
Tiara merasa heran dengan keadaan dirinya .
"Ada apa dengan ku , padahal aku lapar , tapi kenapa perutku mual saat akan makan mie goreng ini , apa aku masuk angin karena telat makan ." gumam Tiara dalam hati , sambil menatap mie goreng di hadapan nya , yang membuat perutnya benar benar mual .Tiba tiba Rio datang mengagetkan nya .
"eh makan kok ngak ngajak ngajak ." ucap Rio yang datang menghampiri Tiara di kantin .
"Eh Rio , kamu juga belum pulang ." tanya Tiara .
"Belum , lagi nunggu hujan reda dulu . Menerobos hujan badai seperti ini akan sangat bahaya .
"Oh ." jawab Tiara dengan memberi ekpresi senyuman yang di paksakan . Karena sekarang Tiara merasa melihat banyak kunang kunang di depan nya .
"Kamu kenapa ." tanya Rio yang duduk di kursi depan Tiara .
"Tidak tau ni , mungkin masuk angin , karena aku telat makan ." jawab Tiara .
"Apa perut kamu terasa kembung ." tanya Rio lagi .
"Tidak , perutku terasa mual saja , saat melihat mie goreng ini ." jawab Tiara .
"Wah jangan jangan aku akan dapat keponakan ." ceplos Rio yang tidak di pahami oleh Tiara .
"Maksudnya ." tanya Tiara yang tidak nyambung dengan ucapan Rio . Karena rasa pusing dan mual yang menyerangnya .
" apa kamu tidak berpikir , kalau kamu sedang hamil ." tanya Rio kembali .
Tiara sedikit terperangah dengan ucapan Rio . Ia meraba perut datarnya . Tiara ingat penjelasan dari dokter .
"Berdasarkan pemeriksaan ,kesehatan dan kesuburan bu Tiara sangat baik , jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan ."
__ADS_1
"Untuk pak Ardy , kesehatan pak Ardy baik , tapi untuk kesuburan pak Ardy ada sedikit gangguan ."
Tiara teringat kembali kata kata dokter kandungan , yang ia kunjungi satu bulan yang lalu . Ia tidak mau berharap banyak , karena dokter mengatakan kesuburan suaminya ada sedikit gangguan .
Tiara mengelengkan kepala nya , karena selama ini Tiara belum pernah membawa suaminya melakukan pengobatan apa pun . Jadi Tiara tidak berharap lebih kalau sekarang dirinya sedang hamil , ia tak mau kecewa lagi . Tiara menarik ujung bibirnya dan tersenyum kepada Rio .
"Saya sepertinya harus ke toilet sebentar ." ucap Tiara yang rasanya ingin memuntahkan semua isi perutnya .Tapi baru saja ia berdiri dari tempat duduknya Tiara sudah langsung ambruk ke lantai . Dengan cekatan Rio menangkap kepala Tiara agar tak kebentur lantai .
"senja , ...senja ..." teriak Rio sambil menepuk nepuk pipi Tiara agar bangun , tapi Tiara tidak bangun juga .
" Ehh kalian tolong saya , bantu dia ke ruangan UKS ."pinta Rio pada mahasiswa yang masih ada di kantin itu .
"Beberapa mahasiswa membantu Rio mengotong Tubuh Tiara ke ruang UKS . Beberapa mahasiswi membantu menangani Tiara untuk mengoleskan minyak kayu putih di hidung dan pelipis Tiara .
Tak berapa lama Tiara pun sadar dan bangun , duduk di ranjang UKS di temani mahasiswi kampus .
" Kamu tadi pingsan , sebaiknya kamu segera pulang dan istirahat ." jawab salah satu dari mahasiswi di sampingnya .
"Tapi di luar masih hujan ." ucap Tiara sambil melihat jam di ponselnya yang menunjuk kan pukul 6 sire .
"Ya memang masih hujan . Biasanya kamu pulang sama siapa ." tanya mahasiwi itu lagi .
"Biasanya aku di jemput oleh suami aku , tapi tempat suami aku juga hujan ." jawab Tiara yang juga tau mungkin suaminya juga terjebak hujan .
"Senja , siapa yang pulangnya searah dengan jalan menuju ke rumahmu , biar dia yang mengantar kamu pulang , kita tidak mau kamu terjadi apa apa di sini , atau pingsan lagi ." ucap mahasiswi yang lain .
"Tadi Rio yang tolong Senja saat dia pingsan , coba tanya Rio mungkin dia bisa antar senja pulang ke rumahnya ." ucap mahasiswi yang lain nya lagi . Tiara terharu dengan keoerdulian teman teman nya walau mereka tidak seangkatan dengan nya .
"Eh Rio , kamu mau pulang sama siapa . Bisa antar senja pulang sampai rumahnya tidak . Kasihan kalau dia pingsan lagi di sini ." ucap mahasiswi yang lain . Rio yang sedang merokok dan memainkan ponsel itupun menoleh .
__ADS_1
"Apa dia sudah sadar ." tanyab Rio sambil mematikan puntung rokoknya .
"Sudah , kamu bisa antar tidak ." tanya mahasiswi itu menyakinkan .
"Bisa ,bisa ." jawab Rio , sambil bangkit dari tempat duduknya dan mendekati ranjang ,tempat Tiara terbaring , ia sengaja menjauh dari Tiara saat Tiara pingsan . Ia tak mau timbul fitnah macam macam . sekalian ingin mengontrol otaknya , yang sedang traveling menatap kemolekan tubuh Tiara yang begitu sempurna di matanya .
"Bagaimana kamu mau pulang sekarang , biar saya antar , kita semua takut kamu pingsan lagi di sini ." tanya Rio pada Tiara .
"Tapi bagaimana dengan mas Ardy ." gumam Tiara seolah bertanya pada diri sendiri , tapi masih dapat di dengarkan oleh teman teman nya .
" kamu telpon saja , bilang ke suami kamu tidak usah jemput kamu , " sahut teman yang lain .
"Iya benar , biar kamu di antar Rio pulang . Kalian kan searah , sebentar lagi malam kamu mau sendirian di sini . Kita kita juga mau segera pulang ." ucap teman yang lain lagi .
Tiara hanya mengangguk , tidak ada pilihan lain selain menuruti usul teman teman nya . Itu juga demi kebaikan dan kesehatan nya .Tiara segera mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Ardy . Tapi nomer telepon Ardy tidak aktip , hanya suara operator yang ia dengar .
"Nomernya tidak akatip ." ucap Tiara pada teman teman nya .
"Ya sudah kamu pulang saja .tidak mungkin kan kamu tetap menunggunya untuk menjemputmu ." ucap teman nya .Tiara hanya mengangguk dan bersiap untuk pulang dengan Rio .
"Ini kamu pakai payungnya .biar aku pakai jaket ini saja ." ucap Rio sambil menyerahkan payungnya kepada Tiara .Tapi Tiara melihat jaket yang di pakai Rio hanya jaket biasa , bukan jaket anti air .
"Tidak apa apa , kita payungan berdua saja .jaket kamu bukan jaket anti air ." ucap Tiara yang merasa kasihan melihat Rio terlalu berkorban untuknya .
"Tidak masalah , kalau kita pakai payung nya berdua tidak akan muat , kamu tetap akan kebasahan , aku tidak mau kamu kenapa napa lagi .cepat kamu pakai biar kamu cepat sampai rumah dan istirahat ." ucap Rio yang telah menutup kepalanya lagi dengan jaketnya dan melangkah pergi .
Tiara tidak lagi membantah ucapan Rio ia membuka payungnya dan berjalan di bawah rintik hujan , dengan langkah hati hati tapi dengan sedikit cepat . Beda dengan Rio yang berjalan sambil berlari dan masuk ke dalam mobil , agar tidak terlalu basah kena guyuran hujan .
"Terimakasih banyak ya , sudah memberi saya tumpangan ." ucap Tiara yang sudah duduk di kursi samping Rio sambil mengibas ngibaskan payungnya agar air hujan nya sedikit kering . Dan mengibaskan bajunya yang sedikit kena percikan air hujan .
__ADS_1