
"Karena selama ini apa Dim ." pertanyaan Tiara menarik Dimas kembali ke alam sadarnya .
"Karena selama ini aku masih fokus dengan kuliahku . agar aku bisa meneruskan bisnis mamaku ." jawaban Dimas membuka luka yang pernah di berikan oleh mamanya Dimas , perih dan ngilu karena ia orang miskin .
Tara mengangguk dengan senyum terpaksa .ia tidak lagi pedulikan kebohongan Dimas , juga perlakuan mamanya . Biarlah kenangan buruk itu mengalir di antara mereka berdua saja . Dan melahirkan kembali hubungan baik yang mulai di tata .
" Aku pulang dulu ya , jangan lupa jaga kesehatan . Dan satu lagi , maaf kalau aku sudah tidak bisa antar jemput kamu lagi . Karena tugasku sudah tergantikan oleh pak Ardy . Tapi kalau ada apa apa telepon aku ya . Aku selalu ada untukmu ." pesan Dimas sambil mengelus punggung jangan Tiara dan pergi menuju ke mobilnya .
Lagi lagi perlakuan Dimas membuat hati Tiara pilu .
" Apa aku salah menerima cinta pak Ardy .." batin tiara ragu .Tiara melangkah masuk ke dalam kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke kasur dan menangis sesenggukan .
"Apa aku sudah sangat keterlaluan sama Dimas . Aku tau dia selama ini baik padakku dan selalu ada untuk ku .tapi sudah terlalu lama aku menunggu kata cinta darimu Dim .sudah cukup lama . Sangat lama , tapi kamu tidak pernah mengatakan nya , setelah keadaan seperti ini , kamu baru buka suara .aku binggung Dim , aku bingung ." gumam tiara yang menangisi keadaan nya sekarang ini .
"Maafin aku Dim , maafin aku pak Ardy ," gumamnya lagi ia merasa bersalah pada Dimas , Dan memikirkan untuk menerima cintany pak Ardy sepertinya juga sebuah kesalahan .
...----------------...
Sementsra Nagita yang juga baru saja sampai rumah ia melempar tasnya ke atas kasur .
"kurang ajar kamu Ardy !, benar benar kurang ajar sama aku . Hanya karena perempuan gembel itu , Dia berani ngusir aku . Awas saja kamu Ardy , aku akan buat kamu perhitungan dengan kamu ." teriak Nagita dengan kesal .
"Kurang ajar kamu Ardy ."tringg^^g Nagita mengamuk ia banting vas bunga yang ada di kamarnya .vas bunga pemberian Ardy kini hancur menghasilkan butiran butiran kristal kaca yang tajam di lantai .
"kamu kurang ajar , kamu keterlaluan ." ucap Nagita menunjuk butiran butiran kaca seakan dia sedang bicara dengan Ardy .
" kalau saja karyawan kamu itu tidak memberitahukan nya padaku , kalau kalian pacaran , aku juga tidak akan tau , baiklah aku akan jadikan dia mata mata aku di kantor kamu Ardy ."ucap Nagita dengan senyum liciknya . Sambil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Rani kembali .
__ADS_1
"Ya bu Nagita , ada yang bisa saya bantu ."ucap Rani dari sebrang .
"Aku ada tugas untukmu , tapi kamu tenang saja , selama kau jalan kan tugas dengan baik dan berhasil , satu lagi tutup mulutmu rapat rapat , kamu pasti dapat bayaran yang sepantas nya ." ucap Nagita .
Rani yang mendengar kata bayaran matanya membulat sempurna . Semangatnya pun mengebu ngebu untuk mengerjai Tiara . Ia juga tidak sabar menunggu tugas selanjutnya dari Nagita . Supaya ia bisa mengerjakan dengan cepat dan tepat .
"Ibu mau beri saya tugas apa ." tanya Rani dengan mata berbinar
"Aku mau kamu mata matai kapan Ardy keluar kantor seorang diri . Dan tidak mengajak perempuan sialan itu bersamanya . Langsung laporkan ke aku ." ucap Nagita .
"Siap bu bos ." ucap Rani dengan hormat dan mengakhiri obrolan mereka .
...----------------...
Keesokan paginya setelah Tiara menyiapkan kebutuhan ibu nya.ia segera mengambil ponsel untuk mengirim pesan kepada Ardy
Ardy membaca isi pesan dari bidadariku . Melihat isi pesan orang yang ia cintai Ardy mengerutkan keningnya .
"Ada apa dengan dia."gumam Ardy langsung menghubungi Tiara .
"Hallo sayang ."sapa Ardy dari balik ponselnya .
"Iya sayang , maaf ya hari ini aku pergi sendiri saja . Ada hal yang harus aku kerjakan dengan cepat di kantor , Bapak sendiri kan tau , walaupun kita punya hubungan . Aku tetap saja tidak boleh menyepelekan pekerjaan aku di kantor ." ucap Tiara berbohong pada 'Ardy . Sebenarnya ia memang ada banyak urusan di kantor .
Ardy menarik nafas berat , sebenarnya berat juga baginya membiarkan Tiara sendiri pergi ke kantor . Tapi ucapan Tiara ada benarnya , mereka harus tetap profesional dalam hal pekerjaan .
"Baik lah , kamu hati hati ya sayang , " pesan Ardy yang langsung menyimpan ponselnya kembali di atas nakas . Setelah mendapat jawaban dari Tiara .
__ADS_1
Rani yang melihat Tiara datang ke kantor sendirian pun jiwa keponya muncul . Ia berjalan mendekati Tiara .
"Pak Ardy nya mana , kok ngak kelihatan ."tanya Rani tanpa sopan santun . Tapi sambil tersenyum biar bisa dekat Dengan Tiara .
"Belum berangkat , aku ada urusan di kantor jadi aku harus pergi sendiri ke kantor lebih cepat ." ucap Tiara kepada Rani sambil tersenyum. Walau sebenarnya ia merasakan ke ganjalan pada sikap Rani . Yang tiba tiba mau bicara dengan nya sambil bercanda . Tapi Tiara menepis semua rasa tersebut , ia tak mau berburuk sangka pada orang , yang pernah jadi teman nya saat mereka masih sama sama menjadi OB .
"Oh begitu , tapi masih pacaran kan . "Selidik Rani lagi .Tiara hanya tersenyum .
" Masih , aku masuk dulu ya mbak ." pamit tiara pada Rani karena ia harus bekerja .
"Ohh oke silahkan masuk ." ucap Rani dan mengeser badan nya yang menghalangi Tiara akan masuk ruangan kerjanya.
Rani segera mengeluarkan ponselnya dan pergi menghubungi Nagita .kalau hari ini Tiara berangkat ke kantor sendirian tanpa Pak Ardy .
"Baru juga jadian , Tapi berangkat ke kantor sendiri sendiri ." ucap Nagita tersenyum bahagia .
"Bagus , kalau begitu mereka berdua pasti sedang ada masalah .lebih enak aku mengatur strategi ." gumam Nagita sambil tertawa sinis .
Nagita segera menghungi orang orang suruhan nya .
"Hallo lakukan pekerjaan hari ini ." ucap Nagita .
"Gimana caranya kami melakukan tugas mu ."jawab suara di seberang .
"kamu hubungi nomor yang udah aku kirim ke kamu . Katakan Bos kalian ingin berbisnis sama dia . Terserah kamu mau bilang siapa Bos kamu . suruh dia temui kamu sendirian . Kalau dia udah keluar aku akan kabari , kamu baru boleh bertindak .sesuai perintah aku ."ucap Nagita
" Siap Bos ."jawab laki laki dari sebrang ponsel .
__ADS_1
Ardy juga telah sampai di kantor , ia segera pergi menemui Tiara di ruangan kerjanya . Tiara behitu fokus dengan komputer nya . sampai sampai tidak melihat atau pura pura tidak melihat kehadiran Ardy di samping nya .