
Selayaknya engkau tau
Betapa ku mencintaimu
Kau tenangkan ku dari mimpi buruk ku
Selayaknya engkau mengerti
Betapa engkau ku kagumi
Kau telah tinggal di dalam palung hatiku
Betapa hancur hatiku
Melihat engkau bersamanya
Namun ku mencoba tuk tegar menghadapinya
Jangan kau menangis lagi
Tak sanggup aku melihatnya
...****************...
"Sini aku coba , bukain pitanya , semakin kamu tarik akan semakin jadi tali simpul . Susah di buka nanti seperti sebuah hubungan ."ucap Dimas .
"sebuah hubungan apa ."tanya mutiara .
"ngak ada ."jawab Dimas yang tercekat tak mampu menjelaskan .mutiara mendekati Dimas dan mendongak ,memberi ruang pada Dimas agar leluasa membuka pita di lehernya .mutiara menatap wajah tampan Dimas . Mutiara tau sejak dulu Dimas sangat tampan . Tapi ia hanya mampu menatapnya sebagai seorang teman .
Bagi mutiara Dimas tidak menyadari rasa cinta yang di miliki mutiara , sehingga sampai sekarang , Dimas tidak menyatakan cinta padanya .
Tanpa mereka berdua sadari Ardy juga sudah sampai di kantor , Ardy menatap apa yang di lakukan oleh Dimas dan mutiara dari dalam mobilnya ..
"Apa yang mereka lakukan di depan kantor aku , apa mereka tidak punya malu mesra mesraan di depan kantor aku ."gumam Ardy sambil mengeratkan rahang dan tangannya .
Lebih tepatnya bukan geram , tapi Ardy cemburu melihat kedekatan mutiara dan Dimas . Apalagi ia melihat penampilan mutiara pagi ini sangat berbeda . Bahkan lebih cantik dari dandanan yang kemarin makan malam bersamanya .
Bagi Ardy yang menjadi poin kecantikan mutiara pagi ini adalah kain pita yang menghiasi lehernya .menambah Mutiara semakin manis .
__ADS_1
Dimas terlalu lama melepas kain pita di leher mutiara , membuat Ardy semakin geram , dan menganggap mereka tidak punya malu mesra mesraan di depan umum .
"Tidak , aku tidak boleh mencintai wanita yang tidak punya rasa malu seperti dia , tidak tidak tidak . "desis Ardy . Ardy masih bisa membohongi diri sendiri karena hanya dirinya sendiri yang tau , kalau dirinya telah jatuh cinta pada mutiara .
"sudah ini ."ucap Dimas sambil menarik lembut kain itu dari lehernya mutiara.
Ardy yang masih menyaksikan semua itu , akhirnya lega , setelah tau apa yang di lakukan oleh Dimas . Ternyata Dimas dan mutiara tidak melakukan macam macam seperti yang ia pikirkan . Wajah Ardy kembali netral .
"terimakasih ya , aku masuk kantor dulu .baik baik kuliahnya biar cepat wisuda ."ucap mutiara sambil mengambil pita dari tangan Dimas .
"iya sayang , eh Ti ara ."jawab Dimas sambil menutup mulutnya , mutiara hanya terkekeh melihat tingkah Dimas . Sebenarnya ia nyaman di panggil sayang , tapi dia juga takut ketahuan pak Ardy .
Mutiara melambaikan tangan nya pada Dimas yang menaiki motornya meninggalkan halaman kantor Ardy . Mutiara segera melangkah ke dalam kantor sambil mengibar ngibarkan pita di tangan nya .
Sementara Ardy segera menjalankan mobilnya dan memarkirkan nya , di tempat parkir . Saat Ardy turun dari mobil berpapasan dengan karyawan nya .
"wah bos sudah pakai mobil baru lagi .ikut bahagia saya , selamat Bos atas pencapaian nya ."ucap karyawan nya Ardy yang melihat Ardy di parkiran . sambil menjabat tangan Ardy .
" iya , ini juga berkat kalian .karena kalian masih mau bertahan , di saat saya berada di ambang kebangkrutan . Terimakasih ."ucap Ardy.
"tentu pak , kami tetap akan bertahan demi sesuatu yang masih dapat di perbaiki . Lagian ini juga bukan kesalahan pak Ardy . Dan pak Ardy selalu menghargai pekerjaan kami denganbaik ."jawab karyawan nya yang lain.
"iya maaf pak , mari silahkan ."ucap karyawan nya merasa tidak enak telah menyita waktu Ardy , untuk ngobrol .Ardy masuk ke dalam kantor di ikuti oleh karyawan nya .
Ardy memasuki ruangan mutiara dengan muka masam , iya ingin memarahi mutiara telah mengijinkan laki laki lain menyentuhnya , walaupun dia teman nya sendiri .
"Haruskah aku gunakan alasan itu , agar mutiara menjauhi Dimas , tidak ,tidak boleh pakai alasan itu . Nanti kalau Tiara balik tanya kenapa , aku harus jawab apa ." Ardy mengaruk tengkuknya sendiri .
TOK...TOK....TOK
Ardy mengetuk pintu ruang kerja mutiara dengan kasar .
"ih siapasih pagi pagi ketuk pintu kasar banget , apa belum makan pagi ."gerutu mutiara .
Mutiara bangkit dari duduknya ia telah membuka laptop dan bekalnya .
Tok ...tok...tokk Ardy mengetuk lebih keras lagi karena mutiara belum membukakan pintu .
"astaqfirulloh , iya sebentar ."sahut mutiara kesal .
__ADS_1
Mutiara membuka kunci dan memutar handel pintu .mutiara terkejut melihat muka merah Ardy di balik pintu . Yang mungkin sedang manahan amarah .
Ardy segera masuk ke dalam ruangan mutiara dan mengunci kembali pintunya .ia tak ingin ada karyawan lain yang melihat Ardy dan mutiara punya masalah .
"Ba ba bapak , ke ke napa "tanya mutiara tiba tiba agak gugup . Melihat wajah Ardy yang marah .
Mutiara binggung kesalahan apa yang telah ia lakukan . Sehingga pak Ardy begitu marah .Mutiara tidak bisa menebak kesalahan nya karena ia benar benar tidak melakukan kesalahan .
Mutiara berjalan mundur hingga kepentok meja .melihat Ardy jalan mendekatinya dengan wajah penuh amarah . Ardy menaruh satu tangan nya di meja samping mutiara . Dan mata nya menatap manik hitam mata mutiara dengan lekat .
" katakan padaku , apa yang kamu lakukan di depan kantor saya. Dengan lelaki itu ."bentak Ardy dengan kasar .
"ma maksud pak Ardy . " tanya mutiara tidak paham .
"Aku melihat kamu dan lelaki itu bermesraan di depan kantor saya . apa kau sengaja memperlihatkan nya pada saya .? Karena saya telah melarang mu berpacaran ." bentak Ardy kembali membuat mutiara gemetaran .
Mutiara menelan saliva nya , mendengar pertanyaan Ardy .bukan ia tak mau memberi tahu , tapi mutiara bingung harus bagaimana mengatakannya . Dan harus di mulai darimana , ia takut Ardy tidak percaya kepada nya .
"Kenapa kamu diam ," cecar Ardy
"Ma maaf pak , bapak salah paham ."ucap mutiara gugup dan tegang .
"kamu sudah bosan kerja di kantor ini ."bentak Ardy lagi .
"Jangan pecat saya pak ." ucap mutiara langsung menjatuhkan diri , berlutut di depan Ardy .
Mutiara sangat takut kalau kalau di pecat , baru kemarin ia merasakan mendapat gaji , hasil bekerja di perusahaan Ardy , dan sekarang di dalam keadaan , yang sebentar lagi akan turun dari jabatan .
" Saya janji , saya tidak akan lakukan hal itu lagi , saya janji pak , asal bapak jangan pecat saya ."ucap mutiara memohon .
Ardy segera mundur melihat mutiara berlutut di depan nya .ia juga merasa bersalah hingga mutiara lakukan itu . ia tak ingin mutiara berlutut di kakinya.
"bangun kamu ."perintah Ardy .
"tapi pak .
"bangun atau kamu benar benar ingin saya pecat ." ancam Ardy .
"tidak pak ."jawab mutiara dengan cepat .
__ADS_1