My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 65


__ADS_3

Dimas tersenyum mendengar jawaban mutiara . Yang punya inisiatif , inilah sifat mutiara yang ia suka . Tidak matre seperti perempuan perempuan yang ia kenal sebelumnya . Yang mau berteman dengan dirinya hanya karena ia anak orang kaya .


"eumm , oke sudah kamu bersiap siap dulu , sebentar lagi aku akan sampai , ke kantor tempat mu kerja."ucap Dimas .


"Iya Dim ."jawab Mutiara . Walaupun ia pernah patah hati dengan Dimas . Tapi mutiara merasa kangen terhadap Dimas . Karena persahabatan mereka yang sudah berjalan lima tahun lebih . Kemana mana mereka selalu berdua dan bersama . Jadi mutiara tak mungkin membenci Dimas . Hanya karena Dimas dekat atau pacaran dengan perempuan lain.


"Dimas berhak memilih dan menentukan , dengan siapa dia akan jatuh cinta . Dan menjalani hidup hari hari nya bersama siapa saja . dan aku tidak boleh memaksa Dimas ,untuk tetap bersamaku terus ."gumam mutiara .


Mutiara telah bersiap siap untuk pulang , dia tak mau minta ijin kepada Ardy , pasti Ardy akan menghalanginya . Melarangnya pulang dengan orang lain pakai seribu cara alasan . Apalagi dia akan pulang dengan Dimas , pak Ardy pasti berpikir macam macam kalau ia dan Dimas sedang menjalin hubungan atau pacaran .


"Aku harus cepat pulang , diam diam sebelum ketahuan pak Ardy ."gumam mutiara .


Mutiara berjalan dengan mengendap endap dan lari keluar . Tapi tiba tiba dari arah belakang ,tiba tiba ada seseorang yang memegang bahunya .yang membuat mutiara kaget dan segera menghentikan langkahnya .pelan pelan mutiara menoleh kebelakang .


"Kamu mau pulang lagi bersama dengan pak Ardy ." tanya Rani yang telah mengejutkan nya .


Mutiara menghirup udara dengan lega .karena yang ada di belakangnya dan menghentikan langkahnya bukan Ardy .


"Tidak , aku mau pulang dengan teman ku , memangnya ada apa ." tanya mutiara .


"Tidak ada apa apa , aku pikir kamu mau pulang sama pak Ardy . Aku cuma mau ngingatkan kamu saja , hati hati ya , pak Ardy itu sudah punya pacar , Bu Nagita kamu tidak lupa kan ."ucap Rani dengan sinis .


"eemm .... Aku dan pak Ardy itu ngak ada apa apa kok . cuma sebatas Bos dan sekretaris saja ." sahut mutiara merasa tidak enak pada Rani .


Rani tersenyum dengan mengejek . Melihat raut wajah Rani yang tidak begitu suka dengan dirinya . Mutiara pun malas melanjutkan pembicarakan dengan Rani . Ia segera pamit ingin cepat cepat menemui Dimas .


"Aku pulang dulu ya mbak ." pamit mutiara dan membalik kan badan , ia segera keluar meninggalkan kantor . Ia lihat Dimas berdiri di pinggir pintu gerbang perusahaan . Agar tak menutup jalan karyawan keluar kantor . Mutiara tersenyum saat melihat Dimas .

__ADS_1


"Tiara ." panggil Ardy yang melihat mutiara akan berlari . membuat mutiara terkejut dan menghentikan langkahnya . Langkah mutiara menjadi kaku .


"sejak kapan pak Ardy di belakang saya , bukan kah tadi pak Ardy masih ada di ruang kerjanya . Sekarang kok ada di sini ." batin mutiara gagal sudah ia akan menemui Dimas .


Dimas yang melihat Ardy menghadang mutiara . Ia segera menjalan kan mobilnya sampai ke samping mutiara dan Ardy .


Dimas segera turun dari mobil . Kedatangan Dimas membuat banyak mata fokus menatapnya , karena penampilan Dimas yang berubah rapi dan tampan sekali .tidak seperti biasa yang kucel dan kurang perhatian dari orang tua .


"Dimas ."lirih Ardy kaget .


"Dimas kamu keren sekali , kamu ..


"Maaf pak ardy ." Dimas memotong ucapan Mutiara .


"Saya ingin menjemput mutiara , bukan kah Pak Ardy bilang , melarang saya menjemput Tiara dengan sepeda motor . Sekarang saya datang menjemput Tiara memakai mobil . Jadi tidak ada larangan buat saya , untuk antar jemput Tiara kan setiap harikan ."ucap Dimas sambil membungkuk di depan Ardy . Sama seperti dulu , saat Ardy masih menjadi Bosnya dulu .


Dimas segera membuka kan pintu mobil untuk mutiara ,dan mempersilahkan mutiara segera masuk .


"Yuk , Tiara kita pulang ." ucap Dimas lembut .


"saya pamit , pulang duluan pak Ardy ." ucap mutiara sambil membungkuk dan segera pergi masuk ke dalam mobil Dimas .


Dimas segera melajukan mobilnya , meninggalkan kantor Ardy .Ardy mengepalkan tangan nya karena gagal untuk mengantar mutiara pulang .


"Kenapa aku tidak melihat Dimas ada di luar , Ah sialan memang kelaki itu ? . Tunggu saja , boleh kamu senang senang bersama Tiara hari ini . Aku tak akan biarkan kamu terus berada di samping Tiara ." gumam Ardy dalam hati dengan geram .


"Tapi dari mana Dimas dapatkan mobil , apa dia sewa . Ah sial , dia benar benar ingin mengibarkan bendera perang dengan ku ." lanjutnya lagi dengan kesal .

__ADS_1


"Eh itu tadi kan , Dimas OB yang oernah kerja di sini . Kayaknya dia semakin keren ya sekarang . Seperti anak anak orang kaya . " ucap para karyawati karyawati yang keluar dari kantor Ardy .


"Kalau OBnya setampan itu aku juga mau ." sahut karyawati yang lain . Pembahasan tentang Dimas pun sampai di halaman kantor . Ardy semakin gerah , yang mendengar pujian pujian yang di lontarkan oleh karyawannya , untuk Dimas . Ardy semakin geram di dalam hatinya .


Ardy segera masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan kantornya . Ardy pergi menenangkan pikiran nya dengan pergi ke lapangan proyek pembangunan hotel yang sedang kantornya , kerjakan . Ia ingin lihat jalan nya pembangunan sebelum ia pulang ke rumah .


Sementara Dimas membawa mutiara jalan jalan keliling perkampungan yang terasa sangat asri . Mereka ingin melepaskan kepenatan dan kebisingan dari hiruk pikuk nya suasana di kota


" Kamu keren banget hari ini ,beli baju di mana . Kamu juga potong rambut juga , ku lihat kamu kelihatan ganteng juga ."puji mutiara terang terangan .sambil memperhatikan penampilan Dimas .


Mutiara tidak bisa membedakan mana kemeja mahal , dan mana kemeja murahan . Bagi ia semua kemeja sama saja . Asal bisa menutup badannya dengan baik .


"Memangnya aku dulu tidak keren ." ucap Dimas mencibir .


" Ya dulu kurang keren , dulu kamu sangat kucel , hahaha ."ucap Mutiara sambil tertawa seperti biasa .


Dimas hanya mengacak rambut Mutiara , yang masih duduk menghadap padanya . Dimas menghentikan mobilnya di tepi hamparan sawah . Yang menghijau seperti permadani . Banyak para petani yang mulai pulang ke rumah masing masing .


" yuk turun , kita foto foto ." ajak Dimas yang langsung turun dari mobilnya . Tanpa menunggu jawaban dari mutiara . Dan pergi membukakan pintu untuk mutiara .


"Aku bisa buka sendiri . Ngak perlu kamu bukain , bikin capek saja . Aku bukan anak kecil ."jawab mutiara yang berharap tak ingin terlalu di manjakan oleh Dimas .


"Mulai lagi deh , sifat aslinya keluar lagi ." ejek Dimas .


" Sifat asli apa ." tanya mutiara .


" Cerewet , tukang ngomel ., hwee ."ucap Dimas sambil menjulurkan lidahnya , mengejek mutiara . Dan lari menjauh agar tidak kena cubitan dari mutiara . Karena itu jurus andalan mutiara .

__ADS_1


__ADS_2