
" Saya tidak berselera untuk makan tante ." jawab Tiara .
Ardy menepuk jidatnya yang juga melupakan waktu untuk makan . Karena sama sama shock dengan kejadian yang terjadi , di tambah keadaan ibu Tiara yang sangat menghawatirkan . Sekarang baru teringat kalau belum makan setelah di ingatkan oleh bu denada .
"Jangan begitu , biar sedikit kalian harus makan biar ada tenaga untuk merawat ibumu . Sebentar tante telepon Dimas , biar belikan makanan untuk kalian ."ucap bu denada .
"Memangnya Dimas kemana tante ." tanya Tiara yang tidak tau kalau Dimas tidak ada di sana .
"Oh maaf ,tadi tante juga suruh dia pulang ganti baju dan makan . Sebentar lagi juga pasti ke sini lagi ."ucap bu denada sambil tersenyum .
"Aku seharusnya yang minta maaf , karena telah merepotkan kalian ."ucap Tiara tidak enak hati .Ardy mengangguki ucapan Tiara merasa ikut bersalah .
Tak lama kemudian pintu ruang operasi bu andini terbuka . Dan seorang dokter keluar dari balik pintu . Tiara segera berlari .
"Dokter bagaimana keadaan ibu saya , dok ." tanya Tiara dengan cepat .
"Syukur alkhamdulillah karena do'a kalian semua tentunya , operasi bu andini berjalan dengan lancar , tapi sekarang masih dalam pengaruh obat , nanti kalau bu andini sudah sadar , jangan terlalu banyak gerak dan bicara dulu ya ." ucap Dokter .
"Alkhamdulillah , terimakasih dok ." ucap Tiara . Merasa lega karena ibunya telah berhasil melewati operasi yang menegangkan .
"Apa kah saya sudah boleh melihat ibu saya dok ." lanjut Tiara .
"Boleh seperti apa yang telah saya ucapkan tadi . Jangan ajak bu andini untuk bicara banyak , karena bu andini butuh banyak istirahat pasca operasi tadi , dan cukup satu orang saja yang pergi menemuinya ."jelas Dokter .
"Baik terimakasih dok ." ucap Tiara . Setelah dokter pergi meninggalkan mereka . Tiara memalingkan badan nya ke arah Ardy . Dan langsung memeluk Ardy . Ardy menerima pelukan dari tunangan nya .
"Selamat ya sayang , ibu sudah melewati semua nya . Pergilah lihatlah ibu , berikan senyum termanismu untuk ibu . Jangan tunjukan mendung di wajahmu ya ." ucap Ardy sambil mengahapus air mata yang sudah berembin di mata Tiara .
__ADS_1
Bu denada ikut terharu akan kasih sayang Ardy pada Tiara . Ia tak menjamin Putra nya dan dirinya mampu memberikan itu semua pada Tiara .tapi bu denada tetap bersyukur apapun yang terjadi ke depan nya . Ia akan belajar dari apa yang telah terjadi .
Tidak luput dari tatapan putri . Ada rasa iri di hati melihat kemesraan ke dua pasangan itu .
"Adakah kebahagian mereka , tertular padaku . Aku juga ingin di perlakukan seperti itu oleh orang yang aku cintai , tapi apakah dia juga mencintai aku ."batin Putri .
Tiara segera melangkah ke dalam ruangan rawat ibunya . Bu andini masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan mata tertutup . Tiara meraih tangan ibunya , ia kecup sebentar seperti biasanya .
"Ibu , ibu harus kuat , ibu tidak boleh tinggalkan Tiara seorang diri ."ucap lirih Tiara . Bu andini pelan pelan membuka matanya dan tersenyum lemah pada Tiara .
"Ibu baik baik saja . Kamu tidak usah begitu khawatir , ibu akan segera baik kembali , puleh kembali , ibu ingin melihat putri ibu menikah ." ucap bu andini pelan .
"Apa tidak sebaik nya pernikahan Tiara di tunda dulu . Menunggu sampai ibu benar benar sehat ."ucap Tiara .
"Jangan , jangan di tunda lagi , ibu ingin melihat kamu segera menikah dan beri ibu cucu . Ibu ingin cucu darimu ." ucap bu andini .
"Iya ibu tau , makanya perbanyak iktiar ya . Pokoknya ibu ingin lihat kamu minggu depan tetap menikah tidak boleh di tunda lagi ." ucap bu andini .
"Iya ibu , tadi Dokter pesan ibu tidak boleh banyak bicara dan gerak , ibu harus banyak istirahat , sekarang ibu istirahat dulu ya . Tiara di luar bersama mas Ardy ada apa apa ibu bisa tekan ini tombol nurse . Atau teriak panggil Tiara ." ucap Tiara sebelum pergi meninggalkan ibunya untuk istirahat .
"Baik sayang ." ucap bu andini .Tiara mengecup dahi ibunya sebelum pergi .
...****************...
Selama seminggu bu andini di rawat di rumah sakit . Keadaan nya semakin membaik , selama di rawat di rumah sakit Ardy dan Tiara bergantian menjaga bu andini . Siang ini bu andini telah bisa bercabda dengan Ardy dan juga Tiara yang datang bersama sama .
"selamat siang ."sapa Dokter jaga yang menangani bu andini .
__ADS_1
"Siang juga Dokter ." jawab mereka bersamaan .
"Ada kabar baik untuk bu andini , bagaimana bu , selamat ya anda dah kami izinkan untuk meninggalkan rumah sakit , tapi dengan satu syarat . Sementara waktu ibu harus pakai kursi roda karena ibu belum boleh terlalu lelah ." ucap sang dokter .
" Alkhamdulillah , terimakasih Dok , jangan cemas saya akan pastikan ibu tidak akan pernah kelelahan ." ucap Tiara sangat antusias mendengar ibunya sudah di ijinkan untuk pulang .
"Baiklah kalau begitu , saya pamit keluar dulu ." ucap pak dokter .
"Terimakasih dok . Sudah memberi penangan yang terbaik untuk ibu mertua saya ." jawab Ardy .
" Sama sama , karena ini sudah tugas dan kewajiban seorang Dokter ." ucap sang dokter sebelum pergi meninggalkan ruang rawat bu andini .
"Alkhamdulillah ibu , ibu sudah bisa pulang dari rumah sakit ." ucap Ardy sambil mengelus bahu bu andini penuh kasih sayang .
"Iya Nak , ibu sudah tidak sabar ,ingin cepat pulang untuk mempersiapkan pernikahan untuk kalian ."ucap bu andini .
Ardy dan Tiara saling pandang . Mereka belum memberi taukan kalau mereka akan tinggal di rumah 'Ardy bukan di rumah lama mereka .Ardy sedikit kebingungan untuk mengutarakan niatnya . Untuk mengajak nya pulang ke rumah Ardy . Ia takut Bu andini akan tersingung .
"Ibu ," panggil Ardy sambil memegang kedua tangan Bu andini .
Bu andini merasa aneh melihat sikap Ardy . Ia juga penasaran dan sedikit cemas dengan wajah Ardy yang kelihatan sedikit serius .
" Ada apa , kalian tidak berencana menunda pernikahan kalian kan ." ucap Bu andini dengan serius pula . Walau ada kecemasan di wajahnya .
"Bukan Bukan itu ibu ."jawab Ardy dengan ceoat .membuat Bu andini menghela nafas lega .
"Terus ada apa Nak ."tanya bu andini lagi .
__ADS_1
"Begini bu , karena pernikahan Ardy dan Tiara sudah semakin dekat . Ardy tidak mau ibu dan Tiara tinggal jauh dari Ardy , Ardy mencemaskan keselamatan Ibu dan tiara , Ibu jangan salah paham . karena itu Ardy dan mama memutuskan . Untuk membawa ibu dan Tiara tinggal di rumah Ardy bersama dengan mamanya Ardy . Ibu tidak keberatan kan tinggal bersama kami ."Tanya Ardy dengan suara yang lembut agar tidak menyinggung perasaan Bu andini .