
"Semoga kamu tidak menerima cinta Dimas , Tiara ." Gumam Ardy , ia tidak mau menegur mutiara dan Dimas , takut mutiara jadi tidak nyaman dengan dirinya .
Sepanjang perjalan pulang Dimas dan mutiara hanya berbicara seperlunya
" kenapa kamu jadi kaku denganku ,? Ayolah bercandalah seperti dulu , aku suka kamu yang periang dulu ." ucap Dimas .
" Aku ...aku sedang lelah saja ."ucap mutiara sambil tersenyum padahal dalam hati ia sedang berpikir .
" kira kira pak Ardy melihat aku tidak ya , kalau aku pulang dengan Dimas ." batin tiara cemas kalau pak Ardy akan salah paham .
"kalau kamu lelah ,nanti malam kalau kamu tidak sanggup keluar tidak apa apa , aku bisa ngertiin kamu kok ." ucap Dimas
"Oh tidak kok Dim . Aku masih sanggup kok , makanya aku sekarang berusaha istirahat , biar nanti malam bisa keluar ."jawab mutiara
"makasih ya ," ucap Dimas
"Sama sama ."jawab Tiara .
Dimas mengantar mutiara pulang sampai depan rumahnya , setelah itu baru Dimas langsung pulang ke rumah sendiri .
Mutiara sampsi rumah segera mandi dan membaringkan badan nya .setelah istirahat sebentar mutiara akan bersiap siap untuk pergi dengan Dimas seperti janjinya tadi .
"Ibu ." sapa mutiara pada ibunya yang sedang menyulam .
"Nak aoa kamu masih akan keluar ." tanya bu andini yang melihat Tiara pakai baju bukan baju tidur .
" iya ma , malam ini Giara mau keluar bersama Dimas sebentar ya bu ." ucap mutiara .
" ya baiklah , kalian berdua hati hati ya , jangan pulang larut malam ."pesan bu andini .
"Iya ibu ."ucap mutiara . Mutiara keluar pakai baju kemeja yang dulu sebelum ia jadi sekretaris . Kembali ke penampilan cupunya .kardna ia pakai baju tidak senada dan serasi maka oranv orang menjuluki nya cupu . Tiara duduk manis di teras menunggu kedatangan Dimas .
Sementara Dimas juga telah rapi . Bu denada mendekat dan bertanya .
" Dim kamu mau ke mana ." tanya bu denada pada putra satu satunya itu .
" mau ketemu sama teman ma " jawab Dimas yang terlihat sangat rapi . Bau farfum nya juga semerbak membaui ruangan tamu .
__ADS_1
"teman cewek apa cowok ."tanya bu denada .
"Cowok ma ."jawab Dimas mulai kesal dengan posesif mamanya . Dimas tau mamanya belum bisa menerima dirinya dekat dengan Tiara .
"kalau begitu Dimas berangkat dulu ya ma ," pamit Dimas pada mamanya .yang hanya di jawab dengan anggukan oleh bu denada .
Dimas melajukan mobilnya dengan cepat , ia sudah tidak tahan untuk cepag cepat bertemu dengan Tiara .Mobil Dimas sudah memasuki pelatan rumah mutiara .
"malam cantik ."ucap Dimas saat turun dari mobil ia melihat mutiara sudah menjnggunya di teras .
"Malam juga." jawab mutiara sambil tersenyum .
"kamu sudah siap ."tanya Dimas .
"Sudah ."jawab mutiara
"Sudah pamit sama ibu juga ."tanya Dimas lagi yang di jawab anggukan oleh Tiara .
"Yuk kalau begitu kita berangkat ." ucap Dimas sambil membukakan pintu untuk mutiara .
Mereka langsung pergi .Dimas melajukan mobilnya pelan pelan membelah keramaian kota .
"ke tempat biasa saja Dim ." ucap tiara lirih.
"Baiklah nona cantik ."ucap Dimas sambil bergurau untuk mencairkan suasana .
merekapun telah sampai di tempat yang biasa mereka kunjungi .mutiara memilih tempat yang paling belakang . Ia lebih nyaman duduk di belakang . mutiara tidak suka di lihat oleh orang orang yang berlalu lalang lewat di sekitarnya .
Mereka berdua memesan makanan sederhana yang mereka sering pesan dulu . Saat mereka dulu masih sama sama .
" mas keren keren begini kok makan di sini ."sapa seorang biduan .yang mencoba mengoda Dimas .
"Maaf mbak , yang sopan ." tegur Dimas saat biduan itu akan meraba dadanya . Perempuan itu langsung menjauh karena terang terangan dapat penolakan dari Dimas .
"Maaf ya , gara gara aku ngajak kamu ke sini . Kamu malah jadi di ganggu oleh perempuan seperti mereka ."ucap mutiara .merasa tidak enak hati .
"Seharusnya kamu itu sadar diri dari dulu . Kalau kamu itu memang tidak pantas untuk putraku , jadinya anak aku yang jadi korban , karena salah bergaul , dengan lingkungan seperti ini ."ucap bu denada yang muncul dengan tiba tiba . Di hadapan mutiara dan Dimas .
__ADS_1
" mama ." panggil Dimas yang berdiri dari duduknya . Begitu juga tiara yang mendapat serangan dengan tiba tiba .membuatnya mematung di dekat Dimas .
" jadi ini teman cowok kamu . "tanya bu denada menatap Tiara dari ujung kaki dan ujung rambut .
"Memang sih dia cocok jadi cowok . Cowok yang tidak terurus ." ucap bu denada penuh dengan hinaan .
" Maaf Dim , aku pulang dulu ya ."ucap Tiara yang hendak pergi dari hadapan Dimas dan ibunya .
"Tiara ." cegah Dimas dengan memegang lengan Tiara .
"Ma ,Dimas sangat mencintai Tiara , Dimas bisa terima kekurangan Tiara . Dia wanita yanv baik , Dim mau tiara jadi pacar Dim , ma ." ucap Dimas tang membuat Tiara kaget .
" Kamu sudah berani melawan kata kata mama Dim . Sekali mama bilang tidak , ya tidak . Sekarang kita pulang , kamu tidak pantas berada di tempat ini ." bentak bu denada , sambil menarik tangan Dimas untuk pulang .meninggalkan mutiara sendiri dengan keadaan shock .
" ma , tapi tadi Tiara ke sini sama Dimas., Dimas tidak mungkin tinggalin dia sendirian di sini." pinta Dimas pada mamanya samb memohon .
"Tidak Dim , dia sudah besar. Dia tau jalan pulang . Sekarang kamu ikut pulang sama mama ," bu denada kembali menyeret anak laki laki dengan cepat untuk masuk ke dalam mobil . Dan langsung pulang ke rumah .
Mutiara terduduk lagi di kursinya dengan air mata berlinang ." Apa sdgini hinanya jadi orang miskin ."gumam mutiara sambil menghapus Air matanya .
Mutiara mengambil tasnya pergi berjalan kaki menyusuri pingiran jalan dengan deraian aur mata .
Ardy yang sedang mengendarai mobil , tidak sengaja melihat Tiara berjalan sendirian di pinggir jalanan pun , segera menghentikan mobilnya untuk menghampiri mutiara .
"Tiara , kamu kenapa di sini sendirian malam malam ." tanya Ardy yang baru turun dari mobilnya .
"Saya...."ucap Tiara terhenti air matanya terus menganak sungai di pipinya yang halus .
"Ceritanya nanti saja., ayo sekarang masuk ke mobil ." ajak Ardy yang di ikuti oleh Tiara masuk mobil Ardy . Ardy melajukan mobilnya menuju ke taman . Mereka mencari kursi untuk duduk dan ngobrol .
"kamu kenapa ." tanya Ardy dengan lembut pada Tiara .
"Apa perempuan miskin harus selalu terima hinaan pak Ardy ." tanya mutiara yang menangis sesengukan sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya .
Ardy merengkuh bahu Tiara dan membawanya ke dada bidang miliknya . Sambil mengelus rambut Tiara , agar Tiara lebih tenang .
"Miskin dan kaya , tidak akan menaikan derajag seseorang akan lebih baik , jika suka menghina manusia lain ."jawab Ardy .
__ADS_1
mutiara terus menangis .ucapan mama Dimas telah menghancurkan harga diri Mutiara .