
Mutiara ingin melangkah pergi , dengan kekecewaan yang telah memporak porandakan hatinya selama ini . Cap pelakor yang kembali tersemat untuknya , karena ungkapan cinta Ardy yang hanya ia anggap sebagai permainan dari Ardy .
Tapi di depan nya telah menghadang sebuah kenyataan yang lebih pahit lagi . Dimas yang selama ini , ia anggap sebagai sahabat baiknya . Juga tega menipu dan membohongi dirinya . menyembunyikan identitasnya selama bertahun tahun .
Dimas menarik lengan mutiara agar mau mendengarkan penjelasan nya .
"Maafkan aku , bukan maksud aku membohongi kamu ."ucap Dimas .
"Cukup Dim !, anggap saja kita tidak pernah bertemu . Anggap saja kita tidak pernah saling kenal satu sama lain . Ya memang kenyataan nya aku tidak mengenal siapa dirimu yang sebenarnya ." ucap mutiara lirih dan sinis menatap Dimas dengan tatapan kekecewaan pula .
Mutiara menarik lengan nya dari pegangan Dimas .Tapi tak ia sangka Dimas malah menjatuhkan diri berlutut di depan mutiara .
" Selama ini aku takut , aku takut kamu marah , aku takut aku kehilangan kamu., karena ....karena aku mencintaimu dari pertama kita bertemu ." ucap Dimas .
Deg , jantung mutiara serasa berhenti berdetak . Mendengar isi hati Dimas . Ardy yang mendengar Dimas menembak mutiara segera mendekati mutiara dan mendorong Dimas , hingga terjerembab ke belakang . Ardy mengemgam tangan mutiara , tindakkan Ardy membuat bu denada histeris melihat anaknya di perlakukan kasar oleh Ardy .
"Pak Ardy jangan macam macam dengan anak saya ."ucap bu denada sambil menarik badan Dimas untuk berdiri . Ardy mengerutkan kening nya . Mendengar ucapan bu denada , tapi Ardy tidak ambil pusing asal tidak ada yang menyakiti mutiara .
"Lepaskan tangan saya pak Ardy , saya tidak mau di cap pelakor oleh pacar bapak ." ucap mutiara .
"Bagus kalau kamu sadar diri , cepat kamu pergi dari sini ." ucap Nagita yang juga ikut berdiri di antara mereka berempat .
"Tapi saya beneran cinta dan sayang pada mu , saya tidak main main dengan perasaan saya ." jawab Ardy sambil menatap manik mata mutiara . Yang telah di genangi oleh air mata . Ardy menghapus air mata mutiara yang telah menganak sugai di pipi indahnya mutiara .
"Apa ? , pak Ardy mengatakan cinta juga kepada Tiara ." batin Dimas kaget melihat mereka berdua berdekatan mesra .
"Kalau pak Ardy sayang sama saya , kembalilah pada pacar pak Ardy , saya mohon . Jangan libatkan saya ke dalam hubungan kalian . Saya sudah menderita dengan cap pelakor selama ini ." ucap mutiara dengan tegar dan menghapus sendiri air matanya hingga kering dan tersenyum pada Ardy .
__ADS_1
"Tapi Tiara ," belum sempat Ardy menjawab ucapan Mutiara . Mutiara telah berlari kencang menghentikan angkutan umum . Ia telah pergi jauh meninggalkan huru hara yang terjadi di kantor Ardy .
Dalam hati Dimas tersenyum puas . Mutiara menolak cinta Ardy dan malah menyuruh Ardy kembali kepada Nagita .
" Dimas , cepat pulang sama mama ." ucap bu denada , yang membuat Dimas terpaksa meninggalkan tempat itu .
Sedangkan Nagita telah merangkul lengan Ardy dengan mesra . Dan mengajak Ardy masuk ke dalam kantor .
"Aku akan mencarikan kamu sekretaris baru sayang , jadi kamu tidak perlu memperkerjakan perempuan itu lagi di kantor kamu ."ucap Nagita di buat manis manis .
"kamu siapa ngatur ngatur hidup.aku ." ucap Ardy sambil menari lengan nya .
"Aku pacar kamu calon istrimu ."ucap Nagita .
"kamu lupa , barusan kita putus ."ucap Ardy dan melangkah masuk ke dalam kantor .
Sepanjang perjalanan di angkutan umum mutiara menikmati pemandangan jalanan dan kebisingan suara kendaraan .yang meninggalkan sisa sisa pembakaran dari mesin kendaraan .
"ya Alloh bisakah sisa sisa dari kesedihan ku juga terbang ke belakang seperti asap asap motor dan mobil itu . Kenapa kesedihan selalu mengikuti langkah ku . Ya Alloh kalau memang ini ujian darimu . Percayanya engkau padaku , kalau aku mampu menjalani ini semua . Ya Alloh apa yang telah ENGKAU janjikan padaku , kebahagiaan atau kesedihan yang abadi ."gumam dalam hati mutiara.
Mutiara telah sampai di rumah , bu dwi telah menunggunya di teras rumahnya , dan langsung menyapa .
"Tiara ,loh....kamu kok naik angkutan , mana bos ganteng kamu yang baik hati itu ." tanya bu dwi .
Mutiara menatap malas bu dwi , kejadian di kantor tadi mengingatkan nya , pada ucapan bu dwi atas tuduhan mbak yayuk . Yang telah menuduh dirinya sebagai pelakor . Bu dwi lah orang yang paling bersemangat dan berurat mengata ngatai dirinya dengan berkacak pinggang .
"Pak Ardy masih sibuk kerja , saya mau masuk dulu ." ucap mutiara dan langsung masuk ke rumah begitu saja .
__ADS_1
Bu andini melihat mutiara yang pulang kerja lebih awal pun segera menyusul ke kamar putrinya .
"Kenapa kamu pulang begitu cepat , apa kamu sakit ." tanya bu andini dengan penuh kecemasan .
Mutiara langsung memeluk erat ibunya . Dan menumpahkan tangisnya dalam pelukan ibunya .
"kamu kenapa , ceritakan sama ibu ." pinta bu andini dengan lembut tapi penuh dwngan kecemasan . Air mata mutiara sudah memberinya jawaban sesuatu telah terjadi pada putrinya . Bu andini dengan sabar mengelus bahu mutiara . Dan kepalanya penuh dengan kasih sayang .
"Tiara di bilang pelakor oleh pacar pak Ardy ." jawab mutiara .
"Pacar pak Ardy , sudah pulang kah dia dari luar negri ." tanya bu andini , mutiara hanya mengangguk .
"Dan ibu tau , Dimas selama ini bohongi kita . Dia bukan anak orang miskin . Tapi dia anak tunggal pengusaha yang kaya raya ," ucap mutiara .
"Tiara lelah bu , Tiara lelah di bohongin terus , Tiara lelah selalu di tuduh sebagai pelakor terus bu ." keluh mutiara pada ibunya .
"Kamu yang sabar ya , kamu kan tidak pernah merebut siapa pun . Jangan kamu dengarkan omongan mereka , kamu masih anak ibu yang dulu , masih punya harga diri . Bukan seperti apa yang mereka tuduhkan ." ucap bu andini.
Tiba tiba pintu rumah mereka di ketuk oleh seseorang , bu andini dan mutiara saling tatap . Mutiara mengelengkan kepala dan membarngkan tubuhnya , menutupi dirinya dengan selimut .
"ibu pergi buka pintu dulu ya ."ucap bu andini dan pergi meninggalkan mutiara .
"Nak Ardy ." sapa bu andini , melihat Ardy yang berdiri di depan pintu rumahnya . Bu andini menoleh ke kanan ke kiri untuk mencari seseorang . Apakah Nagita juga ikut serta .
"Dia tidak ikut bersama saya , saya tidak sudi duduk semobil dengan nya ." ucap Ardy yang tau , apa yang di cari bu andini . Dalam hati Ardy menebak mungkin Mutiara telah menceritakan semuanya .
" Saya datang ke sini ingin bertemu dengan Tiara . Saya ingin minta maaf atas perlakuan Nagita kepada Tiara ibu ." ucap Ardy .
__ADS_1
"Nak Ardy bukan ibu melarangmu menemui Tiara , Tapi beei Tiara waktu , untuk menenangkan dirinya dulu , ya . Suasana hatinya sedang tidak baik baik saja , kalau.Tiara telah bisa kendalikan amarahny , kapan kapan Nak Ardy baru ke sini ya . " jelas bu andini , memberi Ardy pengertian .