My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 73


__ADS_3

Menatap jalan yang menjauh , tentukan arah yang ku mau


Tempatkan aku pada satu , peristiwa yang membuat hati lara


Di dekat engkau aku tenang , sendu matamu penuh tanya


Misteri hidup akan kah menghilang , Dan bahagia di akhir cerita


Cinta tegarkan hatiku , tak mau sesuatu merenggut engkau


Naluriku berkata , tak ingin terulang lagi


Kehilangan cinta bagai raga tak bernyawa


Aku junjung petuamu , cintai dia yang mencintaimu


Hati yang dulu belayar , kini telah menepi


Bukankah hidup kita , Akhirnya harus bahagia


...----------------...


Dimas sudah sering di manfaatkan oleh teman temannya karena kekayaan nya juga . Bagi Dimas hanya terkecuali untuk mutiara , yang bisa menerima Dimas apa adanya , tanpa memandang status Dimas orang kaya , atau gembel sekaligus yang tanpa pekerjaan .


"Mama ada di kantor ."tanya Dimas pada karyawan perusahaan yang lebih senior dan mengenalnya , sedang berpapasan dengan nya di tengah jalan .


"Ada tuan muda , bu denada sedang menerima tamu , di ruangan nya ."ucap karyawan itu .


"Tamu ." Dimas menautkan kedua alisnya .tanda penasaran .


" Iya sepertinya temannya ibu , karena dia datang bersama kekasihnya ."jawab karyawan itu lagi .


"Oh begitu , makasih ya ."ucap Dimas segera melangkah menuju ke ruangan mamanya . Dengan perasaan nya yang penuh tanda tanya , karena penasaran dengan teman mamanya .


Sementara Ardy dan mutiara merasa cukup ngobrol mereka dengan bu denada .

__ADS_1


"Saya kira cukup lama saya menganggu waktu bu denada , kami mohon diri dulu ." ucap Ardy di angguki oleh mutiara .


"Baiklah , saya senang anda mau berkunjung dan temani saya ngobrol. Lain kali saya yang akan datang ke kantor anda ." ucap bu denada .


"Kamai tunggu kedatangan anda , kami permisi dulu ."ucap mutiara .


" Baik hati hati ."jawab bu denada .


"Sekali lagi terimakasih banyak , telah memberikan apa yang saya butuhkan dengan hati yang ikhlas ."ucap Ardy .


"Sama sama pak Ardy , tidak usah sungkan sungkan ."jawab bu denada .


Ardy dan mutiarapun bangkit dari duduknya . Dan melangkah menuju ke pintu keluar . Ardy dan Mutiara berjalan beriringan sambil berbincang hangat dan sesekali tertawa bahagia .


"Tiara ." pekik Dimas dari ujung koridor .


Dimas kaget dan langsung bersembunyi di pojokan . Ia berusaha menyembunyikan dirinya , dan menutup wajahnya agar tak kelihatan oleh Mutiara dan Ardy . Sampai akhirnya Ardy dan mutiara berjalan melewatinya begitu saja , membuat Dimas bernafas dengan lega , karena tidak ketahuan oleh Mutiara dan Ardy .


"Memangnya mereka ngapain ke sini ." batin Dimas bertanya tanya , pada dirinya sendiri . Dimas segera melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan kerja mamanya karena rasa penasaran nya .


"Wa allaikum salam , tumben kamu ke mari , ada apa ." tanya bu denada , penasaran dengan kedatangan Dimas yang tiba tiba .


"Mama kan yang minta Dimas kerja di sini .jadi boleh dong Dimas datang main main ke sini . Sambil dimas bisa menyesuaikan diri ."ucap Dimas .


"Ya boleh , tiap hari datang juga boleh . Mama cuma kaget kamu datang tiba tiba ke kantor . Biasa kamu paling malas datang ke kantor mama . "ucap bu denada .


"Ma , itu kan dulu . Sebelum Dimas menerima tawaran mama , sekarang Dimas kan sudah bersedia bekerja di kantor mama ."ucap dimas .


"Iya , mama tau , mama senang kok kamu datang ke sini ."ucap bu denada .


"O ya ma , tadi ada karyawan yang bilang , mama ada tamu , siapa tamu mama, teman mama ."tanya Dimas pura pura .


"yang mana , laki laki tampan dan perempuan cantik tadi ."tanya bu denada .


"Perempuan cantik ? Maksud mama Tiara . Jadi mama tidak sadar , kalau perempuan tadi yang bersama mama adalah Tiara ." batin Dimas bertanya tanya .

__ADS_1


"Iya ma . Perempuan nya tingginya kira kira sebahu Dimas , tadi di luar Dimas sempat melihatnya ."ucap dimas .


" Iya itu , ....itu teman mama . Kok tumben kamu tanya siapa mereka . Jangan jangan kamu suka sama sekretaris pak Ardy ."tebak bu denada .


"mama kenal dengan pak Ardy . Apa mama juga tau , kalau sekretaris pak Ardy itu bernama Tiara ."gumam Dimas dalam hati . Yang tiba tiba menjadi cemas .


" Kamu kenapa , kok sepertinya cemas begitu ." selidik bu denada karena melihat Dimas tidak menjawab kalimat candaan nya .


"emm tidak , kan tadi Dimas cuma tanya siapa mereka dan mama juga sudah jawab ."ucap Dimas berbohong .


"perempuan tadi , cantik banget . Dia sepertinya juga baik , mama berharap kamu bisa mencari wanita yang baik , dan tepat untukmu . Wanita seperti dia , yang berpendidikan tinggi . Dan mandiri ."usul bu denada pada Dimas .Dimas menatap mamanya .


" jadi mama tidak tau , kalau perempuan yang ada di depan nya tadi Tiara . Wanita yang sangat ia benci dan ia hina . Karena aku suka melawan dan membakang demi dekat dengan Tiara ." gumam dimas dalam hati .


"Iya ma ,"jawab Dimas acuh tak acuh .kepada mamanya .


"Apa itu artinya Dimas bisa mengenalkan Tiara dengan mama sewaktu waktu ."batin Dimas tersenyum penuh arti .


Ardy membawa Tiara ke restoran . Hari itu iya sangat bahagia dan ingin merayakan nya dengan mentraktir Tiara makan makan .


"hari ini kamu bebas mau makan apa , terserah aku yang traktir kamu ."ucap Ardy pada Mutiara dengan penuh semangat .


" Wah makasih banyak lo pak , sering sering saja pak , kayak gini tiap hari , biar saya ngirit keluarin uang sendiri , untuk makan siang ."kelakar mutiara sambil terkekeh , yang hanya di balas senyuman oleh Ardy . Mendengar ucapan mutiara yang suka bicara blak blakan itu .


Nagita yang juga sedang ingin bawa pacarnya makan di restoran terkejut saat melihat Ardy dan Mutiara juga ada di situ . Saat ia sedang mengedarkan pandangan nya untuk mencari meja kosong . Nagita melihat Ardy sedang asyik bercanda ria dengan mutiara di ujung restoran yang mahal itu .


"sayang kamu duduk sini dulu ya . Aku mau ke toilet dulu ." ucap Nagita kepada pacarnya .


Nagita melangkah pergi meninggalkan pacarnya . Ia bukan pergi ke toilet tapi , ia pergi ke belakang restoran tepat dimana Ardy dan mutiara duduk , ingin mencuri dengar obrolan Ardy dan mutiara .


"Selamat ya pak , Akhirnya anda bisa menebus rumah anda kembali . Dan perusahaan anda juga telah berjalan normal kembali , seperti semula bahkan lebih dari sebelumnya ."ucap mutiara yang juga ikut bahagia atas keberhasilan Ardy . Mutiara menatap Ardy yang sedang menguyah makanan di mulutnya .


Nagita terpekik dalam hati , mendengar keberhasilan dan kesuksesan Ardy yang sudah kembali stabil .Nagita menutup mulutnya rapat rapat , saat mendengar Ardy telah menebus kembali rumah mewahnya , rumah yang telah lama ia incar dan ingin dia kuasai saat ia telah menikah dengan Ardy nanti .


Ardy juga tersenyum kepada Mutiara .

__ADS_1


"saya juga ingin ucapkan terimakasih padamu ."ucap Ardy .membuar mutiara mengangkat wajahnya menatap wajah Ardy .


__ADS_2