingin segera mandi badan nya sudah terasa gerah ,dan turun untuk makan siang bersama .