My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 202


__ADS_3

"Ayo sayang ikuti apa kata bidan , kamu bunda yang hebat kamu pasti bisa ,"ucap Ardy menyemangati Istrinya yang sedang berjuang melahirkan anak pertamanya .


Tiara mulai mengikuti perintah dari dokter . Dimana Ardy secara refleks juga ikut menarik nafas dan mengeluarkan nya lewat mulut .Tak lama kemudian Tiara merasakan sesak di dadanya . Dia meringis kesakitan memegangi dadanya .


"Dok , istri saya kenapa ," tanya Ardy dengan cemas dan khawatir melihat keadaan Tiara .


"Bapak tenang saja , beginilah proses persalinan, peejuangan seorang ibu , anak bapak sedang mencari jalan untuk keluar melihat dunia ini pak ." ucap sang bidan .


Ardy mengenggam erat tangan Tiara ia mencium kening istrinya yang telah berembun oleh keringat . Tak terasa air mata Ardy menets di kening Tiara , seketika Tiara berhenti merintis dan menatap wajah Suaminya .


"Kok mas Ardy yang malah menangis ." ucap Tiara sambil menghapus air mata Ardy .


"Kamu masih bisa ngelucu , Mas khawatir sama kamu , kamu pasti kesakitan kan .,Mas minta maaf kalau selama ini mas telah banyak menyakitimu . Mas janji mulai sekarang mas tidak akan pernah menyakitimu lagi ."ucap Ardy yang kembali meneteskan air mata .


Belum sempat Tiara menjawab perkataan Ardy . Bidan telah memberi intruksi pada tiara Agar mulai mengejan kembali .


Tak lama kemudian bayi pun lahir dengan selamat tanpa ada cacat .


"alkhamdulillah seorang putri yang cantik ." ucap sang bidan . Swmua mengucap syukur alkhamdulillah dengan kelahiran putri Tiara dan Ardy .


Ardy terduduk lemas di kursi ruang bersalin .bidan dan perawat yang menangani persalinan Tiara tersenyum haru menatap Ardy .


Selama Tiara mengalami kontraksi bukan Tiara yang kesakitan tapi malah sebaliknya . Ardy yang tersiksa saat Tiara mengaduh kesakitan dan berulang kali menarik nafas dalam dalam . Dengan keringat membasahi sekujur wajahnya .


"Alkhamdulillah , bayinya sudah lahir mbak yu , suara tangisnya kencang banget ." ucap mama khanza sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangangnnya pertanda bersyukur atas kelahiran cucunya .


"Iya saya jadi penasaran , laki laki apa perempuan .tangisan nya kencang banget ."sahut bu andini .

__ADS_1


Setiap kali pemeriksaan Tiara tak ingin melihat jenis kelamin anak nya . Ia ingin menjadikan itu kejutan untuk semua orang dan diri sendiri .


Beberapa jam kemudian Tiarandan bayinya telah di bawa ke ruang rawat yang telah di oesan oleh Ardy ,bu andini dan mama khanza sangat bahagia melihat cucu perempuan nya .


"Cantik sekali cucu oma , mirip siapa ini hidungnya mancung sekali ." ucap mama khanza minta cucunya memanggilnya oma .


"iya cantik sekali udah mimik cucu belum ,cucunya eyang ." ucap bu andini .yang juga sangat bahagia mendapatkan seorang cucu perempuan yang sangat cantik .


Ardy dan dan Tiara tersenyum saling pandang . Orang tua mereka me.perkenalkan diri masing masing dengan panggilan yang berbeda juga .


"sudah tadi bu , tapi minum susu formula karena Asi Tiara belum keluar ." jawab Ardy , yang tadi mencoba nembantu Tiara mencoba menyusui anaknya . Tapi Asi Tiara belum bisa keluar sehingga membutuhkan bantuan susu formula


"Oh sudah mimik to pantes tidurnya nyenyak tidak rewel ." ucap bu andini yang begitu gemes mengusap pipi cucunya yang masih berwarna merah jambu .


"Kalian akan beri dia nama siapa ." tanya mama khanza sambil menatap Ardy dan Tiara . Bu andini juga penasaran dan ikut menatap anak dan menantunya itu .


"Bagus , cantik seperti orangnya ."jawab mama khanza yang mengelus pipi cucunya yang sedang tidur nyenyak .


"Oh eyang dah tidak sabar nunggu kamu pulang , panggilan nya apa Nisa atau fira , biar eyang main main dengan cucu eyang ini di rumah saja ."tanya bu andini yang paling tidak suka berada di rumah sakit .


" iya eyang ,Panggil Nisa saja ." jawab Ardy yang menirukan suara bayi . Mama khanza dan bu andini menoleh ke arah Ardy yang tiba tiba datang mendekat .


Sementara Tiara harus banyak berbaring untuk menjaga kesehatan nya .dan kandungan nya yang baru menjalani proses persalinan .


Hampir satu minggu Tiara berada di rumah sakit atas permintaan Ardy yang ingin Tiara pulang dalam keadaan sehat .


Setelah pulang kerumah Ardy sekalian mengadakan acara aqikohan untuk putri pertamanya . Ia undang para anak yatim piatu , para tetangga dan ibu ibu janda . Serta para sahabat dan klien kerja Ardy .

__ADS_1


Ardy ingin membagi kebahagiaan nya dengan semua orang dengan kelahiran putri pertamanya ARFIRA KHAIRUN NISA .


Mereka juga tidak lupa mengundang putri ,Dimas dan Rio juga .


"wah mbak putrimu cantik sekali seperti bundanya ." ucap sambil berdiri di samping Tiara yang duduk memangku Nisa . Putri mengelus pipi gembul Nisa .


"hahaha ." putri terkikik merasakan perutnya di pukul pukul kecil sama Nisa. Semua orang nenatap putri .


"semoga cepat ketularan ." ucap Tiara membantu Nisa mengelus perut Putri , Dimas tersenyum menatap Ardy yang melotot menatap pergerakan anak dan Istrinya .


"eeem sudah hamil ya kamu,"Tiara merasakan perut Putri sudah sedikit buncit


" iya mbak ." ucap Putri tersipu malu .


Tiara tersenyum menatap Ardy yang juga menatapnya ." pantas tangan Nisa meraba perut putri ,firasat apa ini ." gumam Tiara dalam hati .


"wah selamat ya , jaga baik baik kandungan kamu , kalau Dimas macam macam sama kamu jewer saja kupingnya .berani sama ibu hamil ." ucap Tiara yang melirik ke arah Dimas yang sedang ngobrol bersama Ardy .


"Ibu hamilnya yang banyak tingkah . Masak tengah malam nyuruh orang cari rujak ,mana ada orang jualan rujak ." ucap Dimas sambil mencandai putri .putri merasa malu dan mencubit le,an Dimas yang telah membeberkan rahasianya .


"Itu yang namanya ngidam , jangankan putri , ini aja bilang mau makan kue coklat setelah di beli ehh ternyata cuma di cium saja .dan kue nya di angguri jadinya malah aku yang ngak suka makan kue coklat terpaksa makan ." ucap Ardy membongkar rahasia kehamilan Tiara .


"itu namanya mas Ardy sangat mencintai mbak Tiara , sampai sampai mas Ardy yang ngidam sepertinya , lihat Nisa dia cantik tapi versi mas Ardy mungkin mbak Tiara juga sangat mencintai mas Ardy ." jawab putri .


"susahnya bergaul sama bapak bapak dan ibu ibu , yang di bahas hanya masalah pasangan masing masing ." ucap Rio sambil mencebik .karena tidak bisa nyambung dengan obrolan mereka .membuat mereka tertawa bersama .


"makanya cepat cari istri , jangan kelamakan nongkrong sama laki laki , nanti di tafsir sama abang abang cantik ." ucap Dimas yang dapat tonyoran dari Rio . Dimas dengan cepat langsung ingin membalasnya . Rio ingin menghindar dari balasan Dimas malah jidatnya kejedot hidung seorang wanita cantik yang sedang menhampiri Tiara untuk mengucapkan selamat .

__ADS_1


"auw ."Rintih gadis itu sambil mengelus hidungnya yang memerah karena ulah Rio .


__ADS_2