My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 104


__ADS_3

"Semoga kamu tidak menerima cinta Dimas , Tiara ." Gumam Ardy , ia tidak mau menegur mutiara dan Dimas , takut mutiara jadi tidak nyaman dengan dirinya .


Sepanjang perjalan pulang Dimas dan mutiara hanya berbicara seperlunya


" kenapa kamu jadi kaku denganku ,? Ayolah bercandalah seperti dulu , aku suka kamu yang periang dulu ." ucap Dimas .


" Aku ...aku sedang lelah saja ."ucap mutiara sambil tersenyum padahal dalam hati ia sedang berpikir .


" kira kira pak Ardy melihat aku tidak ya , kalau aku pulang dengan Dimas ." batin tiara cemas kalau pak Ardy akan salah paham .


"kalau kamu lelah ,nanti malam kalau kamu tidak sanggup keluar tidak apa apa , aku bisa ngertiin kamu kok ." ucap Dimas


"Oh tidak kok Dim . Aku masih sanggup kok , makanya aku sekarang berusaha istirahat , biar nanti malam bisa keluar ."jawab mutiara


"makasih ya ," ucap Dimas


"Sama sama ."jawab Tiara .


Dimas mengantar mutiara pulang sampai depan rumahnya , setelah itu baru Dimas langsung pulang ke rumah sendiri .


Mutiara sampsi rumah segera mandi dan membaringkan badan nya .setelah istirahat sebentar mutiara akan bersiap siap untuk pergi dengan Dimas seperti janjinya tadi .


"Ibu ." sapa mutiara pada ibunya yang sedang menyulam .


"Nak aoa kamu masih akan keluar ." tanya bu andini yang melihat Tiara pakai baju bukan baju tidur .


" iya ma , malam ini Giara mau keluar bersama Dimas sebentar ya bu ." ucap mutiara .


" ya baiklah , kalian berdua hati hati ya , jangan pulang larut malam ."pesan bu andini .


"Iya ibu ."ucap mutiara . Mutiara keluar pakai baju kemeja yang dulu sebelum ia jadi sekretaris . Kembali ke penampilan cupunya .kardna ia pakai baju tidak senada dan serasi maka oranv orang menjuluki nya cupu . Tiara duduk manis di teras menunggu kedatangan Dimas .


Sementara Dimas juga telah rapi . Bu denada mendekat dan bertanya .


" Dim kamu mau ke mana ." tanya bu denada pada putra satu satunya itu .


" mau ketemu sama teman ma " jawab Dimas yang terlihat sangat rapi . Bau farfum nya juga semerbak membaui ruangan tamu .

__ADS_1


"teman cewek apa cowok ."tanya bu denada .


"Cowok ma ."jawab Dimas mulai kesal dengan posesif mamanya . Dimas tau mamanya belum bisa menerima dirinya dekat dengan Tiara .


"kalau begitu Dimas berangkat dulu ya ma ," pamit Dimas pada mamanya .yang hanya di jawab dengan anggukan oleh bu denada .


Dimas melajukan mobilnya dengan cepat , ia sudah tidak tahan untuk cepag cepat bertemu dengan Tiara .Mobil Dimas sudah memasuki pelatan rumah mutiara .


"malam cantik ."ucap Dimas saat turun dari mobil ia melihat mutiara sudah menjnggunya di teras .


"Malam juga." jawab mutiara sambil tersenyum .


"kamu sudah siap ."tanya Dimas .


"Sudah ."jawab mutiara


"Sudah pamit sama ibu juga ."tanya Dimas lagi yang di jawab anggukan oleh Tiara .


"Yuk kalau begitu kita berangkat ." ucap Dimas sambil membukakan pintu untuk mutiara .


Mereka langsung pergi .Dimas melajukan mobilnya pelan pelan membelah keramaian kota .


"ke tempat biasa saja Dim ." ucap tiara lirih.


"Baiklah nona cantik ."ucap Dimas sambil bergurau untuk mencairkan suasana .


merekapun telah sampai di tempat yang biasa mereka kunjungi .mutiara memilih tempat yang paling belakang . Ia lebih nyaman duduk di belakang . mutiara tidak suka di lihat oleh orang orang yang berlalu lalang lewat di sekitarnya .


Mereka berdua memesan makanan sederhana yang mereka sering pesan dulu . Saat mereka dulu masih sama sama .


" mas keren keren begini kok makan di sini ."sapa seorang biduan .yang mencoba mengoda Dimas .


"Maaf mbak , yang sopan ." tegur Dimas saat biduan itu akan meraba dadanya . Perempuan itu langsung menjauh karena terang terangan dapat penolakan dari Dimas .


"Maaf ya , gara gara aku ngajak kamu ke sini . Kamu malah jadi di ganggu oleh perempuan seperti mereka ."ucap mutiara .merasa tidak enak hati .


"Seharusnya kamu itu sadar diri dari dulu . Kalau kamu itu memang tidak pantas untuk putraku , jadinya anak aku yang jadi korban , karena salah bergaul , dengan lingkungan seperti ini ."ucap bu denada yang muncul dengan tiba tiba . Di hadapan mutiara dan Dimas .

__ADS_1


" mama ." panggil Dimas yang berdiri dari duduknya . Begitu juga tiara yang mendapat serangan dengan tiba tiba .membuatnya mematung di dekat Dimas .


" jadi ini teman cowok kamu . "tanya bu denada menatap Tiara dari ujung kaki dan ujung rambut .


"Memang sih dia cocok jadi cowok . Cowok yang tidak terurus ." ucap bu denada penuh dengan hinaan .


" Maaf Dim , aku pulang dulu ya ."ucap Tiara yang hendak pergi dari hadapan Dimas dan ibunya .


"Tiara ." cegah Dimas dengan memegang lengan Tiara .


"Ma ,Dimas sangat mencintai Tiara , Dimas bisa terima kekurangan Tiara . Dia wanita yanv baik , Dim mau tiara jadi pacar Dim , ma ." ucap Dimas tang membuat Tiara kaget .


" Kamu sudah berani melawan kata kata mama Dim . Sekali mama bilang tidak , ya tidak . Sekarang kita pulang , kamu tidak pantas berada di tempat ini ." bentak bu denada , sambil menarik tangan Dimas untuk pulang .meninggalkan mutiara sendiri dengan keadaan shock .


" ma , tapi tadi Tiara ke sini sama Dimas., Dimas tidak mungkin tinggalin dia sendirian di sini." pinta Dimas pada mamanya samb memohon .


"Tidak Dim , dia sudah besar. Dia tau jalan pulang . Sekarang kamu ikut pulang sama mama ," bu denada kembali menyeret anak laki laki dengan cepat untuk masuk ke dalam mobil . Dan langsung pulang ke rumah .


Mutiara terduduk lagi di kursinya dengan air mata berlinang ." Apa sdgini hinanya jadi orang miskin ."gumam mutiara sambil menghapus Air matanya .


Mutiara mengambil tasnya pergi berjalan kaki menyusuri pingiran jalan dengan deraian aur mata .


Ardy yang sedang mengendarai mobil , tidak sengaja melihat Tiara berjalan sendirian di pinggir jalanan pun , segera menghentikan mobilnya untuk menghampiri mutiara .


"Tiara , kamu kenapa di sini sendirian malam malam ." tanya Ardy yang baru turun dari mobilnya .


"Saya...."ucap Tiara terhenti air matanya terus menganak sungai di pipinya yang halus .


"Ceritanya nanti saja., ayo sekarang masuk ke mobil ." ajak Ardy yang di ikuti oleh Tiara masuk mobil Ardy . Ardy melajukan mobilnya menuju ke taman . Mereka mencari kursi untuk duduk dan ngobrol .


"kamu kenapa ." tanya Ardy dengan lembut pada Tiara .


"Apa perempuan miskin harus selalu terima hinaan pak Ardy ." tanya mutiara yang menangis sesengukan sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya .


Ardy merengkuh bahu Tiara dan membawanya ke dada bidang miliknya . Sambil mengelus rambut Tiara , agar Tiara lebih tenang .


"Miskin dan kaya , tidak akan menaikan derajag seseorang akan lebih baik , jika suka menghina manusia lain ."jawab Ardy .

__ADS_1


mutiara terus menangis .ucapan mama Dimas telah menghancurkan harga diri Mutiara .


__ADS_2