
Dimas merasa curiga dengan sikap Ardy terhadap mutiara . Tapi Dimas menepis semua praduganya .
"Ah tidak mungkinkan pak Ardy ingin menjauhkan aku dan Tiara . Kalaupun itu benar , Untuk apa coba .? Tidak mungkin kan pak Ardy juga menyukai Tiara ." ucap Dimas mengalihkan firasatnya .
Sementara taxsi yang di tumpangi oleh mutiara dan mobil yang di kendarai Ardy sama sama sampai kantor .
Tapi mutiara cuek tidak perduli dengan mobil Ardy yang melintas di sampingnya . Mutiara terus berjalan , tapi tatapan matanya tertuju pada seorang wanita yang tak dia kenal , duduk di tepi pintu kantor . Mutiara terkejut melihat pemandangan yang ia rasa tidak mengenakan itu . ia segera mendekati wanita itu dan menyuruhnya untuk pergi dari sana .
Mutiara takut bila yang mengetahui Ardy , pasti wanita itu akan di usir dengan kasar . Lebih baik dirinya yang mengusir dia dengan lembut .
"maaf selamat pagi ibu , ada yang bisa saya bantu ."tanya mutiara dengan sopan .
Di kantor Ardy tidak sedang membuka lowongan kerja , tidak mungkin dia datang untuk melamar pekerjaan . Apa lagi wanita itu penampilan nya sangat kacau , dan rambutnya sedikit acak acak an .
"Saya mau bertemu pak Ardy ."ucap wanita itu , sambil menghapus air matanya .
"Pak Ardy baru saja sampai , mungkin pak Ardy juga lagi sibuk , Bila ada sesuatu ibu bisa bicarakan dengan saya , karena saya sekretaris pak Ardy ."ucap mutiara .
"Saya ingin bicara langsung sama pak Ardy . Saya ingin memohon pada pak Ardy untuk membebaskan suami saya ."jawab wanita itu yang tidak lain adalah indah istri anton . Sambil terisak .
"suami ibu ."tanya mutiara penasaran .
"Innnndah ."teriak Ardy yang tiba tiba telah sampai di depan mutiara dan indah yang sedang berbincang .
"Bapak kenal dengan dia ."tanya mutiara yang telahbmelupakan kekesalan nya pada Ardy .
" kenal , Dia istri Anton , mantan sekretaris saya , yang telah kita jebloskan ke dalam penjara ." jawab Ardy dengan marah .
__ADS_1
Mutiara segera mundur dan menutup mulutnya dengan kedua tangan nya . Melihat keberanian perempuan itu datang menemui Ardy untuk minta maaf . Sementara Ardy sangat marah ketika mendengar nama Anton di sebut .
"Pak Ardy , saya mohon . Tolong cabut tuntutan anda kepada suami saya .saya mohon , saya akan lakukan apa saja , asalkan anda membebaskan suami saya . Dan mertua saya memaafkan saya ." ucap indah sambil berlutut di kaki Ardy .
Ardy menoleh membuang mukanya . Ia tidak sudi menatap wajah perempuan yang sekarang, berada tepat di depan nya . Indah terus berlutut di hadapan Ardy . Tanpa memperdulikan ucapan perempuan itu , Ardy menarik kakinya dan melangkah pergi masuk ke dalam kantor .
Mutiara melihat Indah bangkit dan ingin mengejar Ardy , mutiara segera meraih lengan Indah untuk menghalanginya mengejar Ardy .
"Ibu ...ibu . Ibu lebih baik pulang dulu . Pak Ardy sekarang sedang marah . Pak Ardy kalau sedang marah dia tidak bisa di ganggu . Takutnya pak Ardy khalap dan tidak bisa mengendalikan emosinya kepada ibu ."ucap mutiara menenangkan indah .
"Saya akan terima , karena ini salah saya . Asalkan pak Ardy mau membebaskan suami saya ."ycap indah kekeh.
"Baiklah nanti saya bicarakan dengan Pak Ardy . Sekarang lebih baik ibu pulang saja . Percuma menunggu pak Ardy di sini . Itu tak bisa mengubah apa pun ."ucap mutiara . Sambil mengantar indah sampai depan pintu gerbang .
"Saya mohon mbak , mbak bantu saya ya ."mohon indah pada mutiara .
"iya bu , nanti di bantu ."ucap mutiara dengan sopan .
"pak ."sapa mutiara dengan lembut .
"Cepat bereskan berkas berkas kamu yang saya kirim kemarin . Kita berangkat meeting sekarang ."ucap Ardy dengan tegas dan cepat .mutiara hanya bisa menghembuskan nafas pelan dan menjalankan perintah Ardy .
Awalnya ia datang menemui Ardy ingin bicarakan masalah indah , malah di kagetkan oleh jawaban tegas dan lantang Ardy .
"berkas berkas dah siap di sini pak ."ucap Mutiara yang telah menyiapkan semuanya dari rumah .
"ya sudah kita berangkat sekarang .kita akan meeting proyek besar hari ini . Banyak lah berdo'a agar kita bisa memenang tender hari ini ."ucap Ardy .
__ADS_1
"Amin ."ucap mutiara di ikuti oleh Ardy , sambil melangkah pergi di ikuti oleh mutiara . Keduanya segera pergi meninggalkan kantor .
Ardy telah memberi tau orang kepercayaan Ardy di kantor bila hari ini ia tidak akan ada di kantor bersama mutiara .
" eh eh kalian lihat tu . Pak Ardy dan Tiara , Masih pagi pagi mereka berdua sudah pergi . Sementara di kantor masih banyak pekerjaan , bagaimana kantor tidak akan bangkrut."ucap Rani pada teman teman nya .
"Hussh kamu itu , jangan sembarangan kalau ngomong . mereka itu keluar karena ada meeting proyek besar , kata kepala staf ."ucap teman Rani
"Dan kamu percaya begitu saja ,meeting bawa Tiara ? . Memangnya Tiara tau apa ."Rani kembali mencibir .
"Terserah pada ka.u , yang penting aku dah beri tahu kamu . Kalau pak Ardy dan Tiara pergi keluar karena ada meeting proyek besar , kamu cek sendiri kalau tidak percaya ." ucap teman Rani dengan tajam .
"wee ,cRani tetap mencibir ia tidak percaya kalau Tiara dan Pak Ardy tidak punya hububgan special .
Ardy mengendarai mobilnya dengan cepat , agar ia sampai lebih dulu di tempat meeting dari teman teman pesaingnya . Seperti perkiraan Ardy , ia datang lebih awal di tempat meeting .
Mutiara terpaksa menunda akan janjinya pada indah . Ia ingin beri Ardy waktu untuk fokus pada pekerjaan nya .
Sam il menunggu mulainya meeting , mutiara mempelajari lagi materi yang di berikan Ardy semalam , Agar nanti dia tidak ada kesalahan saat menjelaskan pada rekan rekan bisnis Ardy .tak berapa lama kemudian mereka pun berdatangan .
"Selamat pagi pak Abraham ."sapa Ardy . Sambil mengulurkan tangan nya pada laki laki yang berdiri di depannya .
"Selamat pagi , selamat datang juga pak Ardy . Apa sudah lama menunggu ."tanya pak abraham .
"tidak pak , baru saja . Mari silahkan duduk ." ucap Ardy sopan dan lembut . Mempersilahkan mereka duduk .
Rekan dan lawan bisnis Ardy telah tiba semua . Mereka akan memperebutkan proyek besar , pembangunan hotel bintang lima milik pak Abraham . Laki laki gagah berumur 35 tahunan , verwajah timur tengah yang tampan dan berewok tipis ,menambah kegagahan nya .
__ADS_1
Ardy sering memergoki pak Abraham yang sering melirik mutiara .tatapan pak Abraham seakan akan ingin melahap nutiara bulat bulat . Ardy berusaha meredam emosinya .ia fokus pada tujuan utamanya .memenangkan tender ini .untuk bisa membeli rumah mewahnya kembali .
"Apa sudah bisa kita mulai sekarang meetingnya ,pak Abraham ."tanya Ardy yang sudah tidak sabar .