My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 214


__ADS_3

"Jadi kamu tidak mencintai aku ." ucap Ardy dengan expresi pura pura ngambek dan sedih .


Tiara langsung memeluk erat lengan Ardy sambil tersenyum .


"Aku akan jadi manusia munafik sedunia , kalau bilang tidak mencintai mas Ardy ." ujar Tiara membuat bibir Ardy melengkung indah .


"kamu sudah pandai membual sekarang ." cibir Ardy .


"Ini kata hatiku yang paling nyata mas ." sahut Tiara dengan menatap manik hitam di mata Ardy .membuat Ardy tertawa melihat tingkah Istrinya .


"Yuk berangkat , nanti keasyikan ngegombal aja kamu ." ucap Ardy sambil menoel hidung Tiara .


"Ah iya , tmTiara hampir lupa kalau kita mau pergi . Habis kalau Tiara sudah berada di samping mas Ardy , akan lupa dengan semua hal , yang ada hanya bahagia , bahagia dan bahagia ." ucap Tiara yang semakin mengombali Ardy , membuat Arsy semakin terkekeh .


"Bisa aja ya kamu ." ucap Arsy yang hendak mengacak rambut Tiara ,tapi tangan Ardy lebih dulu di tangkap oleh Tiara .


"Kamu sudah pamit sama ibu dan mama belum ." lanjut Ardy dengan serius di sela sela candaan nya .


"Sudah mas , beres semua ." ucap Tiara yang mulai serius juga


"yuk berangkat ." mereka berdua masuk ke dalam mobil dan segera meluncur .


"udah tau infonya tinggal di ruangan apa dan nomor berapa istri Dimas di rawat ." tanya Ardy .saat mereka telah sampai di rumah sakit .


"Sudah mas , tadi aku tanya ke karyawan Dimas yang kebetulan dia juga teman sekolah aku dulu ." ucap Tiara sambil menunjuk kan isi sms nya pada Ardy .


"oh gitu ya sudah kita ke sana sekarang juga ." ucap Ardy .mereka berdua langsung masuk dan mencari ruangan yang di pakai Putri .


"ini mas ruangan nya ," ucap tiara saat sampai di depan ruangan mawar no 4 .


"ya udah ketuk dulu pintunya sebelum kita masuk ."ucap Ardy .


Tok...tok...tok..


"Permisi ." ucap Tiara dari luar sambil mengetuk pintu .

__ADS_1


" masuk ." ucap putri dan Dimas bersamaan .Ardy dan Tiara pun masuk ke dalam ruangan rawat putri .


" Loh mbak Tiara , tau dari mana kalau kami di rumah sakit ." tanya putri yang terkejut karena merasa tidak pernah memberi tau Tiara kalau dirinya sudah melahirkan di rumah sakit .tapi tiba tiba Tiara datang menjenguknya .


"Dari karyawan suami kamu , yang tadi kebetulan kami ketemu di supermarket saat belanja ."ucap Tiara .


"emm begitu ." jawab putri .


"teman sekolah kita dulu ." tebak Dimas .


"iya benar ," ucap Tiara sambil menaruh buah ke meja putri yang ia beli di jalan saat di perjalanan menuju ke rumah sakit tadi .


" mana babynya coba lihat ."tanya Tiara pada putri .


"ini dia lagi bobok pules ." ucap putri menunjuk kan wajah bayinya yang tampan terbaring di sampingnya .


"Ah gemes banget gendong sebentar boleh ya ." ucap Tiara .


"Boleh mbak ," ucap Putri .


"ihh ganteng banget keponakan tante cepat besar ya biar bisa main dengan kakak Nisa ."ucap Tiara pada bayi munggil yang sedang tidur di gendongan nya .


"lagi bobok bawa dia ribet lagi njeguk bayi .pasti minta gendong , kalau ngak pasti berantakin ni ruangan ,kalau ngak gitu ya pasti nagis malah ganggu dedeknya ."ucap Tiara .


"Sayang ra Nisa tua'an setahun , kalau tidak kita bisa besanan ."ucap Dimas membuat semua nya tertawa .


"iya mbak masih ada di perut saja Nisa udah sayang sekali lo sama dedeknya ." ucap putri .


Ardy dan Dimas mengobrol kan seputar bisnis dan Ibu ibu mengobrol seputar anak anak mereka .Tidak terasa sudah Setengah jam mereka ngobrol .


"kamu mau makan buah tidak biar aku kupasin ."ucap Tiara pada putri .


"Boleh mbak ."ucap Putri . Tiara ingin bangkit mengambil pisau buah di ujung meja tapi belum sempat ia meraih pisau ia sudah oleng putri berteriak .


"mbak Tiara ."teriak Putri yang mengejutkan Ardy dan Dimas ,Ardy yang melihat segera berlari menangkap badan Tiara yang jatuh pingsan dalam dekapan nya .

__ADS_1


"Sayang ."panggil Ardy , Ardy mengecek detak nadi tiara masih berdenyut . Ardy menepuk nepuk kecil pipi istrinya juga tidak membuka matanya .


"Mas Ardy baringkan Tiara di sofa panjang sana , biar saya panggilkan dokter dulu ." ucap Dimas melangkah pergi keluar ruangan .Ardy mengangkat tubuh Tiara dan ia baringkan ke atas sofa .


Tak lama kemudian Dimas kembali dengan seorang dokter yang menangani putri .


"Maaf pak ijinkan saya memeriksanya ." ucap Dokter, membuat Ardy mengeser duduknya dan memberi ruangan pada Dokter itu .untuk memeriksa keadaan Tiara .


Setelah memeriksa detak jantung Tiara dokter menyimpan alat nya kembali ke dalam saku .


"Bagaimana dengan keadaan istri saya dok ." tanya Ardy yang kelihatan begitu panik .


"Istri anda tidak apa apa , hanya pingsan saja . Sebaik nya anda bawa istri anda ke ruangan lain , biar kami melakukan pengecekan lebih lanjut . Ada apa swbwnarnya dengan istri anda ." ucap dokter .membuat Ardy bernafas lega .


Ardy memberikan bau bau aroma minyak telon di hidung Tiara , untuk merangsang kesadaran Tiara tak lama kemudian Tiara siuman .


"Syukur alkhamdulillah akhirnya , kamu siuman juga ." ucap Ardy bahagia sambil memeluk tubuh Tiara dan mengecup keningnya .


" Memang nya Aku kenapa mas ." tanya Tiara bingung dan segera duduk .


"Tadi mbak Tiara bilang mau kupasin aku buah . Saat mbak Tiara berdiri mau ambil pisau mbak oleng dan ,untung mas Ardy cekatan menangkap tubuh mbak Tiara . Sehingga mbak Tiara pingsan dalam dekapan mas Ardy . untungnya lagi mbak Tiara belum ambil pisau .kalau mbak Tiara dah ambil pisau tiba tiba jatuh pingsan gimana ."ucap putri panjang lebar . yang merasa bersalah juga bahagia lihat Tiara sudah sadar .


"Iya sayang , kamu kenapa ,apa kamu sakit ." tanya Ardy pada Tiara .


"Aku memang sedikit pusing saat mau ke sini . Aku cuma mengira itu kelelahan dan semalam juga kurang tidur karena Nisa rewel ." jelas Tiara . Sambil memegang keningnya yang masih nyut nyutan .


"Kalau begitu kita cek ke dokter , lihat kesehatan kamu apa darah kamu turun ,biar kita bisa beli obat untuk mengembalikan imun kamu ." ucap Ardy pada Tiara .


"Baiklah mas , sekalian mumpung sudah di rumah sakit . Putri ,Dimas maaf ya saya pamit dulu ." ucap Tiara yang di angguki oleh Ardy .


" iya mbak , saya minta maaf gara gara saya mbak tidak pikirkan kesehatan , bela belain ke sini ." ucap putri .


"Tidak apa apa,mungkin kebetulan saja , tidak enak badan ." jawab Tiara .


Ardy dan Tiara pergi meninggalkan ruang jnap putri menuju poli kesehatan untuk mengecek kan keadaan badan nya . Tak lama kemudian dokter datang dengan membawa hasil cek Tiara .

__ADS_1


"Bagaimana dok , hasil cek kesehatan Istri saya , dia tidak kenapa kenapa kan ." tanya Ardy penuh dengan kecemasan .


"Selamat Istri anda sedang hamil ....


__ADS_2