My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 204


__ADS_3

Ardy benar benar menikmati peran nya swbagai seorang Ayah . Saat makan siang ia sempatkan pulang makan di rumah untuk menemani anak dan istrinya .


"ehh Ayah sudah pulang ." ucap Tiara menirukan suara anak kecil .sambil mengendong Nisa .


"iya Ayah kan kangen sama Nisa . Jadi Ayah cepat cepat pulang ." ucap Ardy .sambil mencium pipi gembul putrinya .


"Oh hanya kangen sama Nisa saja ya sekarang ." rajuk Tiara . Dengan wajah cemberut membuat Ardy tertawa sambil mengacak rambut istrinya .


"Kangen juga sama bunda nya juga ,malah lebih lebih kangen nya ." ucap Ardy sambil mencium kening istrinya .Tiara sangat bahagia dan tersenyum mendengar jawaban Ardy .


"Ardy sudah berapa kali mama bilang , pulang kerja cuci tangan , kalau perlu mandi dulu baru pegang anak dan istrimu , kamu dari luar bertemu banyak orang , pasti ada kuman yang menempel , kamu juga Tiara , harusnya kamu bilangin suamimu atau jewer saja itu telinganya ." ucap mama khanza yang datang membawa susu botol untuk Nisa . Sambil ngomel ngomel karena Ardy menyentuh cucu semata wayangnya dalam keadaan baru pulang kerja .


"hehehe maaf ma , habisnya Ardy kangen sama mereka ." ucap Ardy sambil mengaruk tengkuknya . Karena malu di lihat dan di dengar oleh mertuanya yang juga duduk di sana .dan hanya tersenyum padanya .


Bagi bu andini itu bukan masalah .karena ingat kehidupan nya dulu yang serba kekurangan . Saat Tiara masih bayi ia sering bawa Tiara berkeliling untuk membantu suaminya mencari nafkah . Jadi saat melihat Ardy pulang kerja langsung mendekati anak dan istrinya ia tidak protes .


Apalagi Ardy kerja nya di dalam ruangan .tidak seperti suaminya yang kotor penuh debu jalanan . Pulang kerja langsung mengendong Tiara karena Tiara merengek minta di gendong .


"Pergi mandi sana , pokoknya jangan sentuh Nusa dalam keadaan bauk dan kotor ." ucap mama khanza yang membuat Ardy langsung pergi menuju kamarnya . Ia ingin segera mandi agar bisa cepat bermain dengan anaknya .


"Sini gendong sama oma sambil mimik cucu , biar Bunda ngurus Ayah kamu dulu , Ayahmu baru pulang kerja badan kotor ." ucap Mama khanza sambil meraih Nisa dari gendongan Tiara . yang menyuruh Tiara secara tidak langsung , untuk mengurusi kebutuhan Ardy .

__ADS_1


"Kamu pergi urus dulu suamimu , mungkin dia butuh apa apa nanti ." ucap mama khanza .


"ya ma ." ucap Tiara sambil menyerahkan Nisa ke gendongan mama mertuanya . Setelah Tiara pergi , bu andini dusuk di samping mama khanza . Bu andini jarang mengendong Nisa karena jantungnya yang telah operasi dua kali , sehingga ia tidak boleh kelelahan . Apa bila Tiara ingin menitipkan Nisa pada Ibunya ,Nisa selalu ada di dalam troli .


"lah , cantik kok cucunya di lepehin . Tunggu eyang ambilkan tisue dulu ya ." ucap bu andini dan membersihkan wajah serta baju , Nisa .


"Bajunya Nisa basah mbak yu , mbak yu panggilkan pembantu saja biar bawa baju bersih dan di ganti sekalian ." ucap.mama khanza .


"Baiklah jeng ." ucap bu andini dan pergi memberi tau pengasuh Nisa ,yang tugasnya hanya mengurus barang barang keoerluan Nisa . Pengasuh Nisa segera datang dan mengantikan Baju Nisa dengan baju yang bersih .


"kalau sudah berikan ke eyangnya ya sebentar. Saya mau ganti baju dulu . baju saya juga kena susu ." ucap mama khanza .


Bu andini segera mengendong cucunya ia sudah merubah cara hidupnya semenjak tinggal bersama keluarga Ardy . Selalu menjaga kebersihan .


"Nisa mana ." tanya Ardy yang melihat istrinya masuk kamar seorang diri .


"Di gendong sama mama ." ucap Tiara .


"kamu tidak keberatan kan kalau mama over protektip sama Nisa . Karena sejak dulu mama sangat menginginkan anak perempuan ."tanya Ardy pada Tiara .


" Ya ampun mas , ya tidak lah . Tiara malah senang lihat mama begitu menyayangi anak kita . Lagian Tiara juga belum paham cara mengurus anak dengan baik sehingga dengan keberadaan mama Tiara merasa sangat terbantu ." ucap Tiara .

__ADS_1


" Syukurlah kalau begitu , bagaimana dengan ibu , apa ibu juga tidak keberatan dengan cara mama mengasuh Nisa ." tambah Ardy .


"Tidak apa apa Mas , mas Ardy tenang saja , aku sudah pernah bicarakan ini dengan ibu . Ibu malah senang kok mama sangat perhatian dengan Nisa ." ucap Tiara dengan jujur .


"Bagaimana kamu bertanya sama ibu ." tanya Ardy penasaran .


"Tiara tanya apakah ibu masih nyaman tinggal di sini bersama kita . Juga dengan cara mama mengasuh dan mengatur Nisa . Ibu bilang tidak keberatan , selqgi itu adalah hal yang terbaik untuk Nisa . Ibu hanya mengikuti saja dan mulai menerapkan apa mau mama , ibu juga sering sering menganti baju , juga menjaga kebersihan diri saat mau menyentuh Nisa ,." jawab Tiara .


"Syukurlah kalau ibu juga tidak keberatan . Kalau begitu kita tidak perlu hidup terpisah pisah , kalau kedua orang tua kita bisa akur , kita tetap bersama bisa memantau mereka , Nisa juga tidak kekurangan kasih sayang dari oma dan eyang putrinya . Kita juga tenang meninggalkan Nisa kalau kita ada pekerjaan ." ucap Ardy .


"Iya mas , mas tenang saja mama dan ibu bisa hidup bersama , saling akur dan nyaman nyaman saja . O iya mas butuh apa ,biar aku siapkan ." tanya Tiara pada Ardy yang sudah bertelanjang dada .


"Tidak ada sayang ,mas cuma butuh handuk untuk mandi . Sepertinya di jemuran dalam kamar mandi sudah di bawa keluar ." ucap Ardy .


"Oh iya tadi Tiara yang bawa keluar untuk di cuci mas , habis sudah tiga hari mas pakai , tunggu sebentar biar Tiara ambilkan dulu mas ." ucap Tiara sambil membuka Almari mengambilkan handuk buat Ardy .


"Kamu ingat sekali , sudah berapa hari kamu mas pakai , sedangkan handuk yang sama saja kamu sanggup kamu ingat . Apa lagi suruh ingat Dimana mas taruh dasi dan kaos kaki . Kamu benar benar istri idaman semua orang ." ucap Ardy sambil mengalungkan handuk yang di berikan Tiara ke lehernya sendiri . Sambil mengoda istrinya .


"Sudah sana cepat mandi sudah jam berapa sekarang , masih saja asyik ngegombal ." ledek Tiara sambil mendorong Ardy agar cepat masuk ke dalam kamar mandi , tapi sialnya Ardy juga menarik tiara masuk ke kamar mandi. Sebelum Tiara protes dan cari alasan untuk keluar , Ardy segera memercikan air ke baju Istrinya .Tiara melengos kesal .


"ahh mas aku sudah mandi lo ."ucap Tiara melontarkan protesnya pada suaminya .

__ADS_1


"mas tau , tapi ngak ada salahnya kan menemani suami sendiri mandi , itu salah satu sunah rosul lo sayang ." ucap Ardy pada istrinya .sambil mengedipkan matanya dan menarik Tiara masuk ke dalam pelukan nya .


"Mumpung Nisa bersama oma dan eyangnya ." ucap Ardy sambil meraih kedua rahang istrinya dengan genit . Tiara melayangkan cubitan di perut suaminya .


__ADS_2