
Tiara dan ibunya membuat jajanan dan kue basah yang akan di titipkan ke toko toko dan di jajakan sendiri oleh Tiara .
"Ibu pergi titipkan kue ini ya , nanti kalau kamu mau pergi jangan lupa kunci pintunya ya ." pesan bu andini .
"Iya bu ." ucap Tiara yang juga sedang menata kue kuenya ke dalam kotak yang akan di titipkan ke tempat lain .
Tiara sudah selesai menyiapkan dagangan nya , saat ia baru saja akan berangkat tiba tiba ada orang yang mengetuk pintunya .
Tok....Tok...Tok
"Sebentar ." jawab Tiara yang mengira kalau yang datang adalah tetangganya , yang pesan kue kemarin setelah Tiara promosi kemarin .
Tiara membuka pintunya dan ia terkejut di depan pintunya telah berjajar lima buah koper .dan seorang sopir yang dia kenal , sopir keluarga Ardy .
"Pak , ini koper untuk apa ." tanya Tiara kepada sopir keluarga Ardy .
"Ini Ibu , tadi bapak menyuruh saya mengantarkan semua baju Ibu ke sini ."ucap sang sopir .
"Untuk apa ." tanya Tiara mengerutkan keningnya .
" Maaf bu ,Saya tidak tau masalah itu , saya hanya menjalankan tugas dari bapak , untuk mengantar je sini." ucap sang sopir .
"Apa mas Ardy memang sengaja ya , mengirimkan baju baju saya agar tidak ada lagi di lemarinya .? Apa dia semarah itu sama aku .? Batin Tiara tanya pada diri sendiri .
__ADS_1
"Maaf pak , bapak bawa pulang lagi saja , di sini tidak ada tempat untuk menyimpan baju baju ini , bajuku yang lama juga masih banyak ."ucap Tiara dengan lembut .
"Tapi Bu , nanti bapak pasti akan marah besar , kalau saya bawa pulang lagi ." ucap sopir Ardy .
"Kalau memang mas Ardy marah , sampaikan saja pesan saya . Suruh saja sumbangkan baju baju itu ." ucap Tiara ,yang benar benar tidak mau menerima baju baju itu di rumahnya . Tiara lebih takut amarah dari ibunya daripada amarah dari Ardy . Karena sekarang hanyalah ibunya tempat dia untuk berkeluh kesah .
"Ibu serius , baju sebanyak ini mau di sumbangkan semua ." tanya sopirnya Ardy . Tiara mengangguk dengan terseyum . Sopir Ardy segera memasuk kan kembali semua koper koper baju Tiara kembali ke dalam mobil nya .
Ardy yang sudah selesai meeting memeriksa ponselnya . Dan salah satu dari pesan itu ada pesan dari sopirnya .
"Maaf pak ,ibu menolak baju bajunya , dan menyuruh bapak menyumbangkan saja kepada orang orang yang membutuhkan nya saja ." pesan dari sopirnya .
Ardy tersenyum sinis dan marah karena Tiara menolak perhatian nya .Ardy segera pergi menuju ke rumah Tiara . Bertepatan dengan Tiara yang baru pulang dari mengantar kue dengan jarak jauh .Tiara baru saja turun dari angkot .ia terkejut melihat Ardy telah berada di depan rumahnya dan turun dari mobilnya .
Ardy menatap Tiara dari ujung kaki sampai ujung rambut .kemudian tersenyum sinis .
"Ini pakaian yang kamu suka , sehingga dengan sombongnya kamu menolak baju baju kamu dari aku . Aku sudah berbaik hati suruh sopir aku antar ke kamu ." ucap Ardy bernada sinis dengan senyum mengejek sambil memegang ujung lengan kaos baju Tiara .
Tiara segera menepis tangan Ardy .ia merasa terhina dengan ucapan Ardy . Sebenarnya jauh di lubuk hati Ardy , ia tidak ingin menghina istrinya itu , ia hanya tidak tega melihat Tiara memakai baju seperti itu . Di tambah kue keranjang kue yang ada di tangan nya .Ardy ingin merampas dan membuang keranjang itu. Agar tidak membuat lecet tangan halus istrinya .
"Kalau kedatangan mas Ardy ke sini , hanya untuk menghina saya , lebih baim silahkan mas Ardy pergi saja ." ucap Tiara yang hendak pergi dari hadapan Ardy . Ia tidak sanggup mendengar ucapan Ardy yang sekarang terlalu sombong di hadapan nya . Tapi dengan cepat Ardy meraih lengan Tiara dengan cepat . Untuk menghentikan langkah Tiara .
Ardy memegang erat lengan Tiara , hingga membuar Tiara meringis kesakitan .
__ADS_1
" Dari mana kamu dapat modal buat kamu jualan ." tanya Ardy dengan tatapan yang lekat .
"Apa perduli mas Ardy padaku , yang penting aku tidak menjual diri , untuk aku memulai hidup aku lagi di sini ." ucap Tiara dengan nada kesal , karena Ardy masih saja memegang lengan nya dengan kasar .
"Aku sudah perduli sama kamu , aku sudah kirim baju untuk kamu , tapi kamu menyuruh sopir untuk bawa pulang lagi . Kenapa ? Kamu sudah merasa bisa hidup mandiri . Sudah tidak butuh barang dari aku lagi .karena sudah ada laki laki lain ." ucap Ardy dengan intonasi tinggi karena kecewa pada Tiara .
"Iya ." ucap Tiara setengah berteriak .
"iya Tiara tidak butuh mas Ardy lagi .Aku juga tidak butuh harta mas Ardy lagi . Asal kamu tau mas , saat kakiku melangkah keluar dari rumah kamu , tapi kamu tidak pernah berniat untuk melarang aku pergi , saat itu juga aku bukan lagi Tiara yang seperti dulu . Aku bukan lagi Tiara yang terus memikirkan , aku harus berbakti pada padamu lagi karena kamu suamiku ,Tidak ."
"Aku sudah sadar sekarang , percuma aku lakukan semua ini , kalau kamu tidak pernah percaya padaku , Aku tidak pernah gila sama hartamu . Bawa pulang saja belas kasihanmu jauh jauh dari sini .aku benar benar tidak butuh itu ." ucap Tiara sambil menarik lengan nya dari cengkeraman tangan Ardy hingga terlepas .
Tiara sengaja mengatakan kata kata itu , karena ia melihat sopir Ardy mengeluarkan kembali koper kopernya dari dalam mobil . Seperti tadi pagi . Tiara tidak ingin terima barang dari Ardy dan membuat ibunya kecewa .
Ardy jadi bergetar mendengar kata kata Tiara , ia tidak menyangka istri yang begitu ia cintai dan menjadi penyemangat hidupnya kini berubah menjadi kasar dan mengeluarkan kalimat yang menyakitkan seperti itu untuk hubungan ereka berdua .
Ardy tidak siap menerima penolakan sekasar itu dari Tiara . Ia tidak sanggup hidup tanpa Tiara . kemarin ia membiarkan Tiara pergi , itu hanya semata mata untuk membuat Tiara kapok agar tidak lagi selingkuh di belakangnya , bukan untuk meninggalkan nya untuk selamanya .
"Aku tidak suka melihat kamu pakai baju seperti ini ." ucap Ardy datar yang tidak ingin meninggikan suaranya lagi .
"Tapi aku nyaman saja , aku besar dengan pakaian seperti ini . Jadi mas Ardy tidak usah mengatur hidup aku .? Dan satu lagi , setelah anak dalam kandungan ku ini lahir , aku akan segera mengirimkan surat cerai ke kantor pengadilan . Mas Ardy tidak perlu repot repit mengurus sendiri ." ucap Tiara membuat hati Ardy memanas .mendengar kalimat cerai dari Istrinya .
"Tidak akan ada perceraian , kamu akan jadi istriku selamanya ," ucap Ardy dengan suara bergetar , menahan amarah yang membuncah di dadanya .
__ADS_1
,