
"Maaf maaf saya tidak sengaja ." ucap Rio yang ingin mengelus hidung Wanita itu , yang langsung di tahan oleh Ardy .Dia hanya refleks aja ingin mengelusnya .
"Dia sepupu aku , kamu jangan macam macam , kalau mau halalin dulu , baru aku bolehkan kamu kalau mau sentuh dia ." ucap Ardy , yang mengejek Rio . Karena Rio sepertinya sangat takjup dengan kecantikan sepupunya yang cantik ada di depan nya .
"Ih apaan sih mas Ardy ." ucap sepupu Ardy malu malu .
"Kamu kan jomblo ,? Cepat nikah , dia juga jomblo sejati malahan .dan kalau kesetiaan juga nomor satu ." puji Ardy pada Rio di depan sepupunya .
"Ce0at ajak kenalan , mumpung dapat lampu ijo dari abang sepupunya . Kalau udah gini mudah prosesnya . Sat set .....sat set....dah langsung halal. Dan mudah mau di bawa kemana saja."ucap Dimas yang juga ikut menggoda Rio .
"Ehemm , kenalin nama saya Rio , laki laki yang tampan sejagat raya , tapi belum juga bisa menemukan belahan jiwanya sampai sekarang ."ucap Rio sambil mengulurkan tangan nya kepada sepupu Ardy untuk memperkenalkan diri dengan sifat humorisnya .
"hahaha mas bisa juga ngelawak ya , kenalkan nama saya vidia atau vidi sepupu dari mas Ardy ." jawab vidi sambil tertawa membuat kedua lesung pipitnya muncul , menambah Rio semakin terpana tak dapat bicara apa apa lagi , melihat kecantikan vidi .
"Jangan lupa tu mulut di tutup., ada lalat yang mau masuk itu ." ucap Dimas dengan jahilnya menyumpal mulut Rio dengan tisue .
" Kurang sopan lo kamu , nganggu aja ." ucap Rio sambil membersihkan tisue dari mulutnya . Karena ulah Dimas , membuat para wanita tertawa melihat kekocakkan para laki laki di depan mereka .
"Vidi , boleh tidak minta nomor ponselnya ." ucap Rio to the poin tidak ingin main main. Ia benar benar ini merupakan kesempatan untuknya .
Rio menyodorkan ponselnya . Vidi melirik ke arah Ardy seakan minta persetujuan Ardy . Karena Ardy lah yang tau apa laki laki yang di depan nya itu baik tidak untuk dirinya , Dan masa depan nya .
"Kasih saja ngak papa , terus tunggu kalau sudah sebulan dia tidak datang melamar kamu pada kedua orang tuamu , blokir aja nomornya ." ucap Ardy yang membuat Rio membelalak .
" Mampus kamu ,Tu dengar tidak . Makanya jangan main main saja sama anak orang . Kalau tidak kamu akan melajang seumur hidup sana ." ucap Dimas yang ikut meledek Rio . Rio juga hanya nyengir kuda .
__ADS_1
Vidi segera mengambil ponsel Rio dan mengetik nomornya di ponsel Rio .
"Ini nomor saya ." ucap Vidi dengan suara lembut ia menyerahkan kembali ponsel Rio .
"makasih cantik , hidung nya gimana apa masih sakit ." tanya Rio sambil menerima ponselnya kembali . Dan ingin kembali meraih hidung Vidi lagi lagi di halangi oleh Ardy .
"Ehh apa mau colek colek , ijab qobul dulu .sabar ya ."ucap Ardy membuat semua orang ikut tertawa . Rio hanya bisa mengaruk keningnya yang tidak gatal .
"Maaf aku hanya refleks , tanda keperdulian aku ."jawab Rio membela diri membuat mereka ikut tertawa lagi .
Tiba tiba datang seorang perempuan yang menghampiri mereka .
"Maaf permisi ,apa saya menganggu kalian ." sapa seorang perempuan yang terlihat begitu kurus dari yang dulu mereka liat .
"Maaf kalau kedatangan saya membuat kalian terkejut . Tapi kedatangan saya bukan untuk mengacaukan acara kalian .kedatangan saya benar benar hanya ingin minta maaf kepada kalian semua . Saya baru saja keluar dari penjara , dan saya akan pindah keluar negri . Sebelum saya berangkat keluar negeri saya ingin mendapatkan maaf dari kalian semua . Saya minta maaf atas semua kesalahan saya . Terutama kepada Tiara dan ibunya ." ucap Nagita bersungguh sungguh dengan kepala menunduk . Tidak berani mengangkat wajah nya kembali .
Tiara menyerahkan Nisa pada Ardy .dan menghampiri Nagita .ia elus bahu Nagita yang telah mengakui semua kesalahan nya .
"Kami sudah memaafkan kesalahan mbak Nagita . Mbak tidak perlu merasa bersalah seperti itu , kami sudah melupakan masalah itu ." ucap Tiara sambil tersenyum , baru Nagita berani mengangkat wajahnya menatap Tiara .
"Kamu memang perempuan yang baik ." ucap Nagita dengan mata berkaca kaca , karena telah mendapatkan maaf dari Tiara .
"sama sama mbak , ayuk silahkan duduk dulu ." ucap Tiara menarik tangan Nagita untuk duduk .
"Tidak usah Tiara , saya tidak ada waktu , sebentar lagi pesawat saya sudah akan berangkat , saya hanya ingin mengantarkan bingkisan untuk anakmu semoga suka ." Nagita menyodorkan sebuah kotak bludru berwarna merah .
__ADS_1
Tiara menerima dan membuka kotak itu , Tiara terkejut melihat benda itu . Harganya bukan abal abal karena Nagita memberinya sebuah kalung mutiara asli yang hargannya ratusan juta .
"kamu yakin mbak , memberikan ini untuk Nisa. Ini harganya ratusan juta ." tanya Tiara yang sudah hafal dengan harga perhiasan asli atau palsu .
"Itu tidak seberapa di banding dengan kejahatan yang pernah saya lakukan pada kalian .semoga kalian suka , dan sampaikan permintakan maaf saya sama bu andini dan bu khanza .saya harus segera pamit dan ke bandara ."ucap Nagita sambil membungkuk dan pergi meninggalkan mereka .
"Huuff syukurlah akhirnya dia bisa sadar ." ucap Ardy sambil menghela nafas panjang .
"Tidak usah terlalu perhatian Mas " ucap Tiara membuat Ardy mengerutkan keningnya .
"Kamu sampai sekarang masih juga cemburu sama dia ." tanya Ardy pada Tiara yang menahan tawa .
"Aku hanya khawatir saja ."jawab Tiara membuat tawa Ardy pecah .
"Lihat lah istriku , lagi cemburu , kalau cemburu begini cantiknya bertambah ."ucap Ardy kepada mereka . Membuat mereka tersenyum melihat Tiara yang malu malu setelah di goda Ardy .
"Mbak Tiara jangan cemburu sama mas Ardy , karena mbak Tiara adalah jaminan kebahagiaan mas Ardy , Jadi aku jamin mas Ardy akan setia sama mbak Tiara ." ucap vidi yang juga ikut ikutan mengoda Tiara .
"Mas Rio juga jamin akan setia sama kamu vid ." ucap Rio yang membuat Vidi tersenyum malu malu karena di gida oleh laki laki setampan Rio . Rio sendiri juga ikut senyum malu malu , tapi senyuman nya sirna karena ulah kejahilan Dimas , yang menyentil keningnya .
...----------------...
Waktu semakin berlalu , Ardy juga semakin perhatian kepada anak dan Istrinya . Ia selalu meluangkan waktu untuk keluarga kecilnya . Apalagi di hari libur Ardy tidak mau mengunakan waktu untuk kerja dan kerja seperti dulu .sekarang sudah berbeda ada anak dan istri yang harus ia perhatikan .
Ardy mengunakan waktu liburnya untuk mengajak Tiara dan anak nya keluar jalan jalan untuk membuang penat . Karena Ardy dan Tiara mengasuh anak nya sendiri tanpa jasa baby sister ,Ardy dan Tiara ingin merasakan peran nya sebagai orang tua pada anak anaknya .
__ADS_1