My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 121


__ADS_3

Dimas dan gadis itu akhirnya sampai di bengkel


"Terimakasih banyak ya mas atas bantuan nya . Sepertinya kita belum berkenalan ya .kenalkan nama saya putri ." ucap gadis itu sambil tersenyum dan mengulurkan tangan nya .


Dimas menyambut uluran tangan Putri . " Dimas , kalau begitu saya pergi dulu ." ucap Dimas segera pergi meninggalkan putri di bengkel itu seorang diri .


Dimas meluncurkan mobilnya ke sebuah tempat yang telah di tunjuk kan oleh anak buah Dimas .


"Jadi ini tempatnya ." ucap Dimas menatap bangunan rumah yang rapi dan nyaman tapi lumayan jauh berada di lorong yang dalam . Sangat cocok untuk menjalan kan misinya .


"Iya Bos , Bagaimana apa Bos suka dengan tempatnya ."tanya anak buah Dimas .


"Suka , laksanakan misinya nanti malam , jangan lupa dan jangan sampai gagal .


"Siap Bos ." jawab anak buah Dimas . Dimas beristirahat sebentar untuk menghilangkan penatnya . Anak buahnya menyodor rokok padanya .


"Saya tidak merokok ." jawab Dimas .lagi lagi ia ingat Tiara yang tidak suka dengan cowok yang merokok . Pernah ia belajar merokok dan ketahuan oleh Tiara , selama seminghu Tiara tidak mau menyapanya .


"Semua sudah ok dan beres , kalau begitu saya pamit dulu , dan saya tunggu misi nya nanti malam , harus sesuai dengan harapan saya ." ucap Dimas pada anak buahnya .


Dimas melajukan mobilnya dengan pelan , di tengah jalan ia melihat banyak anak anak kecil sedang mengerumuni gadis yang ia tolong tadi . Gadis itu sedang membagi bagi permen kaki kepada anak anak itu .


Tak lama kemudian gadis itu yang bernama putri mengetuk kaca mobil nya lagi .


"Ada apa lagi ." tanya Dimas sambil menurun kan kaca mobilnya .


"Ini ." putri memberikan setangkai permen untuk Dimas .


"ini sebagai ucapan terimakasih saya sama mas Dim telah menolong saya tadi ." lanjut putri dengan senyum yang sangat manis .


"Terimakasih , saya harus pergi dulu ." ucap Dimas setelah menerima permen dari putri dan menutup kaca mobilnya . Dimas meluncurkan mobilnya meninggalkan desa terpencil itu dengan cepat .

__ADS_1


Ia menatap sejenak ke tangkai permen yang di berikan oleh putri , ia tidak habis pikir dengan tingkah perempuan itu .


"Gadis yang aneh ."


Dimas kembali lagi ke kantornya . Ia tidak bertemu dengan mamanya , karena mamanya ada meeting dengan rekan nya di luar kota .sehingga ia bebas tidak masuk ke kantor atau datang ke kantor tidak tepat waktu .


Jam pulang kerja sebentar lagi tiba Dimas sudah berniat untuk menjenguk Tiara sore nanti . Dia sudah rindu berat dengan gadis yang dulu pernah selalu bersamanya .


"Saya pulang dulu , sisa nya kamu selesaikan semuanya ,kalau mama saya pulang dan tanyakan keberadaan saya , katakan saja saya bertemu dengan teman kuliah saya ." pesan Dimas kepada sekretaris mamanya .


"Baik pak ."


Dimas segera meluncur ke rumah Tiara , tidak ada tanda tanda tamu di rumah Tiara .Dimas merasa datang di waktu yang tepat . Jadi ia bisa untuk dekat kembali dengan Tiara .


"Permisi ." ucap Dimas dari luar pintu .


Tiara segera keluar dari kamarnya , untuk membuka kan pintu dan ingin tau siapa yang datang .


" Dim ." ucapnya sedikit kaget karena melihat kedatangan Dimas tiba tiba .


"Aku ....aku baik , mari silahkan masuk dulu ." ucap Tiara mempersilahkan Dimas untuk masuk .


Dimas pun melangkah kan kakinya memasuki rumah Tiara , dan duduk di kursi berhadapan dengan tiara .


"Tante mana ." tanya Dimas yang tidak melihat tanda tanda bu andini ada di rumah .


"Ibu sedang istirahat karena kemarin capek ,jadi Ibu kesehatan nya drop lagi, tapi tadi sudah minum obat lagi sih ."ucap Tiara sambil tersenyum ia bersikap seperti biasanya dulu pada Dimas .


" Aku minta Maaf ya atas kejadian kemarin ."ucap Dimas sambil menatap Tiara .


"Iya tidak ada apa apa , aku juga minta maaf jika aku sudah mengecewakan kamu ." ucap tiara sambil menunduk.

__ADS_1


Dimas menarik nafas dalam dalam , hatinya benar benar tersiksa karena jauh dari tiara . Dan dia berjanji tidak akan membuat dirinya tersiksa lebih lama lagi dengan keadaan seperti ini . Ia sudah rindu dengan tawa Tiara seperti biasa . Dan dia dengan bebas masih tetap ingin mengoda Tiara , bahkan bebas merangkul bahu Tiara tanpa memikir kan rasa canggung karena Tiara sudah menjadi milik orang lain .


"Aku ingin kita berteman seperti dulu lagi , ya walaupun aku sadar ,kamu sudah punya hati yang harus kau jaga . Tapi aku janji , aku tidak akan jadi penganggu hubungan kalian ." ucap Dimas sambil sedikit memohon .


"Tentu Dim , kita masih berteman seperti dulu ." jawab tiara sambil tersenyum .


Mereka terus berbicara dan bercanda , Dimas selalu mencari topik pembicaraan yang menyenangkan . Bahkan dia pembuka topik untuk bisa ngobrol banyak bersama Tiara .


Ardy yang sudah berjanji pulang kerja akan menjenguk Tiara , setelah pekerjaan nya selesai Ardy segera mendatangi rumah Tiara . Sampai di rumah Tiara ,Ardy melihat mobil Dimas di pelataran rumah Tiara .


"Ini mobil ...sepertinya .Mobil Dimas kan ." gumam Ardy batin Ardy merasacemburu melihat Dimas mendatangi rumah Tiara .


"Assalamu allaikum ." ucap Ardy , membuat Dimas dan Tiara kaget , dengan kedatangan Ardy yang tiba tiba . sudah berdiri di depan pintu rumahnya Tiara . Dan di rumah itu hanya ada Tiara dan Dimas saja , yang sedang tertawa bersama di sana . Tidak ada ibunya Tiara yang seperti Ardy harapkan , dan kedatangan Ardy membuat suasana hening seketika .


Ardy menarik sudut bibirnya menatap Dimas dan Tiara .


"WaallIkum salam ." jawab Dimas dan Tiara bersamaan .


"Maaf menganggu cuma mau ngantar ini saja ." ucap Ardy meletak kan makanan yang telah ia beli di atas meja .


"Kalau begitu saya pamit dulu ." lanjut Ardy lagi sambil terseyum dan hendak melangkah pergi dari sana . Tapi Dimas langsung menahan tangan Ardy .


"Pak Ardy ." panggil Dimas dan menoleh ke arah Dimas .


"Saya minta maaf atas kejadian kemarin , maaf karena saya telah jadi teman yang posesif untuk Tiara . Pak Ardy lanjut ngobrol sama Tiara , kan bapak baru juga datang , saya juga sudah mau pulang ini ." ucap Dimas sambil tersenyum


Ardy tidak menjawab apa pun , dia masih berdiam diri di tempatnya , sedangkan Dimas pamit pulang sama Tiara dan Ardy .


"Kalau begitu saya pamit dulu , oya satu lagi saya hampir lupa . Jangan lupa ajak pak Ardy jalan jalan , nanti malam . Ingat malam ini malam minggu ." sambung Dimas lagi sambil tersenyum lalu keluar dari rumah Tiara .


"Mas Ardy ." lirih Mutiara , takut Ardy cemburu dan salah paham padanya .

__ADS_1


Ardy menatap Tiara den^an ujung matanya membuat Tiara semakin merasa bersalah .


" jangan begitu aku dan Dimas tidak ada apa apa . Aku mohon percayalah ,"pinta Tiara dengan wajah cemasnya .


__ADS_2