My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 173


__ADS_3

Wajah Ardy memerah mengingat bagaimana dulu Tiara membujuk rayunya , agar mau memecat semua bodyguardnya . Ardy merasa sangat bodoh , menuruti semua keinginan Tiara . Dan tidak menyisakan satu saja bodyguard untuk mengawasi Tiara . Semua itu ia lakukan karena sudah sangat percaya dengan istrinya yang sangat ia cintai .


"Tapi mama tidak yakin kalau dia selingkuh ." ucap mama khanza dengan hati hati . Ia tak mau merusak mood anak nya .


"Nanti mama aka yakin dengan sendirinya , kalau sudah melihat buktinya . Ardy sekarang harus berangkat dulu ke kantor . Kalau dia mau ke kampus suruh dia naik taxsi saja . Atau kalau perlu suruh telepon selingkuhan nya untuk menjemputnya ." ucap Ardy yang langsung masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi ke kantor meninggalkan mamanya .


Mama khanza hanya bisa menarik nafas dalam sambil menatap kepergian putranya . Ia tak dapat membela Tiara lebih .


...----------------...


Sementara Rio yang berdiri di depan cermin ,ia menatap ujung bibirnya yang masih ada luka membiru . Semalam ia tidak pulang tapi pergi menuju ke rumah Dimas .ia ingat apa yang ia bicarakan dengan Dimas semalam .


"Aaww sakit tau , pelan pelan bisa tidak , biar aku laki laki aku juga butuh kelembutan ." ucap Rio saat Dimas membantunya mengompres pipinya yang jena bogem dari Ardy .


" Makanya jangan suka gangguin istri orang lain ." ucap Dimas sambil menoyor kepala sepupunya itu .


"sungguh ya ,aku ngak ada niatan mbantu dia , sebenarnya aku tu hanya penasaran , secantik apa sih dia , sehingga membuat dirimu patah hati , sampai ingin bunuh diri . Tidak tau nya dia malah satu kelas dengan aku di kampus .aku jadi tertarik untuk mendekatinya , hanya untuk ingin tau kelebihan dia . Apa sih kelebihan dia sehingga dia bisa membuat hati es batu seperti dirimu ini ini , bisa jatuh cita padanya . dan susah sekali move on ." ucap Rio .


Rio mengambil kain kompres dari tangan Dimas dan mengompres lukanya sendiri . Ia tak mau lukanya semakin parah di tangan kasar Dimas .karena Dimas lembut hanya di tangan gadis yang dia kenal sebagai Senja .

__ADS_1


"Dan akhirnya kamu jatuh cinta juga pada dia , setelah tau luar dalam nya ."ledek Dimas sambil menatap tajam kepada Rio.


"Awalnya sih hampir , tapi aku cepat sadar kalau dia istri orang . Memang aku akui dia cantik bukan hanya wajahnya tapi juga hatinya . Selain cantik luar dalam dia juga baik dan sederhana , Aku juga pernah melihat dia beberapa kali melihat dia membeli dagangan orang di pinggiran jalan . Lalu di bagi bagikan kepada para pengemis dan pemulung yang lewat . Jujur aku salut sama kebaikan dia ." ucap Rio sambil mengompres sudut bibirnya .


"Dan Akhirnya kamu kena bogem dari Ardy , suami senja yang posesif dan bar bar itukan . Firasat seorang istri atau seorang suami itu memang sangat tajam . Mereka tau mana yang berbahaya , juga mana yang tidak baik untuk pasangan masing masing ." ejek Dimas lagi sambil meminum coklat panas sambil menatap gerimis yang masih setia menguyur bumi .


"Anggap saja aku yang sial , aku bermaksud menolong istrinya , ikhlas lahir batin . Karna kemarin aku melihat dia hampir jatuh pingsan di kampus , la tadi siang dia benar benar jatuh pingsan . Aku bantu dia bawa ke ruang UKS ngak mungkin kan saya bawa dia pulang ke rumah dia dalam keadaan pingsan , malam malam lagi ,dia kan istri orang ." ucap Rio membuat Dimas mulai serius mendengarkan cerita Rio .


"Kenapa , Tiara bisa pingsan . Apa dia sakit ." tanya Dimas dengan nada sedikit khawatir .


"Jangan sok khawatir , dia sudah jadi bini orang move on , kasihan putri kamu jadikan pelampiasan ." Rio membalas ejekan Dimas yang dari tadi hanya melontarkan ejekan untuknya .


Memang Dimas sudah meletak kan rasa cintanya pada Tiara , dan kembali membangun cinta yang baru pada putri . Tapi walau bagaimana Tiara adalah orang yang pertama kali , bisa membuat Dimas merasakan apa yang di namakan cinta . Walau akhirnya harus bertepuk sebelah tangan .


Tapi walau bagaimana mereka menjalin persahabatan sudah cukup lama , sehingga membuat Dimas tidak bisa , tidak mengkhawatirkan Tiara di saat mendengar Tiara sakit .apa lagi berulang ulang kali hampir pingsan .


"Tapi sepertinya dia sedang hamil ." ucap Rio tiba tiba membuat Dimas melotot pada nya .


"Tapi aku juga belum 0asti itu cuma dugaan ku saja , karena dia juga merasa mual , pusing dan pingsan . Aku juga berusaha menyampaikan padanya dan dia bilang , kalau dia tidak sedang hamil ." jelas Rio sambil meneguk kopi susu yang ada di depan nya. Dimas kembali menoyor kepala Rio .

__ADS_1


"Kamu sok tau aja , kamu juga bukan suaminya . Kamu juga belum pernah punya istri yang sedang hamil , sok sokan . Memvonis orang ." ejek Dimas .


"uhuk .. Eh aku kan cuma nebak . Dan itu aku tau dan lihat dari sinetron yang sering emak lihat , dan itu ciri ciri wanita yang sedang hamil muda ." ucap Rio sambil tertawa .


Dimas hanya geleng geleng kepala dengar ucapan sepupunya itu . Yang seharusnya ia panggil abang , tapi sayang dia lahir lebih dulu dari Rio jadi Dimas gengsi panggil abang . Tapi bagaimana pun juga Dimas tetap saja mengkhawatirkan , akan kesehatan teman lamanya itu .


"Apa benar Dimas sudah move on dari senja .dan bagaimana kabar senja , apa dia pergi ke kampus , aku tak mungkin pergi dalam keadaan seperti ini ." gumam Rio .


Tiara terbangun dari tidurnya jam dinding sudah menunjuk kan pukul 11 siang . Ia segera bangun karena merasakan perutnya sudah lapar .Tiara segera menuju ke dapur .


"Ibu , badan nasih sangat lemah , ibu belum sehat , wajah ibu juga pucat kenapa tidak istirahat saja , kalau butuh sesuatu ibu panggil kami saja , biar kami yang mengantar ke kamar ibu ." ucap Pembantu Tiara .


" Iya bik , tidak apa apa , buat kan saya teh hangat manis dan ada kue tidak , saya ingin makan kue saja ." ucap Tiara .


"Maaf Ibu , di rumah tidak ada stock kue . Ibu mau di buatkan atau di belikan . Kue apa yang ingin ibu makan ."tanya pembantu Tiara .


"hemm sepertinya kue tiramisu sepertinya enak bik . Tolong belikan di toko kue langganan kita ya ." ucap Tiara yang membayangkan enak nya kue yang dia pesankan pada pembantunya . Air liurnya sudah ingin menetes .


"Baik ibu , biar saya buatkan teh manisnya dulu buat ibu . Biar bisa ibu minum sambil menunggu kue nya ." ucap pembantu Tiara .

__ADS_1


"ya terimakasih bik ." jawab Tiara .


__ADS_2