
"Jangan kau berani sama perempuan ." pekik Ardy yang langsung menghajar dua laki laki itu hingga tubuh mereka berdua terhuyung ke belakang .
...Mereka berdua segera bangkit ." kamu siapa hah kenapa ikut capur urusan kita ." teriak lelaki yang bertubuh kekar itu sambil meludah ke samping . Sebelum lelaki itu melayangkan pukulan nya ke arah kepala Ardy . Tapi ardy bisa menghindarinya tapi naas nya teman preman itu memukul Ardy dari belakang memakai balok kayu hingga Ardy terpental hingga ke aspal...
Melihat Ardy sudah tergeletak tak berdaya . Kedua preman itu menghajar dan memukuli perut Ardy , dan kepala Ardy hingga babak belur . Mutiara melihat ardy di hajar segera berteriak mencari bantuan bila ada orang yang lewat .
Teriakan mutiara mengundang perhatian para tukang kebun , dan berlarian ke arah mutiara . Kedua preman melihat kedatangan para petani langsung kabur tak menghiraukan barang yang di incar nya tadi .
Mutiara berlari.mendekati Ardy , yang tergeletak lemah di jalanan . ia pangku kepala Ardy , mutiara sangat panik . Hatinya juga terasa nyeri melihat Ardy babak belur .
"pak Ardy , pak Ardy kamu tidak apa apa ," tanya Mutiara sambil memegang ke dua pipi Ardy yang kelihatan biru biru.
"auuw sakit ." pekik Ardy saat mutiara memegang wajahnya yang terluka .
"kalian tidak apa apa kan ," tanya orang orang yang baru datang dari kebun mereka .
"Saya tidak apa apa pak , tapi mungkin laki laki itu yang lebih parah , seperti nya dia membutuhkan bantuan sesegera mungkin . " ucap sang sopir .sambil Bangkit dan memegangi perutnya ikut mendekati mutiara dan Ardy yangmasih ada dipangkuan mutiara.
"Apa perlu kita bawa ke rumah sakit sekarang juga ." tawar bapak bapak yang menolong mereka .
Alan mengangkat tangan nya melambai ." Tidak perlu pak , saya masih kuat kok ." jawab Ardy .
"pak cepat cari kunci mobil kamu , biar kita cepat pergi dari sini , takut mereka akan datang lagi ." ucap Ardy memerintah kepada sopir taxsi tersebut .
Lelaki itu tampak kebingungan , mencari cari kunci yang di tendang oleh mutiara tadi .
"Lihatlah sama kelakuan brutal kamu . Sampai bapak itu kebingungan mencari kunci yang kamu tendang tadi ." ucap Ardy mengejek mutiara ,yang membuat mutiara melayangkan cubitan nya di lengan Ardy .
__ADS_1
"aww sakit Tiara ." lenguh Ardy dengan suara manjanya .tanpa mengeser kepalanya yang masih tetap di pangkuan mutiara .
"saya kan reflek , ingin menyelamatkan harta bapak itu ." jawab mitiara ketus .
"Bapak bapak coba cari di sebelah sana lagi ." ucap mutiara sambil menunjuk ke arah ia menendang kunci mobil tadi .
"sepertinya kamu cocok ikut tandingan sepak bola ." kekeh Ardy yang membuat mutiara memicingkan matanya .
"Sepertinya pak Ardy baik baik saja ya , kalau begitu saya pergi bantu mencari kunci saja ." ucap mutiara segera mengeser kepala Ardy kesamping dan segera berdiri . Membuat Ardy yang tidak siap , kepala nya harus terbentur aspal lagi .
"aww kejam sekali ,padahal aku begini juga nyelamatin dia ."lirih Ardy sambil mengelus kepalanya kebentur lagi . sebenarnya mutiara juga kasian pada Ardy , tapi ia malas memangku Ardy lagi karena ngomongnya tidak jelas .
"Loh mbak masnya kok di tinggalin ,biarkan kami saja yang cari .temani masnya dia dah ngorbanin wajah tampan nya lo buat mbak ."ucap salah satu bapak bapak yang ikut mencari kunci mobil taxsi .
Mutiara melirik Ardy , sementara Ardy pura pura meringis menahan sakit untuk mencari perhatian Mutiara . Akhirnya mutiarapun mendekati Ardy lagi .
"Sakit ,"lirih Ardy sambil memegang pipinya yang membiru .
"lumayan ."jawab Ardy .
" kenapa juga pak Ardy sok sok an jadi jagoan berantem sama mereka ."tanya Mutiara tan pa dosa . Membiat Ardy membelalak kan matanya .
"Kenapa Aku berantem , kamu tidak sadar , kamu di cekik mereka , apa saat itu kamu tidak ingat dengan ibu . Aku menolongmu , aku menyelamatkan mu . Sepertinya kamu dah pikun , padahal aku berantem sama mereka untuk menyelamatkan kamu , biar kamu tidak kenapa napa , bukan nya terimakasih malah di kata katain ." Gerutu Ardy yang sedikit meringis karena bahunya sedikit susah di gerakin .
"Ya maaf ,"lirik mutiara yang merasa bersalah juga .
"sekarang bapak mau ke mobil tidak , biar saya papah , bapak masih bisa nyetir tidak ."ucap mutiara berubah jadi perhatian .
__ADS_1
"Nanti dulu , tunggu sampai mereka menemukan kunci mobilnya ."ucap Ardy sambil memandang mereka yang sedang mencari kunci mobil sopir taxsi .
Mutiara membersihkan debu yang menempel di jas Ardy pelan pelan .
"Jas pak Ardy sangat kotor , apa bapak masih mau tetap ke kantor pakai baju ini ." tanya mutiara yang masih tetap mengibas ngibas kan tangan nya di baju Ardy .
"Nanti kita mampir ke butik beli saja yang baru , kalau pulang ke rumah kelamaan harus puter balik ." ucap Ardy
"Maafin saya ya pak , karena saya bapak jadi begini ."ucap Mutiara karena merasa bersalah pada Ardy .
Ardy menatap wajah mutiara ." Andai kamu tau Tiara , lebih dari inipun aku rela , kalau semua itu tentang kamu ."gumam Ardy dalam hati .
"aw." pekik mutiara karena tiba tiba Ardy mengetuk jidatnya .
"Ini karena kepalamu yang keras , di ajak berangkat sama sama tidak mau , lihat berapa orang yang repot karena kepalamu yang keras ." canda Ardy .
"keras kepala , semua kepala keras pak ."jelas mutiara .
"Bagaimana saya tidak punya obat , sepertinya pelipis pak Ardy terluka . Dan pelipis bapak harus di kompres ." ucap Mutiara sambil meraba pelipis dan pipi Ardy . Bukan rasa sakit yang di rasakan Ardy tapi rasa nyaman ia ia rasakan dalam hatinya .
"Sudah tidak apa apa , jangan di sentuh lagi ." ucap Ardy sambil meraih tangan mutiara , tidak kuat jantungnya membiarkan tangan mutiara berlama lama di badan nya . Pelipis Ardy terluka karena membentur aspal .
Mereka berdua saling bertatapan , sentuhan tangan Ardy mutiara rasakan bagaikan sengatan listrik yang menjalari jantungnya . Memberikan kehangatan dan kenyamanan di hati mutiara .
Begitu pula Ardy dia merasa sangat nyaman bisa duduk berdekatan dengan mutiara sambil menggenggam tangan nya seperti itu .tatapan keduanya terputus saat mendengar teriakan dari salah satu bapak bapak yang telah menemukan kunci .
"kuncinya sudah ketemu ."
__ADS_1
"Alkhamdulillah kuncinya sudah ketemu ,"ucap mutiara .Dan entah kapan pegangan tangan mereka juga sudah terlepas . Sepertinya teriakan bapak tadi refleks membuat mereka sadar dari situasi .
"Alkhamdulillah mbak , berkat mbak mobil saya tidak jadi di ambil oleh preman preman itu . Juga berkat masnya , kami selamat dari preman preman itu . Saya ucapkan terimakasih banyak ya mas , atas pertolongan nya . Karena mas preman itu lari kocar kacir ."ucap sang sopir taxsi , sambil menyalami Ardy mengucapkan terimakasih .