My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 147


__ADS_3

Ardy tidak sedikitpun mengubris ucapan dan janji janji Rani yang akan berubah , kalau bukan karena permintakan Tiara sudah sejak tadi , ia akan menyuruh satpam langsung menyeretnya keluar dari kantornya . Tapi Tiara sudah memintanya untuk tidak memecat Rani tapi beri Rani kesempatan dan maaf .


"Kamu tau , orang yang telah kamu benci , kamu celakai , kamu hina , kamu zolimi , hari ini dia telah menyelamat kan kamu , dia meminta pada saya untuk tidak memecatmu , memohon pada saya agar memberimu kesempatan dan memaafkanmu .kalau bukan karena permintaan dia , hari ini adalah hari teakhir kamu bekerja di sini ," ucap Ardy sambil melotot pada Rani sambil mengebrak meja .


Rani mengangkat wajahnya menatap Ardy ." Maksud bapak , Bu Tiara ." Tanya Rani sambil sesenggukan .


"Kamu sudah sudinmemanggil Bu ." cebik Ardy pada Rani .


"Setelah kejadian hari ini , kamu masih berani mencari masalah dengan Tiara lagi , Berarti kamu memang sudah tidak ingin bekerja di sini lagi , sudah siap untuk keluar dari kantor ini . Dan ingat , saya tidak segan segan melaporkan kamu ke polisi menemani bu Nagita kamu, Bos kamu . supaya kalian bisa membusuk di penjara sama sama ."ucap Ardy dengan tegas .


Banyak Rani mendapat ceramah dari Ardy , Apa apa yang tak boleh dan boleh ia lakukan .Rani menghela nafas lega setelah Ardy menyuruhnya kembali kerja tidak di pecat dari pekerjaan nya sebagai OB . Biar sebagai OB gajinya di kantor Ardy lumayan .


"Aku harus menemui Tiara , aku harus minta maaf dan berterimakasih padanya ." gumam Rani yang melangkah menuju ke ruangan Tiara .


TOK....TOK....TOK


"Masuk ." suara Tiara dari dalam ruangan nya .


Rani membuka pintu dengan pelan .Dan melangkah pelan memasuki ruangan dan mendekati meja Tiara .


"Maaf , apa saya menganggu , boleh minta waktunya sebentar ." Ucap Rani pelan dan sopan .


"Oh tidak menganggu , silahkan duduk dulu ." ucap Tiara .


"Terimakasih ." jawab Rani . Tiara melihat kedatangan Rani dengan wajah di tekuk .


"Apa ada yang bisa saya bantu mbak Rani ." tanya Tiara setelah Rani duduk di kursi depan meja kerjanya .


"Tidak , Saya hanya ingin minta maaf dan mengucapkan banyak terimakasih , Maaf kalau selama ini saya telah sirik dan su'udzon padamu . Maaf saya telah banyak menyakitimu dengan sengaja . Maaf ..

__ADS_1


"Mbak Rani , manusia memang tempatnya salah dan kilaf , saya bahagia bila mbak Rani sadar dan mau berubah , akan baik untuk Rani dan kedepan nya ." potong Tiara .


"Bu ..


"Jangan panggil Bu , panggil saja Tiara seperti dulu . Kan kita sudah berteman dari dulu "ucap Tiara sambil tersenyum untuk mencairkan suasana . Tapi malah membuat Rani semakin menetes air matanya .


"Tidak Bu , dulu dan sekarang sudah berbeda , sebentar lagi Bu Tiara akan jadi Bos saya, dan saya harus menghormati ibu ."ucap Rani .


"Baiklah terserah padamu , senyaman mu saja , Dan sekarang kamu mau berterimakasih apa ." tanya Tiara .


"Saya mau ucapkan banyak terimakasih , Karena bu Tiara sudah memohon sama pak Ardy , agar tidak memecat saya ." ucap Rani .


"Oh itu ." Tiara mengangguk sambil tersenyum .


"Ternyata mas Ardy mengatakan pada Rani kalau saya yang memintanya untuk tidak memecatnya ." gumam Tiara dalam hati .


Rani menyambut uluran tangan Tiara "Sekali lagi terimakasih banyak Bu , saya berjanji tidak akan mengulangi kebodohan itu lagi . Tolong maafkan semua kesalahan saya ." ucap Rani dengan sungguh sungguh dan membungkuk untuk mencium tangan Tiara . Tapi Tiara dengan cepat menahan bahu Rani dan menarik tangan nya .


Tiara menggelengkan kepala nya ." Kita masih tetap sahabat . Saya percaya sama kamu , dan saya juga sudah memaafkan mu sebelum kamu memintanya ." ucap Tiara sambil menepuk punggung tangan Rani .


"Maaf , selama ini saya selalu egois ingin di hormati ,sampai tidak bisa melihat kebaikan dan kepandaian ibu . Sehingga saya selalu memandang ibu jahat ." ucap Rani menunduk malau .


"Ya sudah , yang berlalu biarlah berlalu anggap semuanya batu loncatkan agar kita bisa lebih dewasa . Sekarang kita fokus dengan kerjaan kita masing masing ya , yang berlalu lupakan jangan di ingat lagi ." ucap Tiara .


"Terimakasih banyak Bu Tiara , semoga saya ada waktu bisa membalas kebaikan ibu ." ucap Rani .


"Insya alloh , sudah kamu tidak usah pikirkan itu , aku bahagia kamu masih bisa bekerja di sini ." jawab Tiara .


"Iya bu , kalau begitu saya pamit dulu , mau lanjut bekerja lagi ." ucap Rani pamit pada Tiara.

__ADS_1


"Silahkan , selamat bekerja dan hati hati dalam bekerja ."jawab Tiara .


"Baik bu ." jawab Rani siap untuk melangkah .


"O iya , satu lagi . Jangan lupa hadir di pernikahan saya dan mas Ardy nanti ." ucap Tiara .


"Saya bu , saya masih boleh hadir di pernikahan bu Tiara dan pak Ardy ." tanya Rani bahagia dan terkejut .


"Memangnya saya masih bisa datang ke sana bu ." tanya Rani yang sadar diri pernah membuat kekacauan meski tidak secara langsung .


"Tentu saja boleh , kamu kan masih karyawan kantor sini , jadi pintu gerbang juga masih terbuka untukmu ."ucap Tiara yang lagi lagi memberikan senyum terhangatnya untuk Rani . Membuat Rani dan siapapun yang berada di sampingnya merasa hangat dan nyaman dengan perlakuan Tiara .


"Baik bu , saya pasti akan datang , dan saya janji tidak akan buat ulah lagi ." janji Rani . Yang di angguki oleh Tiara . Rani segera pergi meninggalkan ruangan Tiara untuk melanjutkan kerjaan nya lagi .


Hari yang di tunggu tunggu pun telah tiba . Hari pernikahan Ardy dan Tiara , Rumah Ardy telah di dekorasi dengan indah oleh pihak WO yang telah mereka pilih .


"Sayang , aku deg degkan sekali ." ucap Ardy .


"Kenapa ." tanya Tiara yang tak kalah deg degan dari Ardy . Dimana sebentar lagi ia akan sah jadi istri Ardy .


"Aku takut salah saat mengucapkan ijab qobul nanti ." ucap Ardy yang berdiri di depan pintu kamar Tiara .


"Takut salah ucap Nama aku dengan nama wanita lain ." ledek Tiara .


"Sayang kok kamu bicara begitu , aku cuma cinta sama kamu , namanya juga orang grogi ya ngak tau nanti ngomong apa ." ucap Ardy sedih , mengira Tiara masih meragukan cintanya .


"Bercanda mas , makanya jangan terlalu serius biar ngak deg degan .mas Ardy harus rileks dulu ya , tenangkan diri mas ." ucap Tiara meluruskan arti dari kata katanya tadi yang malah membuat pikiran Ardy semakin kacau .


"Baiklah , kamu tidak ragukan dengan cinta mas padamu ," tiara tersenyum sambil mengeleng kan kepala nya .

__ADS_1


__ADS_2